47. Sangat tertekan

 

     Dia berbicara terlalu banyak.

     Wajah terkejut Ji Lang berubah datar, "Hao Yu, mengapa kau bermain ponsel di kelas?"

     "..." Karena aku ingin melihat postinganmu? Karena aku salah satu dari ribuan follower setiamu?

     Tidak bisa mengatakan tidak bisa mengatakan.

     “Hao Yu.” Ji Lang menatapku dan membuka mulutnya seakan ingin mengatakan sesuatu, namun tampak tidak tahu apa yang akan dikatakan, jadi dia hanya menghela nafas berat.

     "Apa?"

     Ji Lang menggaruk kepalanya, "Hei, aku melihatmu meletakkan ponselmu di atas meja pagi tadi."

     Lai Wenle menimpali lagi, "Kakak Lang, dia pakai ponselku."

     Ji Lang mengerutkan kening dan menatap Lai Wenle, "Setelah ini, jangan biarkan dia melihat ponselmu. Kau harus menyitanya begitu kau menemukannya."

     Lai Wenle mengkerut ciut, namun tidak lupa menambahkan lagi, "Dia juga bermain ponsel selama kuis belajar mandiri tadi malam."

     Aku, "……"

     "..." Ekspresi Ji Lang saat ini tampak seperti 'Ayah benar-benar kecewa padamu'.

     Lao Cao keluar setelah kelas, berjalan ke pintu dan berdiri dengan tangan di belakang punggungnya, dengan marah, "Hao Yu, kalian, pergi ke kantor, senyum hippie apa itu!"

     "..." Dari begitu banyak orang, kenapa harus memanggil namaku.

     Mengapa selalu aku yang terluka, tidak puas.

     Mengabaikan Ji Lang, aku berbalik dan pergi ke kantor.

     Sejujurnya, ketika Ji Lang melihatku berdiri di luar karena tidak menghafal teks, aku benar-benar ... malu, aku kehilangan kepercayaan diri untuk menyuruhya belajar di masa depan.

     Lao Cao mengomel dengan kejam pada kami semua di kantor, dan akhirnya ketika giliranku, proses ini sangat menyakitnya.

     Aku tahu dia pasti membiarkanku paling akhir. Lao Cao melambaikan tangannya, "Yang lainnya kembali, Hao Yu, kau tetap di sini."

     Semua orang telah pergi, dan aku mengambil satu langkah lagi menuju Lao Cao.

     Lao Cao, "Hao Yu."

     "Ya."

     Lao Cao, "Haaahh."

     Tampak raut kekecewaan.

     “Hao Yu, apa kau tidak nyaman tinggal di luar asrama? Apakah ada sesuatu dalam pikiranmu?” Tanya Lao Cao.

     Mungkin sejak terakhir kali aku berkelahi, Lao Cao merasa moodku sangat terburu-buru. Sebenarnya tidak apa-apa. Cinta pertama ... Siapa yang tidak oleng ah? Aku belajar keras untuk menemukan orang yang berpikiran sama di masa depan. Sekarang aku temukan lebih awal ... Aku benar-benar tidak bisa melepaskan.

     Aku juga ingin bekerja keras, dan juga putus asa.

     Aku, "Guru, aku baik-baik saja."

     Lao Cao, "Jika nilai ujian akhirmu berikutnya tidak turun, berarti pembelajaran dari guru tidak sia-sia."

     Lao Cao menyesap teh untuk melembabkan tenggorokannya.

     Bisakah aku membantahnya? Tidak, mungkin yang dikatakan Lao Cao benar.

     Aku menundukkan kepalaku dan berhenti bicara.

     Sebenarnya, aku tidak tahu apakah kinerjaku akan turun atau tidak, tetapi peringkatnya pasti akan turun, terutama kali ini. Aku tidak seperti Xueba lain, jika pikiranku kacau, orang lain bisa melampaui.

     "Jangan hilang fokus, kau tahu tahun ketiga itu penting kan? Ada kuda hitam¹, tetapi ada juga kekalahan². Hao Yu, kau jangan bergantung pada keberuntungan." Cao tua patah hati.

¹pemenang tak terduga

²menjatuhkan seribu zhang dalam satu musim gugur (idiom): mengalami penurunan yang tiba-tiba dan hancur.

     “Aku mengerti.” Aku masih menundukkan kepala, tulang belakang leherku sakit.

     Dia orang yang sangat aneh.

     Meskipun metode pengajaran Lao Cao tidak terlalu bagus, guru kelas ini benar-benar kompeten. Kami masih duduk di tahun kedua namun dia selalu memperlakukan kami seperti siswa tahun ketika, dengan aturan ketat selama kelas, dan memberikan pertanyaan hari demi hari ... seperti mimpi buruk.

     “Hao Yu, apa kau mendengarkanku?” Suara Lao Cao kembali terdengar, aku tiba-tiba mengangkat kepalaku.

     “Ya.” Aku mengangguk.

     Cao Tua mengulurkan tangan untuk menyentuh saku celananya, terlihat seperti ingin merokok, lalu dia melihat ke guru wanita di sekitarnya, teringat bahwa ini adalah kantor, dan menarik tangannya, "Hao Yu, apa kau masih berpikir untuk berkencan?"

     "..."

     "Kau dan Xu Wenqian ... bukankah guru sudah mengatakan, seberapa sensitif pikiran gadis? Sangat sensitif! Kau menjauh darinya, kau harus sabar, jangan selalu merindukannya, aku pikir dia tidak ingin belajar belakangan ini, selalu mengambil cuti untuk pulang, kau juga tidak fokus."

     Lao Cao hanya menganalisis sendiri, tidak tahu sama sekali.

     "Ya, guru, aku mengerti." Xu Wenqian mungkin terganggu karenaku, tetapi aku bukan karena dia, tetapi aku tidak akan memberi tahu Lao Cao bahwa itu karena Ji Lang.

     Ini konyol.

     Lao Cao, "Guru percaya pada kemampuanmu, asalkan kau tidak menyerah pada dirimu sendiri."

     “Oke.” Aku mengangguk.

     Aku tidak akan menyerah pada diriku sendiri, Ji Lang saja bisa perlahan meningkat.

     Ketika aku keluar dari kantor, kebetulan itu adalah bel kelas untuk kelas berikutnya. Aku melihat Ji Lang masih berdiri di depan pintu kelas. Dia mungkin menungguku, namun guru untuk kelas Ji Lang lewat sebelum kami berdua sempat berbicara.

     Dia adalah seorang guru perempuan yang masih dalam masa magang. Dia baru datang beberapa waktu yang lalu. Umurnya masih muda. Paling-paling dia baru lulus pascasarjana. Dia mengajar secara mandiri untuk waktu yang singkat, seorang guru, tetapi banyak gadis daripada sekolah kami lembut dan lucu, dan temperamen, tapi bukan levelnya.

     Meskipun aku tidak ingin memujinya seperti itu.

     Guru perempuan itu tersenyum manis, "Ji Lang, ada apa? kau menunggu guru? Cepat ke kelas."

     Dia juga bisa bergaul dengan siswa, dan banyak orang menyukainya.

     Ji Lang mengangguk, "Eh, baik."

     Pada akhirnya, tidak satu pun dari kami mengatakan sesuatu. Aku pikir guru itu sangat mementingkan Ji Lang. Melihat betapa kerasnya dia belajar dan mengajukan pertanyaan baru-baru ini, Ji Lang pasti ingin show off.

     Kelas berikutnya tidak menyenangkan.

     "Biarkan aku melihat ponselmu lagi ..." Aku perlu melihat postingan Ji Lang untuk menenangkan suasana hatiku dan memastikan bahwa dia menyukaiku. Bahkan jika dunia di sekitarku penuh warna dan ada banyak orang yang memiliki kesan yang baik tentangnya, aku perlu memastikan kalau dia menyukaiku.

     Apa yang Lao Cao katakan sebelumnya bahkan tidak meniup angin sepoi-sepoi di pikiranku.

     "Kau benar-benar tidak boleh diracuni," Lai Wenle tidak percaya, "Apakah kau ingin berdiri di luar sepanjang hari?"

     “Kelas Lao Cao sudah lewat, tidak apa-apa,” kataku.

     Kecuali untuk Lao Cao yang sangat tidak normal menuntut orang-orang melafalkan cloze, kelas guru lain, aku dapat menjawab pertanyaan bahkan ketika aku tertidur dan berdiri. Lao Cao adalah pengecualian dari perjalanan hidupku.

     Lai Wenle menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku pikir kau belakangan ini tidak fokus. Dengan siapa kau berkencan? Aku mendengar kata-kata Ji Lang dan dia tidak tahu kau sedang bermain ponsel. Aku pikir kau sedang mengirim pesan kepadanya."

     "..." Imajinasi begitu kaya.

     Lai Wenle berbaring di atas meja dan menoleh untuk menatapku, "Hao Yu, apakah kau selingkuh, dengan siapa kau main mata? Kubilang, jangan lakukan itu, kupikir Ji Lang terlihat seperti pria besar yang bodoh, meskipun dia kejam pada orang lain, tapi jika kalian berkencan, itu seperti gadis cantik menikahi lelaki petani yang tidak punya IQ. Sangat menyedihkan, jadi jangan mempermainkannya."

     Kentut.

     Aku lebih tersiksa daripada Ji Lang. Aku baru menjadi Xueba, Lao Cao tidak sabar untuk membiarkanku dikenal oleh orang-orang di seluruh kelas. Saat aku baru juga merasakan cinta, orang-orang bergegas memadamkannya. Hatiku sangat pahit.

     “Boleh aku pinjam?” Tanyaku padanya.

     Lai Wenle menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku sudah diminta Kakak Lang untuk mengawasimu."

     ... Lai Wenle bukanlah orang berkaki anjing¹, dia hanyalah seorang akar rumput². Dengan kata lain, bukankah ada medan magnet yang aneh antara para halu yang menyebabkan mereka saling menarik? Aku menemukan bahwa Lai Wenle sangat mengagumi Ji Lang. Apakah dia merasa kepribadian halu Ji Lang baik lebih baik darinya?

¹anak buat preman, penjahat
²mengikuti alur, tanpa pikiran mereka sendiri, orang yang mudah terpengaruh, oportunis.

     Lai Wenle tidak mengizinkanku bermain dengan ponselnya, jadi aku hanya bisa mendengarkan kelas dengan tenang. Ji Lang tidak datang kepadaku saat kelas selesai. Kami kembali bersama sampai tengah hari ketika sekolah usai.

     Ji Lang, "Treadmill akan datang besok, dan tukang harus memasangnya disini."

     Aku, "Oh."

     “Aku mungkin harus kembali dan membukakan pintu untuk mereka… Lalu akan kembali ke kelas setelah instalasi.” Dia ragu-ragu.

     "Mengerti."

     Apakah Ji Lang melaporkan keberadaannya kepadaku, karena aku mengatakan terakhir kali bahwa dia tidak belajar apa-apa saat memeluk anjing kecil itu?

     Hei, aku tahu, Ji Lang ... sangat menyenangkan. Dia akan datang dan memanjakan orang. Bahkan jika dia melakukan kesalahan, dia akan memperhatikannya dengan hati-hati jika kau memberitahunya.

     Tapi, hanya aku yang sangat peduli, takut dia begitu baik dan menarik lebih banyak orang untuk menyukainya? Apakah aku agak gelap dan jahat? Aku harap hanya aku yang tahu seberapa baik Ji Lang.

     Aneh, aku tidak punya bibi besar, mengapa aku sangat sentimental akhir-akhir ini ...

*datang bulan

     Kembali ke asrama, Ji Lang berulang kali mengatakan kepadaku untuk tidak pergi makan dengan Shao Mingan, jika tidak, aku masih harus berdiri di lain waktu ketika aku diminta untuk melafalkan teks, aku merasa malu.

     Aku berpura-pura pergi ke toilet, dengan membawa ponselku.

     Jongkok di toilet itu seperti kecanduan yang tidak bisa dihentikan. Aku membaca kalimat Ji Lang 'Apa pun hubungannya, aku bisa memperlakukannya dengan baik. Dia belajar dengan sangat baik dan tidak bisa ditunda olehku. Akan ada peluang di masa depan' tiga kali. Aku ingin memastikan bahwa Ji Lang menungguku.

     Dibawah posting Ji Lang semuanya mendesak untuk update. Aku mengklik postingku ketika bosan, dan terkejut. Sekelompok orang bertanya kepadaku [ Apa kau sudah mengebiri anjing besarmu hari ini? ]

     Dengan kata lain, semua orang sangat kejam.

     OP [ Terima kasih atas perhatian kalian, aku terlalu sibuk saat ini untuk mengebiri anjing besar. ]

     2 [ Ini bukan intinya. Tapi apa menurut kalian, ID OP tampak familiar? ]

     3 [ Satu pria dan dua anjing halu ... Sial, ini sangat familiar ... Siapa ya ... ]

     4 [ Berpikir hati-hati, gemetar ketakutan. 😖 ]

     5 [ Apa yang dibicarakan orang-orang di atas? Tidak mengerti. 😟 ]

     6 [ Apa bro komen 5 tidak mengikuti pos populer lainnya? Ada OP yang seorang gay, pamer keuwuan setiap hari. IDnya 'dua pria dan seekor anjing', dan OP itu juga anjing yang setia, meskipun lebih konyol, sangat mirip dengan anjing besar yang dijelaskan oleh OP ini. Dan ID keduanya juga berkaitan. 😱 ]

     OP [ Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. ]

      Aku ingin tahu di mana emoji semua orang dibuat. Jika saya punya, saya akan kirim sepuluh emoji berturut-turut untuk menyembunyikan kepanikan batinku.

     8 [ @ dua pria dan seekor anjing, OP!  Datang dan saksikan posting ini, kisahnya mirip kehidupan sehari-harimu dengan Xueba! ]

     Sial ... aksi komen 8 ini terlalu kuat!  Kenapa dia mention Ji Lang!

     Sial ... Aku sangat takut, aku sangat takut, akankah aku lebih dicurigai jika menggangi IDku sekarang? Aku belum pernah berhubungan dengan hal semacam ini sebelumnya, aku panik.

     Jadi saya diam-diam mengubah IDku dan menulisnya dengan santai, dan mengubahnya menjadi "sleep in".

     9 [ Komen 8 jangan menakuti OP, dia hanya berbagi kehidupan sehari-hari dua anjingnya. ]

     10 [ Tidak, aku sudah curiga sejak lama. OP berkata bahwa dia telah bekerja selama setahun, dan dari perkataan dan perbuatan OP, dia harus dianggap sebagai sekelompok orang sukses, setidaknya dia telah lulus dari universitas, pria elit berkualitas tinggi, bekerja selama setahun, memelihara dua anjing, baik secara finansial, dan tidak ada pacar di sisinya ... ]

     11 [ Pria elit berkualitas tinggi tanpa pacar ... 😲 ]

     12 [ Datang dan melihat-lihat, apa yang akan aku temukan di sini ... 🧐 ]

     OP [ Tolong, jangan menebak, aku benar-benar bekerja, anjing besar ... Aku akan segera membawanya untuk mengebiri. ]

     Mengabaikan jawaban berikutnya, aku keluar dari toilet.

     Melihat Ji Lang juga bermain ponsel, hati kecilku menegang dan aku tidak bisa berjalan dengan ringan.

     Akankah dia melihat notif @?

     Tapi dia orang yang ceroboh ... Ada begitu banyak penggemar setiap hari, begitu banyak orang bertanya padanya, apa akan melihat postinganku?

     Aku benar-benar ... gugup, aku tidak tahu apa yang membuatku bersalah, aku tidak mengaku cinta padanya, dan tidak mengatakan hal buruk tentang dia ... tapi aku hanya takut.

     Mungkin malu.

     *muntah*.

     “Apa kau tidak minum yogurt yang aku berikan? Apa masih sembelit? Jangan malu untuk bilang, aku tidak akan menertawakanmu.” Begitu aku keluar dari toilet, Ji Lang langsung berseru padaku.

     "Minum." bersalah.

     Saat aku akan tidur siang, aku secara sadar masuk ke sisi dalam ranjang Ji Lang untuk tidur. Dia memakaikan penutup mata untukku, dan kemudian berkata kepadaku dengan nada seorang ayah yang sudah tua, "Jangan main ponsel di kelas di masa depan, jangan tidak patuh."

     "Oh."

     Hanya untuk sesaat, aku tertidur dengan bersalah. Dalam setengah jam tidur, aku seperti tidur selama tiga jam. Begitu pulas dan bangun dengan sangat bahagia. Selama kelas sore, semua orang panas dan mengantuk, tapi aku seperti ayam mematuk, terus mendengarkan, mendengarkan, belajar, belajar, menghafal dan menulis.

     Lai Wenle, "... Kau jangan ..."

     "Diam."

     Berpikir tentang IDku yang hampir ketahuan, aku perlu mengisi otakku dengan belajar agar bisa melupakan masalah ini.

     Ketika kembali ke asrama saat belajar mandiri di malam hari, Ji Lang berjalan di depanku, dia mengangkat ujung pakaiannya, memperlihatkan pinggang dan perutnya yang ramping.

     Aku bertanya, "Mengapa kau mengangkat pakaianmu?"

     Ji Lang melihat sekeliling. Jalan di komunitas itu sangat sempit dan lampu jalan rusak untuk waktu yang lama. Terkadang beberapa gadis lewat, namun tidak bisa melihat apa-apa, begitu gelap, "Ada apa, sangat gerah."

     Ji Lang menarik ujung bajunya dengan kedua tangan untuk membuat gerakan kipas. Aku mungkin memiliki penglihatan yang terlalu bagus. Aku melihat leher dan pinggangnya yang berkeringat, hormon di sekujur tubuhnya.

     Sudah berakhir, aku benar-benar jatuh cinta padanya.

     Dia sangat tampan.

     Aku tahu bahwa tindakan semacam ini tidak sedap dipandang dan nakal, dan tampaknya sangat biasa saja, tetapi aku menyukainya, cinta membutakan mata dan hati orang.

     Aku mungkin juga tuli dan buta.

     Jika itu orang lain, mungkin sudah memarahi hooligan yang tidak berkualifikasi.

     Hei, aku buta.

     Setelah mandi malam, kami berdua membungkuk di meja untuk belajar. Ji Lang menghela nafas, "Lihat meja belajar ini."

     Aku, "Hm?"

     "Bukankah terlihat seperti Bima Sakti yang panjang, di mana kau dan aku tinggal di kedua sisi."

     Puisi canggung macam apa ini?

     Tidak tahan, tidak tahan.

     Aku mengabaikannya.

     Ji Lang terus menghela nafas, "Hidup ini begitu indah, besok buang tempat tidurmu yang rusak, kita tidak akan terhalang oleh Bima Sakti."

     Apakah dia memberi kode kepadaku?

     Seperti Altar dan Vega, kekasih yang terpisah dan sebagainya...

     Mulai besok tidak ada halangan. Aku telah tidur dengannya selama beberapa hari. Apakah dia lupa?

     Belajar disisa hari tidak bisa mengenyahkan pikiran. Aku harus pergi ke pos untuk melihat apakah ada yang sudah mengeksposku, aku ketakutan sepanjang malam.

     Khawatir ketahuan Ji Lang, aku memutar ke kiri untuk bermain dengan telepon.

     Punggung telanjang Ji Lang menghadapku, dia melepas bajunya begitu tidur.

     Celana Ji Lang adalah celana olahraga biasa. Tidak ada gaya. Pinggiran celana dalamnya terlihat dari garis pinggang. Sangat samar, tapi aku merasa sangat seksi.

     Cinta itu buruk.

     “Kenapa kau selalu bermain-main dengan ponselmu akhir-akhir ini?” Ji Lang tidak menoleh untuk melihatku, menundukkan kepalanya dan menulis sesuatu.

     “Tidak apa-apa, aku bosan.” Aku membuka postingan.

     Untungnya, Ji Lang mungkin tidak menemukan IDku.

     Aku membuka postingan yang dia posting siang hari ini.

     OP [ Tertekan. ]

     2 [ Seharusnya diawali dengan pamer keuwuan ... Ah, kenapa orang yang konyol tapi lucu seperti OP bisa tertekan? ]

     3 [ 😨 ]

     OP [ Seorang anak laki-laki di kelas kami ingin mengundangnya makan malam. ]

     5 [ Hahahahahahahaha! ]

     6 [ Komen 5 terlalu berlebihan, apakah OP cemburu? hahahaha. ]

     OP [ Aku tidak tahu, terutama karena anak laki-laki itu menyukainya ... Bagaimana aku harus mengganggu makan malam mereka? Orang itu memiliki niat buruk dan berusaha mendekatinya dengan menyalin materi. ]

     8 [ *Pukpuk* kasihan OP. Xueba sangat populer, kau pasti menahannya dengan sangat keras. 😂 ]

     Tapi aku juga sangat keras, bahkan guru pun juga suka Ji Lang, dia sudah merambat ke semua umur, oke?

     OP [ Ya, pria itu ... Aku bisa saja memukulinya secara langsung ... Aku tidak peduli dengan hukuman, tapi aku takut orang akan tahu alasanku memukulnya karena Xueba, itu sama saja aku menariknya kedalam masalah. Benar-benar tertekan ah. ]

     10 [ OP idiot sangat tertekan, sepertinya masalahmu sangat sulit. Tapi apanya yang memukul ah? Bukankah itu cara tidak sopan untuk menyelesaikan masalah? Yang paling penting saat ini adalah tindih Xueba, biarkan dia sepenuhnya menjadi milikmu. ]

     11 [ Tindih Xueba. ]

     12 [ Tindih Xueba. ]

     13 [ Tangkap Xueba. ]

     14 [ Tindih dia. ]

     OP [ ... ]

     OP [ Kalian benar-benar yang paling brutal. ]

     17 [ Tidak brutal, sangat keren, biarkan OP mencoba, menaklukkan pria, yang paling penting adalah menaklukkan perutnya, tetapi untuk pria baik seperti Xueba, kau harus terlebih dahulu menaklukkan tubuhnya, gunakan skillmu yang entah lumayan atau tidak. ]

*Sogok pakai makanan

     OP [ Aku sangat pemalu, apa yang harus aku lakukan ... ]

     19 [ Mengapa aku merasa OP proaktif? Aku pikir dia akan melakukan sesuatu ... ]

     20 [ 😏 ]

     “Hao Yu, kam sudah tidur?” Ji Lang bertanya padaku.

     "Belum." Aku sedang membaca komen postingannya ...

     Melihat lebih jauh ke bawah, semua orang mendesak Ji Lang untuk memberikan komentar tentang postinganku. Mereka benar-benar mata yang panas. AkuSaya bahkan tidak melihatnya ...

     Aku mengklik postingku lagi dan menemukan bahwa semua orang sudah heboh.

     1 [ OP, apakah ada yang mengundangmu untuk makan malam baru-baru ini? ]

     2 [ OP! Apakah anak anjingmu bernama Gou Zi? 😏 ]

     3 [ OP, anjing besarmu pasti dalam kondisi yang baik, bukan? Mungkin ada abs? ]

     4 [ OP, kau memiliki kemampuan untuk membuka postingan, kau memiliki kemampuan untuk merespons! 😏 ]

     5 [ Cepat bersihkan mimisanku, aku sudah bisa mencium bau gula. OP idiot dipostingan sebelah sangat beruntung. ]

     6 [ Biarkan aku merincikan bukti kuat. OP mengatakan bahwa anjing besarnya berumur satu tahun dan lima bulan, dan dia belum dikebiri sampai sekarang. Ini tidak ilmiah. Para elit sangat khusus dalam memelihara anjing. Pengebirian dengan benar membawa manfaat untuk anjing, jadi jika dihitung satu persatu, mengapa  belum mengebiri ... aku seketika tersenyum. Mengubah umur anjing besar menjadi satu bulan adalah 17 bulan, tahun ini OP idiot tetangga sebelah akan berusia sekitar 17 tahun, kan? Kebetulan anak anjingnya juga berusia tiga bulan. ]

     7 [ Brother Conan komen 6, jangan pergi, berlutut! ]

     8 [ Anjing besar belum pernah dikebiri sejak dia berumur lebih dari satu tahun ... Apakah OP dan anjing besar ... ]

     9 [ Bagaimana dengan OP, bro komen 8, jangan menggambarkannya begitu buruk, itu membuat kisah cinta OP tampak seperti kisah cinta manusia dan hewan (Aku mengharapkannya?) 😏 ]

     OP [ Tenang semuanya ... Aku bukan pria elit ... ]

     11 [ Xueba, kau sudah dalam keadaan kacau. ]

     OP [ Aku takut, tolong beri aku jalan keluar. ]

     Internet itu buruk, aku merasa tanpa kabel, semua orang dapat merangkak di sepanjang sisi lain Internet dan menangkapku, hapus ... diperkirakan penggemar Ji Lang telah mengenaliku, tetapi masih ada beberapa orang yang belum menyentuh postingan Ji Lang.

     Jadi Ji Lang menerima @ ah itu? Kenapa tidak ada kabar sama sekali? Rompiku hampir robek sambil menangis.

*penyamaran

     Dan Ji Lang selalu terus terang. Jika dia menunjuk ke konten postingan dan bertanya apakah dia boleh mengikutiku, bagaimana aku harus menjawabnya?

     Aku bukan seseorang yang mempraktikkan pantangan dan keinginan ... Aku ingin melakukannya juga ... Ini benar-benar memalukan.

     Aku gelisah dan tertidur saat bermain dengan ponselku. Keesokan harinya ketika aku melihat ke cermin, pangkal hidungku berwarna biru. Mungkin karena ponsel ... tetapi tidak terbangun.

     Aku tidak tahu sampai jam berapa Ji Lang belajar di malam hari. Lagi pula, saat aku bangun, seharusnya cerah. Adapun itu, karena Ji Lang memakaikan penutup mata padaku. Aku terbangun oleh panas kali ini.

     Aku berbaring di dada Ji Lang, dengan kedua kaki menaiki dia. Ji Lang meletakkan satu tangan di pinggang belakangku. Faktanya, setengah telapaknya bertumpu pada bokongku. Bukankah ini postur intim untuk pasangan?

     Saat aku hendak menyelinap turun darinya, tiba-tiba aku merasakan nafas hangat mendekati mulutku ... Lalu, aku menemukan ...

     Ji Lang diam-diam menciumku.[]


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments