40. Ji Lang bukan pria lurus biasa

"Ah, bagaimana ini, aku sudah membeli treadmill."

"..." Aku benar-benar yakin bahwa orang ini tidak hanya halu di forum posting, tetapi didunia nyata, dia juga bermuka dua.

Bukankah drama queen ini sangat hebat? Ada begitu banyak penggemarnya di forum, aku katakan, kau bengkak, nak!

*膨脹: péngzhàng: istilah yang digunakan sebagai bahasa online sering digunakan untuk mengakui selebriti kepada diri mereka sendiri.

“Ayo jalan, ibu Chen Haokong membuat makanan lezat.” Ji Lang tidak melihat ke belakang.

Dia bicara pada siapa?

Aku mengikuti dibelakang sambil mengamati figur Ji Lang dan menemukan bahwa kaki orang ini sangat panjang. Proporsi dari keseluruhan sosok ini jelas tingkat emas. Dia sekarang hanya mengenakan T-shirt yang sangat biasa dan celana olahraga kasual abu-abu. Berjalan menyeret seperti benang di atas kepalanya tubuhnya lurus dan penuh temperamen.

Oh tidak, Hao Yu, kau baru saja memujinya? Dia mengulitimu di pos, bangun!

“Bagaimana dengan kipas angin dan tikar pendingin?” Tanyaku setelah mengejar ketinggalan.

“Kenapa, apa kau merasa sempit di tempat tidurku?” Ji Lang bertanya padaku.

Aku menggelengkan kepala.

Selain awalnya aku merasa bahwa Ji Lang terlalu memaksa ... itu sebenarnya cukup nyaman. Aku tidak masalah dua orang tidur di tempat tidur. Mungkin itulah alasan mengapa aku tidur lebih jujur.

"Lalu kenapa masih bertanya?"

"..." Aku speechless.

•••


Ketika kami tiba dilantai bawah loteng, Chen Haokong sudah menunggu di sana sambil memeluk termos makanan.

Hari yang panas, kepala orang ini penuh keringat. Dari kejauhan, dia sepertinya baru saja merangkak keluar dari bak mandi. Apakah orang ini tidak mengikuti kelas? Atau dia punya kaki ringan? Setelah kelas, pergi ke rumah untuk mengambil makanan dan kemudian ke lantai bawah loteng kami, dia datang lebih awal.

Sangat cepat.

“Apa kau lelah?” Chen Haokong sejak dari kejauhan sudah mulai tersenyum lebar padaku, dan tentu saja aku harus menyapa.

Chen Haokong tertawa, menampakkan gigi putih kecilnya yang rapi, "Lelah! Ah tidak tidak, tidak lelah!"

"..." Dia pasti gugup.

Ji Lang melangkah maju dan menampar belakang kepalanya, "tidak perlu buru-buru."

"Aku harus buru-buru, aku punya beberapa pertanyaan untuk diajukan pada kakak Yu," Chen Haokong mengikuti kami ke atas, "Aku sudah berpikir lama, tapi tetap tidak bisa mengerjakannya."

Ji Lang berbalik dan mengambil termos nasi dari tangannya, "Pertanyaan apa yang akan kau tanyakan pada siang hari bolong? Apa kau tidak punya pandangan?"

*Orang yang hanya mengikuti keinginannya sendiri, tanpa melihat situasi orang lain.

Chen Haokong menatapku dengan sedih, dan aku berkata, "Tidak apa-apa, aku akan mengajarimu setelah makan."

Soft-mouthed short-handedness, bagaimana bisa Ji Lang tak mengerti rasa terima kasih.

*吃人嘴软: jika seseorang mengambil sesuatu yang diberikan oleh orang lain, dan jika orang tersebut melakukan kesalahan, maka dia tidak dapat berbicara prinsip di depan orang tersebut, dan jika dia makan sesuatu dari orang lain, maka menyinggung di depan orang ini tidak dapat dibenarkan.

Chen Haokong mengikuti kami ke loteng dan melihat bahwa hanya ada tikar pendingin di tempat tidur Ji Lang, dia bertanya, "Kakak Yu, apa kau tidak kepanasan tidak meletakkan tikar ranjangmu?"

"..."

Mata Ji Lang berputar bolak-balik pada kami berdua, termos nasi dia letakkan di atas meja, "Apa yang panas, dia tidur di tempat tidurku."

Chen Haokong, "... Ke... kenapa?"

“Makan makananmu,” Ji Lang mengetuk kepalanya.

Aku mendengar bahwa ibu Chen Haokong adalah wanita yang senang memasak untuk keluarganya. Setiap hari dia memikirkan apa yang enak hari ini dan apa yang terbaik untuk dimakan besok jika dia tidak begitu sibuk, aku benar-benar malu untuk makan makanan yang dimasak dengan susah payah. Setelah itu, aku harus mengajari Chen Haokong.

Karena makanan ibunya, aku pikir aku telah tumbuh lebih tinggi baru-baru ini.

Setelah makan, Ji Lang tidak mengemas, Chen Haokong juga seorang tuan muda, tidak mengemas, dan aku juga tidak ingin mengemas dan hanya mendorong alat bekas makan ke tepi. Chen Haokong mengeluarkan kertas soal matematika yang masih belum terjawab.

Aku sangat suka mengajari orang-orang seperti Chen Haokong, terutama dalam hal menyelesaikan soal, teman sekelasku juga bertanya kepadaku, tetapi aku sangat kesal ketika memberi tahu mereka, mereka tidak mengerti, dan bahkan tidak tahu formula paling dasar, langkah selanjutnya jelas tahu, tetapi mereka tidak mengerti kenapa.

Formulanya seperti ini, tetapi mereka masih bertanya kepadaku mengapa formulanya ditulis seperti ini, lalu apa yang bisa aku lakukan? Apa aku harus membuka peti orang yang sudah mati untuk bertanya?

Tapi Chen Haokong sangat berhati-hati, pertama-tama dia memilah-milah pikirannya sesuai dengan jawaban, formula yang dia gunakan semuanya ditandai di samping, dia hanya bertanya padaku bagaimana dia tidak bisa mendapat hasil akhir, dan kemudian aku hanya beri petunjuk tanpa perlu menjelaskan lebih.

Dia bahagia, dan aku juga bangga.

Sepertinya aku sangat pintar, dan dia tiba-tiba menyadari, "Ya! Fucek, itu dia! Kakak Yu, kenapa aku tidak memikirkannya!"

Aku sangat bangga.

Aku memuji Chen Haokong karena kepandaiannya yang tinggi. Chen Haokong mengatakan bahwa Kakak Yu benar-benar seorang dewa. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku terlalu munafik jika sebenarnya sangat suka perasaan dipuji ini?

Aku melirik untuk melihat ekspresi Ji Lang dengan hina, dia menatap Chen Haokong dingin untuk sesaat dan kemudian bermain dengan ponselnya.

Bermain ponsel ……

Orang ini memperbarui pos lagi.

Chen Haokong diusir, dan masih ada empat puluh menit untuk tidur siang.

Ji Lang memindahkan kipasku ke arahnya, menepuk tikar di dalam, tanpa ekspresi, "Kau masuk."

Lelaki halu.

Terserah. Tidur dimanapun sama saja. Butuh proses untuk memecahkan botol. Sama sepertiku, aku malu dan hanya menghadap dinding semalam, Namun aku tidak takut lagi siang ini.

Aku tidak akan mengatakannya. Kau dapat melihat apa yang aku pikirkan. Aku tidak mengakuinya. Bagaimanapun, jalani saja.

Kami berbaring telentang, lengannya di sebelahku, dingin.

“Apa ginjalmu lemah? Kau dingin.” Kataku.

“Apa kau ingin aku tidak tertidur?” Ji Lang balas bertanya.

"..."

"Jika kau mengatakan ginjalku lemah, aku ingin membuktikan padamu kalau ginjalku kuat."

“Hm, pergi tidur,” aku berbalik dan tidur menghadap dinding.

"Tenang saja, aku juga membeli tikar baru yang ukurannya sama dengan tempat tidurku. Mungkin datang bersamaan dengan treadmill. Seperti ini saja dulu," kata Ji Lang di belakang telingaku.

Terlalu panas.

"Hm."

"Hao Yu, apa kau marah?"

"Ah? Tidak."

“Aku membeli treadmill untuk menempati tempat tidurmu, bukankah kau marah?” Tanya Ji Lang.

Kenapa dia begitu sensitif sekarang?

Sikap tangguh, jika ingin membelinya, maka harus membelinya. Jika tidak membelinya, maka akan putus hubungan. Biarkan aku berpura-pura enggan dipaksa untuk tidur dengannya, bukan? Dipaksa untuk menghadapi.

"Tidak marah ... Kalau sudah datang, ingat untuk biarkan aku menggunakannya juga." Bagaimana aku bisa dengan mudah menolaknya, mungkin ini adalah awal dari langkah pertama Ji Lang ke arahku.

Paviliun yang paling dekat dengan air menikmati sinar bulan terlebih dahulu (idiom): mendapatkan manfaat dari keintiman dengan orang yang berpengaruh, aku tidak percaya Ji Lang tidak merasakan apa-apa kepadaku. Akankah seorang lelaki lurus masih terus mengajakku tidur di siang hari ketika dia melihat reaksiku pagi tadi?

Jelas, Ji Lang bukan pria lurus biasa.

•••

Ketika kelas sore tiba, aku pergi dengan membawa ponsel.


Selama belajar mandiri malam, Lao Cao jarang datang. Aku bisa diam-diam bermain dengan ponsel untuk sementara waktu, dan tidak sabar untuk melihat rutinitas halu harian Ji Lang.

Aku menyelesaikan bahasa Inggris dengan sangat cepat. Tidak seperti Lai Wenle, dua kelas telah berlalu dan belum menyelesaikan satu jilid. Ketika ia mulai melakukan pemahaman membaca, aku susah selesai menulis semua esai. Aku biasanya menghabiskan sisa waktu untuk berlatih atau mengerjakan matematika, tetapi hari ini aku mengeluarkan ponselku.

Lai Wenle melirikku sekilas ketika dia membalik kertas, dan seketika menoleh menatapku, "fucek, aku tidak buta 'kan? Hao Yu, kau membawa ponsel ke sekolah?"

"Kecilkan suaramu, bantu aku melihat Lao Cao."

"... Apa kau pacaran? Masih terus melihat ponselmu pada jam kelas? ah, kenapa tidak bisa bicara nanti saja padahal kau dan Ji Lang selalu pulang bersama. Ingin selalu lengket seperti lem setiap saat?"

"Enyahlah."

Aku berbaring di atas meja, membuka favorit, dan menemukan halaman yang aku akses terakhir kali.

OP [ Tersanjung! Tersanjung! Apakah ada yang membelikanku rekomendasi? Mengapa ada lebih dari 200 pengikut dalam satu malam? ]

2 [ Jangan membual. Pencarian panas mahal. ]

OP [ Aku tidak menulis fiksi, aku serius 😠 ]

4 [ Halo komen 2, halo juga OP, mencari lebih banyak! ]

OP [ Ah, para penggemar belum melampaui 10.000, jangan mengirim amplop merah, aku akan memberi tahu kalian tentang teman sekamarku si Xueba, dia benar-benar naksir padaku. ]

OP [ Aku katakan sebelumnya bahwa dia sangat dingin, dan ketika aku menyapanya disekolah, dia tidak pernah merespon. ]

7 [ Sebelum kalian tinggal bersama, kau dan Xueba tidak saling kenal, lalu kenapa kau menyapanya? ]

OP [ Untuk komen 7. Ini juga alasan mengapa aku merasa teman sekamarku dingin. Ketika masih di tahun pertama, aku sering melihatnya, dan saat tahun kedua, kelas kami bahkan bersebelahan. Pada saat pertemuan terakhir kali, dia turun dan aku naik ke atas panggung, ketika papasan di tangga, dia menyentuh lenganku. Aku kira dia ingin menyapaku, jadi aku memandangnya, tetapi dia tidak berbicara dan hanya tersenyum. Tanpa basa-basi lagi dan langsung berjalan turun. Jadi bisa dibilang kami dekat, bukan? Tapi dia tidak pernah ... bagaimana mengatakannya, toh aku dulu merasa frustrasi setiap kali bertemu dengannya 😢. ]

9 [ Matamu tumbuh pada teman sekamarmu ketika di kelas satu, dan dia tidak mengenalmu. Kalian papasan ditahun kedua dan dia masih tidak mengenalmu. OP mungkin orgasme intrakranial sekitar 100 kali setiap hari, dan Dan kau pikir kalian sudah dekat? 😎 ]

*fenomena fisiologis, yang biasanya dimanifestasikan sebagai mati rasa / kesemutan yang sangat nyaman di otak.  Biasanya dipicu dengan mendengarkan bisikan dan permainan peran.

Ji Lang berkata bahwa aku tersenyum padanya pada pertemuan terakhir kali?  Bukankah itu ... itu adalah saat pertama kalinya aku peringkat satu, bersemangat untuk berbicara di atas panggung, dan kemudian masih bersemangat ketika aku turun, mungkin aku tidak memperhatikannya, tetapi aku tersenyum karena aku berhasil dalam ujian. Apa hubungannya?

Kemudian baca terus.

9 [ Bisakah aku berdiri di sisi komen 8? 🤓 ]

OP [ 😞 Dia benar-benar naksir padaku, dengarkan aku! Masih ada banyak lagi! ]

OP [ Kami tidak pernah mengobrol di sekolah. Kemudian, setelah aku pindah, ibuku membeli banyak cemilan, aku membiarkan dia makan, tapi dia tidak makan. ]

13 [ Aneh, sepertinya alasan OP jomblo telah ditemukan. ]

14 [ Berkatilah OP sesegera mungkin untuk belajar memberi makan Xueba, 😇 ]

OP [ Ya, sebelumnya temanku tidak percaya aku tinggal dengan dewa lelakinya, dan kemudian aku diam-diam memotret Xueba untuk ditunjukkan padanya. Namun, aku lupa untuk menutup bunyi kamera dan ketahuan Xueba 🙂 ]

16 [ Apakah ada foto? Aku mau melihat! ]

OP [ Tidak, karena dia memintaku untuk menghapusnya, meskipun aku menyimpannya secara diam-diam.  Bagaimanapun, aku memutuskan bahwa dia adalah orang yang sulit untuk bergaul.  Ketika Xueba mengaku perasaannya padaku, aku akan menunjukkan kepada kalian gambar kami. ]

Ck, aku tidak akan berfoto dengannya.

18 [ Sepertinya aku tidak bisa melihat foto itu lagi. Jangan bersedih. Kau berpikir dia tidak mudah bergaul. Dia mungkin berpikir kau seorang cabul. Jangan merasa terganggu untuk melihat keburukan satu sama lain. ]

OP [ Tetapi kemudian temanku datang membawakan nasi ayam rebus kuning untuk dimakan. Aku bertanya kepadanya apakah dia mau makan makanan pedas. Dia langsung jawab, makan! Aku benar-benar terkejut, tentu saja, aku berperilaku normal tanpa terlalu banyak ekspresi terkejut. ]

20 [ Xueba yang malang, mungkin dia sudah kelaparan 👐. ]

21 [ Aku ingin bertanya, diantara OP dan teman sekamar, siapa yang lebih tinggi? 😏 ]

OP [ Lelucon, tentu saja aku lebih tinggi, kami beda 4,5 cm, tapi aku tumbuh lagi baru-baru ini, Xueba juga tumbuh karena aku memberinya makan dengan baik, tapi aku selalu lebih tinggi, dan jarak kami semakin jauh. ]

Aku marah ketika membaca ini. Pertama kali Ji Lang pindah, aku merasa bahwa dia sedang mengukur tinggiku. Aku benar-benar tidak pendek. Kami paling maksimal hanya beda 3,5 sentimeter. Dia benar-benar muka tebal. Jarak kami semakin jauh? Pulang nanti, aku akan membeli meteran dan dipaku ke dinding!

22 [ Aoao! Hei! Sepertinya OP ini adalah Gong yang idiot. Apakah ada yang sama denganku? Berdoalah untuk Xueba tsundere kita agar OP tidak hanya menumbuhkan tinggi badannya tetapi juga menumbuhkan IQ! ]

23 [ ^^^, OP terlihat sangat terbelakang mental. Pasti hanya anggota tubuh yang bergerak dan tidak ada otak. Teman sekamar Xueba mungkin akan lebih kuat. Setelah memvisualkan, OP pasti yang sering berlutut dipapan cuci, dan menggosok tangan. ]

*cara memberi hukuman.

OP [ Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. ]

OP [ Jika masih ragu teman sekamarku menyukaiku. Aku punya bukti kuat. Bukankah aku sudah mengatakan dia tidak pernah menyapaku kan? Lalu, setelah aku pindah bersamanya, Xueba masih sangat dingin. Tapi jika temanku datang, dia sangat baik padanya! Sungguh! Terlalu lembut! Fucek! Aku menyala menyemburkan asap melalui tujuh lubang (idiom): bergolak karena marah! ]

26 [ …… ]

OP [ Terbukti kan? Dia hanya dingin padaku! Kenapa hanya padaku? Dia pasti berusaha menarik perhatianku! ]

28 [ Semoga surga terbebas dari penyakit idiot, dan kau dapat berjalan menuju surga dan berdoa agar jiwamu beristirahat dalam damai. ]

29 [ OP, apa ini yang kau sebut sebagai bukti kuat? kalau begitu, aku juga punya bukti bahwa Wu Yanzu hanya mencintaiku seumur hidupnya 😎. ]

OP [ Tentu saja, kalian tentu tidak akan mempercayainya. Ini baru prolog. Teman sekamarku orang yang penuh integritas. Di permukaan, dia tidak ingin berbicara denganku. Tapi dia memberiku air panas untuk mandi, air panas untuk mandi, mandi! Air panas! ]

31 [ Jangan dulu komen, biarkan OP menuju klimaks. ]

OP [ Tapi aku sangat marah, sungguh, dia tidak harus berpura-pura begitu acuh, dan aku tidak keberatan jika dia berbicara kepadaku tentang apa pun. ]

33 [ Bagaimana ini, xueba-ku yang malang, tempat mana yang bagus untuk mengobati orang idiot? Apakah spesialisasi intrakranial di tiga rumah sakit teratas? ]

Aku juga merasa malang untuk diriku sendiri, untuk apa aku harus berbicara dengannya ... Untungnya, mata orang-orang tajam.

OP [ Aku senang dia memberiku mandi air panas, tapi aku tidak suka dia berpura-pura menjadi dingin, jadi aku melakukan hal yang sangat bodoh, aku berjalan keluar toilet tanpa celana. ]

35 [ Aku bertaruh pada sebungkus stik pedas. Yang terjadi selanjutnya setelah OP dan Xueba tinggal bersama adalah ayamnya belum melewatkan liburan! 🌚 ]

*Ayam adalah metafora untuk anu pria, yang digunakan untuk menggambarkan hal yang menggairahkan.

•••

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments