65. Jika aku seekor anjing, tebak siapa dirimu? -EPILOG 1-

“Kau mau kemana, Zhou You?” Ketua kelas yang tengah memegang tumpukkan buku tugas, berteriak Zhou You yang terburu-buru keluar kelas. “Kita harus keluar mengantar ini sama-sama."

“Maaf, aku harus segera pulang untuk mengantarkan makanan.” Zhou You melambaikan tangan, pamit sambil tersenyum dan kemudian mempercepat langkahnya, langsung pergi ke kafetaria.

Kehidupan universitas tidak banyak berubah, hanya lingkungan yang berubah, tetapi selama orang disisimu tidak berubah, dimanapun berada, tetap akan terbiasa.

Mengenai masa ujian masuk perguruan tinggi, sampai hasilnya keluar, tak satu pun dari mereka yang benar-benar khawatir, karena mereka tahu hasilnya. Tapi ketegangan itu pasti.


Pada hari hasilnya keluar, apa yang membuat Zhou You senang bukan karena ia diterima di universitas terkenal ini bersama Tong Tong, tetapi bahwa nilainya satu poin lebih rendah daripada Tong Tong.

Konsep apa ini?

Ini adalah bagaimana dia membuka postur barunya.


Ini adalah kepercayaan diri, inilah bagaimana dia berani membiarkan Tong Tong menuangkan segelas air untuknya.


Meskipun keduanya masuk universitas yang sama, mereka tidak berada di jurusan yang sama.


Bagaimanapun, keduanya benar-benar berbeda dalam fokus mereka.


Zhou You mengemas beberapa hidangan favorit Tong Tong di kafetaria, dan ketika dia pergi ke luar kampus, meluangkan waktu untuk menelepon Tong Tong.


Telepon berdering cukup lama sebelum dijawab.


"Halo," Tong Tong terdengar serak.


"Astagaaa," Zhou You tahu bahwa dia belum bangun, dan menghela nafas, "Kau leluhur belum fajar, jangan lupa jika kau ada kelas hari ini"


"Sudah bangun." Tong Tong masih belum sadar, suaranya merengek, "Zhou You..."


"Aku di sini." Zhou You menghentikan taksi, "Aku akan memarahimu jika kau melihatmu belum bangun."


Tong Tong tersenyum di telepon.


"Oke, aku bisa sampai di sana dalam waktu sekitar sepuluh menit, sayang, cepatlah bersiap. Jangan begadang semalaman untuk menulis lain kali---"


Sebelum selesai berbicara, Tong Tong sudah menutup telepon.


“Hah, keras kepala.” Zhou You merutuk sambil tersenyum.


Sepuluh menit kemudian, Zhou You tiba ke apartemen, menyapa penjaga keamanan dan dengan cepat memasuki lift.


Mereka tidak tinggal di asrama kampus.  Karena Zhou Yu membeli apartemen di dekat kampus.


Katanya sebagai hadiah pertunangan.


"Sayang, makan daging domba hari ini," Zhou You membuka pintu dan berteriak, "Dan juga keledai yang kau katakan ingin makan kemarin."


Suara Tong Tong memanggil namanya datang dari kamar tidur.


"Hei," Zhou You menjawab, segera naik ke lantai dua, mendorong pintu kamar, "ada apa?"


Tong Tong berdiri di samping tempat tidur, berdada telanjang, dan hanya mengenakan celana longgar.


Mendengar gerakan itu, dia menoleh untuk menatapnya, dengan ekspresi buruk di wajahnya.


"Kau," Zhou You belum menyelesaikan pertanyaan ini.


“Ada apa dengan bajuku,” Tong Tong mengambil baju yang robek di tangannya.

Zhou You, "..."


Sepertinya dia terlalu keras ketika dia mencuci kemarin.


Zhou You membeku sejenak, mengambil pakaian itu, ekspresinya sangat alami, dan merutuk, "Apa yang salah dengan pakaian ini, bagaimana bisa ada lubang besar, kualitasnya terlalu buruk."


Tong Tong hanya diam, menatapnya.


Dia sudah bilang beberapa kali, tinggal taruh pakaian ke dalam ember dry-cleaning dan mencucinya. Tetapi Zhou You tidak setuju, dan bersikeras ingin mencucinya dengan tangan. Dia berkata bahwa dia mencuci tangannya lebih bersih dan sudah mencuci beberapa kali pakaiannya.

Tidak sadar dengan tingkah bodohnya.


"Oh, ganti saja dengan yang lain." Zhou You berkata sambil tersenyum, berlari ke lemari, dan mengeluarkan beberapa potong, "disini, sepertinya bibi datang ke sini terakhir kali dan membelikan yang baru, tapi kau belum memakainya."


"Kemeja itu sudah kau robek saat kita pergi ke Eropa sebagai hadiah liburan untukku." Tong Tong mengambil yang acak dari tangannya, memberi pandangan ringan. "Kau juga merobeknya."


“Benarkah?” Zhou You berkedip dan menatap baju yang sobek untuk waktu yang lama tanpa menyadarinya.


Apa semua jenis pakaian seperti ini ada lusinan di lemari?


“Tidak masalah, itu hanya beberapa potong pakaian.” Zhou You tidak bisa memahaminya, hanya memeluk Tong Tong dan menciumnya.

"Aku akan membelikanmu seratus delapan potong lagi nanti ketika aku keluar."

    
Tong Tong menghela nafas, terlalu malas untuk menanggapi.

Setelah makan siang yang dianggap sarapan, keduanya bergegas ke kampus.

    
Mereka baru saja turun dari bus dan berjalan menuju gerbang sekolah dalam dua langkah.

    
"Tong Tong!"

    
Di kejauhan terdengar suara pria yang cerah.

    
Zhou You menoleh dan melihat.

    
Seorang pria gemuk mengenakan seragam bola basket besar, maksimum 1,17 meter, dengan bola basket di bawah lengannya, bergegas marah dan megap-megap, dan membuka lengannya sambil berlari.

    
Seperti induk ayam tua, bergegas menyeberang jalan untuk menghampiri.

    
"Berhenti." Zhou You menyipitkan matanya, melangkah maju di depan Tong Tong, dan mengulurkan jarinya ke pria gemuk, "Jangan bergerak, siapa kau?"

    
Si gemuk menghentikkan langkahnya, ketakutan menatap pria besar didepan Tong Tong, suaranya bergetar, "Tong Tong."

    
"Kau," kata Tong Tong dan berbalik untuk melihat Zhou You, ekspresi Zhou You terlihat sangat buruk.

    
Sangat aneh.

    
Zhou You memiliki temperamen ceria dan bisa bergaul dengan semua orang. Jarang menunjukkan penindasan semacam ini di tempat yang cerah.

    
Kaki Chubby sudah mulai bergetar, Zhou You juga mengambil langkah ke depan.

    
Tong Tong menahan Zhou You, menoleh dan berkata pada si gemuk, "Pergi ke ruang kelas dan tunggu aku."

    
"Oke," Chubby mengangguk lagi dan lagi, "Kau bilang kue yang kemarin sangat enak, aku membawakannya lagi untukmu."

    
Si gemuk langsung melarikan diri.

    
"Kue yang sangat enak aaahhh," kata Zhou You dengan suara panjang, mencondongkan kepalanya untuk menatap Tong Tong, "Enak sekali ah, kau tidak kenyang aku memberimu makan di rumah dan kau masih makan dari orang lain ah?"

    
“Bicaralah dengan baik.” Tong Tong meliriknya, dan mengangkat kaki ke arah depan.

    
Zhou You menyentuh hidungnya dan mengikuti, "Siapa dia."

    
"Teman sekelas," kata Tong Tong.

    
“Apa namanya?” Zhou You bertanya lagi.

    
"Uh," Tong Tong memikirkannya, "Xiao Pangzi."

*Little Fatty

    
"Nama yang bagus." Zhou You memuji dari hati.

    
“Dia memiliki aula seni bela diri di rumah.” Tong Tong berkata, “Sepertinya ada juga aula tinju, bukankah kau bilang ingin pergi ke tempat seperti itu belakang inu?”

    
“Kenapa kau tahu ini?” Zhou You tiba-tiba menjadi waspada, “Kalian berdua memiliki hubungan yang baik”

    
Zhou You tidak berpikir lelaki kecil gemuk ini bisa mengancamnya, dia hanya tidak bisa terbiasa dengan orang lain yang akrab dengan miliknya. Niat terselubung ini tidal bisa dibiarkan.

    
"Bukan apa-apa, dia meminjam catatanku dua kali." Tong Tong berkata, "Ya, dia memiliki kolam renang."

    
Mata Zhou You berbinar, "ayo pergi hari ini, lagipula sore nanti ada waktu luang."

    
"Oke, tapi aku tidak mau," kata Tong Tong.

    
“Aku akan mengajarimu, mengajar dengan tangan.” Zhou You membungkuk, berbisik ditelinga Tong Tong lalu tertawa nakal.

    
Jika pria muda berdiri ditepi jalan tertawa seperti ini, itu jelas nakal atau cabul.

    
Tapi Zhou You terlihat tangguh dan tampan, jadi tertawa seperti ini hanya akan membuat orang berpikir, itu pria tampan yang idiot.

    
Tong Tong sangat suka dia tertawa, terlihat nyaman dan tampan.

    
“Kenapa kau tidak bicara?” Zhou You mengangkat alisnya dan mendesah di telinganya, “Ya, sepertinya kita belum mencobanya.”

    
"Zhou You,"  jantung Tong Tong bergetar, dan segera tahu apa yang maksud Zhou You.

    
“Kau tidak pikirkan itu?” Zhou You berkedip polos.

    
"Aku tidak memikirkannya," Tong Tong menatapnya. "Sebaiknya kau tidak memikirkan ke arah sana, itu adalah kolam renang umum."

    
"Oh begitu," Zhou You mengangguk, mengeluarkan ponsel, menghubungi seorang teman, telepon dengan cepat terhubung, "Halo, Hangzi"

    
Tong Tong menatapnya dengan curiga.

    
"Aku dengar ayahmu baru-baru ini mendirikan komplek villa di luar Beijing"

    
"Aku hanya ingin bertanya apakah rumah itu memiliki kolam renang."

    
"Ya, tinggalkan aku satu set."

    
"Jangan, jangan berikan gratis padaku, itu memalukan, itu terkesan seperti kau memiliki lebih banyak uang dariku."

    
Zhou You selalu bersuara keras saat menelepon. Itu menyita perhatian semua siswa yang lewat.

    
Tong Tong, "..."

    
Tong Tong mempercepat langkahnya dan mencoba untuk menjauh dari pria tampan orangkaya pemula yang menakutkan ini.

    
“Tong Tong, kenapa tergesa?” Teriak Zhou You sedih masih dengan telepon ditelinganya. “Tunggu aku, villa, apakah kau mau yang ada kebun besar atau lapangan golf?”
.
.
    
Orang-orang di kelas hampir penuh.

    
Ketika pria kecil gemuk melihat Tong Tong masuk, dia segera melambaikan tangan dengan gembira.

    
Pria gemuk itu menempati posisi belakang. Tong Tong baru saja duduk dan Zhou You datang dan ingin masuk di antara mereka dan hanya ingin menerapkannya.

    
Profesor di depan memasuki ruang kelas.

    
Zhou You tidak punya pilihan selain duduk, mengeluh di samping Tong Tong.

    
"Siapa ini begitu ganas," pria gemuk menurunkan suaranya dan mendekati Tong Tong.

    
Telinga Zhou You bergerak, dan dia hanya menyipitkan matanya untuk memberi pelajaran kepada pria kecil yang gendut itu.

    
"Istriku," Tong Tong balas berbisik.

Zhou You mengangkat alisnya, tidak berkata apa-apa.

"..." Pria kecil yang gemuk itu terkejut, dan dengan keberanian yang entah dari mana, dia menoleh untuk memandang Zhou You.

    
Zhou You tersenyum provokatif pada pria gendut itu, dia secara alami menoleh dan bersandar pada Tong Tong untuk mulai berbisik manja, "suamiku~"

    
Kulit kepala lelaki gendut itu mengencang dan menggigil, dia segera memindahkan bukunya bergeser ke samping.

    
Zhou You tersenyum puas, meletakkan tangannya di punggung Tong Tong, menyesuaikan postur tubuhnya, dan mulai fokus pada kelas.

    
Tong Tong, "..."

    
Dia ingin memperkenalkannya dengan baik.

    
Pria kecil gemuk itu bernama Liu Hong, penduduk asli. Satu-satunya orang yang cukup dia kenal di kelas adalah pria kecil yang gendut ini, terutama karena dia memiliki temperamen yang baik. Dia bisa mentolerir temperamennya yang canggung ketika dia tidak begitu baik untuk orang asing, dan keduanya menjadi akrab.

    
Tong Tong tidak tahu mengapa Zhou You tidak suka si gemuk.

    
Setelah kelas, Tong Tong pergi ke toilet.

    
Ketika kembali, pria gemuk kecil itu duduk bersama Zhou You, dan mereka berbicara dan tertawa.

    
Tepat ketika dia datang, keduanya berpisah lagi, lelaki gemuk kecil itu tidak tahu harus berbuat apa, dan bahkan duduk jauh.

    
Tong Tong memandang mereka berdua dengan ragu, bergerak mendekat, dan merendahkan suaranya, "Apa yang terjadi?"

    
“Pria kecil gemuk itu menyukaimu.” Zhou You juga merendahkan suaranya.

    
"Apa," Tong Tong tampak kosong, "Bagaimana kau tahu?"

    
Zhou You menggertakkan giginya. "Setelah aku berkenalan dan menganggapnya sebagai sister, dia mengatakannya sendiri, dan aku bilang aku merasa kesal ketika melihatnya. Dia bahkan mengatakan kau tampan dan menyukai sikap cuekmu. Rasanya aku ingin memukulnya."

    
“Kau tidak memukulnya kan?” Tong Tong bertanya.

    
“Tentu saja tidak, dia merasa terintimidasi olehku, bersalah mengakui niat buruknya.” Zhou You mendengus dan melanjutkan, “Ya, lelaki kecil gendut juga menganggapku sister, sebuah keluarga, kita berdua bisa memakai kolam renangnya secara pribadi hari ini."

    
Tong Tong, "..."

    
Pria kecil yang gemuk sangat menyukai Tong Tong, sudah terlihat ketika dia pertama kali melihatnya saat resmi kuliah.

Dia tidak hanya menyukainya, tetapi juga mahasiswa baru yang lain dan para senior yang datang ke sini beberapa kali.

    
Tapi diperkirakan Zhou You terlihat lebih keras darinya, dan dia juga simpatik.

    
Juga memberkati mereka berdua.
.
.

Pada sore hari, Zhou You dan Tong Tong tidak ada kelas. Setelah ajakan memaksa dari si pria gendut itu, keduanya pergi ke kolam renang pria gendut itu.

    
“Apa kalian menginginkan seorang pelatih?” Pria kecil yang gendut itu membawa dua celana renang seukuran mereka.

    
"Tidak, aku bisa," kata Zhou You.

    
"Sister, semangat." Pria kecil gemuk itu memberi semangat pada Zhou You sebelum dia pergi. "begitu cerdas menangkap umpan ah."

    
Zhou You mengangguk dengan rumit.

    
Keduanya mengganti celana renang mereka dan masuk. Kolam renang besar dan kosong.

    
Kolam renang biru yang tenang terlihat sangat menarik.

 
"Berenang tampaknya menjadi bantuan yang efektif untuk asma, kita bisa datang lagi nanti." Zhou You pertama kali masuk ke dalam air, berdiri di dalam air dan menjangkau Tong Tong, "Pelan-pelan."

    
Tong Tong menelan ludah dengan gelisah, dia tidak pernah berenang karena asma.

    
Masih sedikit gugup, tapi tangan Zhou You yang terulur sangat meyakinkan.

    
Airnya tidak dalam, hanya mencapai dadanya.

    
Tong Tong meraih papan apung di tangan dan sementara mengambil dua langkah ke depan.

    
“Kau pegang papan apung dengan kedua tangan dan cobalah mengangkat tubuhmu.” Zhou You memegangnya di pinggang. “Jari kaki secara bergantian mengenai air.”

    
Tong Tong melanjutkan sesuai dengan gerakannya, dan benar-benar berenang ke depan untuk sementara waktu.

    
Berenang ke tengah, tubuhnya telah diregangkan dan tidak nyaman. Dia mengambil papan mengambang dengan satu tangan untuk beristirahat. Kakinya menginjak bagian bawah kolam, tetapi dia tidak menyangka menginjak tumpuan kosong.

    
Dia tenggelam, namun Zhou You segera mengulurkan tangan untuk memeluk pinggangnya.

    
Tong Tong juga memeluk leher Zhou You dengan cepat, sambil memanjat.

    
“WTF, apa yang terjadi?” ​​Tong Tong terengah-engah, kaget.

    
"Aku lupa memberitahumu, itu akan lebih dalam di tengah." Zhou You memegang pantatnya dengan satu tangan dan tersenyum, "Kau terlalu pendek, sepertinya tinggimu hanya bertambah satu sentimeter dari saat tahun ketiga SMA."

    
"Apa kau tidak pernah mendengar pepatah," Tong Tong menatapnya dengan dingin.

    
"Apa,"

    
"Tumbuh tinggi, semakin bodoh."

   
Zhou You, "..."

    
Setelah Tong Tong selesai mengutuk, dia melihat ke bawah ke dasar air. Kedalaman tengah kolam terlihat jelas. Dia mencoba yang terbaik untuk melangkah di bawah, tetapi dia memperkirakan bahwa air tidak mencapai ujung hidungnya.

    
"Ayo jalan," kata Tong Tong.

    
Zhou You tidak bergerak dan mendengus. Tangannya yang menyentuh pinggang Tong Tong, mulai grepe-grepe bokong dan pahanya. Sambil menyentuh, dia berkata dengan kejam, "Aku tinggi, ada apa dengan tinggi, coba saja lepas dariku kalau kau punya kemampuan."

    
"Sialan!" Tong Tong dipeluk erat Zhou You, dan tidak bisa melarikan diri.

   
“Sangat licin,” kata Zhou You dengan kepala condong dan menciumnya.

    
"Airnya bau desinfektan," Tong Tong mendorongnya.

    
"Mana." Zhou You tidak membiarkannya pergi dan menggigitnya lagi, "kau coba lagi."

    
Setelah dua ciuman, ekspresi Tong Tong mulai salah.

    
Dia dipeluk seperti koala saat ini, jadi perasaan di bawah pantatnya jelas.

    
"Zhou You, kau mengendalikan sedikit," Tong Tong bertanya dengan wajah hitam.

    
"Apa," Zhou You berpura-pura bodoh.

    
“Hentikan.” Tong Tong tidak berdaya.

    
“Naluri.” Zhou You berkata sambil menggesek dua kali lagi.

    
“Apa kau seekor anjing?” Tong Tong memarahinya.

    
“Jika aku seekor anjing, tebak siapa dirimu.” Zhou You tersenyum nakal.

    
Kulit kepala Tong Tong kesemutan untuk sementara waktu, dan dia tidak ingin menebak sama sekali.

    
"Kau adalah," kata Zhou You.

    
“Aku tidak dengar, aku tidak ingin tahu.” Tong Tong menutupi telinganya dengan ngeri.

    
"Kotoran," Zhou You tertawa, sambil bersumpah ditelinganya, "Jika aku anjing, maka kau kotoran, aku mencintaimu seperti anjing suka kotoran, pasangan alami."

    
Tong Tong, "..."

    
Sialan.

    
Kata putus harus ditambahkan dalam agendanya.



Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments