14. Jika aku seorang perempuan, aku juga akan menyukai Chen Chen

Cheng Qi bangun dari tempat tidur karena dorongan hati, tetapi tidak memikirkan tindak selanjutnya.

Jadi dia dan Lu Xuzhi saling memandang dengan canggung dalam kegelapan, dan tidak ada yang bergerak. Mereka tidak berbicara, hanya suara dengungan kipas angin di atas kepala.

Cheng Qi menatapnya, tiba-tiba tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, jadi hanya terus menatapnya.

“Apa kau tidak ingin memukulku untuk meredakan amarahmu?” Lu Xuzhi tersenyum diam-diam.

“Siapa yang mau memukulmu.” Cheng Qi mendelik padanya, turun dari tempat tidur dan lari ke toilet di luar. Pintu membuka celah kecil untuk satu orang, dan sedikit cahaya masuk, dan dalam sekejap pintu tertutup, ruangan itu kembali gelap.

•••


Pelatihan militer setengah bulan segera berakhir. Chen Shaoyi mencoba melarikan diri dari pelatihan militer. Untuk pertama kalinya, dia berhasil berpura-pura sakit dan berbaring di tempat tidur selama beberapa hari. Keesokan harinya, dia ditarik ditelinga oleh instruktur yang tenang dan bijaksana ke tempat latihan.

Karena hal ini, dia harus menulis review tiga ribu kata di tengah malam. Tidak boleh browsing di Baidu. Jika ketahuan copaste, harus menulis ulang 10.000 kata, sehingga nona Cherry yang malang mengantuk dan menangis. Dapat dikatakan sangat menyedihkan.

Belum lagi, keesokan harinya, dia harus bangun pagi-pagi dan jogging dalam postur militer. Dia menguap sambil membawa spanduk akademi. Instruktur Meng mengkritiknya karena tidak tegak.

Tidak bahagia dan menyedihkan.

Setelah setengah pagi berlatih, Chen Shaoyi tidak punya tempat untuk menempel, jadi dia bersandar di pohon dan tertidur, kepalanya sedikit demi sedikit seperti ayam mematuk nasi.

Seseorang datang dan mengulurkan tangan untuk membantu kepalanya, "Hei, apa kau sangat mengantuk?"

Chen Shaoyi dengan enggan mengangkat kelopak matanya dan melirik singkat seorang gadis didepannya , tetapi dia terlalu malas untuk memperhatikannya, jadi dia mengubah bibirnya dan terus tidur.

“Hei, orang ini.” Gadis itu tertawa dan menyerahkan sebotol semprotan. “Bukankah kau terkena sengatan panas kemarin lusa? Aku membeli beberapa botol semprotan pencegah serangan panas ketika aku pergi ke rumah sakit sekolah kemarin. Mudah digunakan. Aku memberimu sebotol."

"... oh." Chen Shaoyi membuka matanya, meskipun dia tidak mengerti mengapa gadis yang mengekspresikan kesan baik pada Hua Yu ini tiba-tiba memperlakukannya dengan sangat baik.

Dia berbisik, "Aku baik-baik saja, aku sedang berakting."

Gadis itu memiringkan kepalanya dan tersenyum. "Tidak apa-apa, ambil saja, untuk berjaga-jaga."

Chen Shaoyi melirik semprotan itu dan kemudian ke wajah gadis itu yang tersenyum. Dia lebih yakin bahwa ini adalah 'makan siang gratis' yang legendaris. Ingin menjalin hubungan yang baik dengannya dan lalu kemudian dekat dengan Hua Hua? Tidak mungkin!

Dia ingin gadis itu segera pergi, dan langsung menolak, "Aku tidak terlalu suka baunya."

Ekspresi gadis itu masih tidak berubah, dia menarik tangannya kembali tanpa rasa malu sama sekali, dan beralih duduk di sebelahnya.

Chen Shaoyi, "……"

Hua Hua tolong!

“Apakah kau masih ingat namaku?” Gadis itu berkata, “Namaku Wu Yufei, dan aku memiliki nama yang sama dengan penyanyi wanita Hong Kong itu. Apa kau mendengar lagu-lagunya?”

“... Tidak.” Chen Shaoyi tidak mengerti mengapa gadis itu mengobrol dengannya. Dia tidak bisa terus berbicara dengannya, jadi dia menyempitkan mulutnya dan berkata, “Aku benar-benar mengantuk, bicara lain kali saja, oke?"

Wu Yufei tampaknya sangat menyukai caranya berbicara, dan mau tidak mau mempelajari nada suaranya dan berkata, "Oke, kalau begitu aku tidak akan mengganggumu~"

Chen Shaoyi, "……"

•••


Hua Yu duduk dengan Cheng Qi dengan punggung menghadap matahari, menyesap air, dan tiba-tiba mengerti mengapa Chen Shaoyi berpura-pura sakit.

"Mengapa matahari semakin panas dan semakin panas? Bukankah ini akhir bulan?"

Cheng Qi memegangi kepalanya dan melihat ke belakang, lalu berbalik dan berkata, "Bersabarlah, tinggal dua tiga hari lagi."

“Sudah hampir setengah bulan untuk melakukan ini, ini benar-benar membosankan.” Hua Yu merindukan Chen Shaoyi sekarang, jika pria itu ada disini, mungkin sedikit menyenangkan.

“Aku mendengar dari Lu Lu ... Lu Xuzhi bahwa ada target proyek penembakan tahun sebelumnya, lima peluru per orang, itu sangat keren.” Wajah Cheng Qi menunjukkan penuh harap, “kita datang terlambat, tahun ini tiba-tiba dilarang karena alasan keamanan."

Hua Yu bertanya dengan ekspresi menyayangkan, "Amunisi hidup?"

"Bagaimana menurutmu, bagaimana bisa memberimu amunisi hidup." Cheng Qi berkata, "Pasti berantakan."

"Ya." Hua Yu terdiam sejenak, lalu tiba-tiba teringat hal lain, dan memandang Cheng Qi lagi, "Apa kau sudah berdamai dengan kakak Lu?"

Telinga Cheng Qi tiba-tiba memerah, dia menggosok lengannya dengan tidak nyaman, dan berkata dengan acuh tak acuh, "berdamai apanya ah, itu terkesan seperti kami berhubungan."

“Kenapa kau bereaksi begitu buruk.” Hua Yu menggodanya sambil tersenyum, “Siapa yang bilang kau berhubungan dengannya?”

“Kau harus lebih sedikit bicara.” Cheng Qi menekan wajahnya dengan botol air di tangannya, mengertakkan gigi dan berkata, “Hua Hua!”

Hua Yu, "……"

•••


Setelah latihan di siang hari, instruktur menunjukkan belas kasihan dan membiarkan mereka pergi makan siang.  Chen Shaoyi menunggu mereka di pintu keluar kanan tempat latihan, bermain dengan ponselnya.

Setelan hijau tentara pada dirinya dan kaki panjangnya yang bersilang serta sepatu militer dikakinya tidak menurunkan temperamen aslinya.


Hua Yu menatapnya sangat kesal, semakin dekat dia, semakin kesal, dunia ini sangat tidak adil, siapa sih yang bisa melihat bahwa makhluk ini adalah banci yang lengketnya melebihi lem 502?

Karena Chen Shaoyi terus menatap ponselnya, dia tidak melihat Hua Hua berjalan ke arahnya, atau Wu Yufei yang tiba-tiba datang dari belakangnya.

Hua Yu yang tidak jauh dari tempat itu tercengang sejenak, dia melihat gadis itu meletakkan tangannya di bahu Chen Shaoyi dan berhenti.

Cheng Qi juga suka berjalan dengan kepala menunduk, merasa bahwa orang di sebelahnya tiba-tiba berhenti, dia melihat mengangkat wajahnya, "Ada apa?"

“Bukan apa-apa, sepertinya gadis asrama kita mulai populer.” Hua Yu memandang gadis itu dengan tangan di sakunya, bertanya-tanya gadis itu sepertinya tidak asing, tapi dia tidak bisa mengingat namanya.

"Mungkin gebetan." Kata Cheng Qi, "Jika aku seorang perempuan, aku juga akan menyukai Chen Chen."

Hua Yu memiringkan kepala untuk meliriknya, "Lupakan, mulutmu seperti kereta api, dia begitu polos, tidak cocok dengan iblis sepertimu."

*suka membual

“Fucek.” Cheng Qi berhenti, menyadari bahwa dia tidak bisa berkata-kata, jadi dia kembali berkata, “fucek.”

Keduanya tertawa lalu mendekati Chen Shaoyi dan gadis itu, hanya untuk mendengar gadis itu berkata, "Maukah kau pergi makan siang bersamaku?"

Chen Shaoyi tidak langsung menolak, dia ragu-ragu sejenak, dan melihat ke belakang dan berkata, "aku menunggu ... Hua Hua!"

Melihat senyum tiba-tiba di wajahnya, Hua Yu merasakan kepuasan sebagai pemenang. Dia memandang gadis itu sekilas, lalu melambai pada Chen Shaoyi, "ayo pergi makan siang."

“Hmm!” Chen Shaoyi berbisik kepada gadis itu lagi, “Lain kali saja, aku ada janji dengan Hua Hua hari ini.”

Gadis itu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, menahannya lagi, menoleh dan tersenyum pada Hua Yu.[]


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments