8. What are You Two doing?

Hanya masalah waktu, dan keesokan hari, Huo Chen entah makan apa. Dia mulai diare dini hari, dan hanya bisa tinggal di ruang kelas saat senam disela istirahat.

Lu Yi merasa itu adalah saat yang tepat, dan dia juga beralasan mengalami diare untuk juga tetap di kelas. Dia duduk di kursi dan berpikir dengan gugup, apakah harus memberi pertanyaan langsung atau tidak langsung.

“Kenapa kau tidak pergi senam?” Huo Chen memutar buku yang dipisahkan menjadi dua dunia, dan mengulurkan tangan dan menusuk lengan Lu Yi dan mencubit wajahnya.

Mereka berdua telah berada dalam perang dingin selama dua hari. Awalnya, Lu Yi ingin mengambil inisiatif untuk berhubungan. Lagi pula, dia tidak tahu siapa yang tidak bersalah. Lu Yi berpikir bahwa Huo Chen adalah orang yang tidak mau mengalah.
Sekarang Huo Chen tiba-tiba mengambil inisiatif, dan Lu Yi merasa kewalahan.

"Aku ... Itu ..." Lu Yi mulai berkata, ingin langsung bertanya apakah dia adalah gay atau bukan, tetapi itu terlalu kasar, terlalu kasar.

Lu Yi berbelit-belit sebentar, menggigit bibir, baru mulai bertanya langsung, "Hei, Huo Chen - apakah kau -"

"Huo Ge-" Wang Junsheng yang sering bolos di toilet, sangat bersemangat untuk berjalan masuk dan dia duduk di dekat Huo Chen tanpa penglihatan tajam. Sekali lagi, dia tidak memiliki penglihatan tajam untuk mencegat Lu Yi. Dan dia juga tidak punya penglihatan tajam saat mengatakan kalimat, "Kau tidak pergi senam, di tempat ini-- terlibat dalam praktik pria gay ah!"

Di tempat ini!
Terlibat dalam praktik pria gay ah!
Gay!
Ah!

Ini adalah lelucon, niat asli Wang Junsheng bukanlah untuk mengikat Huo Chen dan Lu Yi bersama-sama. Tetapi berbicara secara tidak sengaja, menarik pendengar.

Ketika kata-kata itu masuk ke telinganya, masih memantul, wajah Lu Yi memerah seperti pantat monyet. Dia panik dan berdiri, beralasan pergi ke toilet.

Saat dia meninggalkan pintu, dia mendengar suara keras Huo Chen, "Apa yang kau katakan? Aku bukan gay, aku suka perempuan."

Jantung Lu Yi terbanting, memompa dan memompa, itu benar-benar menyakitkan!  Dia menekan dadanya sepanjang jalan ke toilet, langkah di atas kuda ini untuk melakukan apa yang dinding akar, bercampur dengan hati yang sensitif seperti gadis!!! Ah!!!

Lu Yi tiba di toilet, mencuci wajahnya beberapa kali dan berkaca di cermin.

Tampak tampilan Lu Yi yang putih dan bersih, pemalu, pengecut, mengenakan kacamata seperti kutu buku, dan pendek, terlihat - sangat imut. Tapi apakah pria perlu imut?! Pria butuh kejantanan. Lu Yi mengisyaratkan dirinya sendiri, mencuci wajahnya dan kembali ke ruang kelas untuk terus menjadi good bro dengan Huo Chen! Hm!


01 Agustus 2019


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments