Posts

Showing posts with the label Ideal Thigh

36. EXTRA 2:: Vivian salah fokus

Ibu Xu belakangan ini ketagihan bermain 天天爱消除 Crazy Match (elimination puzzle game).
Tetapi tidak bisa mencetak 500.000 poin dan hanya menghabiskan nyawa dalam beberapa saat. Li Xiang sering menerima pesan chat seperti:
[ Aku butuh love, bisakah kau mengirimku satu? ]
Li Xiang dengan murah hati mengirim satu, lalu satu demi satu.
Li Xiang mengirim ❤ dan sesekali mengklik "Tell TA", maka ibu Xu juga akan menerima pesan seperti itu, tetapi ibu Xu tidak memberinya love. Kadang-kadang Li Xiang berpikir bahwa ibu mertuanya tidak peduli. Suatu hari, ibu Xu pergi ke rumah mereka untuk makan. Setelah makan, Li Xiang pergi ke dapur untuk mencuci piring. Di depan ibu mertuanya, dia harus terlihat pekerja keras. Ibu Xu berjongkok di sofa dan bermain game, bermain sebentar dan nyawanya habis. Dia berteriak ke arah dapur, "Li berpikir, keluarlah."
Li Xiang bergegas berlari keluar, air di tangannya masih menetes ke bawah.
"Tanya kau, bagaimana kau bisa menaikkan skor crazy match? S…

35. EXTRA:: 16++

Sejak mabuk malam itu, Li Xiang tidak terlalu peduli tentang bahaya mabuk dengan Xu Kai. Dia berpikir seperti ini: aku mabuk, kau mengambil keuntungan, aku tidak mabuk, kau masih mengambil keuntungan. Kau selalu mengambil keuntungan btw, lebih baik aku mabuk untuk anestesi rasa sakit.
Jadi pada malam perayaan tahun pertama hubungan mereka, dia mabuk dalam pelukan Xu Kai. Li Xiang terbaring di tempat tidur tanpa fokus, tubuhnya berkibar dan merasa dunia ini penuh warna.
Xu Kai selesai mandi dan melihat Li Xiang di tempat tidur menatap langit-langit dan merasa mabuknya orang ini sangat lucu. Xu Kai naik ke tempat tidur, berbalik dan menekannya di bawah tubuhnya, menatapnya: wajahnya tidak cantik dan menawan, karakternya tidak begitu jinak, mengapa dia begitu terobsesi dengannya ... Alis dan bibir ini, tulang selangka yang sedikit terangkat, tenggorokannya begitu mempesona, kulit halusnya seperti magnet membuat tangannya tidak bisa lepas untuk terus menyentuhnya ....
Sentuhan berulang-ulang…

34. TAMAT

Dalam sekejap mata, Xu Kai dan Li Xiang meninggalkan perusahaan H. Pada hari keberangkatan, semua orang makan bersama, berbicara dan tertawa. Untuk tempat kerja, orang-orang datang dan pergi, sudah lama menjadi hal yang biasa, tidak ada yang menyedihkan. Dan, orang yang menjadi teman akan selalu melihat kalian lagi.
Kedua lelaki yang menganggur itu keluar untuk liburam santai. Di musim dingin, mereka pergi untuk menghangatkan diri di Thailand, karena Li Xiang yang merencanakan. Menyelam ke laut, mengunjungi Grand Palace dan berjalan-jalan di jalanan Bangkok. Kembali ke S City lagi, keduanya mulai bekerja pada pekerjaan baru, mendaftarkan perusahaan, menyewa kantor, mencari pelanggan ... Ketika perusahaan secara resmi dibuka, itu sudah musim semi tahun kedua, dan pohon willow tumbuh dengan baik.

Kantornya kecil, gedung kantor yang disewa tidak jauh dari rumah, karyawan perusahaan hanya mereka berdua. Setelah seminggu pembukaan, mereka menerima pesanan pertama mereka. Li Xiang bahagia, ra…

33. Seperti drama

Baru saja keluar dari gedung, seorang pria dengan penampilan serba hitam, jas hitam tebal, dasi hitam, celana panjang hitam, sepatu kulit hitam, kepala sikat, membungkuk padanya. "Tuan Li Xiang, silahkan lewat sini."
Li Xiang terkejut, baru ingin mengatakan tidak perlu membungkuk, pria serba hitam itu sudah kembali berdiri tegak, tidak memandangnya sedikitpun.
Ponselnya kembali berdering, suara wanita kembali terdengar. "Apa kau melihat mobil?"
Li Xiang menemukan bahwa ada sebuah mobil biru mewah terparkir kurang dari lima meter tetapi dia tidak tahu pemilik mobil itu, jadi dia tidak mengerti. "Lihat, lihat."
"Naik, aku menunggumu."
Li Xiang mengikuti pria serba hitam itu, baru mengambil dua langkah, dia berhenti dan berkata ke telepon. "Apa kau bisa menungguku selama lima menit?"
"Apa?"
"Aku akan kembali naik ke atas dan berganti pakaian. Aku tadi terburu-buru keluar."
 "..." Wanita ditelepon mengambil napas dala…

31. Apa kau mencintaiku?

Setelah dua hari menginap di rumah sakit, Li Xiang berhasil keluar dari ruang tahanan ini dan berkemas pulang.
Selama Li Xiang berbaring di rumah sakit, Xu Kai juga menemaninya selama dua hari. Li Xiang tinggal di bangsal VIP. Xu Kai menambahkan tempat tidur di samping dan tidur di sana pada malam hari. Pemulihan seperti ini membuat Li Xiang cepat sembuh. Selain pergi ke toilet dan meminta Xu Kai memegang botol infusnya. Hal lain yang tidak perlu juga meminta bantuan Xu Kai. Xu Kai menenaninya dengan tulus, memberinya sup nasi panas, memotong buah, mendengarkan ocehan Li Xiang.
Li Xiang ingin Xu Kai kembali bekerja, Xu Kai menolak, dan akhirnya membujuknya keluar dari pintu. Dalam kurang dari dua jam, Xu Kai kembali. Ternyata dia tidak pergi bekerja, tetapi pulang untuk memasak sup. Semuanya diurus dan dipikirkan, dan dengan level kelas satu Xu Kai, Li Xiang berpikir bahwa menjadi seorang kaisar tidak berbeda.
Pekerja perawatan di rumah sakit tidak berpikir demikian. Bibi Wang penjaga da…

32. Kau setuju semudah itu?

Keesokan harinya Li Xiang bangun, hampir tengah hari. Begitu membuka mata, dia melihat wajah Xu Kai, bulu mata yang panjang, dan hidung yang tinggi. Sangat indah. Lalu dia merasa ada sesuatu yang salah, mengapa Xu Kai tidur di sampingnya?
Kemudian merasa bahwa pinggang ditekan, Li Xiang bergerak dan menemukan bahwa itu adalah tangan Xu Kai. Akhirnya situasi menjadi jelas, dia tidur di tempat tidur Xu Kai, dan terlebih lagi tidur dipelukannya ...
Li Xiang ingin menyelinap pergi, tetapi setelah memikirkannya, sekarang mereka adalah pasangan resmi, dan tidak perlu merasa malu, jadi dia melepas tangan Xu Kai dipinggangnya. Setelah menguap, dia duduk perlahan. Rasanya ada yang tidak benar. Tubuhnya terasa sakit, terutama pinggang dan bokongnya terasa menyengat. Li Xiang jatuh kembali kekasur dan menatap dirinya di bawah selimut, masih mengenakan piyama. Berjuang untuk duduk, membuka kancing piyama, dan tentu saja ... tubuhnya lecet, semua ... cupang sialan!
Beralih untuk melihat ke Xu Kai, bi…

30. Ayo rujuk

Melihat kesunyian Xu Kai, Li Xiang mengerutkan kening, penuh dengan keluhan, mengulurkan tangan untuk meraih lengan baju Xu Kai, suaranya bergetar. "Ayo rujuk ..." Lalu ia dengan hati-hati melihat ekspresi wajahnya.
Xu Kai tidak segera menjawab, tetapi menangkap tangan Li Xiang, melepaskan dari lengan bajunya, dan dengan hati-hati mengembalikannya ke tempat semula, lalu hanya menjawab, "Oke."
Ketika Xu Kai melepaskan tangannya, mata Li Xiang memerah, mengingat adegan yang sama saat Xu Kai meninggalkannya kemarin, namun segera tertegun setelahnya, "kau bilang apa?"
“Aku bilang ya, mari kita rujuk kembali.” Xu Kai menatap tangan Li Xiang. “Hati-hati.” Li Xiang menemukan ada jarum di punggung tangannya dan dua botol infus disisi tempat tidurnya.
Mata Li Xiang melebar, "kau terima semudah itu?"
"Ya."
"Tapi aku belum selesai membicarakan apa yang ingin aku katakan!"
Xu Kai perlahan duduk ditepi tempat tidur untuk membantunya mengatur sel…

29. Aku merindukanmu

Keesokan harinya, Vivian bekerja dengan lingkaran hitam dimata, tetapi mendapati bahwa kursi Li Xiang kosong, dan dia tidak muncul sampai tengah hari. Pada awalnya, Vivian tadinya ingin merutuk Li Xiang yang mengganggu mimpinya dan menutup teleponnya dengan tidak bertanggung jawab, namun kini dia mulai khawatir.
Xu Kai memanggilnya ke kantor. Suara itu agak cemas. Hal yang sama ditanyakan, "Bagaimana Li Xiang tidak datang bekerja hari ini?"
Vivian menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu, sepertinya dia tidak meminta cuti padamu ..." Dia kemudian memikirkan sesuatu. "Tidak, aku harus pergi ke rumahnya untuk melihat, bos, aku cuti sore ini."
"Kau sepertinya suka padanya ..." Mata Xu Kai dingin.
“Jangan salah fokus, bos!” Vivian mengangkat tangan kanannya memperlihatkan sebuah cincin berlian mengkilap di jari manis. "Sebagai bos, kau tidak memperhatikan bawahan dengan bauj. Aku telah memakai cincin pertunangan ini selama tiga bulan. Dua karat! Ba…

28. Udara dingin

Beberapa hari setelah keduanya berpisah, Xu Kai menghilang dari kantor. Pintu kantornya terkunci dan tidak ada cahaya. Vivian memberi tahu Li Xiang bahwa Xu Kai pergi ke Singapura selama seminggu, kemudian pergi ke Chongqing untuk menghadiri konferensi pemasok. Setelah kembali, dia pergi ke pabrik Thailand dan manajer pabrik untuk bertemu dalam waktu kurang dari satu hari, dan kemudian dia akan pergi ke India untuk rapat. Singkatnya, dalam sebulan, dia tidak akan kembali.
Li Xiang tidak tahu apakah jadwal yang ketat ini adalah Xu Kai sengaja berusaha menghindarinya. Saat dulu mendengarkan lagu Liang Jingru, dia merasa nama lagu itu sangat asal dan liriknya sangat berlinang air mata.
Dalam siaran radio, lantunan lagu lama "The Pain of Breathing" terdengar. Li Xiang mendengarkan dengan seksama dan matanya membengkak.
'Missing is the pain of breathing.' 'It lives on me, everywhere.' 'Humming your love song will hurt.' 'It hurts to read your letter.' '…