Chapter 33, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Hang Ye tersedak.

    
Dia merasakan jantungnya berdetak di tenggorokannya, menghalangi semua kata yang jatuh di benaknya.

    
Matanya sedikit melebar, dan dia memperhatikan Yu Erlan mengatakan sesuatu tanpa suara: Maaf, aku tak bermaksud membuatmu basah. Kita bisa keluar dari sini ketika pengurus asrama pergi.

    
Hang Ye paham, tapi dia merasa itu tidak masuk ke pikirannya sama sekali.

    
Bibir Yu Erlan yang membuka dan menutup ketika bicara tanpa suara, seperti hembusan angin, membuat api dalam hatinya membara

    
Tenggorokan Hang Ye sedikit tergelincir, batinnya meraung: Paman! Kapan kau pergi!

    
Disisi lain, Jiao Ling yang mendengarkan suara air dari kamar mandi, perasaan cemasnya seketika mengalir pergi.

    
Dia tersenyum bangga, "Paman, kau dengar suara air! Kalau bukan Gong Hao yang ada di dalam, apakah itu berhantu?"

    
Paman itu masih tidak percaya, tetapi suara air itu nyata, tidak peduli apa, dia tidak bisa langsung mendorong pintu dan masuk ke dalam kan?

    
Jiao Ling dengan hati-hati mengamati wajah paman, dan dengan cepat membantunya mengalihkan perhatian, "Paman, kau harus terus mengunjungi asrama lain, bukan? Kau hanya tertunda di kamar kami, kalau-kalau seseorang di ruangan lain benar-benar melakukan sesuatu yang melanggar peraturan..."

    
Dia sengaja menyeret lidahnya, mengisyaratkan dengan liar.

    
Paman ragu-ragu dengan apa yang dia katakan. Masuh berdiri diam seperti ada konfrontasi dari berbagai pemikiran dalam benaknya. Kemudian dia mengangkat tangannya dan menepuk pintu kamar mandi. Dia berkata dengan keras, "Jangan mandi terlalu lama, ini dingin!"

    
Gong Hao dengan cepat menutup mulutnya dan menjawab dengan samar, "Oke!"

    
Paman tidak lagi menunda, dan berbalik untuk pergi.

    
Jiao Ling mengikuti, menarik pegangan pintu, "Paman, pergi perlahan! Bekerja keras! Beristirahatlah lebih awal di malam hari!"

    
Paman itu bergumam dan akhirnya keluar.

    
Jiao Ling menutup pintu dengan cepat, dan menghela nafas lega.

    
Dia mendengarkan dengan seksama gerakan di luar pintu dan memastikan bahwa paman telah pergi. Dia dengan cepat merangkak ke pintu kamar mandi dan mengetuknya pelan, "Keluar! Paman sudah pergi!"

    
Begitu dia berbicara, pintu kamar mandi didorong terbuka. Reaksi Jiao Ling cukup sensitif, dan menghindar dengan sempurna pada saat terakhir, menghindari tragedi hidung datar yang tertembak di pintu.

    
Tapi dia tidak menghindari trik besar Hang Ye yang telah mengisi daya untuk waktu yang lama.

    
Hang Ye keluar dari kamar mandi, ekspresinya bukan lagi badai petir, itu adalah petir sembilan hari dari penyeberangan iblis besar.

    
Jiao Ling memandang Hang Ye seperti ini dan bergidik tanpa sadar. Dia dengan cepat tertawa sambil tergagap,  "Ka-kakak Ye ... Aku ... tidak, tidak memperkirakan ..."

    
Sangat kompeten!” Hang Ye mengangkat tangan ke atas kepalanya dan menepuknya dengan sedikit kekuatan.

*sebagai makna merendahkan. Tidak tergantung pada konteks yang sebenarnya.

    
Jiao Ling menyusutkan kepalanya dan tidak berani merespon balik. Ekspresinya sangat bersalah.

    
Yu Erlan melihat adegan ini segera setelah dia keluar dari kamar mandi. Dia melirik Jiao Ling, dan kemudian melihat rambut dan pakaian Hang Ye yang basah.

    
Tidak tahan untuk mengungkapkan bahwa wajah orang ini memiliki daya tarik yang begitu menonjol, rambutnya basah dan berantakan, tetapi wajahnya dengan garis-garis yang marah dan dingin lebih sedikit dipaksakan, dan itu membuat orang yang melihat menumbuhkan perasaan tunduk dan bergantung.

    
Tapi yang jelas, Jiao Ling saat ini tidak punya waktu untuk merasakan daya tarik Hang Ye.

    
Yu Erlan mengerutkan bibirnya dan berbicara dengan lembut, mencoba mengalihkan perhatian Hang Ye, "Hang Ye, ayo kembali ke kamar tidur dengan cepat, mungkin paman memikirkannya dan akan kembali untuk memeriksa lagi. Dan juga ..."

    
Dia menarik sudut pakaian Hang Ye dan berkata, "Bajumu basah kuyup, sudah larut malam, jangan masuk angin ..."

    
Tindakannya sangat alami, tapi entah bagaimana, Hang Ye tersentak, dan merah yang mencurigakan tiba-tiba muncul di wajahnya.

    
Yu Erlan tertegun, tetapi kemerahan di wajah Hang Ye menghilang sebelum dia bisa bereaksi. Hang Ye menatap Yu Erlan dengan ekspresi serius, dan berkata, "Kau masih memperingkatku, Xiaobai! Kau sendiri baru sembuh dari sakit, dan sekarang pakaianmu basah kuyup, apa kau ingin masuk angin lagi?"

    
Dia merangkul bahu Yu Erlan dan mendorongnya keluar, berkata, "ayo pergi! Cepat kembali, mandi air panas dan tidur!"

    
Jiao Ling mengikuti di belakangnya, membuka pintu untuk mereka, mengambil inisiatif untuk menyelidiki situasi diluar, dan memutuskan bahwa tidak ada seorang pun di koridor. Dia dengan cepat melintas ke dinding dan mengangguk pada Hang Ye, "Kakak Ye, sekarang saatnya!"

    
Hang Ye bergegas membawa Yu Erlan keluar, sambil menunjuk Jiao Ling dengan sengit, "Aku akan mengurusmu lagi besok!"

    
Jiao Ling mengerjap dengan liar, tidak berani mengatakan apa-apa, tetapi hanya menyengir.

    
Gong Hao juga keluar dari lemari dan menempel ke pintu, mengarahkan Hang Ye dan Yu Erlan untuk kembali ke asrama, dan kemudian berbalik untuk menutup pintu asrama.

    
Dia memelototi Jiao Ling dan berkata, "kau sudah lihatkan? Aku sudah mengingatkanmu untuk jangan membuat masalah, kalau tidak kakak Ye Ge pasti akan mengajarimu! Sekarang kau lihat kekacauan yang kau buat!"

    
Jiao Ling mengangguk kepalanya dua kali, dan akhirnya bergumam menolak mengakui, "Tapi kupikir Yu Erlan sangat menyukai hadiah ulang tahunku ..."

    
"Ladao!" Gong Hao mengejek, "dia hanya bersikap baik  padamu!"

*拉倒 adalah dialek Cina Timur Laut, yang memiliki arti yang sama dengan Lupakan saja, tetapi itu sedikit lebih dalam dari Lupakan saja, dan itu berarti sedikit lebih dihina daripada Lupakan saja.

    
Jiao Ling melengkungkan bibirnya dan berbalik untuk berjalan kedalam.

    
Setengah jalan, dia tiba-tiba teringat sesuatu dan berbalik kepada Gong Hao dengan penuh semangat, "Ya! Gong Hao, apakah kau menemukannya! Aku pikir kakak Ye mendengarkan kata-kata Yu Erlan! Hei ... Aku merasa agak salah untuk berpikir begitu. Kakak Ye orang yang dogmatis, dan tidak mau menerima masukkan orang lain! Mengapa orang itu mengatakan sesuatu, Kakak Ye langsung menjadi lunak?"

*Memiliki pandangan kuat sendiri.

    
Wajah Gong Hao bercampur antara bersyukur dan ketidakberdayaan, menatapnya seperti menatap pohon besi mekar (idiom): kejadian yang sangat mustahil atau sangat jarang, "Kau baru saja menemukannya ah!"

    
"Ah ..." Jiao Ling menatapnya, mengerjap lagi, mengerjap lagi, dan tiba-tiba sebuah kalimat keluar, "Apakah mungkin... Kakak Ye akhirnya sadar pada periode terakhir tahun ketiga sekolah menengah ini, berpikir dia harus mengakui si Xueba sebagai Kakak? Lalu apa kita juga seharusnya mendengarkan Yu Erlan?"

*xueba: top student, Ge: elder brother, kakak.

    
Gong Hao, "..."

    
Dia menghela napas panjang, membenci besi karena tidak menjadi baja: merasa kesal terhadap seseorang karena gagal memenuhi harapan dan tidak sabar untuk melihat peningkatan (idiom) dan menepuk kepala Jiao Ling, mengatakan: "Tidak peduli bagaimana kau sampai pada kesimpulan ini di kepalamu ... Pokoknya, hasilnya benar, jadi itu."

    
Jiao Ling tampak bodoh.
.
.

Di asrama sebelah, Yu Erlan didorong ke kamar mandi oleh Hang Ye dan mandi air panas dengan tergesa-gesa.

    
Dia berpikir bahwa pakaian di tubuh Hang Ye juga basah, dan dia tidak bisa menunda banyak. Dia cepat-cepat mengenakan piyamanya dan pergi.

    
Begitu dia keluar, dia melihat Hang Ye memunggunginya, dan jaketnya telah dilepas. Yu Erlan memperhatikan selama lari jarak jauh bahwa Hang Ye memiliki kekuatan fisik yang baik dan harus memperhatikan kebugaran. Garis-garis otot di punggungnya membuktikan hal ini, pakaiannya tipis, menampakkan otot yang tidak berlebihan, itu semacam sosok yang menyenangka untuk dilihat.

    
Mungkin sosok ini juga sangat menyenangkan bagi kucing. Hang Xiaohei dengan cekatan melompat dari tempat tidur Hang Ye dan mendarat di bahu Hang Ye. Keempat kakinya duduk bersama dengan rapi, dan ekornya yang panjang menempel di leher dan punggung Hang Ye, menyapu.

    
Hang Ye takut gatal, dan dia tidak tahan lagi. Dengan tangan di ekornya, dia mendengus, "Hang Xiaohei, tolong jangan main-main denganku! Aku seperti ember obat kebakaran sekarang ... "

    
Seketika, beban di bahu terasa ringan. Hang Xiaohei dengan lembut mengeong, Hang Ye berbalik, melihat Yu Erlan memeluk Hang Xiaohei sambil berkata, "Pergi mandi."

    
Hang Ye menghindari matanya tanpa sadar, matanya terkulai, dan mengangguk, "Um ..."

    
Dari sudut ini, dia melihat celana Yu Erlan menempel di pergelangan kaki putihnya, bergoyang dengan lembut (seperti angin). Yang secara harfiah berarti memprovokasi.

    
Tenggorokan Hang Ye mandek.

    
Pergelangan kaki Yu Erlan benar-benar indah, dan dengan cepat mengaktifkan ingatan Hang Ye menggambarkan kaki Yu Erlan.

    
Panjang, lurus, putih, ramping, tidak bisa tidak berpikir untuk ...

    
Hang Ye panik dan berbalik ke kamar mandi, tetapi dia tersandung.

    
Yu Erlan menatapnya dengan terkejut, mengangkat tangannya untuk membantu, tetapi Hang Ye dengan cepat berdiri teguh tanpa mengatakan apa pun dan memasuki kamar mandi.

    
Setelah beberapa saat, suara air terdengar.

    
Yu Erlan merasa lega. Dia memeluk Hang Xiaohei ke tempat tidur dan menonton jam di atas meja melewati nol.

    
Ulang tahunnya yang ke-18 di kartu identitasnya berlalu seperti serangan.

    
Yu Erlan tanpa sadar membuat senyum.  Dia menggosok kelinci kecil yang tergantung di lehernya dan mengira itu adalah ulang tahun terbaiknya.

    
“Oke, tidurlah.” Yu Erlan menundukkan kepalanya dan dengan lembut meniup ujung telinga Xiaohang Hei, “Ayahmu takut gatal. Kau bisa tidur denganku di malam hari.”

    
Dia meletakkan tangannya di sekitar Hang Xiaohei, menggosok perutnya yang lembut, dan mendengarkan gerutuannya yang bahagia, Yu Erlan tiba-tiba menyadari bahwa dia dalam suasana hati yang baik baru-baru ini, dan dia juga tidur nyenyak. Sepertinya dia tidak merasakan depresi untuk waktu yang lama. Rasa sakit karena ketidakmampuan untuk berjuang mati rasa ketika penyakit itu menyerang.

    
Semua ini dibawa kepadanya oleh Hang Ye. Yu Erlan berpikir.

    
Dalam arti tertentu, Hang Ye adalah dermawan penyelamat hidupnya.

    
Yu Erlan merasakan darahnya mengalir ke raga dan jiwanya, membanjiri wajahnya, membuatnya merasa hangat.

    
Dia menarik kepalanya ke dalam selimut, menggosok wajah Hang Xiaohei, dan berbisik kepadanya dengan lembut, "Xiaohei, mungkin Hang Ye benar... Namanya semacam dasi. Baginya, bagiku... hal yang sama juga benar."

Di kamar mandi, Hang Ye mematikan pancuran.

    
Dia mandi air dingin, tapi sama sekali tidak dingin. Karena seluruh tubuh terasa panas dan kering.

    
Panas dari pemandian Yu Erlan masih ada di ruangan itu, dengan aroma sampo mint yang digunakannya.

    
Kemauan Hang Ye membentang sepanjang malam dan runtuh pada saat memasuki kamar mandi. Dengan mandi, masih tidak bersih, dan dia hanya bisa menyelesaikan masalah dengan tangan.

    
Dia membalikkan badan ke dinding kamar mandi yang dingin, tidak tahu bagaimana harus pergi menghadap Yu Erlan.

    
Sebelum bertemu Yu Erlan, Hang Ye merasa seperti "prajurit".  Dalam beberapa tahun terakhir masa remajanya, ia menghabiskan semua jenis pertikaian yang kacau balau, ia tidak punya niat untuk jatuh cinta, juga tidak memikirkan apa yang disebut tipe ideal. Ketika ada impuls fisiologis yang perlu dipecahkan sendiri, tidak ada objek fantasi tertentu dalam benaknya.

Tapi sekarang semuanya berbeda.  Ada Yu Erlan di hati Hang Ye.

    
Tapi ini membuatnya bingung lagi.

    
Dia menyadari bahwa dia memiliki kasih sayang khusus untuk Yu Erlan karena mimpi, dan mengkonfirmasi bahwa Yu Erlan akan menyebabkan dorongan hatinya dalam situasi kacau hari ini.

    
Tetapi semua ini ... Apakah itu karena kegelisahan alami masa remajanya, atau apakah itu emosi yang lebih dalam?

    
Hang Ye bingung.

    
Dia meletakkan tangannya yang dingin di dahinya yang panas, mencoba mendinginkan otaknya yang bergerak cepat, menenangkan dirinya, dan memilah-milah segalanya.[]


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments