Chapter 53, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

 

    Meskipun Yu Erlan dengan sengaja menggoda Hang Ye dengan lelucon, dia sebenarnya cukup terharu. Dia telah berjanji untuk mengikuti Hang Ye untuk melihat gunung setelah ujian masuk perguruan tinggi, dan guru desa serta anak-anak yang berdiri di sana, tetapi dia tidak menyangka bahwa Hang Ye sudah menyiapkan segalanya. Dia hanya menunggunya untuk menjangkau dan berdiri bersamanya berdampingan.

     Bagaimana mungkin Yu Erlan tidak menerima undangan seperti itu?

     Tiket yang Hang Ye dibeli untuk keesokan paginya, dan tujuannya adalah kota kecil di provinsi daerah pegunungan. Sangat sedikit kereta yang lewat di sana, dan semuanya kereta ekspres biasa, jadi mereka harus duduk di kereta selama satu jam. Hang Ye berkata bahwa setelah mereka turun dari kereta, mereka harus naik mobil untuk menuju pedalaman.

     Perjalanan itu terdengar melelahkan, dan Hang Ye telah menyiapkan berbagai macam roti dan minuman jajanan sebelumnya. Ketika mereka duduk di kursi, Hang Ye masih melakukan sihir, mengeluarkan setumpuk poker dari sakunya, dan bertanya pada Yu Erlan, "Apa kau tahu bermain kartu?"

     Yu Erlan menggelengkan kepalanya, "Tidak terlalu."

     "Tidak apa-apa." Hang Ye kemudian mengeluarkan setumpuk kartu mahjong. "Werewolf kill?"

     Yu Erlan, "... Bukankah kita masih muda?"

     Hang Ye melihat ke kursi mereka. Kursi depan dan belakang kereta jenis ini berseberangan, dan terdapat meja di tengahnya, sehingga empat orang duduk mengelilingi sebuah meja.

     Jadi Hang Ye mengeluarkan setumpuk kartu lagi, "Aku tidak menyangka! Aku juga membawa mahjong kertas!"

     Yu Erlan, "..."

     Dia sangat tulus berkata, "Hang Ye, apa kau ini pramusaji di kereta yang mendorong troli dan berteriak 'buah segar, minuman dan minuman'?

     Hang Ye menggelengkan kepalanya dengan sedih, "sebenarnya aku ingin, tapi aku selalu diabaikan saat melamar posisi ini. Hei, itu melukai harga diriku ..."

     Yu Erlan menepuk pundaknya, menghibur, "Tidak apa-apa, alangkah baiknya jika kau tidak pergi. Jika kau benar-benar ingin menjadi pramusaji seperti ini, makanan ringan troli itu akan penuh ketika kau mendorongnya, tetapi akan kosong ketika kamlu kembali ...  karena kau memakannya sendiri."

     Melihat makanan ringan yang dia sebar ke meja di depan mereka, Hang Ye mengerutkan bibirnya, bergumam, "kita akan banyak latihan malam ini ..."

     Begitu dia selesai berbicara, ada suara tawa dari sisi lain.

     Hang Ye mendongak, dan duduk di hadapan mereka sepasang pria dan gadis muda seusia mereka. Setelah masuk ke dalam kereta, keduanya sama-sama sedang bermain dengan handphone, hanya sesekali berbicara dengan suara pelan, sehingga Hang Ye dan Yu Erlan masih belum tahu siapa keduanya.

     Dan gadis itu yang baru saja tertawa. Jelas, dia bermain dengan ponsel, tetapi sebenarnya dia diam-diam mengamati dua laki-laki di sisi yang berlawanan.

     Sekarang setelah tertawa terbahak-bahak, gadis itu meletakkan ponselnya dengan malu, Hang Ye dan Yu Erlan tersenyum, dan berkata, "Maaf, aku tidak bermaksud untuk mendengar percakapan kalian ..."

     "Tidak apa-apa." Hang Ye berkata, "Meskipun kau tidak mendengarkan, aku akan mengundangmu untuk bermain mahjong."

     Gadis itu tersenyum, "Kau adalah Xiao Gege yang lucu."

     Hang Ye mengangkat alisnya, tersenyum. Namun, sekilas melihat Yu Erlan menoleh dan melihat ke luar jendela kereta. Dia dengan cepat mengambil tumpukan kertas mahjong di tangannya dan menoleh ke Yu Erlan, "Xiaobai, maukah kau bermain Mahjong?"

     Yu Erlan kembali menatapnya, dengan pandangan tidak berdaya, "Aku benar-benar tidak tahu cara bermain."

     Hang Ye sangat antusias seperti seorang salesman, "aku bisa mengajarimu! Ayo, Xiaobai, aku mendengar bahwa para pendatang baru sangat beruntung! Kau telah menjadi Xueba yang tidak  menempatkan diri di atas masyarakat umum selama bertahun-tahun, jadi kau juga harus tahu hiburan untuk orang biasa ini!"


     Yu Erlan menatapnya dengan ragu-ragu.

     Pria di seberang juga meletakkan telepon dan melihat mereka, berkata, "Apa kalian berdua siswa yang baru saja menyelesaikan ujian masuk perguruan tinggi?"

     Hang Ye menoleh dan mengangguk padanya, "Ya."

     “Pasti universitas B! Selamat datang untuk melamar di Kota B!” Gadis itu segera mencondongkan tubuh ke depan dengan penuh semangat kepada Hang Ye dan Yu Erlan.

     Yu Erlan, seorang Xueba, jelas lebih tertarik pada perguruan tinggi daripada Mahjong, dan matanya langsung tertuju pada wanita muda itu.

     Yu Erlan tidak bisa mengurus Hang Ye untuk saat ini. Dia bertanya kepada dua orang yang berseberangan dengan serius, "Apa kalian dua mahasiswa dari Universitas B?"

     Laki-laki itu mengangguk dan berkata, "Kami baru saja lulus tahun ini."

     Sambil berkata, dia memandang Yu Erlan dengan sedikit haru, "aku pikir ketika keluar dari asrama, tidak tahu siapa yang akan menjadi siswa baru yang tinggal di kamar tempatku tinggal selama empat tahun dalam beberapa bulan. Melihat kalian, aku pikir itu bagus."

     “Kalau begitu kau bisa daftarkan nomor asramamu padanya!” Hang Ye merasa bosan beberapa saat, dan tidak tahan untuk bergabung dalam percakapan dengan gembira, “Teman sekelasku ini pasti akan diterima di universitas B!"

     Dia berkata sambil menepuk bahu Yu Erlan, dengan ekspresi bangga, dia tidak sadar kalau dia juga berharap diterima di universitas B.

     Disisi lain, Yu Erlan tidak tahu apakah dia harus rendah hati.

     Mendengar itu, gadis disebelah lelaki itu segera mengalihkan pandangannya, dan menatap Yu Erlan dengan penuh minat.

     Setelah jeda dua detik, dia berbalik dan menepuk laki-laki yang duduk di sebelahnya, dengan sengaja bergumam, "Lihat dirimu, adik laki-laki itu terlihat sangat tampan, kau harus bekerja keras!"

     Laki-laki itu pura-pura cemburu tapi matanya penuh kasih sayang.

     Hang Ye memandang mereka dan bertanya, "Jadi, kalian adalah pasangan?"

     Gadis itu mengangguk.

     Hang Ye terus bertanya, "Lalu kemana kalian pergi dengan kereta ini?"

     Laki-laki itu melaporkan tujuannya, dan Hang Ye mengangguk dengan penuh semangat, "Sungguh kebetulan! Kami akan pergi ke sana juga! Apa kalian penduduk setempat?"

     Gadis itu mengangguk dan menggelengkan kepalanya lagi.

     Hang Ye tidak mengerti, dan memandang kedua orang itu dengan curiga. Dia melihat anak laki-laki itu tersenyum jujur ​​dan berkata, "Dia orang lokal, aku mengikutinya kembali ke kampung halamannya untuk berkembang. Orang tuanya khawatir putrinya berada di luar, dan keluargaku tidak memiliki terlalu banyak kekhawatiran padaku. Bagiku dimana pun sama saja, yang penting kami selalu bersama."

     Yu Erlan mendengarkan kata-kata terakhir pria itu dan menatap pasangan itu lekat-lekat. Dengan senyum manis di wajah gadis itu, dia memeluk erat lengan laki-laki itu, dan menyenderkan wajahya. Laki-laki itu menundukkan kepalanya, menatapnya, dan tersenyum lembut.

     Kereta perlahan-lahan bergerak maju, dan orang-orang di gerbong tua itu berisik, dan pemandangannya sangat indah.

     Yu Erlan berpikir dengan linglung, dan tiba-tiba mendengar Hang Ye mendekatinya dan berbisik di telinganya, "Xiaobai, lihat betapa baiknya mereka!"

     Yu Erlan menjawab dengan acuh tak acuh.

     Hang Ye berhenti dan melanjutkan, "Aku pikir ini adalah cinta yang ideal."

     Yu Erlan tidak berbicara. Tapi bibirnya terangkat tinggi, seolah merespon dalam diam.

     Lebih dari delapan jam, ini terasa lama, tapi tiba dalam sekejap mata.

     Hang Ye dan Yu Erlan turun dari kereta bersama pasangan tadi, dan keempatnya berpisah di stasiun.

     Hang Ye dan Yu Erlan terus naik bus menyusuri jalan pegunungan selama hampir dua jam. Akhirnya, setelah matahari terbenam, mereka tiba di desa pegunungan kecil tujuan mereka.

     Cen Dong, seorang mahasiswa yang disponsori oleh Hang Ye, sedang menunggu di pintu masuk desa dan melihat ke arah jalan raya. Ketika dia melihat kedua bocah lelaki itu perlahan berjalan di depannya dengan koper mereka, dia tercengang.

     Setelah melihat kedua orang itu bolak-balik untuk waktu yang lama, Cen Dong dengan hati-hati bertanya, "Yang mana Guru Hang?"

     Hang Ye mengangkat tangannya sebagai isyarat, "Nama keluargaku adalah Hang... Aku bukan Guru."

     Mata Cen Dong membelalak ketika dia menatapnya, "Apakah kau ... apakah kau sponsorku! Tuhan! Sangat muda! Aku pikir kau adalah seorang profesor tua yang dihormati!"

     Wajah Hang Ye sangat bermartabat, "Sebenarnya, aku berumur lima puluh, tapi terawat dengan baik, jadi seperti lima belas tahun."

     Yu Erlan tidak bisa menahan tawa, dan dengan ringan menepuk bahu Hang Ye, dan berbisik, "Hentikan."

     Dia mengangkat kepalanya dan berkata kepada Dong Cen, "Guru Cen, kami adalah kandidat untuk ujian masuk perguruan tinggi tahun ini. Hang Ye adalah pemain e-sports sebelumnya, dan dia melakukan amal ini pada saat itu."

     Cen Dong mengangguk berulang kali, menatap mata Hang Ye dengan penuh kekaguman, "Kau telah melakukan kesejahteraan publik sejak muda. Sungguh mengesankan!"

     Hang Ye buru-buru melambaikan tangannya, "Bukan apa-apa, aku masih jauh dari orang sepertimu yang rela pulang untuk mengabdi setelah lulus kuliah."

     Cen Dong ingin mengatakan sesuatu lagi, Hang Ye mengangkat tangannya untuk memberinya isyarat jeda, dan tersenyum, "Jika kau terus membahas ini tidak akan ada habisnya! Oke, mari kita tidak membicarakannya! Aku dan teman sekelasku baru datang dan sangat lapar. Apa ada kafetaria di sekolah? Ayo makan!"

     Cen Dong bersikeras membawa mereka ke restoran di desa untuk makan, dan Hang Ye tidak menghindar, dan mengikutinya makan malam sederhana bersama Yu Erlan. Sebelum pergi, Hang Ye diam-diam pergi untuk membayar tagihannya. Cen Dong sangat menyesal ketika dia mengetahuinya, tapi Hang Ye menepuk pundaknya dengan berani, dan berkata, "Aku tahu bahwa gajimu dibayarkan kepada anak-anak yang tertinggal. Kau tidak harus bersikap sopan kepadaku untuk uang sebanyak ini. Lagi pula sudah larut, kau harus mengantarku dan teman sekelasku untuk istirahat secepatnya."

     Metode Hang Ye yang mendorong topik secara paksa benar-benar berhasil dengan sangat baik, dan Cen Dong tidak lagi memikirkan itu dan buru-buru membawa mereka berdua ke sekolah.

     Desa pegunungan ini seperti tempat tersembunyi di pegunungan dan dilupakan oleh waktu, begitu matahari terbenam, orang-orang tidak lagi berkeliaran. Yu Erlan dan Hang Ye mengikuti Cen Dong berkeliling desa dan menemukan bahwa kebanyakan rumah terlihat sunyi, tampaknya sedang beristirahat.

     Cen Dong membawa mereka ke sekolah dan membuka asrama. Dia sedikit malu dan berkata, "Maaf, tempat kami sangat kecil, kami bahkan tidak memiliki hotel yang layak ..."

     Hang Ye memandangi ukuran tempat tidur dua susun itu, mengangguk sangat puas, dan berkata, "Aku lebih suka akomodasi semacam ini."

     Saat dia berkata, dia menoleh dan tersenyum pada Yu Erlan, "Xiaobai, kau lihat, kita berdua belum lama keluar dari asrama, dan sekarang tinggal lagi di asrama lain."

     Yu Erlan meletakkan bagasi dan mengangguk. Dia sebenarnya cukup puas dengan asrama ini.

     Melihat mereka berdua cukup puas, Cen Dong tidak mengganggu mereka, dan pergi setelah berpamitan.

     Begitu Hang Ye menunggunya pergi, dia berbalik dan naik ke ranjang atas, masih bergumam, "Xiaobai, aku ingin tidur di atas! Jangan mengambilnya dariku!"

     Yu Erlan ingin tertawa, "Aku tidak akan mengambilnya darimu..."

     Dia pikir apa yang dikatakan Hang Ye ... terdengar aneh.

     Desa itu sangat sepi. Setelah mandi, Yu Erlan sedang berbaring di tempat tidur dan mendengar kicauan burung dan serangga di luar jendela, serta sedikit suara rumput yang bergetar.

     Suara alam semacam ini adalah lagu pengantar tidur yang luar biasa, Yu Erlan jatuh ke dalam keharuman mimpi indah tanpa menyadarinya.

     Keesokan paginya, dia bangun hanya dengan perasaan segar. Hang Ye bangun lebih awal dan entah pergi kemana. Setelah Yu Erlan selesai cuci muka, Hang Ye sudah kembali dari luar. Dia memberi tahu Yu Erlan bahwa dia berkeliling di sekitar sekolah dasar pedesaan ini dan merasa bahwa lingkungan di sini tidak begitu baik.

     Keduanya sedang mengobrol, Cen Dong mengetuk pintu. Hari ini adalah akhir pekan dan anak-anak tidak ada di kelas. Cen Dong mengusulkan untuk membawa mereka berkeliling desa.

     Desa pegunungan ini berada di pedalaman pegunungan, dan desa itu sendiri dibangun di atas gunung. Cen Dong mengajak mereka jalan-jalan pagi di desa, dan sangat malu untuk mengatakan bahwa tidak ada apa-apa di desa, yang mungkin membuat mereka merasa terlalu membosankan.

     Yu Erlan melihat sekeliling pegunungan tak berujung di sekelilingnya, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Sesungguhnya, pemandangan seperti ini yang sedikit aku rindukan. Ini hening, tenang, dan sederhana."

     Hang Ye menoleh dan menatapnya dengan serius, matanya seperti dua kata sifat yang diucapkan Yu Erlan, hening dan tenang.

     Setelah makan, Cen Dong ingin mempersiapkan pelajaran dan kembali ke sekolah.

     Yu Erlan menyarankan kepada Hang Ye untuk pergi dan melihat bukit yang tidak terlalu tinggi di sebelah timur desa, dan Hang Ye setuju.

     Keduanya perlahan naik ke puncak gunung, menghadap ke seluruh desa. Saat itu masih waktu makan siang, dan di atas rumah yang dibangun tinggi dan rendah, ada banyak asap yang menggulung, seperti lukisan yang perlahan terhampar di depan mereka.

     Yu Erlan dan Hang Ye memandangi pegunungan dan dunia secara berdampingan. Sesaat, ketika mereka hendak turun gunung, tiba-tiba Yu Erlan berbalik dan bertanya pada Hang Ye, "Apa kau ingat jalan kembali?"

     Hang Ye tercengang dan mengangguk tanpa sadar.

     Kemudian dia melihat saat Yu Erlan memegang sepotong kain entah dari mana, perlahan menutup matanya, mengikatnya, dan berkata kepada Hang Ye, "Hang Ye, aku telah menyerahkan diriku kepadamu. Bawa aku turun gunung."[]

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments