Posts

/4/ Dormitory H [END]

“Sayang.” Chen Shu terengah-engah dan terus menggesek pantat Lu Yan dengan tubuh bagian bawahnya, “Kau menyembur.”

Telinga Lu Yan berwarna merah, dilapisi saliva Chen Shu, yang terlihat sangat menggoda. Mendengar dipanggil sayang, kakinya melembut.Chenshu tidak lagi membully-nya, dia memeluk Lu Yan, satu tangannya menjepit seprai bantal ke celah pintu, dan mengunci pintu.

"Apa yang kau takutkan? Aku telah melihat. Tidak ada seorang pun diluar asrama. Kalau tidak, bagaimana suamimu berani mengganggumu seperti ini?" Dia mencium pipi Lu Yan, tanpa ciuman erotis, hanya dengan kelembutan dan kasih sayang.

Untungnya, dia masih sadar diri kalau membully Lu Yan.

Lu Yan baru saja menyembur, dan dia tidak punya energi untuk peduli dengan Chen Shu. Kelelahan yang tiba-tiba ini membuatnya berharap segera bergulung ke dalam selimut sekarang dan tidur pulas. Tetapi dia tahu di dalam hatinya bahwa Chen Shu tidak akan membuatnya melewatkan ini dengan mudah.“Aku akan membantumu,” kata Lu Yan…

46. Lebih hati-hati

Shao Mingan mengikutiku kembali ke kelas, berdiri di depan pintu dan menungguku mengambil catatan, lalu kami turun bersama, dia pergi ke ruang fotokopi dan aku ke kafetaria. Orang-orang telah selesai makan dan berjalan kembali dengan berlari kecil seperti nenek tua yang hendak berteduh dari hujan.     “Apa makanannya sudah habis?” Tanya Shao Mingan.     Tanyakan ini padaku, apa yang bisa aku katakan, jika bukan karena dia yang ingin membuat salinan, aku tidak akan terlambat seperti ini, "mungkin masih ada sisa ..."     Shao Mingan, "Kalau begitu, bagaimana kalau aku mentraktirmu makan lain kali? Kalau kau ada waktu luang."     "Oh ..." Shao Mingan cukup bagus mengambil hati, tapi sayangnya aku bukan tukang makan, "Belajar sangat membuat stress, sudah seharusnya aku membantumu."     “Tidak, tidak, tidak, aku harus mentraktirmu, libur akhir pekan nanti, aku akan membuat janji denganmu.” Shao Mingan mungkin takut aku akan menolak, dia berlari …

35. Apakah kau punya kebiasaan tidur...

Di monitor LCD yang tergantung di dinding ruangan, kebetulan ada lagu dengan melodi yang penuh semangat. Mereka yang tengah memegang mic, bernyanyi dan berteriak dengan heboh.     Sementara mereia yang memainkan Truth or Dare juga menatap botol bir yang berputar di meja kopi, dan tidak ada yang memperhatikan Jing Ji dan Ying Jiao yang duduk disudut.     Jing Ji tercengang sesaat, wajahnya langsung memerah.     Ying Jiao terkekeh, meletakkan kepalanya di bahu Jing Ji dengan malas, dan menatapnya, "kenapa kau tidak menjawab? Ingin aku mengatakannya lagi?"     Ujung rambutnya mengusap ringan kulit leher sehingga menimbulkan rasa gatal.  Tubuh Jing Ji bergetar, tangannya mencoba untuk mendorong Ying Jiao, tetapi lupa bahwa dia masih memegang susu kedelai sehingga botol susu kedelai itu jatuh ke sofa.     Jing Ji dengan cepat mengulurkan mengangkat botol itu, hanya untuk menyadari bahwa susu kedelai itu ternyata sudah habis.     Tangannya sedikit gemetar, mencoba menjauh Ying…

Chapter 59, I'm not that Kind of School Beauty as You Think (END)

Malam itu sangat kacau, tapi tampaknya begadang yang berbeda.     Matahari pagi masuk melalui celah tirai dan dengan lembut jatuh ke bahu Yu Erlan.  Cahaya yang menerobos, dengan dinginnya angin, melekat pada Yu Erlan, tapi terasa nyaman.     Dia mengangkat lengannya dan jatuh dengan lembut lagi, bertumpu pada dahinya. Kulit di wajah agak panas, sehingga bekas merah di lengan sepertinya berasal dari wajah.     Mata Yu Erlan setengah terbuka, dan ditutup lagi dengan malu. Dia merendahkan wajahnya dengan agak malu-malu, tapi menempel lagi ke dada Hang Ye.     Hang Ye mungkin belum bangun, dan tidak ada pergerakan. Wajah Yu Erlan menempel di dadanya, dan hanya bisa merasakan pasang surut detak jantung yang teratur.     Dia membeku selama dua detik, lalu bangun dan duduk, meraih pakaian yang jatuh ke lantai.     Sebelum menyentuhnya, tiba-tiba ada yang meraih pinggangnya, dan menekannya kembali ke tempat semula.     Setelah itu, suara Hang Ye yang masih kantuk menyentuh telinga Yu Erl…

Chapter 58, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Yu Maoxi sangat senang dengan penerimaan Yu Erlan. Dia mengangguk berulang kali, dan bergumam, "Kalau begitu aku akan memberitahu mereka!"     Yu Erlan memperhatikan Yu Maoxi pergi, merasa bahwa dia bisa melihat semacam kegembiraan besar dalam dirinya, meluap bersamanya.     Sentimen ini benar-benar menginfeksi Yu Erlan, dan dia sedikit bahagia.     Keluarga Yu jelas sudah mempersiapkan kedatangan Yu Erlan. Yu Erlan baru saja menyetujui Yu Maoxi, dan dia segera diberitahu bahwa pada malam hari, keluarga bibi akan menjamu Yu Erlan di hotel termewah di kota.     Tempat itu begitu megah, tapi Yu Erlan tidak memperhatikan itu. Dia pergi ke restoran dengan Yu Maoxi seperti biasanya dia pergi ke kafetaria.     Awalnya Yu Erlan mengira bahwa bibinya, juga adik Yu Maoxi, juga menjalankan pernikahan bisnis di bawah kendali keluarga seperti ayahnya. Tetapi ketika dia melihatnya saat makan malam, dia menyadari bahwa pamannya hanyalah pekerja kantoran biasa, dan dia bahkan tidak bek…

Chapter 57, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Ciuman itu sepertinya agak tiba-tiba, tetapi bagi Yu Erlan, itulah yang paling dia butuhkan saat ini.     Ciuman Hang Ye agresif, mendominasi bibir Yu Erlan, agak kasar tapi lembut menyita seluruh kesadaran Yu Erlan.     Yu Erlan tiba-tiba merasakan kelegaan dari rawa emosi. Kesedihan yang diam-diam menenggelamkannya masih meresap di sampingnya saat ini, tapi itu seperti tetesan, membelainya.     Sebaliknya, ini seperti kekuatan lembut yang mendukung Yu Erlan.     Di akhir ciuman Hang Ye, agresif secara bertahap memudar, lebih lembut dan lebih intens. Setelah beberapa saat, dia melepaskan ciumannya, jari-jarinya masih menempel di rahang Yu Erlan.     Suaranya agak serak, berbisik, "Yu Erlan ... Mungkin banyak penyesalan dalam hidup, dan kita tidak punya alternatif. Yang bisa aku lakukan adalah mengisi celah-celah dalam hatimu yang disebabkan oleh penyesalan."     Yu Erlan mengangkat kepalanya sedikit, menatap Hang Ye. Memang tidak terlihat, tapi mata Hang Ye sepertinya b…

Chapter 56, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Mendengar suara perawat itu, Yu Erlan mengabaikan yang lain dan segera berlari menuju bangsal IcU.     Melihat pandangan mendesaknya, Hang Ye dengan ringan membuka tangannya untuk membiarkan Yu Erlan berlari, dan berjalan perlahan di belakangnya.     Mereka memasuki bangsal IcU sesuai permintaan perawat, membuka pintu dengan lembut, dan melihat Kakek Yu terbaring di tempat tidur dengan mata sedikit terbuka, dan dia tampak kuyu.     Yu Erlan berjalan cepat ke sisi Kakek, sebelum mendekatinya, dia berbisik, "Kakek."     Ketika Kakek Yu mendengar itu, dia mengalihkan pandangannya dan menatap Yu Erlan. Ada raut tertentu di wajahnya. Meskipun dia memakai ventilator, bisa terlihat bibirnya bergerak, seolah ingin berbicara dengan Yu Erlan.     Perawat memandangnya, mencondongkan tubuh ke depan, dan bertanya, "Laoyezi, bagaimana perasaanmu? Jika baik, aku akan lepas ventilator dulu dan kau bisa bicara dengan cucu."*Sebutan sopan untuk pria lanjut usia     Kakek Yu meng…