1. What are You Two doing?

Judul : 你们两个在干什么
Penulis : 碳酸
Length : 10 chapter
Genre: Sweet, School life, yaoi
Type : Short series
Bahasa asli : Cina
Status : Tamat
Translated by Chocosalty

.

Gong: Huo Chen x Shou: Lu Yi

🌸🌸🌸

"Perwakilan kelas matematika kemari dan bagikan kertas ujian matematika minggu lalu, kali ini pertanyaannya sulit, skor tertinggi dari kelas kita adalah Huo Chen, 130 poin, itu layak dipuji,"
 
POW! Setumpuk kertas ujian matematika dengan abu kapur putih jatuh ke depan Lu Yi.
 
Lu Yi batuk dua kali.

Ya, sialnya dia adalah perwakilan kelas matematika.

Peringkat dua dikelas, dan tidak akan pernah melebihi teman satu mejanya, Huo Chen.
 
Lu Yi kembali ke tempat duduknya dengan membawa hasil kertas ujian 108 poin, dan hatinya tidak rela.

Dia ingat melihat jawaban Huo Chen dan ada beberapa pertanyaan yang tidak diisi. Bagaimana bisa begitu tinggi?

Keingintahuan mendorongnya untuk menyikut siku teman satu mejanya itu. "Huo Chen, bukannya kau tidak isi beberapa pertanyaan, bagaimana skormu begitu tinggi?"
 
Huo Chen perlahan bangun dari rasa kantuk, dan merespon dengan malas, "Hei, aku benar-benar tidak isi beberapa pertanyaan."
 
Huo Chen mendorong kertas ujiannya pada Lu Yi sebagai bukti, “Yang ini dan ini, aku tidak mengisinya.” Setelah itu, dia kembali tertidur diatas meja.
 
Lu Yi menatap lingkaran merah di lembar jawaban yang menunjukkan empat pertanyaan yang salah.

Lebih tepatnya, orang ini tidak salah empat kali tetapi mengosongkan empat pertanyaan pilihan ganda.

Sang guru menjelaskan sebelum ujian, pilihan judul pertanyaan ini, tidak akan disertai dengan seperempat dari kemungkinan target, orang ini bahkan tidak mengisinya, langsung mengosongkan, begitu mengesankan.

Lu Yi tercengang, apakah ini kesombongan dari siswa top?
 
Dia memandang Huo Chen dengan penuh kagum. Dewa agung! Luar biasa!
 
Dewa agung masih tidur, dan dia tidak mendengarkan materi dari guru di kelas terakhir.

Dia pasti melompat tembok dan pergi bermain game semalam.

Huo Chen selalu pergi dimalam hari mengikuti sekelompok kecanduan Internet pasukan gelap gulita melompat keluar dari dinding untuk bermain game.

Disaat kembali, dia akan tidur dikelas mandiri pagi, dan kemudian tidur empat pelajaran di kelas pagi, dan bangun di siang hari.

Lu Yi mematah jarinya, Huo Chen tidak belajar berapa lama hari ini, seberapa tinggi efisiensi belajarnya, dia melihat keluar jendela.

Apakah setinggi langit!?
 
Kelas kedua berakhir, Huo Chen bangun, ekspresinya aneh, cukup diartikan akan ke toilet.
 
Lu Yi dengan penuh sanjung membuka jalan dan menunggu Dewa agung kembali untuk belajar dengan mempelajari pengalaman orang lain.

Toh, dia juga penasaran, dirinya sendiri begitu rajin, setiap hari belajar di kamarnya, bagaimana hasilnya tidak pernah bisa melangkah lebih jauh ah?
 
Dewa agung itu kembali dari toilet, wajahnya sangat segar, dia baru saja merebahkan kepala ke atas meja, dan bersiap akan tidur.

Lu Yi masih belum tidur, berniat membuka mulutnya. Namun dewa yang sudah mengubur kepalanya dilengan, mengeluarkan suara teredam, "Berikutnya kelas fisika, ingatlah untuk duduk tegak."
 
Lu Yi duduk tegak dan bersedia untuk menutupinya.

“Itu - aku akan belajar padamu ketika kau bangun di siang hari.” Lu Yi membisikkan kata kepada Huo Chen. Samar-samar mendengar bahwa Huo Chen tampak bergumam sebagai tanggapan.
 
Pada siang hari, ketika jam istirahat makan siang, Huo Chen bangun tepat waktu, pergi ke toko kecil untuk membeli banyak makanan ringan dan duduk di meja 'makan sarapan'.
 
"Itu ... Chen Ge ~ ~" Lu Yi memandang Huo Chen.
 
"Kau mau makan?" Huo Chen mengambil roti di satu tangan dan teh susu di tangan lainnya, dan meletakkan sepotong roti kecil ke tangan Lu Yi.
 
Lu Yi menjejalkan roti kecil itu kembali dan tampak serius, "Aku tidak makan ... aku ingin bertanya padamu."
 
“Tanya saja.” Huo Chen berhenti makan, serius memandang Lu Yi.
 
"Waktu ujian matematika terakhir kali, kau tidak mengisi empat pertanyaan, kan? Bukankah kau tidak mendengarkan kelas? Kenapa kau yang tidak pernah fokus dikelas, tetapi bisa mendapat nilai sangat baik?"
 
“Apa kau ingin tahu?!” Huo Chen tersenyum aneh.
 
"Uh ya. Begitulah," Lu Yi mengangguk seperti menumbuk bawang putih.
 
"Kemarilah ~ayo ~ayo~." Huo Chen menggerakkan jarinya.
 
Lu Yi mengerti gerakan ini dan mengerti arti pengulangan tiga kali. Artinya Huo Chen akan mencubit wajahnya.

Karena Huo Chen dan dia duduk di meja yang sama, Lu Yi tidak mengajukan pertanyaan kepada Huo Chen, dan Huo Chen mulai sangat bermurah hati. Kemudian, ketika dia meminta ketekunan, Huo Chen mulai meningkatkan kondisi.

Mencubit wajah sebagai pertukaran, pilih untuk mengisi yang kosong dan dicubit dua kali.

Keduanya adalah lelaki, Lu Yi merasa bahwa gerakan mencubit wajah ini tidak ambigu, hanya saja dia sedikit tidak rela wajah emas murni 21K-nya dikacaukan.

Tetapi untuk belajar! Untuk pengetahuan! Tidak ada pilihan. Bagaimanapun, tangan Huo Chen tidak tebal, tidak akan sakit.
 
Lu Yi secara otomatis mendekatkan wajahnya, Huo Chen langsung mencubitnya ke kiri dan ke kanan, kemudian mencubit hidungnya.
 
"Chen Ge, kenapa kau mencubitku dua kali hari ini?"
 
Huo Chen merasa sayang kalau hanya mencubitnya dua kali. "Pertanyaan hari ini bukanlah pilihan yang kosong. Ini bukan pertanyaan besar. Ini pertanyaan yang menentukan titik balik dalam hidupmu. Aku tidak tega kalau tiga kali."
 
"Chen Ge, maksudmu kau mencubit dua kali, kan."
 
“Ya.” Huo Chen meletakkan susu dan roti, dan mencubitnya. Kali ini sedikit lebih kuat, dan wajah Lu Yi yang lembut berubah menjadi seperti buah persik yang sudah matang.
 
"Chen Ge, aku dengan tulus bertanya padamu, aku benar-benar ingin tahu bagaimana menjadi dewa yang hebat sepertimu."
 
"Metode belajarku..." Huo Chen pindah ke sisi Lu Yi. "Kau mendekat, aku akan memberitahumu langsung."
 
Lu Yi mendekat. Huo Chen menekan suara di udara, memperlambat kecepatan, dan berbisik telinga Lu Yi. "Karena genetik."
 
Wajah Lu Yi menggelap. Apa-apaan itu? Karena genetik pantatmu! Lu Yi menunjukkan dua cakar untuk menyerang wajah Huo Chen, "Huo Chen, kau pembohong! Ganti rugi!"
 
"Tidak, tidak! Aku masih harus mencubitmu!" Huo Chen bergegas maju dan tidak mengakui kesalahan.
 
Keduanya saling mencubit, enggan memisahkan diri.
 
Kebetulan bel kelas berbunyi, guru kimia yang paling galak tahun ini memasuki kelas, dan membanting buku yang dibawa ke meja. "Kalian semua sudah senior tingkat dua! Masih tidak memiliki sedikit kesadaran! Apa itu waktu! Waktu adalah uang! Tidak bisakah kalian meninjau pelajaran selama jam istirahat! Sikap belajar apa ini! Huo Chen, Lu Yi, kalian berdua, keluar dari sini!”
 
"Oh ~"
 
"Oh ~"
 
Di luar kelas, keduanya berjemur di bawah sinar matahari.
 
Lu Yi memiliki wajah tertekan, "Ini salahmu!"
 
Huo Chen menyengir. "Yang aku katakan memang fakta. Aku terlahir cerdas. Keempat pertanyaan tidak aku isi terakhir kali karena aku tidak tidur nyenyak dan bermain Internet sehari sebelumnya. Aku setengah sadar selama ujian jadi tidak mengisi empat yang tersisa, aku menggunakan sisa tes bahasa Inggris sore untuk melakukannya, itu benar-benar sulit."

Dewa agung membanggakan diri sendiri. Sudah merusak wajah emasnya, kini masih tidak lupa menusuk pisau di hati Lu Yi, "Empat yang terakhir, kau pasti salah."
 
"Beraninya kau! Kau masih mengejekku! Apa wajahmu terbuat dari silikon?" Lu Yi langsung berbalik padanya! Menunjukkan cakarnya, Laozi akan menggarukmu sampai mati hari ini!
 
Mereka berdua sekali lagi membuat kekacauan, dan sulit untuk memisahkan diri.
 
Guru kimia paling galak tahun ini berjalan keluar dari kelas dengan buku ditangannya. Ekspresinya marah besar. "Biarkan kalian sadar! Apa yang kalian lakukan di luar! Kalian berdua! Pergi ke kantorku setelah kelas!"
 
Huo Chen menatap Lu Yi sambil mengangkat alis, membiarkan tanganmu gatal?!
 
Lu Yi menatap Huo Chen dengan bibir berkedut, kau tidak perlu pamer dengan cara yang mencolok, seakan kau tidak pergi ke kantor!!


24 Juli 2019


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments