66. Sulitnya bagi pekerja migran -EPILOG II-

Tong Tong bertahan dan bertahan, tetapi tawa Zhou You tidak berkurang sama sekali. Malah semakin buruk membahas tentang kotoran anjing.

    
Tong Tong menjadi semakin marah dan akhirnya memulai pemukulan sepihak.

    
"Hei, jangan pukul wajahku," Zhou You tengah memeluknya, tidak bisa mengindar, hanya bisa menyembunyikan kepalanya, "Aku salah, aku salah."

    
"Apa salahmu," Tong Tong berteriak padanya.

    
"Aku yang kotoran, aku kotoran," Zhou You meminta maaf dengan tulus, "kau yang anjingnya."

    
Tong Tong menggertak giginya, "sial."

    
“Ah, aku sudah minta maaf, kenapa memukulku lagi.” Zhou You tidak bisa menahannya. Dia cepat-cepat berjalan ke daerah perairan dangkal, menurunkan Tong Tong, dan segera melarikan diri.

    
"Berhenti," Tong Tong mengerjarnya.

    
Namun, Zhou You begitu cepat meninggalkan kolam.

    
Tong Tong gelisah dan berjalan cepat, tergelincir di bawah kakinya, dan jatuh ke kolam.

    
Dengan bunyi gedebuk, bunyi menabrak air terdengar.

    
"Tong Tong," Zhou You mendengar gerakan itu dan melihat ke belakang. Dia kembali dengan cemas dan segera mengangkatnya dari air. "Kau tidak apa-apa?"

    
Tong Tong menyapu wajahnya dan langsung menampar dahi Zhou You, "siapa yang menyuruhmu kabur!"

“Oke, oke, aku tidak lari lagi.” Zhou You akhirnya membiarkan Tong Tong melampiaskan emosi tanpa melepas pegangannya.

    
Ketika keduanya keluar dari kolam renang, hari sudah gelap.

    
“Sekarang jam tujuh.” Zhou You melirik jam, “mau makan?”

    
"Makan dirumah saja." Tong Tong melangkah maju namun tersentak, "Di luar sangat dingin. Aku masih belum selesaikan beberapa soal."

"Makan pangsit, kakak mengirim banyak pangsit dua hari lalu, ada difreezer," saran Zhou You.

    
"Oke." Tong Tong mengangguk.

    
Di jalan malam yang gelap dengan butiran salju, keduanya berpegangan tangan dan meringkuk bersama, berjalan maju, memikirkan pangsit di kulkas di rumah, hati mereka menjadi hangat dan panas.

    
Setelah makan pangsit, keduanya ambruk di sofa besar di ruang tamu dan menghela nafas dengan nyaman.

    
Zhou You sedang bersiap untuk merangkak dan memeluk Tong Tong.

    
Ponsel berdering.

    
Tong Tong mendengar suara itu, dan baru saja membuka matanya, namun melihat wajah Zhou You yang sangat dekat, dia tersentak kaget.

    
“Kenapa kau menakutiku?” Tong Tong memukulinya.

    
"Aku ingin menciummu." Zhou You sedih, dia mengambil ponsel itu, "Zhuang Qian yang telepon."

    
Tong Tong menaruh ponsel di telinganya.

    
"Tong Tong, aku akan pergi ke ibukota besok, kau bertemu denganku." Suara Zhuang Qian datang tepat setelah panggilan dijawab.

    
"Besok," Tong Tong membeku sesaat, "Besok hari Minggu, jika kau datang, kau tidak bisa langsung kembali."

    
"Aku minta cuti untuk liburan selama beberapa hari."

    
"Sekolahmu sangat ketat, kau bisa minta cuti untuk liburan?"

    
“Aku tidak pergi sejauh itu untuk melihatmu.” Suara Zhuang Qian agak rendah, tetapi dia dengan cepat menyembunyikannya lagi, “Oke, jangan lupa besok, aku akan berada di sana sekitar pukul dua belas.”

    
Zhuang Qian menutup telepon segera setelah berbicara.

    
“Ada yang tidak beres, Zhuang Qian sampai cuti hanya untuk datang menemuiku.” Tong Tong menatap ponsel dengan kosong.

    
“Kau akan tahu besok, beri aku ciuman dulu sekarang.” Zhou You memeluknya dengan tidak sabar, menundukkan kepalanya.

    
Nada dering telepon berdering lagi.


Zhou You, "..."

    
Dia mengambil ponsel dan bersiap memutus panggilan.

    
“Ibuku menelepon.” Zhou You menyentuh hidungnya dan menyerahkan ponsel.

    
"Oh, Bibi Yan," Tong Tong segera duduk tegak dan berdeham sebelum menjawab telepon. "Halo, bibi."

    
"Tong Tong, maaf ya mengganggumu belajar," suara Yan Qing datang dari seberang telepon sambil tersenyum, "ponsel Zhou You tidak aktif,"

    
“Aku bersamanya, ponselnya mungkin sudah mati,” kata Tong Tong, menatap Zhou You.

    
Zhou You mengambil ponselnya dan menekannya, dan ternyata memang sudah mati.

    
"Oke, aku hanya ingin bertanya apa uang sakumu masih cukup? Terakhir kali aku mengirimkannya minggu lalu."

    
Tong Tong tertegun untuk sementara waktu. Jika dia ingat dengan benar, uang saku yang dia terima minggu lalu Cary adalah 7 digit.

    
“Apa kau bisa mendengarnya, Tong Tong?” Tidak mendengar jawaban, Yan Qing tiba-tiba berteriak memastikan.

    
"Aku bisa mendengarnya, masih sangat cukup, Bibi," Tong Tong berkata dengan cepat, "Sungguh."

    
“Jangan menghemat, harus digunakan buat Jajan, makan yang banyak. Bibi tutup ya.” Yan Qing menutup telepon sambil tersenyum.

    
Detik berikutnya, ponsel Tong Tong menerima pengingat transfer, Anda baru saja menerima transfer 1 juta.

    
Tong Tong, "..."

    
Dia masih tidak bisa beradaptasi dengan jumlah uang saku yang diberikan Yan Qing.

    
Melihat ini, Zhou You segera mengisi daya ponselnya dan menelepon kembali ke ibunya.

    
"Ibu."

    
“Apa uangnya cukup?” Yan Qing bertanya dalam kalimat pertama.

    
"Tidak cukup," Zhou You menanggapi.

    
Telepon ditutup, di detik berikutnya, ponsel Zhou You juga menerima transfer.

    
[ Anda baru saja menerima transfer 52 yuan. ]

   
Zhou You, "..."

    
Tong Tong melihat jumlah itu dan tertawa di sofa.

    
“Sungguh tega.” Zhou You menggigit giginya, matanya jatuh ke pinggang Tong Tong saat kain piyama tersingkap, memperlihatkan kulit putih.

    
“Kau panggil aku ayah, aku bisa mempertimbangkan untuk membagimu setengah.” Tong Tong berbaring di sofa, tertawa dengan arogan.

    
“Kau panggil aku ayah, aku bisa mempertimbangkan untuk tidak membiarkanmu menangis hari ini.” Zhou You meraih pergelangan kakinya dan menyeret orang itu dari sofa.

    
Pada jam berikutnya, Tong Tong meneriakinya ayah puluhan kali.

    
Tong Tong meraih karpet dan tidak mengerti mengapa Zhou You sangat menyukai postur belakang dan masih ingin menggigit leher belakangnya.

    
“Minumlah air.” Zhou You menyerahkan air ke mulutnya.

    
"Sialan," Tong Tong memarahinya dengan kering, "Kau mendapatkannya lagi."

    
“Waktu yang mana aku tidak berhasil.” Zhou You menundukkan kepalanya dan mencium mulutnya yang basah.

    
“Apa yang kau lakukan?” Tong Tong merasa sentuhan tangan di bagian dalam pahanya, dia langsung menoleh pada Zhou You, “masih lagi?”

    
"Hanya jeda untuk kau minum," kata Zhou You, mengangkat pinggangnya dengan satu tangan, menjepit lehernya dengan satu tangan, dan menekannya dari belakang dari segala arah.

    
Ini adalah gerakan yang membuat orang-orang di bawah ini benar-benar menyerah.

    
Tong Tong tidak punya waktu untuk menolak, air dalam cangkir tumpah, merendam karpet di bawahnya.

    
Dia tidak tahu kapan tertidur, begitu bangun, hari sudah siang.

    
Zhou You membangunkannya.

    
“Kenapa?” ​​Tong Tong masih setengah sadar.

    
"Jangan tidur terus. Katamu Zhuang Qian akan datang hari ini." Zhou You bertanya dengan lembut, "Kapan kita akan menjemputnya?"

    
"Uh," Tong Tong memalingkan pandangan ke langit di luar, bangun dan duduk, "Jam berapa sekarang?"

    
"Lebih dari jam 1," jawab Zhou You.

    
"Mati, matilah sudah," Tong Tong buru-buru bangkit dari tempat tidur. "Mengapa kau tidak membangunkanku lebih awal?"

    
"Aku sudah membangunkanmu tapi kau menamparku," kata Zhou You pelan di belakangnya.

    
Mereka tiba dibandara jam 2:00.

   
Wajah Zhuang Qian datar dan dingin, berdiri di salju tebal di Beijing, membuang muka, langit yang luas, "Siapa kalian."

    
“Maaf.” Tong Tong membungkuk dan meminta maaf.

    
“Maaf, kami ketiduran.” Zhou You juga membungkuk.

    
“Tampaknya kalian dengan tulus mengakui kesalahan itu.” Zhuang Qian mendengus, “Aku ingin makan bebek panggang otentik untuk makan malam.”

    
Tong Tong mengangguk lagi dan lagi.

    
Kemudian ketiganya pergi ke Quanjude dan memesan 10 bebek.

    
Tengah menikmati makanan, Tong Tong berinisiatif bertanya keraguan dalam hatinya, "kenapa kau datang kesini?"

    
Zhuang Qian meneguk anggur sebelum menjawab, "Chun Yu mengabaikanku dan menghapus kontakku, aku tidak bisa menghubunginya, aku hanya bisa datang ke Beijing untuk menemukannya."

    
"Ah," Tong Tong membeku.

    
Nilai Chen Chunyu sangat baik, tetapi kondisi keluarga tidak baik, atau bahkan miskin.

    
Di masa lalu, subsidi dibantu oleh keluarganya, kemudian, ketika ada sesuatu yang salah dengan keluarganya, itu dihentikan oleh keluarga Zhuang Qian.

    
Hubungan antara keduanya selalu sangat baik.

    
Chunyu menghapus kontak Zhuang Qian.

    
Sebelum dia bertanya, Zhuang Qian menjawab telepon dan mengobrol selama sepuluh menit.

    
Tong Tong mengangkat alisnya.

    
Ketika Zhuang Qian menutup telepon, dia segera bertanya, "Kau punya pacar?"

    
"Ya, dua hari lalu aku mengirim ke lingkaran teman di WeChat. Apa kau tidak melihatnya?" Zhuang Qian mengangguk. "Diperkenalkan oleh keluarga. Keluarganya melakukan perdagangan impor dan ekspor. Kelihatannya sangat bagus, tetapi temperamennya buruk. Dia terus bertanya mengapa aku tidak membawanya ke Beijing."

    
"Masih lebih baik Chunyu. Meskipun dia tidak suka berbicara, dia tidak pernah marah padaku."

    
"Aku tidak tahu kenapa dia menghapusku kali ini."

    
Zhuang Qian agak mabuk.

    
Zhou You dan Tong Tong saling melirik, dan keduanya mulai memiliki beberapa spekulasi yang kabur.

    
"Tidak usah dibahas lagi," Zhuang Qian berbaring di atas meja dan melambaikan tangannya. "Beri aku alamatnya. Malam ini santai dulu, tidak mabuk, tidak bahagia. Aku akan pergi mencari Chunyu besok."

    
Zhuang Qian pergi menemui Chen Chunyu keesokan harinya, dan Tong Tong tidak tahu.

    
Zhuang Qian tidak memberitahunya.

    
Tetapi pada hari Zhuang Qian meninggalkan Beijing, dia baru meminta Tong Tong untuk datang mengantar kepergiannya.

    
Kondisi Zhuang Qian tidak begitu baik, belum lagi tampak kosong dan tampak tergesa.
.
.
    
Ketika liburan, Tong Tong pulang kampung, dan mendengar bahwa Zhuang Qian telah pergi ke luar negeri dan sedang mencari teman penting.

    
Setelah penyelidikan lebih lanjut, Chen Chunyu melamar ke luar negeri sebagai siswa pertukaran di sekolah.

    
Zhuang Qian pergi ke luar negeri dan kembali ke China, berusaha beberapa kali, dan akhirnya bisa menarik Chen Chunyu pulang, ayahnya hampir mematahkan kakinya.

    
"Zhuang Qian selalu menyukai perempuan sejak kecil." Tong Tong menghela nafas.

    
"Aku juga menyukai anjingku sejak masih kecil." Zhou You tidak setuju, "tetapi sekarang aku sangat menyukaimu. Siapa yang tahu apa yang terjadi? Sekarang lebih baik."

"Aku memperingatkanmu untuk yang terakhir kalinya." Tong Tong tersenyum, "Jika kau masih mengaitkanku dengan anjing atau kotoran, kita akan selesai."

    
“Aku salah.” Zhou You dengan cepat meminta maaf.
.
.

Empat tahun di perguruan tinggi, kecuali waktu, tidak ada yang berubah banyak.

    
Suatu hal yang sangat kecil, perlahan dihitung, tetapi waktu berlalu dengan cepat.

    
Kedua keluarga makan lusinan makanan bersama dalam empat tahun, dan orang tua dari kedua belah pihak tertarik untuk membahas bagaimana pernikahan anak-anak harus diatur.

    
Dalam empat tahun terakhir, tubuh Tong Jingshen pada dasarnya telah stabil. Pei Yun mengambil tes dan pergi ke sekolah menengah untuk menjadi guru musik.

    
Tong Tong tumbuh satu sentimeter dalam empat tahun ini dan sekarang 1,82 meter.

    
Zhou You berpartisipasi dalam beberapa pertandingan tinju domestik, bermain sepanjang jalan, dan kemudian hampir memenangkan kejuaraan kelas menengah.

    
Tapi tidak jadi.

    
Kenapa?

Zhou You sekarang ingat bagaiaman hidungnya bengkak dan meludahkan darah.

    
Dia tidak merasakan banyak rasa sakit untuk dirinya sendiri, tetapi Tong Tong meraihnya, dan dia melihat telapak tangan Tong Tong tersedak darah karena ketegangan.

    
“Hanya tidak mau bermain lagi, kegembiraan bermain game tidak bisa dibandingkan dengan Tong Tong.” Zhou You selesai berbicara dengan reporter, jadi dia tidak ikut serta dalam kompetisi lagi.

    
Dia pergi ke gym tinju yang dibuka oleh rumah lelaki gendut itu dan mulai memukuli yang lain, jadi dia senang dan Tong Tong juga senang.

    
Begitu sekolah selesai, mereka berdua berlari keluar. Dalam empat tahun, mereka pergi ke banyak tempat, berjemur di Florida, melemparkan uang ke Makau, menonton Aurora di Islandia, dan pergi terjun payung di Selandia Baru.

    
Zhou You masih suka menjadi bodoh, dan Tong Tong memiliki temperamen yang buruk.

    
Tapi Zhou You mengakui kesalahan dengan cepat, hati Tong Tong lembut.

    
Keduanya cocok dan menjadi semakin lengket.

    
Tidak sulit bagi keduanya untuk mencari pekerjaan setelah lulus magang, mereka memiliki kemampuan yang luar biasa di sekolah dan mereka sangat populer.

    
Setelah pengiriman resume Daliu, ia berhasil mendapat kesempatan magang.

    
Masuk akal bahwa keduanya memiliki kemampuan profesional yang kuat. Meskipun mereka memasuki perusahaan besar, pekerjaan magang tidak akan buruk.

    
Tetapi ada yang salah dengan pekerjaan keduanya.

    
"Halo, Tong Tong, apa kau tidak bekerja sekarang? Aku akan menjemputmu sekarang." Zhou You mengambil payung dari gerbang perusahaan dan menatap langit, hujan ringan, tidak besar.

    
“Yah, aku di pihak Guomao.” Tong Tong berjongkok di pinggir jalan, pusing dan nyaris tidak melihat nama tempat makan di belakangnya, dan memberi tahu Zhou You.

    
“Mengapa kau tidak menunggu di perusahaan?” Zhou You mengerutkan kening dan mendengar sesuatu yang salah dalam suaranya, “Kam mabuk?”

    
“Manajer membawa kami keluar untuk makan bersama.” Kata-kata Tong Tong tidak jelas, tetapi logikanya jelas, dan ia tidak boleh minum terlalu banyak.

    
"Apakah ada yang bersamamu?"

    
"Tidak."

    
“Kalau begitu jangan menutup telepon, jangan berjalan, aku akan segera ke sana.” Zhou You mengerutkan kening.

    
Zhou You menemukan bahwa dia sebelumnya menyimpulkan bahwa dia tidak boleh minum terlalu banyak benar-benar sial.

    
Tong Tong mabuk dan berjongkok di sisi jalan, dan dia tidak lagi sadar.

    
Mata Zhou You merah, dan hujan di malam hari. Tong Tong-nya banyak minum dan bahkan tidak memiliki siapa pun di sekitarnya.

    
"Tong Tong, Tong Tong" Zhou You berteriak pelan pada saat bersamaan, sambil menggendongnya ke mobil.

    
“Zhou You,” Tong Tong meletakkan kepalanya di dadanya dengan tidak nyaman.

    
"Bagaimana?" Zhou You dengan hati-hati menempatkannya di kursi belakang, mencium bau alkohol, dia tahu dia sedang minum minuman keras.

    
Tong Tong menundukkan alisnya dan tidak bisa muntah apa pun jika dia ingin muntah, menutupi perutnya dan berkata "tidak nyaman,"

    
“Fck.” Zhou You jarang memarahi.

    
Dia tahu apa yang sedang terjadi.

    
Tong Tong tipe yang acuh, tidak akan mengatakan baik dan taat, bosnya tidak menyukainya, terus menerus berakhir masalah.

    
Kembali ke rumah, Zhou You membantu Tong Tong membersihkan diri dan memberi makan air madu, dan setelah beberapa saat, Tong Tong akhirnya merasa nyaman dan tertidur.

    
Ketika Tong Tong bangun, dia memperhatikan bahwa ada sesuatu yang salah dengan Zhou You, "Apa yang terjadi dengan aroma parfum di tubuhmu?"

    
"Jangan bilang itu." Zhou You juga mengalami hari yang buruk hari ini. "Bos wanita itu mengikutiku ke dapur lagi, dan pura-pura tersandung, untungnya, aku bisa menghindar dengan cepat."

"Tapi cangkir yang kau berikan padaku jatuh.” Zhou You marah dan sedih.

    
"Jalan sialan." Tong Tong juga mengumpat.

    
Zhou You berbeda dari dia, Zhou You tipe yang ceria, dan rukun dengan rekan-rekan di perusahaan, tetapi bos perempuannya yang berusia hampir 40 tahun sering melecehkannya di dapur.

    
Tong Tong menghela nafas, duduk menunduk.

    
Zhou You juga menghela nafas dan memeluknya.

    
Keduanya saling memandang dan mengeluh dengan suara bulat bahwa, sulitnya bagi pekerja migran yang tinggal dan bekerja di Beijing tanpa izin tinggal.

    
Jadi, keduanya melalui pencarian pekerjaan yang sulit dan pekerjaan yang tidak nyaman, dan akhirnya mereka pulang tanpa daya dan sedih untuk mewarisi bisnis keluarga mereka sendiri.

    
Ini adalah jenis perusahaan warisan rumah yang sangat tidak nyaman.

    
Xiao Tong masih memiliki temperamen buruk, tetapi semua orang di perusahaan mengatakan bahwa Xiao Tong selalu stabil dan matang.

    
Tidak ada yang berani mengganggu Xiao Zhou, dan saling facetime dengan Xiao Tong setiap hari.

    
Semuanya baik-baik saja, kecuali bahwa Xiao Tong dan Xiao Zhou harus memulai hubungan jarak jauh antara Utara dan Selatan karena alasan pekerjaan.

    
Xiao Zhou selalu terbang setiap pagi dan kembali pada sore hari, Xiao Tong terbang di malam hari dan terbang kembali di pagi hari.

    
Mereka bertemu dua kali sehari, kurang dari enam belas jam sehari. Mereka sangat tekun dan bekerja keras.

    
Hubungan jarak jauh sialan ini.[]


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments