Posts

Showing posts with the label I'm not That Kind of School Beauty as You Think

Chapter 59, I'm not that Kind of School Beauty as You Think (END)

Malam itu sangat kacau, tapi tampaknya begadang yang berbeda.     Matahari pagi masuk melalui celah tirai dan dengan lembut jatuh ke bahu Yu Erlan.  Cahaya yang menerobos, dengan dinginnya angin, melekat pada Yu Erlan, tapi terasa nyaman.     Dia mengangkat lengannya dan jatuh dengan lembut lagi, bertumpu pada dahinya. Kulit di wajah agak panas, sehingga bekas merah di lengan sepertinya berasal dari wajah.     Mata Yu Erlan setengah terbuka, dan ditutup lagi dengan malu. Dia merendahkan wajahnya dengan agak malu-malu, tapi menempel lagi ke dada Hang Ye.     Hang Ye mungkin belum bangun, dan tidak ada pergerakan. Wajah Yu Erlan menempel di dadanya, dan hanya bisa merasakan pasang surut detak jantung yang teratur.     Dia membeku selama dua detik, lalu bangun dan duduk, meraih pakaian yang jatuh ke lantai.     Sebelum menyentuhnya, tiba-tiba ada yang meraih pinggangnya, dan menekannya kembali ke tempat semula.     Setelah itu, suara Hang Ye yang masih kantuk menyentuh telinga Yu Erl…

Chapter 58, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Yu Maoxi sangat senang dengan penerimaan Yu Erlan. Dia mengangguk berulang kali, dan bergumam, "Kalau begitu aku akan memberitahu mereka!"     Yu Erlan memperhatikan Yu Maoxi pergi, merasa bahwa dia bisa melihat semacam kegembiraan besar dalam dirinya, meluap bersamanya.     Sentimen ini benar-benar menginfeksi Yu Erlan, dan dia sedikit bahagia.     Keluarga Yu jelas sudah mempersiapkan kedatangan Yu Erlan. Yu Erlan baru saja menyetujui Yu Maoxi, dan dia segera diberitahu bahwa pada malam hari, keluarga bibi akan menjamu Yu Erlan di hotel termewah di kota.     Tempat itu begitu megah, tapi Yu Erlan tidak memperhatikan itu. Dia pergi ke restoran dengan Yu Maoxi seperti biasanya dia pergi ke kafetaria.     Awalnya Yu Erlan mengira bahwa bibinya, juga adik Yu Maoxi, juga menjalankan pernikahan bisnis di bawah kendali keluarga seperti ayahnya. Tetapi ketika dia melihatnya saat makan malam, dia menyadari bahwa pamannya hanyalah pekerja kantoran biasa, dan dia bahkan tidak bek…

Chapter 57, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Ciuman itu sepertinya agak tiba-tiba, tetapi bagi Yu Erlan, itulah yang paling dia butuhkan saat ini.     Ciuman Hang Ye agresif, mendominasi bibir Yu Erlan, agak kasar tapi lembut menyita seluruh kesadaran Yu Erlan.     Yu Erlan tiba-tiba merasakan kelegaan dari rawa emosi. Kesedihan yang diam-diam menenggelamkannya masih meresap di sampingnya saat ini, tapi itu seperti tetesan, membelainya.     Sebaliknya, ini seperti kekuatan lembut yang mendukung Yu Erlan.     Di akhir ciuman Hang Ye, agresif secara bertahap memudar, lebih lembut dan lebih intens. Setelah beberapa saat, dia melepaskan ciumannya, jari-jarinya masih menempel di rahang Yu Erlan.     Suaranya agak serak, berbisik, "Yu Erlan ... Mungkin banyak penyesalan dalam hidup, dan kita tidak punya alternatif. Yang bisa aku lakukan adalah mengisi celah-celah dalam hatimu yang disebabkan oleh penyesalan."     Yu Erlan mengangkat kepalanya sedikit, menatap Hang Ye. Memang tidak terlihat, tapi mata Hang Ye sepertinya b…

Chapter 56, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Mendengar suara perawat itu, Yu Erlan mengabaikan yang lain dan segera berlari menuju bangsal IcU.     Melihat pandangan mendesaknya, Hang Ye dengan ringan membuka tangannya untuk membiarkan Yu Erlan berlari, dan berjalan perlahan di belakangnya.     Mereka memasuki bangsal IcU sesuai permintaan perawat, membuka pintu dengan lembut, dan melihat Kakek Yu terbaring di tempat tidur dengan mata sedikit terbuka, dan dia tampak kuyu.     Yu Erlan berjalan cepat ke sisi Kakek, sebelum mendekatinya, dia berbisik, "Kakek."     Ketika Kakek Yu mendengar itu, dia mengalihkan pandangannya dan menatap Yu Erlan. Ada raut tertentu di wajahnya. Meskipun dia memakai ventilator, bisa terlihat bibirnya bergerak, seolah ingin berbicara dengan Yu Erlan.     Perawat memandangnya, mencondongkan tubuh ke depan, dan bertanya, "Laoyezi, bagaimana perasaanmu? Jika baik, aku akan lepas ventilator dulu dan kau bisa bicara dengan cucu."*Sebutan sopan untuk pria lanjut usia     Kakek Yu meng…

Chapter 55, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Yu Erlan sudah lama tidak antri di stasiun kereta untuk membeli tiket.     Tapi tidak ada jalan lain, terlalu sedikit kereta yang lewat di kota kecil ini, dan semua tiket di Internet sudah terjual habis, tapi Yu Erlan harus segera kembali.     Hang Ye bergegas untuk mengejar bus terakhir yang meninggalkan desa, dan bahkan jika sinyalnya tidak bagus, dia terus memantau tiket yang tersisa dari sistem tiket di sepanjang jalan.     Sayangnya, ketika sampai di stasiun kereta, tidak ada tiket tersisa. Hang Ye meminta Yu Erlan untuk terus memindai sistem, dan dia pergi ke antrian untuk membeli tiket.     Yu Erlan mengangguk asal-asalan, menandakan bahwa ia mendengarnya, namun nyatanya hatinya sedang kacau dan ia terlihat sangat cemas sambil memegang telepon.     Hang Ye melihat ketidakpastiannya, dan memeluk bahu Yu Erlan, berbisik, "Xiaobai, jangan khawatir, jika kita tidak bisa membeli tiket kereta untuk langsung pulang, aku akan membeli tiket pesawat dikota terdekat, pasti bisa …

Chapter 54, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Hang Ye menatap Yu Erlan lekat-lekat.     Yu Erlan dengan mata tertutup dan tidak bisa melihat apa-apa, sedikit gemetar ketika mengangkat tanganya, tetapi mengulurkan tangan ke Hang Ye dengan ketegasan yang besar.     Hang Ye tertegun selama tiga detik, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak meledak, "Fucek! Yu Erlan, kau--"     Dia meraih tangan Yu Erlan, nadanya sedikit cemas, "Kau benar-benar gila! Ini jalan gunung! Kau ... jangan bermain seperti ini ..."     Suaranya tenggelam, seolah tenggelam di laut dalam, "kau jangan lepaskan tanganmu!"     Yu Erlan mendengarkannya dengan tenang. Meskipun nada suara Hang Ye sedikit cemas, dia memegang tangan Yu Erlan begitu kuat, tidak melepaskan.     Yu Erlan meringkuk bibirnya dan tersenyum. Dia mengangguk dengan serius.     Matanya ditutup, penglihatannya hilang, dan indera lainnya menjadi lebih sensitif dalam sekejap.     Yu Erlan mendengarkan Hang Ye berkata dengan hati-hati, "Jika aku mengatakan u…

Chapter 53, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Meskipun Yu Erlan dengan sengaja menggoda Hang Ye dengan lelucon, dia sebenarnya cukup terharu. Dia telah berjanji untuk mengikuti Hang Ye untuk melihat gunung setelah ujian masuk perguruan tinggi, dan guru desa serta anak-anak yang berdiri di sana, tetapi dia tidak menyangka bahwa Hang Ye sudah menyiapkan segalanya. Dia hanya menunggunya untuk menjangkau dan berdiri bersamanya berdampingan.     Bagaimana mungkin Yu Erlan tidak menerima undangan seperti itu?     Tiket yang Hang Ye dibeli untuk keesokan paginya, dan tujuannya adalah kota kecil di provinsi daerah pegunungan. Sangat sedikit kereta yang lewat di sana, dan semuanya kereta ekspres biasa, jadi mereka harus duduk di kereta selama satu jam. Hang Ye berkata bahwa setelah mereka turun dari kereta, mereka harus naik mobil untuk menuju pedalaman.     Perjalanan itu terdengar melelahkan, dan Hang Ye telah menyiapkan berbagai macam roti dan minuman jajanan sebelumnya. Ketika mereka duduk di kursi, Hang Ye masih melakukan sihir, …