Posts

Showing posts with the label Turn the Enemy Into Gay

[27] END

UP Xing yang terkenal lingkaran memposting video langka.
Judul { 1314 daily vlog mahasiswa stomatologi }
Penggemar yang melihat judul seketika mengerti, menyala untuk menyuntikkan darah ayam: sangat bersemangat dan energik membanjiri dengan komentar.
Video dimulai dengan sepotong musik ringan. Latar belakangnya adalah Danau Wynn saat matahari terbit dari Medical University. Segera, bidikan pertama muncul dan diarahkan ke sebuah sepeda. Pada saat ini, seseorang membuka suara, "Halo semuanya, aku adalah siswa no. 14, sekarang waktu Beijing Pukul 7.40, aku sedang didepan asrama, menunggu siswa no. 13 untuk pergi ke kelas bersama."
Layar rentetan penuh dengan reaksi:
[ Ah ah ah ah kakak!!! ]
[ Oh, ya ampun! Suara kakak begitu baik. Aku suka suara serak dan malas seperti baru bangun tidur ini. Kesejahteraan pengguna headphone. ]
[ Apa kakak sekelas dengan Xing Xing? Jadi bisakah aku melihat wajah Xing Xing nanti? ]
[ Ahhh, aku sangat bersemangat! Wajah Xing Xing! ]
Bidikan berikutnya adal…

[26] Cium aku

Di belakang panggung auditorium itu berisik, dan ada hambatan di mana-mana. Xu Xingwen berjalan ke Lu Zhizhou, meraih pergelangan tangannya, dan menariknya pergi tanpa sepatah kata.
Wanita yang ditinggal menyela di belakang, tetapi tidak dihiraukan. Lu Zhizhou sensitif dan memperhatikan bahwa Xu Xingwen sedang dalam suasana hati yang buruk saat ini. Dia mengikutinya keluar dari belakang panggung dan mengingat kondisi tubuhnya, "Apa kau merasa lebih baik? Jika tidak, aku akan katakan pada departemen Seni mencari seseorang untuk menggantikanmu?"
Xu Xingwen menghentikan langkah kakinya, dan tiba-tiba memutar kepalanya, matanya merah dan berair.
Lu Zhizhou, "..." Jantungnya seperti tertusuk jarum, dia melembutkan nadanya dan membujuknya, "Apa kau masih tidak nyaman?"
Xu Xingwen tidak berbicara, menatap lurus ke arahnya.
Lu Zhizhou menarik napas dalam-dalam, dan dengan mengerahkan keberanian, mengulurkan tangannya, meraba dahi Xu Xingwen. "Hm ... suhunya norma…

[25] Tergila-gila

Lu Zhizhou agak aneh baru-baru ini.Ini bukan hanya Xu Xingwen, tetapi bahkan orang-orang di kelas menyadarinya.
Sejak dia menundukkan kepala dan mengakui kesalahan juga membiarkan teman sekamarnya membelikan Xu Xingwen minuman selama seminggu, semua orang hanya bisa percaya bahwa mereka benar-benar bertukar senjata perang untuk hadiah batu giok dan sutra (idiom): untuk mengubah permusuhan menjadi persahabatan.
Siswa di kelas berhasil beradaptasi dengan fakta bahwa dia mengikuti Xu Xingwen setiap hari, terus membicarakan Xue Wei-ku. Namun, tidak disangka, kemesraan itu hanya sebentar dan Lu Zhizhou kembali ke bangku yang dideret depan.
Apa artinya perubaham posisi? Berarti dia dan Xu Xingwen dalam konflik lagi!
Semua orang langsung teringat masa ketika kedua dalao itu saling mengacungkan pisaumenakutkan membuat suasana di kelas tiba-tiba menjadi sangat tegang.
Xu Xingwen tidak bisa mendengar apa yang dikatakan guru di podium, tatapannya akan selalu jatuh pada Lu Zhizhou didepan.
Dia tidak ta…

[24] Aku ingin menukar air liur amylase denganmu~

Setelah memverifikasi data percobaan, jam tomat baru saja berakhir.
Xu Xingwen biasanya melihat rentetan dan menjawab beberapa pertanyaan. Sekarang dia bahkan tidak ingin menontonnya. Dia tidak perlu membuka stasiun B untuk berharap bahwa gadis-gadis itu pasti mengajukan pertanyaan yang tidak terkait dengan belajar.
Waktu istirahat 25 menit tiba-tiba dikosongkan. Xu Xingwen menggosok pergelangan tangannya, sedikit bertanya-tanya apa yang harus dilakukan.
“Tangan masam?” Masih di perpustakaan, Lu Zhizhou merasa tidak nyaman untuk berbicara dengan volume normal, berbisik sambil memegang pergelangan tangan Xu Xingwen, memijat pelan dengan jari-jarinya.
Adegan ini terlalu gay, Xu Xingwen tidak berani mendongak untuk melihat reaksi orang lain, dan telinganya perlahan memanas di udara.
Dia suka bersentuhan dengan Lu Zhizhou, seperti Lu Zhizhou mencubit daun telinganya, mengaitkan jari kelingkingnya, dan menggosok pergelangan tangannya, dia menyukai keintiman alami Lu Zhizhou padanya.
Jika ada suh…

[23] Suami akan mengajakmu jalan-jalan

Akademik program mahasiswa tahun ketiga begitu padat. Selain kelas teori, kelas eksperimen, dan pelatihan magang, Xu Xingwen tidak punya pilihan selain mendorong waktu untuk siaran langsung belajar mandiri satu jam lebih lambat.
Pada jam tujuh malam, dia mandi, bersiap dan membuka pintu asrama. Lu Zhizhou menunggunya dengan tas di punggungnya. Keduanya meninggalkan gedung asrama dan mengambil sepeda diparkiran. Kedua sepeda itu bersandar dengan tali merah diikat ke setang.
Xu Xingwen speechless sejenak, "apa kau bodoh, kau mengikat dengan tali untuk mencegahnya dari pencuri?"
Lu Zhizhou membuka ikatan tali dan menaruhnya di atas keranjang, menjelaskannya dengan hati-hati, "aku takut seseorang akan memindahkannya dan memisahkan kita. Aku tidak berpikir ada orang yang begitu rendah untuk memutuskan tali merah kita kan?"
Xu Xingwen memutar matanya, "kekanak-kanakan."
Dia mengatakan itu tetapi masih menyetujui perilaku Lu Zhizhou.
Lu Zhizhou juga tidak menghiraukan…

[22] Aku kekasihmu

Kalimat menggemparkan Lu Zhizhou menghantui satu kelas selama berhari-hari.
Dua pria besar yang selalu saling menentang dengan kekerasan yang sama (idiom) benar-benar mengelabui mereka dan mencapai penyelesaian di belakang mereka.
Di antara mereka, teman asrama Lu Zhizhou adalah yang paling tidak bisa menerima.
Xu Xingwen telah menerima teh melati yang dibeli oleh teman sekamar Lu Zhizhou  selama tiga atau empat hari. Dia berbisik kepada Lu Zhizho, "apa penyakit teman kamarmu masih tidak baik?"
Lu Zhizhou yang dengan penuh perjuangan akhirnya bisa kembali ke kursi di belakang Xu Xingwen, tersenyum mendengar itu. "Kau terima saja, dia masih harus mengirim seminggu penuh."
Xu Xingwen tidak dapat memahami pemikiran mereka, "kenapa membelikanku minuman tanpa alasan?"
Lu Zhizhou mengangkat kelopak mata dengan bulu mata yang panjang, dan senyum konyol terukir, "Berikan teh untuk kakak ipar."
Xu Xingwen mengambil botol teh melati dan membantingnya di meja Luz…

[21] Internet benar-benar tempat ilegal!

Forum Resmi Universitas Medis BBS:

[ 'Kebanggaan langit' Lu Zhizhou menundukkan kepalanya dan mengaku salah? Sepuluh rahasia dari orang-orang sukses - mengaku salah pada istri sama dengan merayu ah. ]
[ Kemarin ditakdirkan untuk menjadi hari yang layak diingat oleh siswa kedokteran gigi. Itu melambangkan bahwa mulut besarku akhirnya mengambil langkah penting menuju pasangan resmi yang mengejutkan seluruh negeri!]
[ Departemen kedokteran sebelah mengirim pesan ucapan selamat! ]
[ Departemen kedokteran klinis sebelah mengirim pesan ucapan selamat! ]
[ Departemen apoteker diseberang mengirim pesan ucapan selamat! ]
[ 1551 Aku ingin menjadi anggota kelompok @, aku ingin memberitahu seluruh negeri, pasangan musuh kita yang menggemaskan --real! ]
[ Sungguh! ]
[ Aku tidak menyangka bahwa aku masih bisa mendapatkan gula ZhouWen sebelum lulus, sungguh gula asli! Aku bisa meninggal dengan kepuasan, seumur hidup, ah ah ah ah ah ah. ]
[ Xiao Xiurong baru saja setengah didukung oleh teman gay-nya …

[20] Aku salah, aku mengaku salah

Xu Xingwen mengabaikan Lu Zhizhou selama seminggu.
Lu Zhizhou tahu kesalahannya sendiri jadi belakangan ini dia tidak pernah melawan setiap kali diumpat.
Akibatnya, teman-teman sekelas di kelas merasakan suasana yang lebih seram dan suram daripada di masa lalu, dan sangat meragukan bahwa kedamaian dalam beberapa hari terakhir adalah salah.
Teman sekamar Lu Zhizhou tidak tahan untuk bergosip. Dia pergi ke mejanya. "Kakak Zhou, situasi apa ini? Bagaimana aku merasa Xu Xingwen semakin sengit?"
Raut Lu Zhizhou tampak lelah, bahkan suaranya lemah, "Kau diamlah. Jangan mengatakan hal-hal buruk lagi tentangnya di masa depan."
Kilat imajiner menyambar teman sekamarnya. "Tidak, kakak Zhou ..." dia segera membanyangkan kakak Zhou-nya dibanting oleh Xu Xingwen, hanya merasa bahwa ketiga pandangan akan runtuh dan menggelengkan kepala, mengenyahkan pikiran ini. "Apa rahasiamu ada ditangan Xu Xingwen sehingga kau hanya dapat dipaksa untuk menanggung provokasi sepihakny…

[19] Jangan melihatku seperti ini

Yang dikatakan Lu Zhizhou memang benar tentang pergi ke perayaan ulang tahun itu dan melihat kemesraan Lu Zhiyan dan Cong Li yang berlebihan.
Dapat dilihat bahwa mereka tidak sengaja menunjukkan cinta mereka, tetapi mereka terlalu diam-diam memahami, bergaul satu sama lain secara alami, dan beberapa perilaku benar-benar tidak terkendali, secara alami mengungkapkan makna berlebihan.
Misalnya, minum, pesta selalu ada anggur, tetapi Lu Zhiyan tampaknya memiliki peraturan tentang jumlah anggur, hanya secangkir kecil, Cong Li tidak membuat masalah dengan dia, membawa cangkir kecil, dan menyesapnya sesekali.
Melihat itu, Xu Xingwen tiba-tiba ingat bahwa jumlah alkohol Lu Zhizhou tidak baik, jadi dia berbisik, "Kau juga kurangi minum."
Lu Zhizhou meletakkan gelas anggur dan menganggukkan kepalanya. "Dengarkan perkataan sayang, aku tidak minum."
Di meja makan, ada juga beberapa orang yang tahu hubungan keduanya. Seorang teman sekamar dari Cong Li menutup matanya. "Ya Tuhan…

[18] Sayang, apa kau ingin membullyku?"

Dalam perjalanan kembali ke asrama, keduanya mengobrol sambil mengendarai sepeda masing-masing.
Lu Zhizhou memperkenalkan. "Teman masa kecilku di sekolah kedokteran sebelah, dan kita satu tingkat, namanya Lu Zhiyan, orang di sebelahnya adalah kekasihnya, adik kelas tahun pertama bernama Cong Li."
Xu Xingwen bergumam merespon, dia mengingat terakhir menguping pembicaraan Lu Zhizhou ditelepon, itu adalah teman masa kecilnya.
Jadi ...
Lu Zhiyan sudah lama tahu bahwa Lu Zhizhou dengannya ...
Ketika mengingat itu, panas di wajah Xu Xingwen naik sedikit. "Dia bilang aku di perpustakaan?"
“Ya.” Lu Zhizhou melambatkan pedal sepeda agar sejajar dengan sepeda Xu Xingwen. “Dia mengirim beberapa pesan kepadaku. Aku takut dia akan membuatmu takut dan bergegas.”
Apa yang begitu menakutkan ... Kedengarannya seperti bertemu orang tua ...
Xu Xingwen kaget dengan asosiasinya sendiri dan terbatuk-batuk.
Lu Zhizhou khawatir bahwa dia tidak stabil dalam bersepeda jadi satu tangannya memegang s…

[17] Orang ini, kalian tidak bisa

Lu Zhizhou duduk di depan Xu Xingwen, dan dagunya bersandar pada gelas air, matanya tampak berisi dendam.
Xu Xingwen menarik kembali matanya dan terdiam.
Tatapannya seakan 'Apa aku tidak tampan sampai kau melihat orang lain?'
Xu Xingwen memegang cangkir itu dan matanya terkulai. Tampaknya agak malu, "Jangan membuat masalah."
Lu Zhizhou mendapati bahwa ketika keduanya belun bersama, Xu Xingwen hanya akan mengutuknya. Setelah mereka bersama, dia hanya akan menolak dengan mengatakan 'jangan membuat masalah'.
Kalimat ini terlalu jelas. Rasa jahat di hati Lu Zhizhou seperti tergerak. Dia tiba-tiba mendekatkan wajahnya, hampir seperti mencium dan bertanya, "Aku tidak terlihat baik?"
Xu Xingwen kaget dan menggigit giginya. "Tampan, yang membuatkanmu bunga satu-delapan-tujuh, kau terlihat paling tampan."
Setelah itu, wajah yang terbakar dengan cepat diturunkan, tidak berani menatap mata Lu Zhizhou yang sombong.
Lu Zhizhou tertawa, "Orang itu teman ma…

[16] Kita sehati

Lu Zhizhou yang membonceng Xu Xingwen di area kampus benar-benar viral. BBS kampus telah berdiskusi selama dua hari apakah dua orang ini akan mengubah permusuhan menjadi persahabatan.
Lu Zhizhou merasa sangat tidak senang tentang ini.
Karena Xu Xingwen tidak mengizinkannya melakukan terlalu banyak kontak fisik dalam beberapa hari terakhir.
Xu Xingwen sangat sensitif dan pemalu. Biasanya pipinya akan memerah ketika dia menggodanya. Dia tidak berpikir bahwa jika mereka mendekat satu meter, mereka akan ditatap lebih dari selusin pasang mata pada saat yang sama. Xu Xingwen mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkannya memeluk.
Karena itu, Lu Zhizhou sangat tidak puas belakangan ini.
Jadwal kelas mahasiswa tahun ketiga masih penuh. Ditambah dua kursus khusus fisiologi anatomi oral dan fisiologi jaringan. Karena itu Xingwen perlu berusaha keras.
Selain terpana oleh cinta sebelumnya, dia tidak live selama beberapa hari, dan kali ini dia membuka stasiun B.
Dia melirik waktu dan mengirim dinamika di …

[15] Musuh bebuyutan akhirnya berubah dari musuh menjadi gay?

Xu Xingwen merasa bahwa dia mungkin jatuh sakit.
Karena isi pesan Lu Zhizhou, dia tidak bisa fokus selama kelas.
Tidak heran jika guru SMA melarang siswa berkencan, cinta membuat daya belajar terganggu.
Dia berpikir bahwa Lu Zhizhou, pria ini, pasti hanya membuat lelucon ringan jadi jangan menganggapnya serius.
Bel kelas berdering, tapi dia masih perlahan merapikan buku-buku, seakan begitu kesusahan hanya untuk mengemasnya.
Teman sekamar Lu Zhizhou berteriak dari deret depan. "Kakak Zhou, apa kau mau bermain bola? Kelompok klinis hari ini tidak harus belajar di malam hari, ayo bermain bersama mereka."
Lu Zhizhou melambaikan tangannya, "Tidak, aku ada urusan lain."
Teman sekamar Lu Zhizhou tiba-tiba menunjukkan ekspresi 'aku mengerti' dan diam-diam memberi isyarat bersorak kepada Lu Zhizhou.
"...... Idiot, tidak heran tidak punya girlfriend."
Lu Zhizhou berbaring dimeja. Satu tangan diluruskan, tangan lain ditekuk dan wajahnya dikubur ke sikunya.
Xu Xingwen …

[14] Xue wei, aku benar-benar ingin menciummu di sini.

Para siswa di kelas kedokteran gigi menemukan bahwa ketua kelas mereka tampak agak tidak nyaman akhir-akhir ini.
Biasanya tempat duduknya yang eksklusif ada di tengah podium, dan tidak ada yang berani merebutnya, jadi dia bisa mendapatkan tidur malam yang baik dan kemudian datang ke kelas.
Sekarang, Lu Zhizhou lebih suka bangun beberapa menit sebelumnya, dan ketika orang banyak mendorong dan meremas merebut tempat, dia memilih duduk di posisi jendela yang tidak direbut.
Teman sekamarnya yang berjuang untuk mendapat baris pertama, merasa bingung. "Kakak Zhou, bukankah kau duduk di baris pertama?"
Lu Zhizhou perlahan membuka buku dan menyaksikan Xu Xingwen yang duduk di depannya. Moodnya cukup menyenangkan dan menjawab. "Aku akan duduk di sini nanti, tidak ada yang bisa merebut tempat ini dariku."
Teman sekamar itu melirik ke arah kipas angin di kepalanya dan berpikir bahwa dia telah menebak gagasan si kakak jadi dia bergegas mengemas bukunya dengan antusias. "Sangat…

[13] Maaf, masih sakit?

"Xue Wei, ayo berkencan ~"
Lu Zhizhou yang beberapa sentimeter lebih tinggi dari Xu Xingwen, menggunakan dagunya untuk mengusak rambutnya, seperti anak anjing yang manja.
Hati Xu Xingwen melunak, dan jantungnya menjerit liar.
Dia membuka mulutnya dan ingin berbicara, tetapi koridor di luar kini terdengar berisik dengan langkah kaki.
Tampaknya kelas telah berakhir.
Keduanya juga berpelukan dalam posisi intim, jika dilihat orang lain, tanpa perlu dikatakan, dia bisa menebak plot apa yang akan mereka buat.
Xu Xingwen tanpa sengaja mendorong Lu Zhizhou untuk membuka jarak dan nenyebabkan pinggangnya mengenai wastafel, Xu Xingwen sadar apa yang telah dia lakukan dan berubah panik.
Orang yang di luar koridor datang ke pintu.
Dua orang di dalam dan di luar saling berpandangan.
Orang yang di luar mengenal Lu Zhizhou dan Xu Xingwen, dan menyaksikan postur kedua pria itu dan dengan cepat membuat drama besar.
Yi Botian langsung berkata, "Kakak Ge, kau ingin membereskan anak ini?"
Dia be…

[12] Xue wei, ayo berkencan ~

Koridor gedung pengajaran tidak ada yang lalu lalang dan tampak kosong.
Xu Xingwen mematikan keran, dan setelah suara air berhenti, itu adalah kesunyian yang tak tertahankan.
Keheningan semacam ini bukan untuk mendengar keheningan yang tenang, tetapi untuk mendengar suara napas dari Lu Zhizhou di dekat telinganya.
Lembab, dengan sedikit kehangatan, secara bertahap mencemari kulitnya.
Detak jantung Xu Xingwen berdebar kencang, dan panas yang membakar dengan cepat menyebar dari daun telinga ke seluruh tubuh.
Lengan Lu Zhizhou dipinggangnya sedikit tidak nyaman, tetapi dia tidak ingin membebaskan diri.
Lu Zhizhou membelenggu dia dalam posisi ini, bibirnya hanya berjarak pendek dari daun telinganya, suaranya agak rendah, dan dia terus mengakui kesalahannya. "Sayang, aku salah."
Xu Xingwen merasa tenggorokannya kering dan berkata, "Apanya yang salah darimu?"
Lu Zhizhou menyunggingkan senyum. "Aku salah, aku seharusnya menahan diri dan menciummu saat mabuk, aku seharusnya t…

[11] Apakah kau... Daritadi mengawasiku?

Awal masuk sekolah siswa tahun ketiga.
Ketika komite siswa senior pensiun, guru pelatih mengajak para anggota komite siswa untuk makan bersama dikedai jalan siswa.
Xu Xingwen juga termasuk pada saat ini, dan sulit untuk menolak.
Setelah minum tiga putaran, guru pun pergi dan tidak lagi memperhatikan mereka. Setan dan hantu yang minum anggur tiba-tiba mengungkapkan warna asli mereka.
Lu Zhizhou sangat ceria dan selalu sangat terbuka dalam komite siswa. Hasil yang baik dari popularitas adalah siapa pun dapat datang untuk mengisi anggurnya.
Xu Xingwen tidak duduk di meja bersamanya, dia membalikkan badannya dan menyaksikan gerakan di sisi Lu Zhizhou.
Awalnya baik-baik saja hanya satu orang di departemen. Kemudian, orang lain juga masuk dan mengambil bahu Lu Zhizhou. Mereka menyapanya dan menuangkan beberapa cangkir lagi.
Xu Xingwen tampak tertekan, tetapi tidak mungkin. Dia dan Lu Zhizhou adalah musuh dimata semua orang. Bagaimana dia datang untuk membantu Lu Zhizhou memblokir anggur?
Untungnya,…

[10] Sayang, aku salah, jangan marah, oke?

Xu Xingwen memiliki istirahat makan siang yang langka dan tiba di ruang kelas setengah jam sebelumnya.Seiring berjalannya waktu, detak jantungnya berangsur-angsur bertambah, dan membanting dadanya.Dia memaksa dirinya untuk tetap tenang, mungkin guru sudah lupa dengan pemeriksaan fisik demonstrasi, dia benar-benar gugup, tetapi menurut karakter bodoh Lu Zhizhou, dia pasti akan mengingatkan guru.Dia sudah siap. Setelah meninjau pengetahuan teoretis, guru klinik telah melupakan apa yang dia katakan minggu lalu dan berencana untuk mengambil sukarelawan untuk didemonstrasikan secara pribadi.Lu Zhizhou bergegas untuk merekomendasikan dirinya sendiri sebelum guru memilih orang lain. "Guru, bukankah kau sudah mengizinkanku dan teman sekelas bekerja sama dengan pemeriksaan medis minggu lalu? Kami sudah siap, sekarang tunjukkan pada semua orang?"Semua orang segera terkesiap dan diam-diam kagum. Big bro Lu Zhizhou benar-benar melakukan cara tidak bermoral untuk melihat Xu Xingwen malu …