/4/ Dormitory H [END]

 

“Sayang.” Chen Shu terengah-engah dan terus menggesek pantat Lu Yan dengan tubuh bagian bawahnya, “Kau menyembur.”
 
Telinga Lu Yan berwarna merah, dilapisi saliva Chen Shu, yang terlihat sangat menggoda. Mendengar dipanggil sayang, kakinya melembut.

Chenshu tidak lagi membully-nya, dia memeluk Lu Yan, satu tangannya menjepit seprai bantal ke celah pintu, dan mengunci pintu.
 
"Apa yang kau takutkan? Aku telah melihat. Tidak ada seorang pun diluar asrama. Kalau tidak, bagaimana suamimu berani mengganggumu seperti ini?" Dia mencium pipi Lu Yan, tanpa ciuman erotis, hanya dengan kelembutan dan kasih sayang.
 
Untungnya, dia masih sadar diri kalau membully Lu Yan.
 
Lu Yan baru saja menyembur, dan dia tidak punya energi untuk peduli dengan Chen Shu. Kelelahan yang tiba-tiba ini membuatnya berharap segera bergulung ke dalam selimut sekarang dan tidur pulas. Tetapi dia tahu di dalam hatinya bahwa Chen Shu tidak akan membuatnya melewatkan ini dengan mudah.

“Aku akan membantumu,” kata Lu Yan sambil mengulurkan tangannya ke bagian bawah Chen Shu.
 
Hujan sudah berhenti. Cahaya bulan menerpa ruangan yang redup, dan suasana yang remang dan ambigu serta udara dingin membuat kedua orang itu tampak begitu bergairah.

Bagian bawah Chen Shu sudah tegak kaku, dan ujungnya terus menerus mengeluarkan cairan bening. Lu Yan memegang anu Chen Shu di tangannya, dan suhu panas membuatnya merah jambu.
 
Dia tidak bisa menggerakkan tangannya, ada sedikit keringat di tangannya, tapi dia merasa agak canggung untuk naik-turun. Cairan di bagian atas anu Chen Shu perlahan mengalir ke bawah, bertindak sebagai efek pelumas, dan tangan Lu Yan yang memainkannya secara bertahap menjadi lebih fleksibel.
 
"Sayang, kau luar biasa.” Chen Shu menundukkan kepalanya dan meletakkan dahinya di dahi Lu Yan, dan menutup matanya untuk menikmati “pelayanan” Lu Yan.
 
Ini tidak cukup.
 
Tangan hangat Chen Shu meluncur ke pinggang Lu Yan. Kali ini dia tidak lagi puas hanya dengan membelai celana dalam Lu Yan, dia kini memasukkan tangannya ke dalam celana dalam, dan melepas piyama Lu Yan dengan pergelangan tangannya, memperlihatkan setengah dari pantat lembut putih Lu Yan.
 
"Jangan ..." Lu Yan ingin mengatakan jangan panggil dia sayang lagi, begitu dia memanggilnya seperti itu, dia merasa seluruh tubuhnya menjadi sangat panas.  Tapi ketika kata-kata itu sampai ke bibirnya, dia enggan mengatakannya lagi.
 
Chen Shu mengira Lu Yan tidak ingin dia melepas celananya, dia meremas pantat Lu Yan dengan lembut, dan berbisik di telinganya, "Aku menginginkanmu, sayang."
 
Pergerakan tangan Lu Yan seketika melambat, Chen Shu yang sedang meremas pantatnya, membuat tubuh bagian bawahnya samar-samar tegak lagi.

Sangat cabul. Mata Lu Yan menjadi berkabut, jari telunjuknya dengan lembut mengusap bagian atas anu Chen Shu, lendirnya menempel di jari-jarinya, dia membuka mulutnya dan memasukkan jari ke dalam mulut.
 
Chen Shu yang melihat Lu Yan memasukkan jarinya ke dalam mulut dan menjilatnya, seketika menjadi gila. Dia mendorong Lu Yan ke tempat tidur, melepas piyama Lu Yan secepat mungkin, dan menggesek organ seks kerasnya yang akan meledak di perut Lu Yan yang rata dan bersih.
 
Tempat tidur di asrama selalu dikenal tidak kokoh dan tidak dapat diandalkan. Dua pria remaja yang berbaring di atasnya sangat tercekik, dan mereka harus melakukan "olahraga".  Tempat tidur membuat suara "berderit" kewalahan. Lu Yan sangat kesal dengan suara itu, dia mengangkat tangannya untuk memeluk leher Chen Shu, dan membuka mulutnya untuk menghentikannya.
 
Perut Lu Yan digesek oleh organ seksual Chen Shu dengan cairan bening, cairan itu menempel di tubuh Lu Yan dengan kental, dan angin kecil yang ditiup oleh gerakan kecil membuatnya merasa gatal.
 
"Tidak ... jangan ditempat tidur."
 
Chen Shu benar-benar tidak tahan lagi, menggesek ke perut bagian bawah Lu Yan, sambil menggunakan tangannya dengam gerakkan cepat dan menyembur. Cairan lengket itu mengenai dada dan wajah Lu Yan, membuat tampilan erotis.
 
Chen Shu kembali menindih Lu Yan, dan tempat tidur membuat suara "berderak" lagi.
 
Lu Yan tidak bisa menggunakan kekuatan sama sekali, jadi dia menyerah setelah beberapa dorongan.
 
“Cukup.” Dia merasa lengket, yang sangat tidak nyaman, dan ingin membereskan kekacauan ini.
 
Chen Shu menggerakkan kepalanya dan menggigit bahu Lu Yan. Dia melihat air mani sendiri tertinggal di wajah Lu Yan, dan tubuh bagian bawahnya secara bertahap mengeras lagi.
 
Lu Yan merasakan sesuatu berangsur-angsur bangkit kembali dan menyentuh perutnya. Dia menatap Chen Shu dengan tidak percaya, berpikir bahwa dia akan dihancurkan jika Chen Shu melanjutkan seperti ini.
 
“Sayang, kau tidak mau ditempat tidur?” Chen Shu berdiri, dada dan otot perutnya bergelombang karena nafas yang berat.
 
"Suaranya..." terlalu berisik. Lu Yan berhenti bicara, dia ingat bahwa ini bukan waktunya untuk mengatakan ini.
 
Meskipun dia juga setengah keras, fisiknya terlalu buruk untuk menahan stamina Chen Shu. Dia ingin mengatakan tidak, tetapi dia tidak tahan menghadapi mata hitam pekat lelaki itu.
 
Tentu saja dia tahu betapa Chen Shu suka berhubungan seks dengannya, dan dia juga suka perasaan berhubungan seks dengan Chen Shu.

Mulutnya yang sedikit terbuka menutup lagi, tampangnya yang tak berdaya agak cemberut.
 
Chen Shu turun dari tempat tidur, lantainya bersih dan dia bisa berjalan di atasnya dengan kaki telanjang, tetapi dia tetap membiarkan Lu Yan mengenakan sandal untuk menghindari masuk angin.
 
Dia mengeluarkan pelumas dari saku jaketnya dan meremas pelumas di tangannya di bawah tatapan tak percaya Lu Yan. Cairan transparan menyebar dan menetes ke lantai.
 
Ada pelumas di saku jaketnya, dan sepertinya Chen Shu tidak ingin melepasnya.
 
Chen Shu menepuk pantat Lu Yan dan mengisyaratkan dia untuk memegang tangga yang digunakan untuk memanjat di tengah ranjang. Tentu saja Lu Yan tahu apa yang harus dia lakukan setelah mengambil kendali, tapi kemerahan di belakang telinga dan lehernya masih tak terkendali.
 
Dia memegang tangga dan mengangkat pinggulnya sehingga bunga krisannya bisa dilumasi. Cairan pelumas menyusup ke dalam tubuh dengan suhu terbakar dari jari-jari Chen Shu, Lu Yan mendorong pantatnya lebih tinggi dan membungkuk menjadi busur yang menggoda.

Jari-jari Chen Shu terus keluar masuk ke lubang Lu Yan, dan kata-kata vulgar di mulutnya tidak berhenti.
 
"Ini sangat basah, sayang, kau menjepitku erat di dalam."
 
Lu Yan menunduk dan tidak bisa menurunkan lengannya, berpegangan pada tangga tempat tidur dengan lemah. Chen Shu menambah jari lain, mengocok lagi. Begitu cairan pelumas itu dimainkan, Lu Yan bisa merasakan pantatnya sudah basah, suara becek terdengar ditelinganya.
 
Chen Shu pikir stretching susah cukup, tetapi gerakan tangannya masih tidak berhenti, dan dia bahkan menembus ke bagian Lu Yan yang lebih dalam. Dia perlahan mendekati Lu Yan dan menusuk alat kelaminnya ke pantat Lu Yan. Suara daging bertabrakan satu sama lain dan suara air bercampur, seluruh tubuh Lu Yan hampir roboh.

Setelah beronde-ronde.

Chen Shu dengan lembut mengusap pipi Lu Yan, dan berbisik, "Tidurlah, suami akan membersihkanmu, dan tidak membangunkanmu, oke?"

Lu Yan sangat lelah, dia mengangguk secara naluriah dan tertidur.

•••

"Ehm, aku perhatikan kau sering melihatku ketika kelas..."

"WTF! Apa kau sudah kehilangan akal?"

"Masih menghindar? Aku tidak kehilangan akal, kau bicara omong kosong!"

"Itu, mari kita coba bersama-sama. Aku ... Aku menyukaimu.……"

"Aku baru saja akan menembakmu, kau mau kan jadi pacarku? Bagaimana, oke?"

"...Oke!"[]


Raw sampai chapter 5 isinya ✨spicy✨ level 20 🤭, Choco tidak lanjut ya•


•END•


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments