Posts

Showing posts with the label Deskmate Wake Up!

67. Kita sudah terikat -EPILOG III-

Dengan bunyi 'ding', pintu lift terbuka. Tong Tong berjalan keluar dari lift dan melangkah maju."Tuan Xiao Tong.""Halo, Tuan Xiao Tong.""Tuan Xiao Tong pulang kerja?"Tong Tong balas menyapa rekan-rekannya yang menyambutnya satu per satu, dan pada saat yang sama mempercepat langkahnya.Zhou You sudah menunggunya, dan dia baru saja selesai mengikuti rapat ayahnya."Tuan Zhou telah menunggu di luar." Gadis resepsionis perusahaan melihatnya keluar dari lift, sambil tersenyum berkata, "Dia memakai bulu hitam besar hari ini, terlihat keren."Langkah kaki Tong Tong kaku, rasanya segera ingin berbalik dan berbicara dengan ayahnya tentang kontrak akuisisi."Tong Tong! Sini!" suara Zhou You terdengar.Tong Tong menghela nafas dan berjalan keluar dari pintu perusahaan dengan enggan.Dia menyipitkan mata, mengamati objek didepan.Zhou You berdiri di dekat pintu mobil, memegang buket mawar yang menyala-nyala, dengan mengenakan mantel bul…

66. Sulitnya bagi pekerja migran -EPILOG II-

Tong Tong bertahan dan bertahan, tetapi tawa Zhou You tidak berkurang sama sekali. Malah semakin buruk membahas tentang kotoran anjing.
Tong Tong menjadi semakin marah dan akhirnya memulai pemukulan sepihak.
"Hei, jangan pukul wajahku," Zhou You tengah memeluknya, tidak bisa mengindar, hanya bisa menyembunyikan kepalanya, "Aku salah, aku salah."
"Apa salahmu," Tong Tong berteriak padanya.
"Aku yang kotoran, aku kotoran," Zhou You meminta maaf dengan tulus, "kau yang anjingnya."
Tong Tong menggertak giginya, "sial."
“Ah, aku sudah minta maaf, kenapa memukulku lagi.” Zhou You tidak bisa menahannya. Dia cepat-cepat berjalan ke daerah perairan dangkal, menurunkan Tong Tong, dan segera melarikan diri.
"Berhenti," Tong Tong mengerjarnya.
Namun, Zhou You begitu cepat meninggalkan kolam.
Tong Tong gelisah dan berjalan cepat, tergelincir di bawah kakinya, dan jatuh ke kolam.
Dengan bunyi gedebuk, bunyi menabrak air terdengar…

65. Jika aku seekor anjing, tebak siapa dirimu? -EPILOG 1-

“Kau mau kemana, Zhou You?” Ketua kelas yang tengah memegang tumpukkan buku tugas, berteriak Zhou You yang terburu-buru keluar kelas. “Kita harus keluar mengantar ini sama-sama."
“Maaf, aku harus segera pulang untuk mengantarkan makanan.” Zhou You melambaikan tangan, pamit sambil tersenyum dan kemudian mempercepat langkahnya, langsung pergi ke kafetaria.
Kehidupan universitas tidak banyak berubah, hanya lingkungan yang berubah, tetapi selama orang disisimu tidak berubah, dimanapun berada, tetap akan terbiasa.
Mengenai masa ujian masuk perguruan tinggi, sampai hasilnya keluar, tak satu pun dari mereka yang benar-benar khawatir, karena mereka tahu hasilnya. Tapi ketegangan itu pasti.
Pada hari hasilnya keluar, apa yang membuat Zhou You senang bukan karena ia diterima di universitas terkenal ini bersama Tong Tong, tetapi bahwa nilainya satu poin lebih rendah daripada Tong Tong.
Konsep apa ini?
Ini adalah bagaimana dia membuka postur barunya.
Ini adalah kepercayaan diri, inilah bagaimana …

64. Menikah atau tidak [END]

Setelah Zhou You bernegosiasi dengan kakanya tentang membeli danau, kegembiraan masih belum turun. Dia mulai berbicara non stop pada Tong Tong, "kau bisa membuat papan nama di tepi danau, aku akan memberi nama yang bagus, Big Star. Jika kau tidak menyukainya, sebut saja Little Star, itu tidak terlalu keren, tapi tidak apa-apa, karena kau menyukainya."
"Datang ke sini lain kali saat kelas kita sedang tur musim semi. Aku bisa memberi tahu teman-teman sekelas kita bahwa danau ini bukan air melainkan cinta."
"Perahu ini tidak akan ditunjukkan kepada mereka. Buat model yang sama dan kirim satu ke setiap orang untuk mereka bawa pulang dan koleksi."
Tong Tong diam. Setelah mendengarnya, dia merasa lucu dan mendesah, "Kau ..."
“Aku juga mencintaimu.” Potong Zhou You tiba-tiba, tangannya disandarkan di kedua sisi perahu, menekan ke bawah, dan memberi kecupan di sudut mulut Tong Tong.
Tong Tong sedikit memiringkan lehernya, dalam jangkauan. Diamendongak, …

63. Untuk pria dengan senyum paling menyilaukan, Zhou You.

Operasi Tong Jingshen sangat sukses, tetapi periode anestesi belum berakhir, Tong Tong terus memandanginya melalui kaca.

"Tidak apa-apa, jangan terus dilihat, matamu hampir keluar," Pei Yun tersenyum dan menepuk pundaknya, "Sudah lebih dari 10 menit."
“Aku hanya ingin melihat ayahku,” kata Tong Tong dan melirik lagi.
Ayahnya sedang berbaring di tempat tidur seputih salju saat ini, ditutupi dengan masker oksigen, yang selalu membuatnya tetap cemas.
"Perawat bilang, besok baru akan dipindahkan." kata Pei Yun, juga menatap suaminya dibalik kaca.
Keduanya berbaring menempel di kaca seperti dua tokek.
Seperti shift bergilir malam. Jika yang satu tidak bisa menahan kantuk, bisa tidur sebentar, dan kemudian akan menggantikan satunya.
Saat fajar, Tuan Tong Jingshen akhirnya bangun dari pengaruh bius.
Membuka mata, dia sedikit menoleh, dan melihat dua orang tanpa ekspresi yang menatap dari luar jendela kaca.
Cukup menakutkan, sungguh.
Dia hampir cegukan lagi.
“Bu!” …