Chapter 39, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

 

    Mata Hang Ye membelalak, dia merendahkan suaranya, "apa yang kau lakukan! Setelah ujian bulanan ini, kau harus menunggu lebih dari sebulan untuk mengikuti ujian selanjutnya! Dan karena itu kau masih harus berada di kelas kami. Kau tahu kan apa artinya ini!"

     "Hang Ye, kau terdengar seperti seorang guru."

     Dia mengangkat tangannya dan menepuk bahu Hang Ye, "Kau adalah kakak Ye, raja iblis legendaris, imejmu jangan runtuh."

     Hang Ye, "..."

     Dia mengangkat tangannya dan mengusap kepala Yu Erlan, mengacak-acak rambutnya.

     Yu Erlan membiarkannya, dan ketika Hang Ye berhenti, dia merapikan rambutnya, lalu berkata, "Hang Ye, aku tahu situasinya. Aku tahu apa yang aku lakukan."

     Suaranya dalam, "aku tahu aku mengalami mimpi gila. Setiap langkah yang aku ambil adalah menakutkan, tetapi perasaan ini membuatku gemetar baik secara fisik maupun mental. Aku menikmati getaran ini. Hang Ye, aku selama ini terlalu hidup sesuai aturan. Setelah usia 18 tahun, aku ingin sekali-kali diluar jalur, entah akan hancur, atau aku akan pergi ke dunia lain yang tidak pernah aku bayangkan dan tidak punya kesempatan untuk menikmatinya."

     Yu Erlan dengan lekat-lekat menatap matanya, "Aku ingin mencoba, Hang Ye."

     Hang Ye balas menatapnya.

     Rambut Yu Erlan begitu lembut, dan rasanya seperti hewan yang berperilaku baik dan jinak. Hang Ye selalu terobsesi untuk mengusap rambutnya. Tapi dia baru memperhatikan hari bahwa ada helaian rambutnya yang tidak teratur pelipisnya, sangat tidak cocok dengan rambutnya yang selalu halus.

     Hang Ye tidak bisa menahan diri untuk mengangkat tangannya, dan merapikan rambut Yu Erlan dengan jari-jarinya.

     Yu Erlan menoleh kaget, membuat pipinya menempel di punggung tangan Hang Ye.

     Jadi Hang Ye merasakan suhu hangat di pipi Yu Erlan, seakan darah yang mengalir, tembus menghangatkan hatinya.

     Sudut bibir Hang Ye terangkat. Dia mengangkat tangannya dan kembali mengacak rambut Yu Erlan. Melihat rambutnya sudah kembali teratur, suasana hati Hang Ye sangat baik, "Ya, kau benar! Kau luar biasa."

     Yu Erlan mengerutkan kening dan memprotes dengan serius, "Hang Ye, bicara saja, bisakah kau berhenti mengusak rambutku? Aku bukan Hang Xiaohei dan Yu Xiaoju ..."

     Dia mengangkat tangannya dan meluruskan rambutnya dengan serius. Hang Ye menikmati pemanadangan ini, tetapi dia tetap memprotes, "Xiaobai, bagaimana kau bisa mengambil tempat ke-34? Bisakah kau mengontrolnya?"

     "Aku bertanya kepada guru tentang nilai peringkat 30 besar dalam ujian kota terpadu semester lalu. Meski akan ada penyimpangan dalam kinerja pribadi, nilai peringkat semacam ini seringkali hanya terkait dengan kesulitan soal ujian. Jadi berdasarkan kesulitan ujian terakhir, saya mengukur tingkat umum, dan kali ini aku secara sadar mengontrol skor ..." Jelas Yu Erlan sambil berjalan ke ruang kelas.

     Hang Ye mengikutinya dan mendengarkan, dan tidak bisa tidak heran, "Dunia xueba terlalu berkelas juga ya? Mengikuti ujian seperti mengintimidasi orang? Kai bisa memutuskan berapa banyak poin yang ingin kau ambil?"

     Yu Erlan berdehem, dan mengerutkan kening, "Sebenarnya, aku masih sedikit meleset ... Awalnya aku perkirakan 31, tapi aku tidak menyangka akan turun menjadi 34 ... Selama periode waktu ini, aku benar-benar tertinggal, aku harus belajar lebih keras..."

     “Belajar lebih keras!” Hang Ye merangkul bahunya, berkata dengan sungguh-sungguh.

     Yu Erlan menoleh menatap Hang Ye.  Hasil ujian bulanan Hang Ye berada di peringkat menengah ke bawah, tapi tidak terlalu buruk. Yu Erlan belum melihat kertas ujian Hang Ye, dan tidak tahu di mana jawaban yang salah. Tapi dia tahu bahwa pencapaian Hang Ye ini bisa sangat meningkat dalam jangka pendek.

     Dia ingin membujuk Hang Ye untuk agar tidak benar-benar menyerah hanya karena dia marah kepada ayahnya. Tetapi Yu Erlan merasa bahwa dia tidak memenuhi syarat untuk mengatakan ini.

     Mereka baru saja kembali ke kelas.  Setelah hasil tes bulanan, orang-orang di kelas lain baik berseri-seri atau mendesah pada skor, atau berkumpul untuk mendiskusikan pertanyaan yang salah.  Namun di kelas campuran, yang ada ada hanya bermain game, membaca novel, atau jelajah sosmed.

     Bel kelas berbunyi, Fang Xiaomeng masuk ke kelas, menyaksikan situasi ini, dan menghela nafas. Dia tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap Yu Erlan yang duduk di sudut.

     Apa yang dipikirkan siswa baik ini? Fang Xiaomeng benar-benar tidak mengerti.

     Dia berkata dengan lesu, "Keluarkan kertas ujian, mari kita perbaiki jawaban yang salah ..."

     Para siswa di kelas itu masih mengerjakan kesibukan sendiri sendiri, berisik, seolah tidak mendengar bel kelas sudah berbunyi.

     Fang Xiaomeng tidak menganggapnya serius, dia sudah terbiasa.

     Dia hendak membuka pertanyaan pertama untuk dibahas. Tiba-tiba, suara malas terdengar tidak terlalu kecil, "Kelas sudah dimulai, diamlah! Kalian tidak ingin mendengarkan, tapi aku ingin mendengarkan!"

     Ini Hang Ye.

     Fang Xiaomeng menatap kosong pada pria yang duduk di sana dengan malas menopang kepalanya.

     Ini ... ini, ini? Mengapa pria ini tiba-tiba bertukar karakter?

     Kata-kata Hang Ye seperti mantra bisu di kelas. Para siswa yang berteriak-teriak dan tertawa bertukar pandang satu per satu, mereka bingung tapi pengecut, dan segera terdiam.

     Hang Ye juga tidak peduli.

     Sambil memegang kertasnya sendiri, mengubas sebentar dan bertanya pada Fang Xiaomeng, "Guru, pertanyaan ketiga, mengapa jawabannya bukan B?"

     Fang Xiaomeng tertegun selama tiga detik. Dia bereaksi dan dengan cepat mulai menjelaskan, tetapi dia tidak tahu harus berkata apa, dan agak gugup, "Per-pertanyaan ketiga ... pertanyaan ketig... Maksudnya seperti ini…… "

     Di belakang kelas, Yu Erlan membidik Hang Ye dari ekor mata. Dia melihat Hang Ye mencatat dengan sangat serius, tidak berpura-pura.

     Hang Ye mengamati kelas dengan tenang, mendengarkan dan benar-benar menanyakan pertanyaan yang salah selama kelas, dan dengan hati-hati menulis catatan di atas kertas.

     Setelah kelas, Jiao Ling dan Gong Hao segera berlari dari ujung yang lain.  Sebelum Jiao Ling tiba di Hang Ye, dia berteriak, "Kakak Ye! Apa yang terjadi padamu hari ini? Mengapa kau tiba-tiba suka belajar!"

     Hang Ye memindai catatan di kertasnya sendiri tanpa melihatnya. Dia berkata, "Nilaiku buruk, dan akan ada ujian masuk perguruan tinggi dalam beberapa hari. Kenapa aku tidak belajar? Hei, Xiaobai, baca Bab C, pertanyaan 4, aku masih tidak mengerti ... kalimat panjang dan sulit Fang Xiaomeng sama sekali tidak jelas! Bisakah kau memberi tahuku?"

     Yu Erlan mengambil kertasnya, "Untuk membaca kalimat panjang yang sulit, pertama-tama kau harus menilai struktur gramatikal ..."

     Jiao Ling, yang diabaikan di samping, tercengang.

     Dia membuka mulutnya sedikit, melihat pemandangan di depannya, dan terpana selama tiga detik. Kemudian dia menoleh, berkedip-kedip pada Gong Hao dengan bodoh, dan berkata, "Gong Hao, apakah aku tidak bangun hari ini? Atau apakah ujian ini mengaktifkan beberapa saklar dari kakak Ye?"

     Gong Hao menggelengkan kepalanya dan tidak berkata apa-apa.

     Matanya tertuju pada Yu Erlan.

     Yu Erlan tidak masuk kelas atas. Berita itu mengejutkan Gong Hao.

     Dan perubahan mendadak Hang Ye membuat dugaan Gong Hao di dalam hatinya didukung oleh bukti yang kuat.

     Dia menimbulkan senyuman, mengangkat tangannya untuk menarik kepala Jiao Ling, dan berkata, "Bukankah belajar sudah menjadi tugas murid? Kakak laki-laki sudah terbangun, bagaimana lagi menurutmu? Ayo pergi, kelas bahasa Mandarin berikutnya harus menghafal!"

     Jiao Ling dan Gong Hao berisik sambil berjalan pergi. Yu Erlan baru saja selesai menerangkan kalimat panjang dan sulit untuk Hang Ye. Dia mengangkat kepalanya dan melirik kedua orang itu, dan kemudian matanya jatuh pada Hang Ye yang tengah fokus.

     Kemudian dia berbisik, "Hang Ye, apa kau benar-benar ingin mulai belajar?"

     “Sungguh.” Hang Ye berkata terus terang, “Xiaobai, aku telah duduk di sekolah menengah selama enam tahun, yang merupakan lelucon di mata banyak orang. Faktanya, ayahku tidak ingin aku pergi ke sekolah menengah terlalu lama. Aku pulang untuk kedua kalinya. Pada saat itu, dia ingin mengirimku ke luar negeri sebagai mahasiswa asing. Aku tidak ingin pergi. Pada saat itu, aku hanya berpikir untuk melawan ayahku. Aku pergi ke sekolah dan mengulang lagi, karena hal itu membuat ayahku malu. Lagipula aku tidak belajar, jadi sekolah dimanapun sama saja."

     Yu Erlan mengerutkan bibirnya. Tentu saja dia bisa memahami pikiran Hang Ye, itulah sebabnya dia, sebagai murid yang baik, tidak pernah membujuk Hang Ye untuk belajar.

     Setiap orang berbeda. Yu Erlan tidak berpikir bahwa dia memiliki pendirian untuk memaksakan idenya sendiri pada Hang Ye.

     Dia mendengarkan Hang Ye terus berkata, "Jadi Xiaobai, kau juga mengerti bahwa aku tidak belajar karena aku menyerah, tetapi karena aku berjuang melawan ayahku. Tetapi pada kenyataannya, aku tidak membenci belajar sama sekali. Setidaknya aku juga pernah menjadi murid baik, ya kan?"

     Dia berkata kepada Yu Erlan dan mengangkat alisnya sambil tersenyum, sangat bangga karena ada cahaya yang berkedip di matanya.

     Yu Erlan tidak bisa menahan senyum.  Senyum Hang Ye seperti ini, sangat menular.

     Hang Ye melihat senyumannya, tetapi suaranya tiba-tiba tenggelam, seolah-olah tertekan, "Aku menyia-nyiakan begitu banyak tugas sekolah karena ayahku, dan kemudian ... aku bertemu denganmu. Aku melihatmu bekerja keras untuk kakekmu yang berjuang membiayaimu, tiba-tiba aku merasa bahwa aku terlalu naif. Jadi kali ini, aku juga ingin mencoba dan melihat seberapa jauh aku darimu. Aku terlalu malas untuk melawan ayahku lagi dan ingin belajar dengan giat untuk mencoba mengejarmu! Membuang waktu selama enam tahun terakhir, setidaknya aku harus memberi kejelasan pada diriku sendiri."

     Hang Ye berkata, tiba-tiba menoleh, dan tersenyum dengan santai, "Hei, Xiaobai, Bagaimana menurutmu? Apa aku telah menjadi diri yang lebih baik karenamu?"

     Yu Erlan langsung terkejut. Sebelum dia bisa berbicara, mawar merah yang mencurigakan perlahan muncul di pipinya.

     Hang Ye juga tertegun sejenak, lalu terkekeh dan menutup topik sambil tertawa, "itu, Xiao Bai, aku akan melakukan siaran langsung malam ini. Aku harus bicara hari ini, jadi aku ijin padamu terlebih dahulu."

     Yu Erlan menunduk dan memberikan "um" lembut.

     Dia sedikit bengong, masih memikirkan kata-kata Hang Ye.

     Dia tidak berpikir untuk mengubah paksa Hang Ye di masa lalu, tapi Hang Ye berubah karena dia.

     Ini memberi Yu Erlan kegembiraan yang tak terlukiskan yang juga meresap ke dalam hatinya.

     Setelah perubahan Hang Ye mengejutkan para siswa di kelas campuran, itu segera mengejutkan semua guru. Di ruang kelas, di kantor, bisikan yang terkait dengan Hang Ye tidak ada habisnya.

     Hang Ye masih sangat cuek dengan segalanya. Dia siap mengejutkan lebih banyak orang.

     Sepulang sekolah, dia dan Yu Erlan kembali ke asrama bersama. Mengetahui bahwa Hang Ye akan menyiarkan siaran langsung, Yu Erlan berinisiatif mengambil headset dan bersiap untuk memakainya.

     Namun, dia secara tidak sengaja menoleh dan melirik persiapan Hang Ye, dan melihat bahwa dia telah memasang kamera dan mengarahkannya ke meja, dan yang ada di meja adalah pekerjaan rumah hari ini.[]


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments