Posts

Showing posts with the label Oh My Dear!

104. Sudah terbiasa menyukainya [ END ]

Tepat setelah kelas pagi, Guo Zhi mengeluarkan ponsel untuk mencari lowongan pekerjaan paruh waktu. Ayahnya memutuskan keuangannya dan bahkan kartu banknya pun dibekukan. Dia tahu ayahnya melakukan ini untuk membuatnya menderita dan kemudian meminta maaf. Tapi ia tidak ingin melihat ke belakang dan mengakui kekalahan. Meskipun dia merasa sedih karena menyakiti orang tuanya, dia lebih suka mempercayai apa yang dikatakan Shi Xi. Kesedihan hanya berumur pendek. Jika dia dapat bekerja keras untuk membuat orang tuanya setuju, biarkan orang tuanya bahagia dengan sendirinya jadi tidak ada yang sedih.

Dia mengandalkan kartu bank lain untuk hidup, ketika dia melihat jumlahnya semakin kecil dan semakin kecil, dia cemas. Uang itu dimaksudkan untuk memenuhi keinginannya. Keinginan yang jauh itu sekarang menjadi lebih jauh. Ia harus mencari pekerjaan paruh waktu. Dia mengatakan ini setiap hari. Setelah berharap, dia dikalahkan oleh kenyataan. Setelah kekalahan, dia penuh harapan lagi. Selalu ada s…

103. Novel horor Shi Xi ( 2 )

Mereka lanjut menonton DVD pilihan Guo Zhi. Ia menunjuk ke layar. “Kau lihat, ditoilet itu akan ada hantu!” Sepertinya dia tahu standar film horor, dan tentu saja begitu bilik toilet terbuka, ada suara jeritan dan tangan pucat keluar dari sana. Guo Zhi penuh ketegangan, ia mendengar suara Shi Xi. “Selalu mengambil gambar ditoilet, apa orang yang mati lalu jadi hantu mulai suka makan kotoran?”

“Bisakah kau sedikit lebih tertarik?!” Guo Zhi menjerit, tidak ada ketegangan. Tokoh utama berdada besar itu berteriak, aktingnya angkuh. Guo Zhi menarik pakaian Shi Xi, “Apa kau punya inspirasi?”

“Aku ingin menamparnya.”

“Kau tidak terlalu menghormati orang lain, mereka berusaha keras untuk menginterpretasi.”

“Apa yang interpretasi? Riasan di wajah tokoh utama lebih tebal dari hantu perempuan. Tidak dibedakan mana hantu mana manusia.”

“Hanya kau yang tidak bisa membedakannya! Jangan melakukan serangan pribadi.” Setiap kali Guo Zhi terbawa suasana film horor, akan ada suara dingin yang menariknya…

102. Novel horor Shi Xi ( 1 )

Ketika kerumunan keluar dari teater, Guo Zhi kagum dengan apa yang baru saja dilihatnya di teater, dia tidak memiliki banyak wawasan dalam hidupnya. Ketika SMA, dia dan Shi Xi pertama kali menginap di sebuah hotel. Sejak dia bersama Shi Xi, banyak hal yang pertama kali terjadi dalam hidupnya, begitu banyak sehingga butuh banyak waktu untuk memilahnya.

“Aku tidak menyangka akan sangat berbeda menonton orang tampil secara langsung dan menonton film.” Guo Zhi memegang potongan tiket ingin dikoleksi dengan baik, kali ini Shi Xi tidak seacuh ketika terakhir kali menonton film, Guo Zhi mengangkat kepalanya untuk bertanya, “Apa pendapatmu tentang drama itu?”

“Oke.”

Guo Zhi menyentuh dagu. “Shi Xi, apa kau menulis novel horor?” Semakin ia memikirkan ini semakin lebih bersemangat, novel cinta yang terakhir kali gagal, dan novel horor ini pasti akan berhasil!

“Kenapa?”

“Kau sepertinya tidak memiliki kebencian terhadap hal semacam ini dibanding kisah cinta.” Guo Zhi baru saja melihat toko DVD, d…

101. Hal - hal kecil

Suhu udara sama sekali tidak menghangat dan tampaknya menjadi lebih dingin. Cuaca semakin tidak dapat diprediksi bermain dengan manusia, mungkin untuk membalas terhadap manusia yang bermain dengan lingkungan alam. Guo Zhi memeluk lengannya dibawah selembar selimut tipis dikamar asrama. “Ini sangat dingin, aku pikir dingin itu baik sebelum liburan musim dingin. Aku tidak menyangka menjadi begitu dingin,” Ke Junjie meletakkan semua pakaiannya yang tebal di atas selimut. “Kita bisa apa, tidak ada AC di kamar, dan hanya bisa bertahan.”

“Aku juga memikirkannya.” Sulit untuk memikirkan tubuh dingin masuk ke selimut dingin untuk sementara waktu. Dia cukup berani untuk bertahan selama dua hari, dan dia menderita. Sekarang dia seharusnya bertemu Shi Xi. Setelah pamit pada Ke Junjie, Guo Zhi berlari ke apartemen Shi Xi, membuka pintu, dan berlari masuk, “Shi Xi! Aku datang.”

“Tidak perlu bicara berlebihan.”

“Apa yang berlebihan, tentu saja aku harus menyapa saat datang ke rumahmu.”

“Kau pikir a…

100. Berusaha lebih keras

Pada awal kampus dimulai, di luar pintu terus-menerus terdengar ketukan yang menjengkelkan, Guo Zhi beranjak dari selimut, mengenakan mantel, menggosokkan mata sambil berjalan ke pintu. Selain dirinya, tidak ada yang pernah berkunjung kesini. Siapa yang akan datang pagi-pagi untuk mengetuk pintu, apakah itu girl?

“Girl! Kau ada di sini!” Dia membuka pintu dan menjerit bahagia. Ternyata Hua Guyu yang berdiri di depan pintu, dia menatap ke belakang Guo Zhi. “Apa Dan Ju datang?! Di mana?! Sudah kubilang, ketampananku adalah candu, dia pasti kecanduan, dan meninggalkan pria yang lebih buruk dariku itu dan datang padaku” Hua Guyu tampak lebih bersemangat dari Guo Zhi.

“Hua er, aku kira kau girl.” Guo Zhi membiarkan Hua Guyu masuk.

“Apa, itu membuatku cerah dan bahagia untuk sementara waktu.” Setelahnya, Hua Guyu segera menampakkan wajah menyesal, ekspresi yang jarang dia tampakkan di wajahnya yang narsis, dia menempelkan kedua telapak tangan. “Maaf, Guo Zhi, itu semua salahku, jika aku tid…

99. Shi Xi ( Part 6 )

Shi Xi membuka pintu, ruang tamu yang kosong itu gelap dan sepi. Dia melemparkan kunci di atas meja kopi, tangannya di atas kepalanya dan berbaring di sofa. Ruangan itu terlalu sunyi, dan bahkan pernafasan bisa didengar dengan jelas. Ponsel bergetar, ini adalah panggilan telepon dari Hua Guyu.

“Shi Xi, kau harus bertemu Guo Zhi sekarang.”

“Kenapa?”

“Ibuku mengetahui hubungan kalian dan pergi kerumahnya…” tanpa mendengarkan kata-kata selanjutnya, Shi Xi menjatuhkan ponsel, ia berlari keluar, tanpa henti menekan tombol lift, tidak bisa berpikir, pikirannya terus-menerus tertuju pada satu gambaran. Sialan, dia menyandarkan kepalanya ke dinding lift, jelas tidak ingin Guo Zhi menderita rasa sakit ini lagi, jelas tidak ingin menambahkan memar lagi, dan dia sekarang masih terjebak dalam jarak ini.

Ia duduk didalam taksi dan melihat ke jalan yang terus-menerus mundur di luar jendela. Setiap menitnya berlalu, dan setiap menit Guo Zhi menderita. Dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Ketika dia ber…

98. Hancur

Guo Yunyong tidak berpikir Guo Zhi akan membuat pilihan seperti itu. Dia harusnya menangis untuk mengakui kesalahannya. Dia harusnya menjamin tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi, tetapi dia berdiri di samping bocah itu dan menggenggam tangannya, menolak untuk melepaskannya. Dia adalah ayahnya, mengasuhnya sampai sebesar ini, malah lebih memilih seorang pria, frustrasi membuatnya tidak dapat menghentikan kemarahan. “Apakah kau gila? Apa yang kau pikirkan! Tidak ada otak!”

“Tegur saja, sebanyak apapun teguran ayah tidak akan mengubah apa-apa. Aku benar-benar tidak ingin kembali ke masa lalu, mempertanyakan perasaanku, membenci diriku sendiri, menipu diriku dan menipumu. Aku sama sekali tidak akan pernah menyesalinya. Aku, aku benar-benar menyukai diriku yang sekarang, aku tidak istimewa, aku seperti orang biasa. “

“Kau pergi keluar dan biarkan orang-orang mendengarkan, apa kau masih seperti orang biasa? Kau memegang tangan seorang pria, kau jatuh cinta pada seorang pria, dan kau …

97. Ini, itu

Di hadapan tuduhan tajam Zhou Hui, reaksi Shi Xi sangat tenang, jari-jari yang basah oleh air mata yang sudah agak dingin, Guo Zhi menatapnya dengan mata berkaca-kaca, ia melonggarkan tangan yang menutupi mulutnya, ingin menjelaskan, namun Shi Xi sudah mendahului, “Aku mengembalikannya padamu, lalu apa yang ingin kalian lakukan, memintanya memohon belas kasihan atau membungkamnya sampai dia mengaku salah?”

“Apa yang ingin kami lakukan dikeluarga kami sendiri, bukan urusanmu.”

“Bukan urusanku, berarti apa yang ingin aku lakukan juga bukan urusan kalian. Aku tidak ingin mengembalikannya.”

“Kau bocah!” Guo Yunyong melangkah maju untuk meraih kerah Shi Xi dan mengepalkan tinjunya, “Jika kau tidak pergi, jangan salahkan aku karena menemukan orang tuamu, biarkan mereka tahu apa yang sudah anak mereka lakukan!” Shi Xi menyingkirkan tangan Guo Yunyong. “Apa kau pikir aku akan peduli? Paman, jangan memperlakukanku seperti anak kecil.”

“Omong kosong, kau bukan anak kecil lalu apa?!”

“Lalu apa p…

96. Salah

Suaranya terlalu lembut, seperti bulu menyentuh telinganya, dan membuatnya tenggelam.

Guo Zhi mengangguk. “Sakit, hanya sakit, sekarang tidak begitu sakit.”

Guo Yunyong dan Zhou Hui terkejut dengan kehadiran Shi Xi. “Bagaimana kau?”

“Apa itu sangat tidak terduga?” Jawab Shi Xi. Guo Yunyong tertawa dingin. “Ternyata kau, aku buta dan berpikir kau baik. Aku tidak menyangka kau juga melakukan sesuatu yang tidak jelas ini, kau tidak malu?”

“Kurasa tidak.”

“Memangnya tidak ada wanita di dunia ini atau apa, sampai kau ingin melakukan hal semacam ini, apa kau datang untuk berlutut dan memohon meminta persetujuanku? Aku katakan dengan jelas, itu tidak akan terjadi!” Guo Yunyong menghentak telapak tangannya di atas meja membuat suara yang menakutkan.

“Aku tidak akan berlutut, aku tahu itu tidak akan membuatmu tergerak, dan tidak akan mengubah apa pun. Kenapa aku harus melakukan sesuatu yang sia-sia seperti itu.”

“Kalau begitu kenapa kau berani datang kesini, apa yang ingin kau lakukan?”

“Aku b…

95. Kenapa kau menyukai pria?

Tubuhnya dingin, mantelnya tidak bisa menjaga suhunya, dia mengulurkan tangan untuk memegangi kakinya yang gemetaran, hanya untuk menemukan jari-jarinya juga gemetar. Dia menatap pintu, mencoba melarikan diri dengan pengecut, dia berbalik ketakutan, hanya berjalan satu langkah, Shi Xi muncul dibenaknya. Dia berhenti lagi, dan butuh banyak makna untuk melarikan diri di sini. Pada usia 13 tahun, dia takut perasaan itu telah hilang, dan sekarang dia harus seperti 13 tahun, dan perasaannya terhadap Shi Xi lebih dari itu.

Tidak ada yang mengerikan, tidak ada yang perlu dipermalukan, karena itu adalah perasaannya dan Shi Xi. Dia menghadap pintu lagi, naik tangga, mengambil kunci, pikirannya kosong, dia tidak tahu harus berkata apa, dia tidak tahu harus berbuat apa. Pintu terbuka dan udara di dalam tercekik, dia menundukkan kepalanya dan bisa mendengar isak tangis ibunya.

Tangannya menempel pada pembatas buku didalam sakunya, tidak berbicara, menatap lantai.

“Guo Zhi, katakan pada ibu kalau …

94. Kebohongan yang selalu diselingi

Tahun-tahun tidak jauh berbeda dari semua Tahun Baru sebelumnya, Guo Zhi berjalan di sekitar kerabat, makan jamuan, dan menonton pesta Festival Musim Semi. Ia hampir tidak ada istirahat, dan menghabiskan sebagian besar waktu dengan orang tuanya. Setelah kembali dari rumah sepupu, ia bisa duduk di sofa dengan ketidakberdayaan, mengambil buah dari meja, menggosoknya di pakaian, dan menggigit. Panggilan telepon Hua Guyu datang pada saat ini.

“Datang ke rumahku besok untuk bermain, Shi Xi tidak bisa bermain denganku, sangat bosan.”

“Aku didalam hatimu menjadi cadangan Shi Xi.”

“Lihatlah apa yang kau katakan, bukan pengganti, ban cadangan¹.”

¹fallback boy, pria yang dipermainkan emosinya.

“Aku tidak mendengarkan dengan lebih baik! Shi Xi sudah pindah di sini, seharusnya ada banyak waktu.” Setelah mengetahui itu, suara diseberang menggeram. “Dia pindah! Kenapa dia tidak memberitahuku! Aku benci dia. Tutup telepon, aku harus memanggilnya dan merutukinya.”

Hua Guyu seperti istri muda yang sed…

93. Kejutan besar

Kembali ke restoran cepat saji, Guo Zhi mulai berpikir tentang masalah gembala sapi, yang tertinggal. Pekerjaan formal tidak memungkinkan bagi siswa yang masih belajar. Sebagian besar pekerjaan paruh waktu membutuhkan antusiasme dan banyak bicara, yang bahkan lebih mustahil bagi Shi Xi. Kalau dipikir-pikir, tetapi pekerjaan gembala sapi adalah yang paling mungkin, tetapi pekerjaan semacam itu, apakah benar-benar ada dalam kenyataan? Ia bahkan tidak tahu ke mana harus mencari tempat prostitusi, apalagi sang gembala sapi.

Dia tidak bisa menahannya lagi ketika menjelang sore, dan menelepon Shi Xi, “Kau pasti lapar, telpon dan pesan takeaway.”

“Seberapa buruk bisnis di tokomu.”

“Paman dan bibi belum kembali, aku harus menjaga kesehatanmu.”

“Kau ingin tahu hal-hal lain.” Shi Xi dapat dengan mudah melihat tujuan Guo Zhi.

“Hei, aku bukan orang yang suka bergosip, hanya mengirim takeaway tanpa pikiran, apa yang ingin kau makan di sore hari? Jika kau tidak mengatakannya, aku akan membantumu me…

92. Sumber ekonomi

Sekembalinya ke rumah, tentu saja tidak bisa menghindari kuliah dari ayahnya. Guo Yunyong agak tidak puas dengan kinerja setelah masuk universitas. Tes bahasa Inggris tidak lulus, dan sering menunda waktu kembali ke rumah, hanya bermain dengan kameranya. Karena dia tidak bersamanya, Guo Zhi menjadi lebih santai dari sebelumnya. Ketika Guo Zhi telah mengemas barang-barangnya, Guo Yunyong memanggilnya ke ruang tamu, “Guo Zhi, ke sini, ada sesuatu yang ingin aku katakan.”

“Ada apa?”

“Apa yang kau tanyakan, apa yang telah kau lakukan di universitas?”

Guo Zhu tidak mengerti di mana ia membuat kesalahan, ia bingung. “Aku memiliki ujian yang bagus kali ini.”

“Hasilmu, mari kita kesampingkan dan katakan lagi, itu adalah sikapmu terhadap kehidupan.” Mendengar itu Guo Zhi semakin tidak memahaminya. Dia hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani menjawab. Guo Yunyong melanjutkan, “Apa kau tidak terlalu santai? Fokus hidupmu adalah belajar, dan aku pikir kau tidak memikirkannya sama sekali! Set…