5. What are You Two doing?

Di malam hari, teman sekamarnya membahas siapa gadis paling cantik di kelas.

Topiknya berjalan lancar, tapi Lu Yi tidak mengatakan sepatah kata pun.

Pikirannya penuh dengan Huo Chen yang membelikannya sarapan hari ini, memberinya sepotong ikan pada siang hari, dan minum teh susu yang dia belum selesai minum di malam hari, dan meminumnya dengan sedotan yang dia gunakan...

Teman sekamarnya yang berada di ranjang atas melempar gulungan tisu toilet dan langsung mengenai wajah Lu Yi. "Lu Xiaoyi, kenapa kau tidak bicara~"

"Ah~~~ bicara apa???" Lu Yi masih bengong.

"Siapa gadis paling cantik di kelas."

“Huo Chen!” Lu Yi segera bereaksi, apa yang dia bicarakan!! Apakah akan disalahpahami oleh orang lain?

“Aku salah, maksudku Huo Mei.” Lu Yi buru-buru mengubah mulutnya.

Teman Sekamar A. "WTF, bro, apa matamu ada di pantat?"

Teman Sekamar B. "Tidak hanya matanya di pantat, tetapi juga tertutupi lapisan celana jeans."

Lu Yi berkata bahwa Huo Mei murni alasan bagi dirinya sendiri untuk menyamarkan nama Huo Chen, dan tidak ada hubungannya dengan kecantikan dan keburukan. Namun, mereka tampaknya tidak menemukan kekurangan, dan masih mendiskusikannya dengan antusias.

Lu Yi tidak suka membahas topik ini. Dia meringkuk dibawah selimut, wajahnya memerah dan gelisah.

Apa maksud Huo Chen mencubit titik kecilnya hari ini ah? dan dia juga memutarnya dua kali. Apa dia salah mencubit?!

Apakah dia harus memutar dua kali ketika dia salah mencubit?

Mengapa kau merasa begitu aneh?   Aah! aah! Kenapa begitu? Ada apa dengannya? Tuhan tolong dia!  

Malam ini, Lu Yi membuat mimpi musim semi yang langka dalam 16 tahun. Dia bermimpi bahwa dia dan Huo Chen telanjang di sekolah dan saling mencubit. Huo Chen mencubit di bagian kecilnya, dan sedikit rasa sakit dan mati rasa langsung membuatnya merinding.

Pada jam 5:30 pagi, Lu Yi berbalik dan merasakan kulit di antara kedua kakinya lengket, seorang yang bersemangat, duduk dari tempat tidur, Tuhan, dia sudah selesai!!

Panik mengganti pakaian dalamnya, menyelinap, berlari ke wastafel, dan merutuki dirinya sendiri saat mencuci.

Lu Yig menaruh sabun di celana dalamnya dan menguceknya.

“Lu Yi, apa yang kau lakukan?” Huo Chen keluar dari toilet.

Lu Yi terkejut, wajahnya merah padam. Mengapa dia bertemu dengannya saat ini?  Dalam kata-kata Huo Chen, jelas ada ambiguitas dalam nada ini. Memalukan. "Kau tidak bisa melihat!"

"Kenapa kau bangun di pagi hari untuk mencuci pakaian dalammu."

"Sial!! Bukan urusanmu!” Lu Yi bingung, apa artinya hal ini? Dia tidak akan tahu mimpi apa yang dia miliki semalam, lupakan saja.

Huo Chen berdiri di sebelahnya dan menepuk pundaknya. Dengan hangat berkata. "Xiao Lu Yi, Xiao Lu Yi tumbuh dewasa tadi malam, ah ~?!"

Apa Xiao Lu Yi, sial, Lu Yi mengubur pakaian dalamnya, tidak ingin peduli padanya, jila topik ini terus berlanjut, dia akan mimisan.

“Kenapa kau tidak pergi.” Lu Yi benar-benar berpikir bahwa Huo Chen benar-benar keterlaluan. Berdiri di pagi hari untuk melihatnya mencuci pakaian dalamnya adalah apa artinya itu, ah abnormal.

"Aku menemanimu untuk mencuci pakaian dalammu."

WTF, benar-benar abnormal. Lu Yi mulai memanas lagi, merasa tubuhnya mendidih.

Untuk sesaat, dia benar-benar ingin menutupi celan dalam basahnya ke wajah Huo Chen dan marah padanya!

Namun, dia tidak berani melihat ke belakang, karena takut melihat wajahnya, bagaimana dia bisa dengan mudah menatapnya, dia tidak mampu untuk kehilangan muka!


30 Juli 2019


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments