4. What are You Two doing?

Pagi berikutnya.

“Dasar bodoh, kau telah kehilangan dua pelajaran, dan apa lingkaran hitam di matamu.” Huo Chen mencubit wajah Lu Yi, tidak terlalu kuat, dan bahkan sedikit lembut.

Fck, cubit! Bukankah ini mengambil keuntungan, Dage!

Juga! Dasar bodoh! Siapa itu bodoh, bukankah biasanya langsung memanggil Lu Yi?! Julukan macam apa itu?

Wajah Lu Yi dicubit dan mulai memerah sampai ke telinga, dia bangkit dari kursi. "Sialan! Apa yang sedang kau lakukan?"

“Aku mencubitmu, kenapa kau tidak melawan balik?” Huo Chen tertegun.

Seketika kedua orang itu membeku.

Guru kimia paling galak tahun ini menyapu mereka dengan pandangan membara.

Keduanya sekali lagi diusir dari kelas kimia.

“Apa yang terjadi padamu?” Huo Chen menunjuk Lu Yi yang memerah.

“Sia--!” Lu Yi ingin berteriak namun mengurungkan niat.

Kertas jendela adalah sesuatu yang tidak berarti menempel pada daging. Ketika kau membukanya, kau akan takut dan menggigil!

/perasaan yang tersimpan, terekspos/

Sejenak dia sedikit kasar, "Kau pergi! Aku tidak mau bicara denganmu!"

"Kau kenapa sih, pemarah sekali!” Huo Chen sekali lagi mencubit wajah Lu Yi.  "Guru itu menyuruh kita berdiri. Aku harus pergi kemana?"

Lu Yi tertegun, otak kecilnya mulai menganalisis dengan kecepatan tinggi. Huo Chen tidak pernah mengatakan padanya kalau dia menyukai dirinya. Mungkin dia yang terlalu percaya diri. Ini mungkin salah paham. Huo Chen biasanya  selalu yang sangat baik padanya.

Dia tidak bisa kehilangan teman yang baik karena kesalahpahaman, dan sikapnya tadi sudah keterlaluan.

Bertahan dengan rasa bersalah dan malu, Lu Yi mulai balas mencubit. Lagi pula, mereka berdua dulu seperti ini. Jika ingin terus menjadi seorang teman, dia harus tetap sama.

Mereka berdua sekali lagi membuat kekacauan, dan sulit untuk menyerah.

Guru kimia paling galak tahun ini berjalan keluar kelas dengan buku ditangannya. Matanya benar-benar membakar mereka menjadi terak, "Kalian berdua! Pergi ke kantorku setelah kelas!"

Huo Chen tampak tenang. "Baik, guru."

Wajah Lu Yi berubah warna dan berteriak. "Ya ~~~~"

Guru kimia itu berang. "Lu Yi! Apa yin dan yang kau berteriak! Jangan harap kau bisa masuk di kelas selanjutnya!"

Tepat ketika guru kimia keluar dari ruang kelas, Huo Chen mencubit di titik kecilnya, dan dengan lembut memutar dua kali melalui kemeja musim semi yang tipis. Aliran gatal melewati korteks serebral. Lu Yi tidak pernah mengalami perasaan itu, itu adalah pengalaman baru dalam hidup, tidak menahan diri, dia menjerit.


29 Juli 2019


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments