Posts

Showing posts with the label Stories of Male Students

16. Apa dia lebih good-looking dariku?

Cheng Qi dan kelompok mahasiswa baru sangat dekat, dan mereka tidak saling sungkan. Baik pria maupun wanita dengan senang berbaur. Lu Xuzhi memandangi wajah mengkerut  roti kukus Cheng Qi, dan ingin mencubitnya, tapi menahan diri. Seperti yang dikatakan Cheng Qi sendiri sebelumnya, dia bukanlah tipe yang disukai Cheng Qi. Jika dia ingin mengejar Cheng Qi, dia harus merebus kodok dalam air hangat dan perlahan-lahan mengetahuinya.*merubah cara untuk melihat hasil dari sudut berbeda

Meski pertemuan diubah sementara, persiapannya hampir selesai.  Ini pertemuan informal, tujuannya hanya untuk saling mengenal antar anggota. Akan ada upacara serah terima resmi di akhir pekan.Sejujurnya, karena Cheng Qi tahu bahwa "sweetie" dan "Senior Lu Lu" adalah orang yang sama, dia tidak benar-benar ingin pergi ke stasiun radio untuk menghadapi kenyataan ini.Menghadapi Lu Xuzhi sekarang saja dia tidak punya pilihan, karena bagaimanapun, keduanya adalah teman sekamar. Namun harus berte…

15. Ingin Hua Hua Cium Peluk

Akhir upacara pelatihan tiba seperti yang direncanakan, dan setengah bulan pelatihan kehidupan militer akhirnya berakhir. Chen Shaoyi membawa sebuah bendera dan dengan gagaj berani memimpin beberapa barisan Institut Industri dan Komersial membentuk lingkaran penuh. Instruktur Meng juga memujinya karena berhasil membentuk formasi dengan baik.Chen Shaoyi tersentuh, dia memeluk lengan instruktur Meng, berteriak, "aku dipuji Meng Meng! Sangat bahagia!"Instruktur Meng, yang selalu berpikir bahwa makhluk seperti Chen Shaoyi terobsesi padanya, "..."Setelah penampilan seluruh upacara, barisan tinju fisik militer beristirahat di halaman tengah stadion. Hua Yu dan Cheng Qi duduk bersama dan melambai pada Chen Shaoyi yang dipisahkan oleh barisan.Chen Shaoyi seperti anak-anak dengan ADHD, menggeliat tidak tenang dan ingin bergabung dengan mereka, tetapi semua orang harus berdiri sesuai barisan dan diam di tempat untuk mendengarkan pidato sekretaris.*gangguan attention deficit …

14. Jika aku seorang perempuan, aku juga akan menyukai Chen Chen

Cheng Qi bangun dari tempat tidur karena dorongan hati, tetapi tidak memikirkan tindak selanjutnya.Jadi dia dan Lu Xuzhi saling memandang dengan canggung dalam kegelapan, dan tidak ada yang bergerak. Mereka tidak berbicara, hanya suara dengungan kipas angin di atas kepala.Cheng Qi menatapnya, tiba-tiba tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, jadi hanya terus menatapnya.“Apa kau tidak ingin memukulku untuk meredakan amarahmu?” Lu Xuzhi tersenyum diam-diam.“Siapa yang mau memukulmu.” Cheng Qi mendelik padanya, turun dari tempat tidur dan lari ke toilet di luar. Pintu membuka celah kecil untuk satu orang, dan sedikit cahaya masuk, dan dalam sekejap pintu tertutup, ruangan itu kembali gelap.•••

Pelatihan militer setengah bulan segera berakhir. Chen Shaoyi mencoba melarikan diri dari pelatihan militer. Untuk pertama kalinya, dia berhasil berpura-pura sakit dan berbaring di tempat tidur selama beberapa hari. Keesokan harinya, dia ditarik ditelinga oleh instruktur yang tenang dan bij…

13. Ini hari yang tidak akan berlalu!

Cheng Qi bergabung dengan grup online mahasiswa baru, dan dalam waktu tiga hari menjadi favorit para senior sekolah.Avatar yang ia gunakan pada saat itu adalah selfie yang sangat ia sukai. Beberapa gadis senior bertanya apakah itu dia. Dia menjawab ya, dan setelahnya sekelompok senior seperti serigala menyerbu meminta lebih banyak foto.Dia adalah orang baru dan dengan polosnya terus saja memposting beberapa foto yang menurutnya tidak buruk.Salah satu senior tidak puas dengan foto-foto itu dan mengejeknya. Cheng Qi membacakan puisi pendek Xie Zhi kepada mereka:[ Cinta dan benci jelas, tidak ada penyesalan, dan hatiku abadi. Cinta dalam jiwaku, seperti perpisahan yang tidak pernah putus. ]Timbre-nya sangat bersih, bulat, jernih dan kuat, dan nadanya pas. Suara yang diturunkan lambat dan penuh kasih sayang, seperti suara yang bagus untuk siaran.Gadis-gadis di kelompok mahasiswa baru itu segera meledak. Anak-anak lelaki mengatakan bahwa mereka tidak dapat bercampur tanpa keterampilan. Sen…

12. Bu Yue.

Setelah kembali ke asrama, Hua Yu teringat topik yang sangat serius: harus mandi ke mana?Bagaimanapun, dia mengalami hal semacam itu kemarin, dan dia pasti akan berpikir lebih banyak. Dia tidak yakin apakah si banci itu akan menempel padanya lagi atau tidak, jika ya, haruskah ia mengatakan tidak? ...

Tunggu, mengapa dia harus mempertimbangkan?Kenapa tidak langsung saja katakan tidak?Dua lelaki besar pergi mandi bersama, apa-apaan itu?Jadi katakan saja, dia tidak pergi ke pemandian kali ini?Ah, sial. mengapa dia terganggu dengan ini?

"Hua Hua ..."Orangnya datang!"Hua Hua, aku mau bicara denganmu ..."

Hua Yu seperti menghadapi musuh, "Katakan.""Air di kamar mandi macet."

“Kau orang yang baik tapi ... hm?” Hua Yu terdiam, masih lamban, “ah?”"Kakak dilantai bawah baru saja berteriak katanya air macet."Hua Yu, "..."Ya, dia seharusnya tidak perlu terganggu.

“Mengapa air tiba-tiba macet!” Hua Yu runtuh, “Lalu? Apa yang harus kita la…

11. Dimana Hua Hua?

Hua Yu sangat suka musik hip-hop, dia telah menyukainya sejak dia masih kecil, tapi tidak punya banyak waktu untuk belajar, jadi dia sangat antusias setiap kali melihatnya, setiap sel ingin melompat mengikuti irama.Cheng Qi tiba-tiba menahannya."..." Hua Yu memandangnya, "Apa yang kau lakukan?""Aku khawatir kau akan melompat," Cheng Qi mencibir, "Sangat bersemangat, huh?""Pft." Hua Yu mengangkat bahu.Dengan jeda ritme terakhir, beberapa penari membuat gerakan penutup. Gadis yang memimpin tarian melepas topinya dan perlahan membungkuk untuk memberi hormat.Anak laki-laki, "Oh oh oh oh—"
Cheng Qi, "Oh oh oh oh-"Hua Yu juga ingin berteriak, dan setelah mendengar Cheng Qi berteriak, dia menatapnya dengan heran, "kau tidak bersemangat?""Lihat sikon," kata Cheng Qi, "Jeritan dibutuhkan saat ini! Seperti ini, oh oh dewi! Dewi!""..." Hua Yu memalingkan kepalanya dan melemparkan pandang…

10. PONG--

“Apa yang kau lihat?” Selama istirahat sore, Hua Yu duduk di samping Chen Shaoyi, tanpa sadar mencoba untuk menangkap bahunya, namun berhenti dan menarik kembali tangannya.Untungnya, Chen Shaoyi tidak melihat gerakan kecil ini. Dia menoleh pada Hua Yu dan berkata pelan, "Tidak ada."Hua Yu menengadah ke arah pandangan Chen Shaoyi tadi, ke tempat para gadis berkumpul.Biasanya, jika Chen Shaoyi memperhatikan para gadis, dia pasti fokus pada apa yang dikenakan mereka. Tapi itu jelas tidak pada saat ini, hanya kumpulan labu loreng di kejauhan tidak dapat dimana letak estetikanya.Dia pasti memperhatikan orangnya.Hua Yu baru saja ingin tertawa pada Chen Shaoyi namun seorang gadis di depan sana tiba-tiba memalingkan mata dan bertemu pandang dengannya. Detik berikutnya, telapak tangan Chen Shaoyi membentang dan menutupi matanya.“Apa yang kau lakukan?” Hua Yu bertanya sambil meraih tangannya."Seseorang di sana memperhatikanmu."“Siapa?” ​​Hua Yu bertanya."Katanya kau ter…

9. Chen Shaoyi, sebuah gender

“Kau serius?” Hua Yu sama sekali tidak baik. Dia berharap dia berhalusinasi, tetapi berbagai fakta mengatakan kepadanya dengan jelas bahwa benar-benar mustahil untuk berhalusinasi.Dia bahkan mulai menyesali inisiatifnya untuk memanggil Chen Shaoyi kemari berduaan."Aku tidak mengerti, aku benar-benar tidak mengerti. Apa kau seorang kiwi? Apa kau menyukai pria seperti Cheng Qi?" Hua Yu shock, ia menyender dipagar, mengacak rambutnya, "Apa ada kebetulan seperti itu?  Aku bisa bertemu dua orang kiwi di asrama? Mengapa kau tidak menyukainya saja? Kita baru mengenal selama dua hari.""Aku tidak suka laki-laki!" Chen Shaoyi juga bersandar di pagar, menggosok jari-jarinya dan berkata, "Sebenarnya, aku tidak mengenal diriku sendiri. Aku hanya berpikir aku sangat menyukaimu karena, karena ... kau adalah teman baik!"Hua Yu, "...""Apa kau akan terangsang pada teman baikmu?"Chen Shaoyi seketika mengambil langkah mundur, dan berteriak, &quo…

8. Apa-apaan itu?

Setelah beradaptasi dengan layanan Chen Shaoyi, Hua Yu merasa cukup nyaman, dia bisa merasakan suhu tangan si banci di kulit punggungnya melalui lapisan tipis handuk mandi.Hanya saja kekuatan tangannya menjadi semakin ringan dan lembut membuat Hua Yu sedikit tidak terbiasa. Setelah beberapa saat, Chen Shaoyi berhenti secara mendadak, Hua Yu menoleh dan bertanya, "Apa kau lelah?""Tidak ...""Kenapa kau jongkok dilantai?""Hua Hua ..." Wajah Chen Shaoyi memerah tidak normal, dan sepasang mata sangat basah. "Kau seharusnya tidak melihatku dulu ..."Hua Yu yang menatapnya, "..."“Jangan menatapku, aku tidak tahu apa yang terjadi!” Chen Shaoyi menutupi wajahnya, “Ah, ah, jangan lihat!”"???" Hua Yu tidak mengerti, "Apa kau wasir?""Tidak!" Chen Shaoyi melepaskan tangannya. "Tidak! Bagaimana kau bisa mengatakan itu!"“Kalau begitu kau berdiri dulu, orang-orang memperhatikan kita,” Hua Yu mengulurkan…

7. Si banci ini ingin menjaga imej didepan umum!

"Benarkah?"Meskipun Hua Yu takut dengan kenyataan bahwa Cheng Qi benar-benar seorang gay, namun setelah melihat Chen Shaoyi yang aneh, hatinya sudah cukup kuat, jadi hal itu tidak mengejutkan.Tapi dia pikir dia perlu mempertanyakannya dengan sopan.Cheng Qi hanya mengangguk dan mengangkat bahu, "Tidak berbohong padamu, itu benar."Dia kemudian melambaikan tangan pada pelayan, "Pesanan untuk meja kami, terima kasih!"Ketika makan, Hua Yu masih tidak bisa membantu tetapi diam-diam mengamati Cheng Qi.Ah, ternyata dia gay.Sejak masih lebih muda, dia sering mendengarkan dua kakak perempuannya membahas apa yang disebut Gong dan apa itu Shou. Dan kini untuk pertama kalinya melihat hal yang nyata, dia sedikit bersemangat.Chen Shaoyi memperhatikan tatapannya dan mengulurkan tangan untuk menarik sudut bajunya. "Hua Hua, kenapa kau tidak makan.""Mereka juga tidak makan." Hua Yu mengarahkan dagunya ke dua lelaki yang duduk di seberang meja. "Lih…