Chapter 44, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

 

    Yu Erlan terkejut, dan tanpa sadar berkata, "Ibumu ... kenapa dia ingin melihatku?"

     Hang Ye menggaruk kepalanya, matanya mengarah ke kiri dan ke kanan, seolah-olah dia sedikit malu, "Sebenarnya, tidak apa-apa, tapi nilaiku meningkat cukup jelas kali ini. Kepala sekolah secara khusus menelepon ibuku untuk memberitahunya. Ibuku merasa senang dan bertanya padaku apa yang terjadi, aku bilang karena berkat bantuan teman sekelas..."

     Yu Erlan menanggapi kata-kata Hang Ye dengan serius, masih sedikit bingung, "Tetapi sebelum ujian ini, aku tidak membantumu belajar 'kan?"

     Dia menatap Hang Ye dengan bingung, dan Hang Ye menatapnya tanpa daya.

     Kedua orang itu saling menatap selama dua atau tiga detik. Tiba-tiba Hang Ye mengulurkan tangannya dan mengacak rambut Yu Erlan, "Pokoknya, Xiaobai, jika kau punya waktu setelah pertemuan orang tua, temui saja ibuku ... jika kau tidak punya waktu, terserah kau saja!"

     Yu Erlan menunduk, merapikan rambutnya dan bergumam, "Aku luang."

     Setelah jeda, dia tidak bisa menahan diri untuk bergumam, "Bicara saja, kenapa kau selalu mengacak rambutku ..."

     Memandangi pipinya yang sedikit cemberut, Hang Ye langsung membatin: mengacak rambutmu saja itu sudah sangat terkendali, oke? Jika aku tidak tahan, aku akan mengusap daun telinga, mencubit pipimu, menyentuh ...

     *Ehem* Pikiran Hang Ye secara bertahap meluncur ke tepi ketidaksucian, yang sangat berbahaya, dan dia dengan cepat menenangkan diri.

     Dia melihat Yu Erlan duduk kembali di kursinya, tetapi ekspresi wajahnya agak terganggu, seolah-olah ada sesuatu dalam pikirannya, sedikit kesal.

     Hang Ye ingat bahwa Yu Erlan telah sering melakukan ini sejak kembali akhir pekan lalu, dan dari waktu ke waktu dia tampak sedikit linglung, seolah-olah dia terganggu oleh sesuatu.

     Hang Ye tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Xiaobai? Ada apa denganmu? Apakah ada sesuatu di rumah?"

     Yu Erlan tercengang, dia berkedip menyadari Hang Ye mengawasinya, dan berbisik, "Tidak apa-apa."

     Dia mengambil buku dalam diam dan mulai belajar.

     Hang Ye menopang kepalanya, memperhatikan tingkah Yu Erlan, masih sedikit khawatir.

     Tapi jika Yu Erlan tidak mengatakannya, Hang Ye tidak ada hak untuk bertanya lebih jauh.

     Di akhir pekan, Yu Erlan pulang kali ini dan secara khusus memberi tahu kakek tentang pertemuan orang tua.

     Kakek Yu sangat teliti, tetapi dia tampaknya sedang bingung. Dia bergumam pelan, "Xiao Erlan, kakek sangat bingung akhir-akhir ini. Kau tahu, kakek memasak makanan, dan lupa untuk memasukkan garam, tapi untungnya aku diingatkan oleh Xiao Hao ... Ujian masuk perguruan tinggi ini adalah acara besar, semua jenis pemberitahuan atau semacamnya, bagaimana jika sampai Kakek menghambatmu? Atau apa sebaiknya kakek tidak pergi?"

     Yu Erlan menggelengkan kepalanya, meraih tangannya, dan berbisik pelan, "Kakek, jangan khawatir, aku sendiri yang akan mengkhawatirkan urusanku. Ada hal lain yang harus kakek tahu, jadi kakek harus datang."

     Dia tidak langsung memberi tahu kakeknya bahwa dia akan membuat pidato sebagai perwakilan siswa berprestasi, dia ingin memberi kakek kejutan.

     Kakek Yu menatapnya dan mengangguk, ekspresi wajahnya masih agak ragu-ragu.

     Mendapat kepastian, Yu Erlan sangat menantikan kedatangan kakeknya Sabtu depan.

     Dia menyelesaikan pidatonya dan meluangkan waktu untuk berlatih berkali-kali di sudut sekolah yang sunyi.

     Nyatanya, pidato seperti itu memang lumrah bagi Yu Erlan. Namun, pidato itu difokuskan padanya.

     Kali ini berbeda. Kali ini, dia memberikan pidato atas nama kelas campuran. Di mata para guru dan siswa seantero sekolah, kelas ini selalu penuh dengan siswa malas. Selama masa sprint paling kritis di tahun ketiga SMA, ada suasana belajar yang begitu kuat, yang benar-benar membuat kagum semua orang. Perasaan ini benar-benar berbeda dari berapa kali Yu Erlan memenangkan tempat pertama.

     Dia merasakan dorongan dan kegembiraan yang kuat, dan juga ingin meneruskan semangat ini melalui pidato ini.

     Hang Ye turut menemaninya, mendengarkan apa yang Yu Erlan pikirkan di dalam hatinya.

     Akan tetapi, Hang Ye mengangkat tangannya dengan acuh tak acuh, dan berkata sambil tersenyum hippie, "Xiaobai, kau bisa membuat Hu Luohong tenanf! Jika aku yang melakukan pidato ini, dia akan langsung menenggak tiga kotak pill obat serangan jantung!"

     Yu Erlan mengerutkan kening dan berkata, "Dia selalu mengawasimu sebelumnya, jangan berprasangka buruk."

     Hang Ye mengangkat bahu, "Xiaobai, tidak semua orang di dunia ini memiliki kesempatan untuk memahamiku sepertimu."

     Yu Erlan terkejut. Dia sepertinya merasakan rasa yang tidak biasa dari kata-kata Hang Ye ini.

     Namun, sebelum dia sempat berpikir dengan hati-hati, dia teralihkan oleh pertanyaan Hang Ye, "Xiaobai, lihat soal yang ini ..."

     Pada hari Sabtu, orang tua dari semua siswa sekolah menengah atas berkumpul di ruang aula Sekolah Menengah Ketujuh Belas untuk mengadakan pertemuan berbagi situasi ujian masuk perguruan tinggi yang paling penting dengan siswa.

     Yu Erlan tiba di belakang panggung ruang aula lebih awal karena dia sedang mempersiapkan laporan. Karena tidak ada cara untuk menjemput kakeknya, dia secara khusus meminta Hang Ye untuk membantunya menjemput kakeknya.

     Hang Ye setuju. Ketika ibunya datang ke sekolah, dia harus pergi ke kantor kepala sekolah untuk mengobrol. Hang Ye kebetulan menjemput Kakek Yu ketika dia punya waktu.

     Tapi dia menunggu lama di gerbang sekolah dan tidak melihat Kakek Yu.

     Hang Ye dengan aneh mengirim pesan ke Hao Zailai, menanyakan di mana mereka berada.

     Hao Zailai membalas, [ Orang tua itu berpikir lama, dan akhirnya memutuskan untuk tidak pergi. Dia diam-diam memberi tahu ayah Yu Erlan tentang berita itu, jadi seharusnya ayahnya yang pergi hari ini. ]

     Melihat pesan itu, Hang Ye mengerutkan kening.

     Pesan ini sedikit informatif baginya.

     Hang Ye tahu bahwa Yu Erlan telah ditinggalkan oleh ibunya, namun dalam cerita Yu Erlan, dia tidak pernah menyebut ayahnya.

     Jadi siapa ayah Yu Erlan? Mengapa Kakek Yu tiba-tiba menghubungi ayahnya?  Bagaimana dengan 18 tahun terakhir?

     Juga, Xiaobai sedikit linglung dari waktu ke waktu selama periode ini, apakah itu terkait dengan ayahnya?

     Hang Ye sangat ragu, tapi tidak bisa menemukan jawabannya. Dia tidak melihat ayah Yu Erlan lagi, bahkan jika dia melihatnya di pintu, dia tidak akan mengenalinya!

     Tak berdaya, Hang Ye harus pergi ke ruang aula dulu, memikirkan apakah akan memberi tahu Yu Erlan soal ini.

     Saat dia mendekati pintu masuk ruang aula, Hang Ye tiba-tiba mendengar ibunya Zhao Sijia memanggil dari belakangnya, "Xiaoye!"

     Saat Hang Ye berbalik, dia melihat ibunya berlari ke arahnya. Hal yang aneh adalah di sampingnya berjalan bersamanya adalah seorang pria paruh baya yang asing.

     Hang Ye mengizinkan ibunya untuk memeluknya, tetapi matanya tertuju pada pria paruh baya itu. Dia merendahkan suaranya dan bertanya, "Bu, siapa yang datang bersamamu?"

     Zhao Sijia melepaskan tangannya, meraih Hang Ye dan menyeretnya ke arah pria dengan senyuman di wajahnya, "Kebetulan bertemu, ini Yu Maoxi, ayah Yu Erlan teman sekelas yang kau katakan sangat membantumu itu."

     Hang Ye tertegun.

     Dia memandang pria bernama Yu Maoxi ini dengan perhatian penuh. Dari luar, dia sopan dan ramah, seolah-olah dia sama sekali tidak terikat pada tipe pria yang meninggalkan istri dan anak-anaknya.

     Zhao Sijia masih mengobrol dengan Hang Ye tentang Yu Maoxi, "Tuan Yu adalah pengusaha terkenal! Kau tahu Grup Yu? Terkenal! Tetapi kau mungkin tidak tahu Xiaoye, sebenarnya, Tuan Yu dan ayahmu adalah rekan bisnis. Dia melakukan perjalanan khusus untuk mengunjungi kepala sekolah kali ini, dan ibu kebetulan bertemu dengannya. Kudengar dia mengatakan bahwa putranya adalah Yu Erlan, dan ibu langsung berterima kasih padanya."

     Mengikuti kata-kata Zhao Sijia, Yu Maoxi juga berkata dengan sopan, "Sebenarnya, aku juga harus berterima kasih karena Hang Ye sudah memperhatikan Erlan dengan baik disekolah."

     Hang Ye menanggapi dengan serius, dan menoleh ke Zhao Sijia, "Bu, waktunya hampir tiba, cepat masuk."

     Zhao Sijia mengangguk dengan cepat dan mengikuti putranya ke ruang aula.

     Saat ini, ruangan sudah penuh dengan orang, Hang Ye membawa mereka ke area kelas campuran, dan mengambil tempat duduk. Dia memperhatikan bahwa Yu Maoxi duduk di sudut agak jauh dari mereka, tidak berbicara dengan siapa pun.

     Rapat pun segera dimulai, setelah sambutan rutin dari kepala sekolah, direktur, dan perwakilan guru, tibalah saatnya Yu Erlan membuat pidato.

     Adapun isi pidato Yu Erlan, Hang Ye telah menemaninya berlatih dengannya berkali-kali, dan dia hampir tahu bagaimana isinya, jadi dia tidak peduli sama sekali.

     Dia berbalik dan dengan hati-hati mengamati penampilan Yu Maoxi.

     Dia memperhatikan bahwa Yu Maoxi mendengarkan dengan penuh perhatian, matanya tertuju pada Yu Erlan, dan dia tidak bergerak sedikitpun.

     Setelah berpikir sejenak, Hang Ye berbisik kepada ibunya, berjalan dengan tenang ke Yu Maoxi, dan berbisik padanya, "Apakah ada konflik yang tidak bisa disesuaikan antara kau dan Yu Erlan?"

     Yu Maoxi mendengarkan pidato itu dengan penuh perhatian, sama sekali tidak menyadari kedatangan Hang Ye, tapi terkejut dengan suaranya yang tiba-tiba dan menoleh kaget.

     Setelah beberapa lama, dia berbisik pelan, "Apakah dia memberitahumu?"

     Hang Ye berjalan ke kursi di sebelahnya dan duduk, memandang Yu Erlan di podium, dan berbisik, "Tidak. Kau benar-benar tidak memahaminya."

     Dia mengerutkan bibir dan tersenyum, dan melanjutkan, "Yu Erlan adalah tipe yang berpikiran jauh dan suka memendam perasaannya sendiri. Aku mengenalnya belum lama ini dan tidak tahu seperti apa kehidupan masa lalunya, tapi aku bisa membayangkan. Aku tahu dia pasti seorang laki-laki yang penuh pertimbangan, ketika anak-anak lain masih bermain riang, dia sudah mulai memikirkan bagaimana membagi beban hidup untuk kakeknya. Dalam lingkungan seperti itu, ia merasa kesepian, karena ia tidak memenuhi syarat untuk berinteraksi dengan orang lain dan tidak bisa menceritakan semua tekanan kepada kakeknya. Ini memungkinkan dia untuk mengembangkan karakter tertutup dan tidak ingin memberi tahu orang lain tentang perasaannya. Jadi, bagaimana mungkin dia bisa memberi tahuku jika dia memiliki konflik denganmu?"

     Yu Maoxi mendengarkan pidatonya yang panjang, dan terdiam beberapa saat, lalu berkata dengan lembut, "Kau nak ... itu juga mengerikan. Jika kau tidak terlalu memahami pikiran orang, bagaimana kau bisa memahami hal-hal yang tidak pernah dikatakan Yu Erlan?

     Hang Ye berkata dengan enteng, "Karena aku berbeda darimu. Aku menganggapnya serius, selalu memikirkannya. Saat memikirkannya, aku selalu berharap bisa melakukan sesuatu untuknya dan membuatnya lebih bahagia."

     Saat dia berkata, dia menoleh dan menatap Yu Maoxi, matanya sedikit dingin, "Kalau tidak, aku tidak akan duduk di sini dan bertanya apakah kau memiliki konflik dengan Yu Erlan. Aku dan ayahku juga memiliki konflik yang tidak dapat didamaikan, aku tahu betapa menyakitkan ini, jadi aku tidak ingin dia mengalami rasa sakit yang sama. Jika aku bisa melakukan sesuatu untuknya, dan diam-diam membantunya melepaskan ikatan ini dan bekerja sama dengan orang yang aku benci seperti kau. Aku bisa mentolerirnya."

     Ketika Yu Maoxi mendengar kata-kata itu, dia bingung, "kau pertama kali melihatku hari ini ... Dan kau sudah membenciku?"

     Hang Ye bersandar di sandaran kursi dengan malas, dan berkata dengan lembut, "Apakah ini masih perlu dikatakan? Yu Erlan membencimu, aku membencimu, tidak ada alasan."

     Yu Maoxi tertegun sejenak, dan kemudian tiba-tiba berkata, "Sepertinya kau memiliki hubungan yang sangat baik dengannya. Sangat bagus, jika tidak sikapmu tidak akan terlalu ekstrim ..."

     Hang Ye menjilat bibirnya dan tersenyum, dan berkata dengan tegas, "Jadi sekarang kau bisa memberitahuku, apa yang terjadi antara kalian?"[]

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments