Posts

Showing posts with the label Dressed as School Beauty Ex-Boyfriend

34. Ingat Ciuman Pertamamu

Setelah mengkonfirmasi berita tentang ujian, beberapa siswa di Kelas 7 yang memiliki sikap belajar yang lebih serius mulai gugup.     Terutama Chen Miaomiao dan Wu Weicheng, yang tidak pandai matematika, lari ke Jing Ji setelah kelas untuk bertanya soal, itu merupakan pemandangan yang langka dari Kelas Tujuh.     "Jing Ji, aku masih punya soal matematika yang tidak bisa aku kerjakan," Chen Miaomiao memandang Jing Ji sedikit malu, dan berkata dengan hati-hati, "apa kau punya waktu untuk memberitahuku sekarang?"     Khawatir Jing Ji merasa terganggu, dia dengan cepat menambahkan kalimat lain, "Kali ini hanya satu pertanyaan."     “Ya, apa pertanyaannya?” Jing Ji meletakkan buku Olimpiade Matematika dan menatapnya, “Coba aku lihat.”     Chen Miaomiao segera membuka halaman buku, menunjuk ke sudut kanan bawah, "Yang ini!"     Jing Ji meliriknya, dan itu adalah pertanyaan berbentuk kerucut besar dengan dua pertanyaan kecil.     Pertanyaan pertama…

33. Kapan Kakak tidak mendengarkanmu?

Akibatnya, Jing Ji yang malu dan marah langsung mengusir Ying Jiao dari kamar asrama.     Melihat pintu yang tertutup rapat, Ying Jiao tersenyum tak berdaya, mengeluarkan ponselnya untuk membuka WeChat, mengetik, dan kembali ke asramanya.     Setelah beberapa saat, ponsel Jing Ji berdering. Dia melihat ke bawah, Ying Jiao mengiriminya dua pesan--     [ Aku inginmengatakan hal penting. ]     [ Selamat untuk tempat pertama dalam ujian, sungguh luar biasa. ]     Jing Ji memalingkan muka dari layar, tidak membalas, tetapi senyum muncul di matanya.     Di asrama 303, Ying Jiao sedang berbaring di tempat tidur, memegang ponselnya dan menatap foto profil WeChat Jing Ji sebentar, lalu tersenyum dan mengeluarkan buku kerja dari bawah bantalnya.     Biarpun Jing Ji tidak ingin membagi emosinya, bisa menemaninya dalam kebahagiaan seperti ini juga tidak buruk.•••

     Keesokan harinya, para siswa di Kelas 7 mendapat kabar buruk di pagi hari.     Guru Liu berdiri di podium dan mengumumkan deng…

32. French Kiss

Di luar pintu, Ying Jiao yang akan mengetuk pintu perlahan menurunkan tangannya.     Dia bersandar ke dinding, memikirkan pemandangan yang baru saja dia lihat secara tidak sengaja, bibirnya melengkung tak terkendali.     Ying Jiao tersenyum, mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya, hanya menahannya di mulutnya, tidak menyalakannya.     Ini adalah pertama kalinya dia tahu bahwa Jing Ji, yang kelihatannya acuh tak acuh di permukaan, sebenarnya akan senang karena mendapat tempat pertama.     Setelah hasil ujian tengah semester terakhir diposting, seluruh kelas heboh, termasuk Guru Liu, yang tidak bisa menahan senyum selama beberapa hari.     Para siswa di kelas lain bergegas menemuinya dengan penuh semangat.  Nama Jing Ji telah mendominasi forum sekolah selama hampir sebulan, memicu gelombang kehebohan.     Namun, Jing Ji sangat tenang dan tidak menunjukkan emosi yang kuat dari awal sampai akhir, seolah tidak terpengaruh sama sekali, dia terlihat sangat tenang.     Ying Jiao awalnya…

31. Apa kau Nian Beast?

Zhou Chao mengulurkan tangannya untuk menutupi mulut Jing Ji dengan kejam, "tutup mulutmu! Jangan bicara!"     Mereka duduk di baris kedua dari deret tengah, tepat didepan guru, sangat jelas. Guru Zhao melihat tindakan Zhou Chao, dan segera menampar meja dan meraung, "Zhou Chao, apa yang kau lakukan?! Hentikan! Kau seharusnya malu dengan hasil ujianmu!"     Zhou Chao, "😭"     Dia juga mendapat skor seperti ini sebelumnya, dan selalu dipuji oleh Guru Zhao! Tapi sekarang...     Dia melirik teman satu mejanya diam-diam, dan menaruh kepala di atas meja.Ji ShengChaoHe ShengJi ah!*Kutipan kalimat dalam fiksi Romance of the Three Kingdom. Zhuge Liang dan Zhou Yu sangat pandai, tetapi Zhou Yu selalu salah, dan keduanya berada di sisi yang berlawanan, jadi Zhuge Liang selalu dapat memenangkan Zhou Yu, Zhou Yu menghela nafas, "Ji Shengyu He Shengliang ( Mengapa harus ada Zhuge Liang jika sudah ada Zhou Yu? )Jadi ShengChao untuk Zhou Chao dan ShengJi untuk…

30. Benci

“Tidak perlu.” balas Jing Ji cepat, dia memegang kenop pintu, dan menekankan lagi, “Tidak perlu.”     Ying Jiao mengangkat alisnya, “Mengapa tidak?” Tangannya masih memegang kenop luar pintu, menatap langsung Jing Ji, “Bukankah kau mau saja menerima tawaran Wu Weicheng sebelumnya? Mengapa kau menolakku?”     Jing Ji sendiri tidak tahu apa yang salah dengannya.     Dia biasa saja menerima ajakan Wu Weicheng. Tetapi ketika Ying Jiao mengatakan itu, baru memikirkannya saja, dia merasa malu.     "Aku ..." Dia jeda beberapa, "Kau kan tidak mandi ..."     Ying Jiao segera berkata, "Kalau begitu aku akan melepas bajuku sekarang dan mandi denganmu."     Wajah Jing Ji memerah.     Ketika Ying Jiao melihat ini, senyumnya semakin dalam. Dia mengulurkan tangannya dan mencubit wajah Jing Ji, mundur selangkah, melepaskan tangannya dari kenop pintu, "Oke, aku tidak akan menggodamu, mandilah."     Jing Ji menghela nafas lega, tidak peduli wajahnya baru saj…