35. Kakak Lang ditolak

Ji Lang mengatakan hal seperti itu, sudah jelas dia membuat trik nakal.

"Jangan berulah lagi," kataku datar.

Ji Lang melihatku tampaknya tidak benar-benar bercanda, dia tidak berani mengatakan apa-apa, dengan patuh ​​memberi jalan.

Masih dengan situasi yang sama, panasnya cuaca rasanya aku yang sudah mandi ingin melakukannya lagi. Aku hanya bisa duduk di ujung tempat tidur dan menarik kipas angin di lantai untuk meniup wajahku.

“Rambutmu belum kering, bukankah akan sakit kepala?” Ji Lang bertanya padaku, dan ingin menarik kipas lebih jauh dan dihentikan olehku.

“Ya.” Lagipula, tidak akan sakit lagi setelah aku pergi tidur.

Ji Lang, "..."

"Letakkan Gou Zi di teras luar. Kandangnya terlalu panas. Aku khawatir ia akan merangkak ke tempat tidurku di malam hari."

Aku meletakkan tikar, Gou Zi yang sudah tampak iri, mencoba memanjat berkali-kali dengan cakarnya, tetapi memikirkan hal-hal kotor yang dia lakukan ketika diam-diam menyelinap ke tempat tidurku malam itu, aku tidak bisa menanggungnya.

Gou Zi ingin pergi ke Ji Lang setelah gagal naik ke tempat tidurku, tetapi melihatku melarang, Ji Lang tidak pernah berani mengangkatnya dan hanya bisa mengirimnya ke luar.

"Ji Lang, berhubung Gou Zi belum dewasa, mari kita pergi mensterilkannya." kataku.

Ji Lang terkejut, dan kemudian bertanya padaku dengan bingung, "Kenapa?"

"Kenapa lagi, aku khawatir dia kurang gizi. Cepat atau lambat, kau tidak akan bisa membesarkannya."

"Satu bulan lagi," kata Ji Lang, "Waktu kontrol kelahiran terbaik untuk anjing adalah ketika mereka berusia lima atau enam bulan."

Aku mendengar Gou Zi tiba-tiba menggonggong dengan keras di luar, mungkin dia sudah merasa kebahagiaannya itu akan pergi dan tidak akan pernah kembali.

Jelas bukan keegoisanku untuk mensterilkan Gou Zi, aku bersumpah kepada Gou Zi atas nama seorang ayah, Setelah sterilisasi, aku akan menyukainya seperti sebelumnya, dan bahkan lebih menyukainya.

Ji Lang tidak menyerah, tiga kali keluar masuk dari kamar mandi, dan akhirnya menghela nafas berat. "Ini benar-benar jahat, aku tidak dapat menemukannya. Jangankan kau, aku sendiri sudah bepikir diriku gila."

"Tidur saja," kataku santai.

"Hao Yu, kau terlalu asal-asalan untuk menghibur orang. Apakah aku tidur, akankah pakaian dalam yang hilang kembali?"

Aku tidak ingin peduli padanya, bukan urusanku.

Walaupun sudah memasuki tahun kedua sekolah menengah, sekolah kami belum bergegas untuk mengubah kelas pendidikan jasmani menjadi kelas matematika, melainkan, agar kami memiliki tubuh yang sehat, semua orang harus pergi ke lapangan dan tidak belajar di kelas.

Aku tidak bisa menonjol (di antara grup), ingin pergi keluar dan bermain.

Kali ini, aku bertemu Ji Lang.

Dia sepertinya telah menungguku di pintu.
Di masa lalu, kedua kelas kami mengambil kelas pendidikan jasmani bersama-sama karena itu adalah kelas saudara, banyak guru yang sama, tetapi kami tidak pernah saling menyapa.

“Jangan berlari, ayo pergi ke toko, aku mengajakmu makan,” kata Ji Lang.

“Aku akan pergi juga!” Chen Haokong berteriak sambil berlari sepanjang jalan dari Kelas Ji Lang.

Tas idolaku juga mengikuti, aku hanya bisa meluruskan pinggang, melihat tatapan obsesif Chen Haokong yang melekat padaku dan puas.

Ji Lang menepuk kepalanya, "Ada apa denganmu, pergi lari."

"Kenapa kau tidak lari," Chen Haokong mengeluh.

Lai Wenle mengikutiku dengan wajah hitam, "Hao Yu, kau telah berubah, kau telah lupa bahwa akulah anak laki-laki yang paling membutuhkan perhatianmu."

"... Bicara bahasa manusia."

Hampir lupa, Lai Wenle biasanya banyak bicara, dan dramatisir. Dia suka berkata sesuai apa yang dia lihat. Ketika dia melihat orang gemuk, dia katakan jelek. Karena aku terlalu sempurna, jadi dia tidak mengatakan banyak tentangku. Aku bisa bergaul dengannya. Lagipula, orang biasanya tidak suka berada dengan orang-orang jujur. Terlalu menyakitkan.

Akhirnya, kami berempat kabur dari kelas pendidikan jasmani. Proses kelas pendidikan jasmani adalah mulai putaran demi putaran. Setelah dua putaran kegiatan bebas, anak laki-laki dan perempuan bermain di bawah sinar matahari, tetapi sekarang di hari yang panas, semua orang bersembunyi di tempat teduh. Mengingat teks bahasa inggris.

Tidak ada yang bisa dilakukan, Meskipun orang ini, Lao Cao, tidak pandai mengajar, dia suka membiarkan semua orang menghafal seluruh teks, mengatakan bahwa itu adalah hal yang baik.

Ketika dia mengajukan pertanyaan, siswa harus membaca satu paragraf sendiri. Jika selesai, dia akan menunjuk lainnya di belakang. Biasanya, orang yang membaca paragraf pertama lebih menyenangkan, karena dia mungkin hanya paragraf pertama, tetapi paragraf terakhir lebih sial.

Aku masih kurang satu paragraf dan ingin pergi ke kelas pendidikan jasmani, tetapi melihat begitu banyak orang bersembunyi di tok minum es soda dan makan es krim, jadi aku tidak ingin pergi ke bawah pohon untuk menjadi seorang petapa.

Lai Wenle duduk di bangku dan makan es krim sambil menatapku, "Kau tidak tahu seberapa buruk kesanku tentang Ji Lang sebelumnya."

Aku menoleh untuk melihat Ji Lang, Ji Lang juga menatapku dengan polos, orang ini Lai Wenle ... benar-benar tidak tahu malu, es krimnya masih dibeli oleh Ji Lang.

"Hao Yu, apa kau masih ingat? Kau tidak menyukai Ji Lang pada waktu itu. Di kelas belajar mandiri, kita berdua membahas tentang siapa siswa tahun kedua sekolah menengah yang paling sombong. Pada akhirnya, kita sepakat bahwa Ji Lang yang memang paling layak." ujar Lai Wenle dengan semangat sambil menjilat es krimnya, disisi lain, juga menarikku ke dalam air.

“Hari yang panas ini, bisakah kau berbicara lebih sedikit?” Aku mencoba untuk membuatnya diam.

Ji Lang berkata, "Lanjutkan."

Chen Haokong mengangkat telinganya untuk mendengarkan.

Lai Wenle tertawa sendiri melanjutkan, "kata Hao Yu pada waktu itu Ji Lang sangat DIAO, ketika berpapasan dikoridor, selalu menabraknya, padahal jelas dia tidak gemuk, tetapi tidak bisa berjalan menjauh darinya, juga mengatakan Ji Lang jorok ketika buang air kecil, urinnya terciprat kemana-mana."

*istilah buat memaki.

"......"

Aku ... Saat itu sepatuku terciprat urin Ji Lang, aku tidak melawannya dan batinku tidak bisa menerima ini.

Kemudian, aku melampiaskannya dan membahas ini dengan Lai Wenle tentang hal-hal buruk Ji Lang, aku menambahkan minyak dan cuka untuk membuatnya lebih menarik...

Orang benar-benar tidak seharusnya bergosip di belakang seseorang.

Aku seharusnya tidak melakukan apa-apa, dan seharusnya tidak berbicara dengan Lai Wenle.

Ji Lang menoleh padaku ingin bertanya, namun aku menyerahkan es krimku dengan sangat datar, "Rasa blueberry, makan?"

Ji Lang mungkin tidak berharap aku menjadi begitu pengecut, dan dia menyerah terlalu cepat, terkejut dan kemudian menggigit sandwich kismis di es krimku.

Chen Haokong memandang es krimku, ngiler, tetapi aku malu membiarkannya makan, tidak tahu mengapa.

Lai Wenle dengan muka tebal, "aku juga ingin makan kismis ..."

"Tidak," aku menggigit kismis terakhir, tempat Ji Lang makan, "Lai Wenle, kau pertama kali yang mengatakan takut pada Ji Lang, dan kemudian aku hanya setuju bahwa dia cukup menakutkan, aku tidak pernah mengatakan tidak menyukainya."

Sebenarnya, aku jarang menjelaskan hal-hal ini kepada orang lain ... Jika itu orang lain, aku akan membiarkan Lai Wenle mengatakannya, tetapi ini adalah Ji Lang, aku tidak ingin Ji Lang berpikir ... Aku pikir dia adalah orang jahat. Karena setelah mengenal, orang ini bodoh tetapi hangat, dan hatinya baik, benar-benar berbeda dari gaya bajingan biasanya.

Tampak seperti telur bebek asin, tetapi nyatanya itu manis gula.

Lai Wenle, "Kalau begitu, apa kau menyukainya?"

"..." Sungguh aneh, aku hanya mengungkapkan sebagai teman, tetapi Lai Wenle bertanya, seolah-olah aku ingin mengaku pada Ji Lang, pada akhirnya aku hanya bisa mengatakan, "Ji Lang baik."

Chen Haokong terkikik di sampingnya, "Kakak Lang ditolak."

*發好人卡: (Gaul) untuk menolak seseorang (dengan memberi label "orang baik")

"......"

"Tidak, tidak, Kakak Lang pasti orang yang baik," Lai Wenle menjilat eskrimnya, "Ketika aku belum satu meja dengan Hao Yu, aku benar-benar merasa bahwa orang yang paling sombong adalah Hao Yu. Tapi setelah lama mengenal, dia ternyata lucu, tidak sedingin yang terlihat di permukaan. Ini adalah alasan yang sama dengan Kakak Lang. Bisa mengatakan dia baik karena sudah memahaminya."

"..." Aku tidak menyangka Lai Wenle pernah berpikir buruk tentangku, aku seharusnya memikirkannya.

Chen Haokong seperti anak tuan rumah yang, bertepuk-tepuk tangan, "Luar biasa, rasanya seperti pertemuan ringkasan karakter."

Ji Lang, "Yah, aku pikir aku akan berbicara dengan Hao Yu ketika pulang nanti untuk berbicara tentang siapa di antara kami yang lebih sombong."

Abaikan.

Begitu kelas pendidikan jasmani selesai, kami kembali ke kelas, Ji Lang dan aku berjalan di belakang. Dia menyentuh lenganku dan ekspresinya sangat bahagia. Dia berbisik, "Yu zi, apa kau benar-benar tidak menyukaiku sebelumnya? Tapi mengapa aku berpikir kau sudah memperhatikanku sebelum aku pindah ke loteng, apakah kau memperhatikanku karena kau tidak menyukaiku atau karena kau terlalu peduli padaku ..."

"Ji Lang, diam, kau terlalu banyak berpikir."

Ji Lang sangat patuh, "Oke, ayo kita bicarakan setelah pulang nanti."


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments