9. What are You Two doing?

Pada siang hari, Lu Yi seperti Kaisar, tampak tidak ada yang berpura-pura. Kepanikan beberapa hari sebelumnya seperti tidak ada, dan terus berinteraksi dengan Huo Chen.

Di tengah malam, Lu Yi mulai bolak-balik tempat tidur.

Kata - kata Huo Chen terulang dalam benaknya.

Ternyata akhir-akhir ini, perasaanya tentang Huo Chen yang menyukainya hanyalah fantasi tidak senonohnya.

Watak jahat dan berdosa dalam fantasinya itu mengubah sikap persaudaraan Huo Chen menjadi sikap gay. Pikirkan tentang sikap Huo Chen adanya sedikit demi sedikit, Lu Yi menutup kepalanya dibalik selimut! Harapannya telah menjadi debu.

Ibu!!! Hanya dalam dua minggu, anakmu sudah belok. Wuwuwu ~~ yingyingying ~~~

Teman sekamarnya melempar dua gulungan tisu toilet, berteriak tidak senang. "Keluar!"

Lu Yi melemparkan dua gulungan tisu toilet, dan menambahkan gulungan lain, "Aku putus cinta!"

Teman sekamarnya diranjang atas terkejut. Kapan Lu Yi berkencan dan saat ini sudah putus. Kenapa diri sendiri belum pernah jatuh cinta? Teman sekamarnya itu merenung sejenak dan memutuskan untuk memperhatikan saudara lelaki doranjang bawah yang tengah patah hati.

Dia dengan lembut melempar kembali gulungan tisu toilet, "Lebih baik gunakan tanganmu."

"Enyahlah!"

"Lelaki yang sedang putus cinta itu mengerikan!"

Paginya, Lu Yi masuk ke kelas dengan dua lingkaran hitam.

Huo Chen menjulurkan wajahnya dan memberikannya sebuah pesan kecil - "Bodoh, aku dengar kau putus cinta."

WTF! Lu Yi kesal, mendelik dan merutuk dalam diam. Ini salahmu!

Lu Yi dengan tidak senang mengambil catatan lalu menulis dibawahnya - "Jangan panggil aku bodoh!"

- "Bodoh."

- "Jangan panggil aku bodoh!"

- "Yah, aku dengar kamu putus cinta."

- "Aku putus cinta, apa kau sangat bahagia!" Lu Yi menatap tanpa percaya pada senyum lebar Huo Chen seolah-olah dia memiliki tiket lotere 100 juta.

- "Senang, aku masih single dog, tahu kau putus, bisakah aku marah?! Selamat, kita bisa jomblo bersama." Huo Chen mencubit lengan Lu Yi. Kata-kata pada catatan itu terbang.

/jomblo/

Oh, tidak semua karena kau terluka! Aku menyukaimu! Suka padamu! Apakah kau tahu itu! Lu Yi merutuk untuk waktu yang lama.  Wajahnya begitu datar sehingga dia dapat menyembunyikan ketidakbahagiaannya dan menulisnya kembali di catatan - "Apakah kau sakit? Apa kau babi?"

- "Tidak, aku seekor anjing! Kita berdua adalah anjing." Huo Chen mendorong kertas itu, memegang buku matematika untuk menghalangi kepalanya, dan diam-diam memberinya senyum yang sangat cerah di bawah sapuan guru fisika.


01 Agustus 2019


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments