46. Lebih hati-hati

 

     Shao Mingan mengikutiku kembali ke kelas, berdiri di depan pintu dan menungguku mengambil catatan, lalu kami turun bersama, dia pergi ke ruang fotokopi dan aku ke kafetaria. Orang-orang telah selesai makan dan berjalan kembali dengan berlari kecil seperti nenek tua yang hendak berteduh dari hujan.

     “Apa makanannya sudah habis?” Tanya Shao Mingan.

     Tanyakan ini padaku, apa yang bisa aku katakan, jika bukan karena dia yang ingin membuat salinan, aku tidak akan terlambat seperti ini, "mungkin masih ada sisa ..."

     Shao Mingan, "Kalau begitu, bagaimana kalau aku mentraktirmu makan lain kali? Kalau kau ada waktu luang."

     "Oh ..." Shao Mingan cukup bagus mengambil hati, tapi sayangnya aku bukan tukang makan, "Belajar sangat membuat stress, sudah seharusnya aku membantumu."

     “Tidak, tidak, tidak, aku harus mentraktirmu, libur akhir pekan nanti, aku akan membuat janji denganmu.” Shao Mingan mungkin takut aku akan menolak, dia berlari ke ruang fotokopi setelah mengambil catatanku.

      Aku menghela nafas dan berjalan ke kantin, ya, aku hampir kehabisan makanan, jadi aku hanya bisa makan seadanya dan kembali ke kelas.

     Setelah kembali, Lai Wenle bertanya secara misterius, "Tebak, siapa yang baru saja datang menemuimu?"

     Aku mengulurkan tangan ke laci bukunya untuk menemukan sesuatu, "Apa yang dia berikan hari ini? Kopi?"

     "Kalian berdua sangat masam," kurasa Lai Wenle tidak senang. Dia terutama ingin menyengat telingaku dengan kata-kata 'teman sekamar biasa', tapi aku tidak memberinya kesempatan untuk mengatakannya, "Tapi hari ini bukan kopi, kalian berdua cukup pandai bermain trik, ini yogurt."

     "..." Lagi pula, tidak cukup sarapan tadi pagi.

     "Kata Ji Lang itu untuk membantu pencernaanmu, kau makan banyak daging belakangan ini karena dia tidak memperhitungkan masalah pencernaanmu sebelumnya," tambah Lai Wenle.

     Niatku menggigit kantong yogurt terhenti, Ji Lang ... masih mengira aku sedang sembelit.

     Aku benar-benar tidak bisa melewati rintangan ini.

     Katakan saja padaku, kenapa dia mengatakan hal memalukan ini kepada Lai Wenle.

     “Kenapa, apa pencernaanmu buruk akhir-akhir ini?” Tanya Lai Wenle. Aku tidak berbicara, dan dia melanjutkan, “Apa yang aku katakan pada hari kelas pendidikan jasmani itu benar. Ji Lang adalah orang yang baik, jauh lebih baik daripada yang aku kira. Dulu aku berpikir dia tipe yang memukul orang jika tidak setuju dengannya, tapi dia memperlakukanmu seperti istri yang manja."

     "..." Tidak bisa tertawa.

     Setelah kelas usai, Ji Lang berdiri di depan pintu kelasku. Aku terkejut. Bukankah guru mereka masih di kelas?  Bagaimanapun, aku melihatnya dan keluar.

     Lai Wenle bernyanyi di belakang, "Dia hanya teman sekamarku. Teman sekamar yang mengatakan yogurt membantu pencernaan ~"

     Ck ... Ubah lirik secara acak.

     “Kenapa kau terlambat sarapan?” Dia bertanya padaku.

     “Karena telat.” Tidak perlu menceritakan semua aktivitasku tentang mengapa Shao Mingan meminjam catatanku dan akan mengundangku makan. Jing Ji sangat mudah mengambil kesimpulan. Aku takut dia akan mengatakan di postingan bahwa aku ingin membuatnya cemburu dan hal tidak masuk akal atau semacamnya.

     Dia menatapku tanpa daya, "Oke, terserah kau saja. Kau harus minum yogurt. Kurangi minum kopi dulu. Kau cukup banyak makan sarapan, kan?"

     “Ya.” Makan sepanjang hari, aku sangat takut menjadi gemuk, entah betapa orang-orang sepertiku sangat peduli dengan tubuh.

     Sebelum Ji Lang dan aku selesai berbicara, Shao Mingan datang, tersenyum manis.

     “Hao Yu, terima kasih atas catatanmu, aku telah mencetaknya. Jangan lupa janji kita makan bersama.” Dia menyerahkan catatan kepadaku dan pergi.

     Aku akan benar-benar menolaknya jika dia menetap sebentar, tapi dia tidak berhenti sedetik pun.

     Ji Lang tertegun. Setelah beberapa saat, dia bereaksi dan menarik catatan di tanganku dan membalik-balik kertas itu seperti anjing buta yang tidak bisa mengerti apa-apa, ""Apa ini?  apa?"

     Kinerja orang yang buta huruf.

     “Catatan sejarah.” Aku membacanya tadi malam. Dia agak tuli.

     Ji Lang, "Bagaimana dia tahu kau punya?"

     “Guru memberitahunya.” Shao Mingan berkata begitu.

     Ji Lang jelas tidak mempercayainya, dan menggunakan IQ-nya yang terbatas untuk membantahku, "Mengapa guru tidak memberi tahuku?"

     “Dia bilang guru hanya menyuruhnya.” Jawabku.

     Ji Lang, "Mengapa guru hanya memberitahunya?"

     "Karena guru memanggilnya secara khusus." Sial, gambaran ini persis sama seperti yang aku bayangkan. Ini adalah dialog yang terbelakang mental yang dapat berlanjut tanpa level dan nutrisi. "Jika kau mau, kau juga bisa membuat salinan. Aku tidak menjadi isinya sudah lengkap, tetapi ada poin penting."

     "Aku akan menggunakannya malam ini," Ji Lang menimbang catatan di tangannya. "Kenapa dia mengajakmu makan?"

     "Apa aku tidak bisa dapat timbal balik setelah memberinya bantuan?" Tanyaku.

     Tentu saja, aku tidak mengharapkan suguhan Shao Ming'an. Hanya menyalin catatan, itu bukan hal penting.

     Ji Lang lama berpikir, "Adakah yang ingin kau makan akhir-akhir ini? Aku akan mengajakmu makan akhir pekan nanti."

     "..." kenapa kesannya seperti overbearing president yang berusaha memenangkan hati MC sih? "Tidak ada yang ingin aku makan, aku hanya ingin belajar dengan giat."

*pengusaha high-powered yang tampan (sejenis karakter dalam genre fiksi romantis eponim yang biasanya memiliki titik lemah untuk gadis dengan status sosial yang lebih rendah)

     "Oke," Ji Lang menarik napas dalam-dalam, "kau kembali."

     Entah kenapa, kenapa dia tiba-tiba merasa dalam ... Apa yang dia pikirkan? aku tidak mengerti.

     Ketika kelas, aku menundukkan kepala dan bertanya pada Lai Wenle, "Apa kau membawa ponsel?"

     “Bukankah kau… kau baru saja bertemu dengannya, apakah lima menit bertatao muka masih tidak cukup?” Lai Wenle terkejut.

     "Pinjam sebentar."

     Dengan masih wajah bingung, Lai Wenle menyerahkan telepon dari bawah, "Jika ketahuan guru, kau harus membelikanku model terbaru keluar bulan lalu."

     "Jangan panggil guru dengan sengaja."

     Lai Wenle tertawa pelan, "Kau sangat mengenalku, apa kau tidak berencana menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?"

     "Biarkan Ji Lang meledakkan kepalamu."

     "Fucek ... Aku menendang mangkuk berisi makanan anjing!"

*Jomblo yang harus melihat keuwuan orang lain.

     “Lai Wenle, berdiri dan ucapkan paragraf terakhir.” Lao Cao pasti selalu kesal setiap kali Lai Wenle berada di kelas.

     Paragraf terakhir cloze bahasa Inggris ... Aku merasa kasihan pada Lai Wenle, aku saja tidak melafalkan paragraf terakhir ... Dia pasti lebih tidak mungkin. Dia membaca susah payah membaca 3 paragraf tadi pagi, namun akhirnya harus membaca paragraf terakhir. Makhluk yang menyedihkan.

     Pada akhirnya. Lai Wenle harus berdiri di belakang kelas. Tanpa dia, aku merasa lebih nyaman saat bermain ponsel.

     Aku memasukkan alamat web untuk mencari tahu posting Ji Lang. Benar saja, kemarin dia membuat heboh dan dibawahnya penuh dengan respon jeritan gaduh.

     Ji Lang tidak menjawab sama sekali, dan dia tiba-tiba memperbaruinya sekitar pukul satu tengah malam.

     OP [ Apakah ada orang yang belum tidur? ]

     2 [ Mengapa, ayam OP tidak bisa tidur nyenyak? 🤭 ]

     OP [ Aku hanya ingin pamer keuwuan, dia dengan nyaman tidur dipelukanku. ]

     4 [ Mamaipi, mana obat tidur? Satu malam, bolak-balik tidak bisa tidur ... Aku mau sekotak obat tidur. ]

*Menurut dialek Chongqing, itu adalah kata umpatan yang sangat sembrono dan vulgar, tetapi terkadang digunakan untuk melampiaskan saat marah atau tidak puas. 

     5 [ Bagaimana Xueba bisa membiarkanmu memeluknya? Apakah OP diam-diam mengambil kesempatan? 🤔 ]

     OP [ Aku tidak secabul itu, dia sendiri yang perlahan mendekat, dan melingkari kakinya ditubuhku. Aku sudah mengatakannya ratusan kali. Aku ini seperti bantalan es yang sangat menarik di musim panas. Aku sangat senang dan bangga karena dia sangat senang dengan itu. ]

     7 [ Tidak iri. 😞 ]

     OP [ Bagaimanapun juga aku tidak bisa tidur, aku benar-benar ingin mengirim foto. Baru saja aku berbaring di tempat tidur dan menghafal, Xueba merangkak sendiri, aku sangat bahagia rasanya terbang ke surga. ]

     9 [ Ah ah ah? Apa? ]

     10 [ Baozhao? Ahhh. ]

*Bahasa gaul internet untuk memposting foto diri secara online.

     11 [ Ah! Cakrawala mencintaiku! 🤧❤️ ]

     OP [ Jangan terlalu bersemangat, aku tidak akan menampakkan wajah, aku hanya ingin pamer keuwuan dari samping, jika tidak, Xueba akan marah. ]

     OP [ •Gambar• ]

     Itu benar-benar foto kami, mungkin itu diambil sebelum dia mematikan lampu.

     Sebagian besar adalah foto Ji Lang. Potret dari perut ke bawah. Hanya satu kaki dan tanganku yang terlihat. Kakiku bertumpu pada paha Ji Lang, dan tanganku... menyentuh roti sobeknya.

*abs 🤭

     Apa dia yang melakukannya?

     14 [ *Gosok*  ... kenapa aku mimisan?  Apakah itu aku dehidrasi? Meskipun IQ OP cacat, tubuhnya sebenarnya ... Siapa bilang Tuhan menutup pintu untukmu sambil menahan kepalamu di jendela? Ini jelas membuka Gerbang Surgawi Selatan untuk OP! 😳♥️ ]

     15 [ WTF, roti sobek OP ... mamaipi, kenapa layarnya basah? ]

     16 [ Tangan Xueba, Xueba, Xueba ... Fucek, siapa yang tidak tahan setelah melihat tangannya! Ahhhhhhhhhh! ]

     17 [ Dan juga kaki Xueba! Bagaimana OP bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya? Biarkan aku melakukannya jika kau tidak menyentuhnya! 😊 ]

     18 [ Xueba juga mengenakan celana besar yang sama dengan OP ... model pasangan. ]

     OP [ Kami bisa ketahuan, aku harap semua orang bisa menyimpan rahasia. Bagaimanapun, kami belum resmi bersama ... Aku hanya ingin memuaskan hatiku yang tidak berfungsi. ]

     20 [ Kami mengerti, kami sangat mengerti, tapi kalian tinggal bersama dan tidur di ranjang yang sama, mengapa OP masih belum bisa bersama dengan Xueba? ]

     21 [ Pertanyaan yang sama. ]

     OP [ Dia tidak memiliki rasa aman. ]

     Aku, "……"

     OP [ Aku rasa dia tidak menyukai tempat ini. Mungkin tempat kami terlalu kecil. Dia suka berpura-pura menyembunyikan ide sebenarnya. Aku tidak ingin membebaninya. Tidak apa-apa sekarang. Aku bisa memperlakukannya dengan baik terlepas dari hubungan. Dia belajar dengan sangat baik, dia tidak bisa menunda hanya diriku. Masih ada peluang di masa depan. ]

     24 [ OP ... Setiap kali gaya tulisanm7 berubah tiba-tiba, aku lengah. ]

     25 [ Aku sangat berharap Xueba dapat memahami niat baik OP ... Tapi, apa kau benar-benar mengatakan yang sebenarnya? atau hanya pikiranmu. ]

     26 [ Kakak komen 25, jangan katakan itu, aku penggemar roti sobeknya. ]

     OP [ Kalian tidak mengerti, Xueba adalah orang yang sangat sensitif, dan dia lebih peduli dari yang kalian pikirkan. Jika tidak, mengapa dia menyukaiku dan tidak mengaku? Dia terlalu mempertimbangkan. Dia berbeda dariku. Aku bisa mengatur diri sendiri. Dia sangat mudah jatuh ke dalam dunia emosionalnya sendiri. Meskipun orang pintar, mereka sering kali tidak seperti yang terlihat ... ]

     28 [ Mungkin dia sama sekali tidak menyukaimu, jadi kau harus bertanya. ]

     OP [ Teman sekelas sampahku bicara buruk buruk tentang Xueba, dan dipukuli dengan keras, kalian pikir dia benar-benar tidak peduli ah. ]

     "..." Apa yang harus dilakukan, bagaimana Ji Lang bisa mengenalku begitu banyak ...

     Orang sepertinya.

     Sial, berapa banyak kepribadian yang perlu dia selaraskan, sarafnya setebal tiang telepon ... kenapa tiba-tiba itu menjadi peka ...

     30 [ Bagaimana ini, bisakah OP  memperbarui postingan ini selamanya? Aku ingin tahu kabar hubungan kalian. Aku tidak bermaksud lain, aku hanya merasa ... tidak peduli seberapa pahitnya ini, tetapi melihat orang yang aku dukung dapat menjalaninya dengan sangat baik dan bahagia, itu juga semacam dukungan untuk hidup. ]

     31 [ Komen di atas, sebenarnya, untuk memahami hati orang seperti Xueba, harus serius, sehingga OP menjaga hubungan yang berhati-hati dan aman. Takutnya jika rusak, tidak bisa diperbaiki. ]

     32 [ Tiba-tiba sup ayam, tiba-tiba mendalam, tiba-tiba ... aku tidak bisa beradaptasi, apakah ini masih di postingan OP yang konyol tapi lucu itu? 😟 ]

*cerita motivasi yang menyenangkan. Dalam percakapan, jika mereka bilang sup ayam, itu sebenarnya menganggap remeh motivasi itu karena dianggap tidak mempengaruhi hidup orang.

     33 [ Ya, gara tulisannya telah berubah lagi, tidak ada yang perlu dikatakan, aku berharap OP mendapatkan Tahun Ayam yang baik. ]

     OP [ Oke, aku di sini hanya untuk pamer keuwuan. Kenapa kalian semua emosional? Aku diam-diam ingin mengatakan bahwa aku baru saja menciumnya. ]

     Komen balas heboh lagi.

     Dia melakukannya dengan sengaja.

     Beberapa orang memarahi Ji Lang sebagai orang cabul, yang lain mengatakan bahwa dia melakukan pekerjaan dengan baik, dan beberapa orang menyarankan dia untuk pergi tidur lebih awal, jika tidak, dia tidak dapat menahan sup ayam yang dia berikan kepada semua orang sebelumnya dan menumpahkan ...

     Tapi dimana dia menciumku?

     Aku menyentuh wajahku, tidak memerah.

     “Hao Yu.” Lao Cao memanggilku tiba-tiba.

     Ketika aku berdiri, aku menyelipkan ponsel ke dalam rak buku dan melihat sekeliling. Lima atau enam orang sudah berdiri, tidak satupun yang bisa membaca paragraf terakhir.

     Aku tenggelam dalam pos dan tidak mendengar apa-apa.

     “Kau datang untuk melafalkan paragraf terakhir,” kata Lao Cao.

    Orang ini benar-benar tidak bisa dijelaskan, dan untuk mengetes, butuh hampir setengah kelas.

     Aku menundukkan kepalaku dan melirik paragraf terakhir. Aku tidak bisa menahannya. Aku bukan jenius. Aku melihat terjemahan kasarnya. Setelah menghafal kalimat pertama, aku mulai mengarang sisanya. Ketika aku tidak bisa mengatasinya, aku diam.

     "..." Lao Cao menatapku, wajahnya menjadi gelap, "Bagaimana menurutmu? Bahasa Inggris tidak penting, bukan? Apa yang sibuk kau pelajari? Selama ujian masuk perguruan tinggi, mata pelajaran lain mendapat nilai penuh, dan tes bahasa Inggris hanya 50 poin. Apakah kau puas? Bisakah kau mendapat nilai penuh di mata pelajaran lain?!"

     Lao Cao melemparkan kertas itu ke atas meja dengan keras, dan bisa dilihat bahwa dia sangat marah.

     Aku menyelipkan ponsel lagi dengan tenang dan menutupinya dengan kertas.

     Kualitas psikologisku sangat bagus.

     Lao Cao memanggilku terakhir, orang berotak pasti melafalkan dalam diam, banyak yang berdiri di depan, jika aku tidak membaca postingan, aku pasti akan melafalkannya.

     Apa yang tidak dia pikirkan ... Aku bahkan tidak memperhatikan.

     Pada akhirnya, semua orang yang tidak menghafal paragraf terakhir keluar dan berdiri.

     Semua orang berdiri berbaris di koridor. kami tidak diizinkan kembali sampai kelas selesai, dan harus menunggu Lao Cao menyelesaikan kelas dan pergi ke kantor untuk menerima pendidikan dan kemudian menyalin cloze tersebut beberapa kali.

     Lai Wenle sengaja berdiri di sampingku, "Hao Yu, serius, kau bahkan tidak menghafal ini?"

     "..." Kuda itu masih bisa tersandung.

*metafora bagi seseorang untuk melakukan kesalahan saat menangani masalah tertentu.

     Lai Wenle berkata lagi, "Jangan biarkan Ji Lang menghambat sekolahmu."

     "Tidak," kataku.

     Beberapa dari kami berdiri di koridor dengan santai tanpa mengingat, segera mengobrol, dan Lao Cao tengah keluar untuk memarahi kami sekali lagi.

     Setelah itu, Lao Cao mengakhiri kelas, dan kami masih harus terus berdiri.

     Akhirnya, di koridor, kami menjadi jenis orang yang dipenggal kepalanya di pasar sayur pada zaman dahulu. Teman sekelas lainnya yang keluar ke toilet setelah kelas selesai untuk mengambil air, menatap kami.

     Lalu aku melihat Ji Lang berjalan keluar dari kerumunan, dan dia terkejut, "Kenapa kau berdiri di luar?"

     “Bermain dengan ponsel di kelas, tidak menghafal teksnya.” Lai Wenle bergegas menjawab.[]


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments