Chapter 51, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

 

   Begitu kalimat 'Aku menyukaimu' diucapkan, Hang Ye bersiap menutup panggilan suara.

     Namun, dia yang seorang pemain dalam e-sports, bisa kehilangan akurasi, tangannya gemetar tidak bisa menekan tombol.

     Setelah meraba-raba, ketika ujung jarinya akhirnya menyentuh tombol, tiba-tiba Hang Ye mendengar "um" yang sangat lembut dari penerima.

     Hang Ye terkejut, dan tangannya tergantung di sana.

     Dia mendengarkan jantungnya menjerit gila-gilaan di tubuhnya, dan dentuman genderang berisik, seakan kata "um" bergema di tubuhnya.

     Hang Ye tetap di sana, dan tiba-tiba merasa bahwa dia salah dengar.

     Dia mengangkat tangannya untuk menekan dadanya, menempelkan wajahnya di samping telepon, dan dengan hati-hati membedakan, dia mendengar bahwa napas Yu Erlan masih lambat, tidak terlihat bangun sama sekali.

     Hang Ye mengerutkan bibirnya, merasa bersalah.

     Dia pasti salah dengar sekarang ... atau Yu Erlan tanpa sadar mengucapkan "um" setelah tertidur, atau mungkin itu adalah sesuatu yang dia impikan ...

     Jika ada dirinya di dalam mimpi itu. Hang Ye berpikir dengan santai.

     Tiba-tiba ada tangan yang mengambil ponselnya. Kemudian sebuah suara berbisik, "Kenapa kau belum tidur?"

     Itu adalah Hang Minghan, dia meminta untuk menemani Hang Ye hari ini.

     Hang Ye bergumam dengan suara rendah, "Bukankah aku sudah bilang tadi, aku tidak tahu beberapa soal, jadi aku bertanya pada Yu Erlan ..."

     Hang Minghan tidak ada di kamar sebelumnya, dan Hang Ye tahu bahwa dia belum mendengar percakapan antara dirinya dan Yu Erlan.

     Setelah Hang Ye siuman, sikap Hang Minghan terhadapnya berubah secara signifikan. Zhao Sijia diam-diam memberi tahu Hang Ye bahwa ayahnya berbicara dengan Yu Erlan, dan setelah kembali, ayahnya itu menjadi lembut dan toleran.

     Hang Ye tidak bisa menahan diri, jadi dia membual tentang Yu Erlan, "Tentu saha! Siapa pun yang bersama Xiaobai kami akan memiliki temperamen yang lebih baik!"

     Zhao Sijia memandang putranya, melihat bagaimana dia masih hidup setelah pertolongan pertama, lega, dan langsung kembali ke mode putri kecil yang tidak waspada.

     Hang Ye tidak ingin ibunya terlalu khawatir, dia bahkan menyuruh ibunya untuk meninggalkannya sendirian, sehingga dia bisa dirawat di rumah sakit sendirian.

     Tapi tak disangka, Hang Minghan lah yang menemaninya selama ini.

     Meskipun sikap Hang Minghan telah berubah, dia belum melakukan percakapan yang mendalam dengan Hang Ye.

     Hang Ye samar-samar merasa bahwa Hang Minghan ingin berbicara dengannya tentang sesuatu, tetapi ingin mengetahui waktu yang cocok.

     Hang Ye tiba-tiba merasa bahwa hubungan keduanya antar ayah dan anak saling bermusuhan, tetapi dalam membuka dialog, cara keduanya benar-benar sama.

     Hang Ye memandang ayahnya dan ingin mengatakan: Jika kau punya sesuatu, mari kita bicarakan sekarang, jangan ditahan lagi.

     Tapi jika dipikirkan, dia tidak memiliki posisi apa pun ...

*sikap dalam menangani masalah

     Hang Ye memutuskan untuk bermain 'Musuh tidak bergerak, aku tidak bergerak' seperti ayahnya.

     Namun, tanpa diduga, Hang Minghan menarik kursi dan duduk di sampingnya, menatapnya dengan sangat serius, dan berkata dengan suara rendah, "Hang Ye, mari kita bicara baik-baik."

     Hang Ye tertegun dan bertanya, "Apa yang akan kau bicarakan?"

     Sikapnya masih agak tajam secara naluriah, dan cahaya dingin yang telah menonjol dari masa lalu ini tidak dapat disingkirkan untuk sementara waktu.

     Meskipun begitu, Hang Minghan yang menatapnya tiba-tiba berkata, "Maafkan aku."

     Hang Ye terkejut, melihat Hang Minghan dengan bingung.

     Hang Minghan lanjut berbicara, dengan nada tulus, "Xiaoye, aku minta maaf karena memaksakan kehendakku padamu di masa lalu, sama sekali mengabaikan pemikiran pribadimu."

     Mendengar itu, Hang Ye menunduk, bergumam, "Kenapa sekarang tiba-tiba minta maaf ..."

     Hang Minghan melanjutkan dengan sungguh-sungguh, "Kita berdua memiliki kontradiksi yang kuat karena ini. Bukan hanya aku gagal untuk memahamimu, tapi aku memarahimu dan memperburuk kontradiksi ini ... Xiaoye, setelah teman sekelasmu berbicara denganku, aku merenungkannya dengan hati-hati. Atas perilakuku selama bertahun-tahun, aku rasa aku berhutang maaf padamu."

     Hang Ye diam selama beberapa detik, lalu menatap Hang Minghan. Dia tiba-tiba menemukan bahwa ayah dalam ingatannya yang selalu arogab atau bahkan sedikit terlalu keras, menatapnya dengan kecemasan yang lembut saat ini.

     Tenggorokan Hang Ye tergelincir. Dia berbisik, "Ayah, aku menerima permintaan maafmu."

     Dia mengucapkan kata-kata ini dan melihat ekspresi Hang Minghan yang tampak lega.

     Hang Ye sendiri tiba-tiba merasakan rasa ringan di hatinya, udara pengap yang menumpuk di hatinya dalam waktu yang lama akhirnya lenyap.

     Hang Minghan jelas masih kurang pandai dalam komunikasi sensasional semacam ini. Ayah dan anak itu terbiasa dengan cara komunikasi yang "sederhana dan kasar". Bahkan jika itu konflik bertahun-tahun, itu bisa hilang setelah beberapa kata yang tulus.

     Keduanya masih saling menatap, Hang Minghan berkata, "Ini sudah larut, kau harus istirahat lebih awal."

     Hang Ye mengangguk, mengangkat telapak tangannya, dan berkata dengan dingin kepada Hang Ming, "Bisakah kau mengembalikan ponselku?"

     Hang Minghan mengembalikannya, "Jangan ganggu Teman Sekelas Yu saat istirahat. Jika kau memiliki pertanyaan, tanyakan besok."

     Tiba-tiba, Hang Ye merasa bahwa Xiaobai-nya bahkan belum memasuki pintu, tapi sepertinya telah mendapat restu orang tuanya dengan mudah.

*bergabung dengan rumah tangga suami setelah menikah

     Dia mengambil ponselnya dan tidak mengganggu Yu Erlan lagi. Tapi dia juga tidak tidur.

     Hang Ye mengetik baris di kotak pencarian: Bagaimana aku harus memilih waktu dan metode pengakuan cinta?

     Dia mencari banyak "teknik" dan "trik", dan Ye mengkliknya satu per satu, tapi akhirnya hanya mengerutkan kening.

     Ini tidak lebih dari konten yang sama. Namun saat Hang Ye menyaksikan komentar di dua tautan di atas dan di bawah, mereka saling adu bacot satu sama lain, membuatnya semakin bingung.

     Dia ragu-ragu lagi, merasa bahwa dia harus memikirkannya lebih hati-hati.

     Tetapi ketika berpikir bahwa ayahnya, yang tidak pernah menundukkan kepalanya untuk mengakui kesalahannya, dapat mengambil inisiatif untuk membuka hatinya dan berkomunikasi dengannya, maka dia tidak bisa terus mundur!

     Tidak bisa! Tidak bisa begitu saja hanya berani bergumam diam-diam di belakang seperti ini! Hang Ye memutuskan untuk mengaku.

     ... Tapi waktu dan lokasi ini sangat penting. Hang Ye tidak mau asal-asal untuk adegan pengakuannya.

     Dia berharap untuk memberikan yang terbaik bagi Yu Erlan.

     Setelah memikirkannya, Hang Ye memutuskan untuk mengaku secara resmi kepada Yu Erlan setelah ujian masuk perguruan tinggi sesuai dengan rencana awal.

     Padahal, ujian masuk perguruan tinggi tidak lama lagi.

     Cedera Hang Ye, bahkan jika itu tidak menggerakkan otot dan tulangnya, akan membutuhkan masa pelatihan. Tetapi setelah hanya dua minggu istirahat di rumah, dia bersikeras untuk pergi ke sekolah.

     Semangat pria pemberani, bersedia mempertaruhkan nyawanya mengejutkan orang bahkan Hu Luohong, yang selalu menatapnya dengan buruk, terkejut dan mulai mempertimbangkan apakah membiarkan hangye membuat laporan dan mendorong siswa senior pada tahap sprint terakhir.l.

     Hang Ye, yang dipanggil ke kantor pada hari pertama kembali ke sekolah, mengangkat tangannya sembarangan dan berkata, "Tidak, munafik."

     Hu Luohong, "... Enyahlah!"

     Dia bisa yakin sekarang bahwa pria bernama Hang Ye ini tidak sejalan dengannya.

     Hang Ye diusir oleh Hu Luohong, tapi suasana hatinya masih bagus. Dia perlahan kembali ke kelas, dan ketika dia masuk melalui pintu belakang, dia melihat Jiao Ling terbaring di atas meja, menulis sesuatu dengan saksama.

     Hang Ye merasa seperti dia telah melakukan perjalanan kembali sebelumnya. Dia dulu seperti ini. Terlambat masuk kelas, dan dia masuk melalui pintu belakang dan melihat Jiao Ling bermain game dan Gong Hao bermain ponsel. Yang lain melakukan urusan mereka sendiri.

     Tapi sekarang, seluruh kelas campuran menjadi sunyi dan semua orang membungkuk di meja, serius bahkan tidak menyadari bahwa Hang Ye kembali.

     Semua ini karena ...

     Hang Ye mengangkat kepalanya tanpa sadar dan menatap Yu Erlan yang sedang duduk di ujung kelas.

     Anak laki-laki yang tampak sangat tidak pada tempatnya dengan kelas ini pada awalnya duduk dengan tenang di baris terakhir dekat jendela. Semua orang membaca, tapi dia memegang ponsel.

     Hang Ye diam-diam berjalan di belakangnya dan melihat Yu Erlan tengah mencatat dengan serius.

     Selama dua minggu ini, dia tidak bisa pergi ke rumah sakit untuk melihat Hang Ye setiap hari, jadi dia mengambil foto catatannya dan mengirimkannya ke Hang Ye.

     Keduanya memiliki video call setiap hari, tetapi mereka hanya membicarakan pekerjaan rumah mereka dengan serius.  Hang Ye tidak pernah bertanya pada Yu Erlan apakah dia mendengar kalimat 'Aku menyukaimu'.

     Melihat Yu Erlan mencatat dengan serius saat ini, Hang Ye merasakan gelembung merah muda berdegup di dalam hatinya.

     Xiaobai-nya juga sangat bagus! Figurnya yang seperti Zhou Zheng, rapi dan bersih, dan memiliki temperamen yang lembut ... Hang Ye merasa bahwa dia benar-benar mengambil harta karun.

*Secara penampilan dan imej sangat baik.

     Dia berpikir dengan gembira, dan bel berbunyi setelah kelas berakhir. Teman sekelas yang duduk dengan tenang di barisan depan meregangkan otot dan berdiri. Ketika dia menoleh dan melihat Hang Ye berdiri di sana, matanya melebar, "Kakak Ye? Kau sudah kembali?"

     Ketika Yu Erlan mendengar itu, dia menoleh dan menatap Hang Ye dengan heran.

     Hang Ye mengangguk ke arah teman sekelasnya secara acak, memandang Yu Erlan, dan ingin memberitahunya kenapa dia kembali sekarang.

     Sebelum dia berbicara, angin puyuh tiba-tiba bertiup di ujung yang lain. Jiao Ling menukik ke atas, mengangkat kakinya dan merangkul bahu Hang Ye, berkata dengan semangat, "Kakak Ye, kau kembali!!!"

     Hang Ye terhuyung olehnya, mulutnya terkatup, "Jiao Ling, santai! Aw, lukaku sakit!"

     Jiao Ling melepaskan tangannya dengan panik, dan kemudian memegang perut Hang Ye, "Kakak Ye, aku akan menggosokkannya untukmu!"

     Hang Ye buru-buru menahan tangannya, menggelengkan kepalanya lagi dan lagi, "Tidak, berhenti, tidak apa-apa, kebaikanmu sudah ada di hatiku!"

*Menolak dengan sangat sopan.

     Hang Ye melirik Yu Erlan yang juga tengah memandangnya sambil tersenyum sedikit terlalu manis. Hang Ye ingin segera duduk di samping Yu Erlan dan menghabiskan waktu bersama.

     Namun, begitu dia duduk, Jiao Ling muncul lagi dan berkata, "Ngomong-ngomong, Kakak Ye, ada sepucuk surat untukmu ..."

     “Surat?” Hang Ye kembali menatapnya karena beberapa ketidakpastian.

     Jiao Ling mengangguk, berjalan kembali ke kursinya, mengambil surat itu, dan menyerahkannya kepada Hang Ye, masih bergumam, "Masih ada orang yang mengirim surat hari ini ... ini sangat jarang!"

     Hang Ye mengangguk setuju.

     Jiao Ling tiba-tiba bersemangat di sampingnya, "Kakak Ye! Mungkinkah itu surat cinta yang dikirimkan oleh penggemarmu?"

     Hang Ye melirik alamat di amplop dan segera memahaminya.

     Dia memunculkan senyuman misterius, menggelengkan kepalanya pada Jiao Ling, dan berkata, "Jangan khawatir, sudah pasti tidak."

     “Hah?” Jiao Ling menatapnya dengan sikap bingung, “Kakak Ye, tahukah kau siapa yang mengirim ini?”

     Hang Ye mengangguk, "Kelas akan dimulai, kembali ke tempat dudukmu."

     Jiao Ling melirik jam, dan itu memang sudah hampir waktunya untuk kelas. Meskipun jiwa gosip terbakar, dia hanya bisa kembali ke tempat duduknya dengan marah.

     Hang Ye akhirnya membuka surat itu perlahan dan melihatnya sekilas.

     Dari ekor matanya, Yu Erlan diam-diam melihat tindakannya, tingkahnya itu benar-benar menggelitik Hang Ye.

     Jadi dia secara terbuka menyebarkan surat itu kepada Yu Erlan dan berkata, "Xiaobai, apa kau ingin membacanya?"

     Yu Erlan segera menggelengkan kepalanya tanpa menoleh, "Aku menuliskan catatan untukmu ..."

     Hang Ye meliriknya, kepala Yu Erlan fokus pada catatan namun pena ditangannya hanya tergantung di sana tanpa menulis sepatah kata pun.

     Hang Ye meringkuk bibirnya dan tersenyum. Dia perlahan-lahan melipat surat itu, dan berkata, "Ini undangan."

     Meskipun wajah Yu Erlan tidak menoleh, seluruh posturnya hanya terdiri dari dua kata: rasa ingin tahu.

     Senyum Hang Ye semakin dalam.

     Dia melanjutkan, "aku sebelumnya mensponsori seorang mahasiswa dari desa ... Sekarang dia lulus dan kembali ke kampung halamannya untuk menjadi seorang guru pedesaan. Kami telah berkomunikasi satu sama lain melalui surat sepanjang waktu. Dalam surat ini, dia mengundangku untuk berkunjung. Lingkungan desa pegunungan disana sangat indah."

     Yu Erlan menoleh, menatap Hang Ye dengan sangat serius, "Itu sangat bagus."

     Dia kemudian menunduk dan berkata dengan suara rendah, "Hang Ye, kau benar-benar melakukan banyak hal di tempat yang tidak kuketahui ..."

     Hang Ye berkedip, dan tiba-tiba berkata, "Kalau begitu ... apa kau ingin pergi denganku? Setelah ujian masuk perguruan tinggi."[]

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments