Posts

Showing posts with the label I Won't Fall in Love with School Beauty

120. EKSTRA

Dalam satu setengah tahun terakhir, Gu Yu tidak berani mengendur, dan terus mengulas pelajaran sepanjang hari, takut nilainya akan jatuh.Meski memang pahit, namun hasilnya memuaskan.Gu Yu berhasil lolos ke universitas yang sama dengan Bo Shangyuan.Namun sayangnya, karena departemen yang dipilih berbeda, mereka tidak sekelas.Bo Shangyuan sangat tidak puas dengan ini, tapi Gu Yu merasa bahwa mereka satu universitas itu sudah cukup.Karena hal ini juga, Gu Yu harus berusaha keras menghibur Bo Shangyuan agar suasana hatinya membaik lagi.Mereka tidak berada di departemen yang sama, itu berarti mereka tidak bisa selalu bersama saat ketika masih SMA. Ditambah, program akademik yang tidak sama dan gedung pengajaran yang jauh, keduanya lebih sulit bertemu.Namun, setelah kuliah, hati Gu Yu lebih dewasa jadi meskipun tidak selalu bersama, tetapi karena saling kontak hampir sepanjang waktu jadi dia berpikir tidak ada perbedaan.… Sedangkan Bo Shangyuan tidak berpikir begitu.Bo Shangyuan menjadi sem…

119. END

Setelah figur Bo Shangyuan menghilang dari pandangan. Ayah Gu kembali mengarahkan matanya ke Gu Yu.Ekspresi ayah Gu serius dan berkata. “Katakan, jelaskan semuanya dengan rinci.”Gu Yu mengencangkan jari-jarinya dengan gugup dan perlahan membuka mulutnya.Satu jam kemudian.Setelah mendengarkan, ayah Gu terdiam lama.Disebelahnya, Ibu Gu terisak sambil berkata, “Ini semua salahku. Jika bukan karena aku yang selalu mendesaknya untuk berhubungan baik dengan Bo Shangyuan, ini tidak akan terjadi …”Mendengar ibu Gu terus terisak dan bicara tanpa henti membuat ayah Gu semakin jengkel. “Sekarang baru kau menyesalinya? Kemana saat aku sudah memberi tahumu dari awal, kau tidak mendengarkanku kan?”Ibu Gu terus menangis, “Bagaimana aku tahu … kalau akan …”Ibu Gu tidak bisa melanjutkan.Ayah Gu mengerutkan kening dan berkata dengan tidak sabar, “Heh, tidak ada obat untuk penyesalan di dunia ini. Sekarang menyesal apa gunanya…”Ibu Gu tidak lagi berbicara.Ayah Gu kembali menatap Gu Yu dan bertanya, “Bag…

118. Hm.

Malam hari.Ponsel Gu Yu tiba-tiba menerima pesan.+179 ******** [ Aku Duan Zixuan, maaf mengganggumu, apa kau luang sekarang? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Karena ini hal pribadi, aku harap kau bisa datang sendiri. ]Gu Yu mengerutkan kening.… Hm?Hal pribadi?Apa yang Duan Zixuan ingin katakan?Gu Yu rasa tidak ada yang perlu dikatakan diantara keduanya. Selain itu, bahkan jika ada sesuatu yang ingin Duan Zixuan bicarakan, dia khawatir … itu bukan sesuatu yang baik.Dia tidak bodoh, setelah situasi direstoran tadi, dia tidak berpikir bahwa Duan Zixuan akan menyukainya.Disisi lain, Bo Shangyuan mengambil alih ponselnya dan melihat isi pesan.Gu Yu menatap ekspresi cemooh Bo Shangyuan lalu berbisik, “Apa… Apa aku harus pergi?”Meskipun dia tidak berpikir bahwa Duan Zixuan akan mengatakan sesuatu yang baik, tetapi bagaimanapun juga, gadis itu adalah adik dari Duan Lun. Jika dia tidak pergi, bukankah … terkesan tidak begitu baik?Bo Shangyuan kembali menyerahkan ponsel ke tangan Gu Yu. “Pe…

117. Oh.

Tempat di mana mereka pergi adalah A City.Karena keluarga Duan Lun tinggal di kota ini, lokasi permainan diatur olehnya, juga sopirnya secara khusus mengemudikan mobil untuk mereka.Dalam perjalanan ke A City, Duan Lun bicara dengan sangat antusias. Karena ini pertama kalinya dia pergi bermain bersama Xing Bo.Duan Lun sangat bersemangat untuk memperkenalkan semua tempat di A City yang menurutnya menarik, tetapi dua orang yang duduk di kursi belakang tidak menanggapi.Bo Shangyuan terlalu malas sementara Gu tidak mendengarkan sama sekali.Gu Yu duduk dengan tenang di kursi belakang, dan pikirannya melayang.Dia melihat pemandangan yang melewati jendela, entah bagaimana, hatinya sedikit tidak nyaman.Rasanya seperti merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.Disisi lain, Bo Shangyuan melihatnya hanya diam, menoleh untuk bertanya, “Ada apa.”Gu Yu menggelengkan kepalanya dengan tenang dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.“Apa kau mengantuk?”Dia tanpa sadar menggelengkan kepalanya lagi.Bo Sha…

116. Suka, tidak masalah itu laki-laki atau perempuan.

Setelah sibuk selama hampir setahun, ibu Bo akhirnya punya waktu luang dan pergi ke SMA Chengnan.Ibu Bo melangkah ke lingkungan sekolah  dengan sepasang sepatu hak tinggi sepuluh sentimeter.Dia tampak muda seperti gadis SMP dan penampilannya indah dan menakjubkan, terutama aura kelas atas yang membedakannya dari orang kaya baru dan para wanita simpanan.Karena kedatangan terakhir ibu Bo menyebabkan kejutan besar di sekolah. Jadi kali ini, begitu dia muncul, selain siswa tahun pertama, siswa tahun kedua dan ketiga langsung bisa mengenali itu ibu Bo.Para senior dari kelas dua dan tiga berkumpul dan dengan penuh rasa ingin tahu mendiskusikan apa yang dia lakukan untuk kali ini.Adapun siswa baru tahun pertama, menahan napas memandang wajah gadis SMP ibu Bo.Ibu Bo muncul di sekolah, secara alami Bo Shangyuan tahu.Namun, tidak ada respons.Karena baginya, orang itu hanya orang asing.Teman sekelas di kelas penuh hiruk pikuk membahas situasi ini sambil mengarahkan pandangan pada Bo Shangyuan.Gu…

115. Tidak boleh berkencan.

Bo Shangyuan terdiam lama memandang syal dilehernya.Disisi lain, Gu Yu akhirnya membuka suara. “… Makanannya akan menjadi dingin.”Bo Shangyuan tersadar kemudian tersenyum kecil.Setelah makan malam, Gu Yu duduk di sofa dan menyalakan TV.Ada berbagai acara di TV, dan tawa terus-menerus di acara itu, ruang tamu yang besar dan dingin telah menjadi hidup untuk sementara waktu.Namun, perhatian Gu Yu ada di tempat lain.Lebih tepatnya pada figur Bo Shangyuan yang sedang membersihkan dapur.Dia tadinya ingin membantu, tetapi ditolak.Sementara Bo Shangyuan yang tengah membelakanginya tahu bahwa Gu Yu mengawasinya.“Lihat apa.”Gu Yu terciduk lalu dengan cepat mengalihkan pandangannya ke TV di depan.Tapi setelah beberapa saat, dia tidak bisa menahan diri untuk kembali menyelinap ke arah Bo Shangyuan.Kali ini, Bo Shangyuan tidak bertanya lagi, tetapi menyeka tangannya, dan langsung berbalik untuk menatapnya.Gu Yu menelan ludah dan ragu-ragu.Di menggigit bibirnya dan mengambil napas dalam-dalam, seol…