Posts

Showing posts with the label Dressed as School Beauty Ex-Boyfriend

45. Apa Milikku Bisa Dibandingkan?

      Jing Ji dan Ying Jiao tidak tinggal di klinik sekolah terlalu lama, setelah luka Ying Jiao ditangani, keduanya langsung pergi ke ruang kelas.      Guru Liu sedang menulis di papan tulis ketika mereka tiba. Ying Jiao menunggunya selesai menulis paragraf, lalu mengetuk pintu dan berteriak, "Lapor."      Guru Liu melirik ke pintu dan berkata, "Masuk."      Ying Jiao membuka pintu dan membiarkan Jing Ji melangkah lebih dulu. Segera setelah menutup pintu, suara Guru Liu kembali terdengar, "Oh, kau kembali begitu cepat, apakah penyakit Henpecked Male-mu sudah sembuh?"      Para siswa Kelas 7 tertawa terbahak-bahak, dan beberapa anak lelaki bahkan bersiul.      Ying Jiao, "..."      Dia tersenyum, melihat ke arah He Yu dan dua lainnya. He Yu merasa bersalah. Dia segera mengambil buku dan meletakkannya di depan wajahnya, menyusutkan tubuhnya seakan dia tidak ada.      Guru Liu tidak terlalu memikirkan. Dia sudah mengetahui tentang Ying Jiao

44. Henpecked Male

      Yang lain tidak tahu bagaimana situasi keduanya sekarang.      He Yu berdiri satu meter dari mereka, dan melihat dengan waspada, karena takut Ying Jiao tiba-tiba menjadi marah dan memukul kepalanya.      Wu Weicheng memegang bola basket dengan konyol, melihat ini dan itu, tetapi tidak berani berbicara terlebih dahulu.      Peng Chengcheng seperti biasanya, tidak mengatakan apa-apa.      Sementara Zheng Que, si naif malah tertawa ngakak di belakang, "Kakak Jiao, Jing Ji, apa yang kalian berdua lakukan? Bermain matryoshka ?" * boneka kayu susun asal Rusia      Jing Ji menurunkan matanya dan tidak melihat ke arah Ying Jiao, telapak tangannya berkeringat, jantungnya berdebar kencang dan dia hampir tidak bisa berbicara. Ada kekacauan dalam pikirannya, tapi tanpa sadar masih mementingkan Ying Jiao, "Aku, aku tidak akan bergerak ... untuk memblokir, kau cepat atasi."      Mata Ying Jiao stagnan, dia tadinya memikirkan bagaimana berbagai macam respon Jing Ji di

42. Maukah kau memberiku surat cinta?

       Sebenarnya, ini pertama kalinya Jing Ji datang ke bioskop.      Posisi yang dipilih oleh Ying Jiao berada di tengah baris ketiga, sudut pandang yang sangat bagus.      Karena bioskop dekat dengan sekolah, kebanyakan yang datang adalah pelajar. Semua duduk dengan tenang dan menonton film tersebut.      Filmnya oke. Abaikan beberapa plot yang tidak sesuai dan soal matematika yang salah di papan tulis. Cukup menarik untuk melihat kehidupan SMA lain yang sama sekali berbeda dari kehidupannya.      Sepertiga dari durasi telah berlalu, dan konflik plot menjadi lebih jelas. Jing Ji menyesap boba teh susu dan menunggu dengan penuh perhatian untuk episode berikutnya.      Dia tidak meletakkan teh susu, tetapi memegangnya untuk menghangatkan tangan.      Dia tidak tahu mengapa Ying Jiao selalu melarangnya minum Cola, tapi dia tidak banyak berpikir. Dia bukan tipe pemilih, minuman apapun sama saja.      Jing Ji menelan boba di mulutnya dan menyesap lagi.      Di layar lebar, plot m

41. Ciuman tidak akan terhindarkan.

      He Yu berdiri tanpa ekspresi dan menggeser kursi kembali ke tempatnya, "Maaf sudah mengganggu."      Peng Chengcheng beralih tengkurap dimeja tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mengulurkan tangan untuk menutupi telinganya.      Sementara Zheng Que menatap Ying Jiao dengan kosong selama beberapa detik, lalu mengusap wajahnya, menatap langit dan menghela nafas, "Aku masih terlalu muda ..."      "Kenapa? Ada masalah?" Ying Jiao melirik mereka beberapa kali, "memangnya aku bisa mendapatkan skor ini tanpa Jing Ji?"      He Yu merasa ada yang salah, tapi dia tidak bisa mengatakannya untuk beberapa saat, dengan wajah kusut akhirnya menanggapi, "Ya, itu benar..."      Ying Jiao membalik pulpennya berulang kali, dan mencibir, "makanya..."      "Tidak benar!" He Yu akhirnya menemukan celah logis, dengan bangga menyangkal Ying Jiao, "Apanya yang Wang Fu! Sejak kapan kau menjadi suaminya!"      Dia memuta

40. Nasib baik Jing Ji

    Jing Ji yang tadinya tersentuh seketika berubah tersipu, "Kau, jangan bicara omong kosong!"      Ying Jiao menatapnya dengan heran, "Kapan aku berbicara omong kosong? Sepertinya kau lupa. Kemarilah, kakak akan membantumu mengingat."      "Dimalam yang gelap dan larut, lampu warna-warni berkelap-kelip di dalam bilik karaoke. Di bawah pengawasan lebih dari 20 orang teman sekelas, aku mendorongmu ke sofa---"      Belum menyelesaikan kalimat, buku latihan melayang ke arahnya.      Jing Ji tidak tahan, mengertakkan gigi dan berkata, "Diam!"      Ying Jiao dengan mudah memblokir buku latihan itu, mengangkat alis, "Wah, kau tidak mengakuinya, teman sekelas kecil, apa kau slag ?" * bermain-main dengan perasaan orang lain, tidak bertanggungjawab , tidak mengakui sesuatu .      Jing Ji tersendat, "kita tidak, tidak ciuman!"      "Jangan bercanda," Ying Jiao menjatuhkan buku latihan di atas meja dan berbalik, "Pada s

39. Seperti apa hubungan kita?

Malam itu, ayah Jing gelisah dan tidak bisa tidur. Dia telah mengembalikan ponsel Jing Miao, tidak lagi menjelajahi forum internal percobaan provinsi. Tidak ada cara untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang Jing Ji, jadi dia hanya bisa menerka-nerka. Semakin dia memikirkannya, itu rasanya semakin tidak mungkin. Jing Ji adalah putranya, tentu dia tahu jelas seperti apa kepribadiannya. Sejak kecil, Jing Ji tidak pernah suka belajar, dan nilainya bahkan lebih buruk, tidak bisa dibandingkan dengan prestasi adiknya. Tetapi tiba-tiba melihat info Jing Ji sebenarnya sangat pandai belajar, bagaimana bisa dia menerima itu? Dia ingat hasil ujian Jing Ji sebelumnya yang diposting di forum, yang semuanya memiliki skor nol sebelumnya, dan yang terakhir kali saja yang sangat tinggi. Apa mungkin bajingan kecil ini mencontek menggunakan earphone wireless sehingga bisa mendapatkan nilai tinggi? Tiba-tiba, ayah Jing duduk, dan kabut di hatinya menghilang seketika, ya ya, pasti begitu! Jing Ji mi