[23] Suami akan mengajakmu jalan-jalan

Akademik program mahasiswa tahun ketiga begitu padat. Selain kelas teori, kelas eksperimen, dan pelatihan magang, Xu Xingwen tidak punya pilihan selain mendorong waktu untuk siaran langsung belajar mandiri satu jam lebih lambat.


Pada jam tujuh malam, dia mandi, bersiap dan membuka pintu asrama. Lu Zhizhou menunggunya dengan tas di punggungnya. Keduanya meninggalkan gedung asrama dan mengambil sepeda diparkiran. Kedua sepeda itu bersandar dengan tali merah diikat ke setang.


Xu Xingwen speechless sejenak, "apa kau bodoh, kau mengikat dengan tali untuk mencegahnya dari pencuri?"


Lu Zhizhou membuka ikatan tali dan menaruhnya di atas keranjang, menjelaskannya dengan hati-hati, "aku takut seseorang akan memindahkannya dan memisahkan kita. Aku tidak berpikir ada orang yang begitu rendah untuk memutuskan tali merah kita kan?"


Xu Xingwen memutar matanya, "kekanak-kanakan."


Dia mengatakan itu tetapi masih menyetujui perilaku Lu Zhizhou.


Lu Zhizhou juga tidak menghiraukan sifat tsunderenya, dia mengendarai sepeda, "Ayo, suami akan mengajakmu jalan-jalan~"


Xu Xingwen tiba-tiba memerah, "enyahlah! Bodoh!"


Lu Zhizhou menstabilkan sepedanya, dan berulang kali minta ampun. "Aku salah, ayo pergi ke xue wei, ketua kelas akan mengajakmu jalan-jalan~"


Sampai sekarang, Xu Xingwen tidak mengerti. Lu Zhizhou tampak seperti seseorang yang sangat serius, dan dia sangat tak tahu malu.


Ketika menemukan tempat tersembunyi, Xu Xingwen menyesuaikan sudut kamera, dan menegaskan lagi pada Lu Zhizhou, "Kali ini, kau tidak boleh mendekat, wajahmu akan tertangkap kamera."


Lu Zhizhou tersenyum penuh makna, mengangguk patuh.


Begitu menerima pengingat siaran langsung, live room Xing Xing dengan cepat penuh rentetan.


Hanya berbeda dari masa lalu. Gaya rentetan saat ini keluar jalur.


[ Xing Xing disini! Apa kakak yang waktu itu ada disana? ]


[ Xing Xing berpakaian bagus hari ini, menjilati layar menjilati layar ~ ]


[ Apa ada seseorang di seberang Xing Xing? Aku melihat gelas tambahan? ]


Xu Xingwen mengerutkan kening tanpa sadar dan berkata dengan nada kesal, "Jangan panggil aku Xing Xing!"


Mendengar itu, Lu Zhizhou yang tenggelam dalam ulasannya, tiba-tiba tertawa rendah.


[ Jelas, ada seseorang di seberang! ]


[ Apakah itu kakak yang terakhir kali? Kakak, tunjukkan wajahmu~ ]


[ Xing Xing bilang 'jangan panggil aku Xing Xing!' ]


[ Xing Xing juga bilang 'orang ini kalian tidak bisa! ]


Gadis-gadis ini semakin berisik. Xu Xingwen langsung mengunci layar tablet, menyalakan halaman balik jam, dan mulai melihat pratinjau operasi.


Dia membaca buku-buku dengan spidol dengan warna yang berbeda-beda. Pena bundar itu sangat nakal. Benda itu menolak untuk tetap di sisinya dan akan berguling di atas meja begitu dia meletakkannya.


Xu Xingwen mempratinjau penggunaan spidol hijau di paragraf berikutnya, dan meraba-raba dua kali tanpa menemukan pena. Baru saja menarik matanya dari buku, Lu Zhizhou susah mendorong spidol hijau ke arahnya.


[ Ahhhh! ]


[ Aku bertaruh tangan ini pasti kakak yang terakhir kali. Jika tidak, aku akan tulis tangan tentang pemeriksaan medis wanita dalam dan luar! ]


Lu Zhizhou tidak tahu bahwa dia memicu gelombang serangan di ruang siaran langsung, dengan cepat menyelesaikan topik oftalmologi, dan mulai menulis laporan eksperimental hari ini.


Makalah yang digunakan adalah makalah eksperimen khusus kampus. Lu Zhizhou mengisi kelas, nomor siswa, dan nama secara berurutan, dan akhirnya menulis nama eksperimen.


Dia terbiasa menulis laporan sekali setelah menyelesaikan percobaan, dan Xu Xingwen akan menulis prinsip-prinsip eksperimental dan peralatan eksperimen terlebih dahulu ketika dia melihat pratinjau eksperimen, dan kemudian mengisi sisanya setelah percobaan.


Sayangnya, ketika dia menulis hasil eksperimen, Xu Xingwen hampir selesai dengan laporan eksperimen.


Dia membalik kertas laporan percobaan 180 derajat ke arah Xu Xingwen, menunjukkan di suatu titik dan berbisik, "aku pikir data ini agak bermasalah."


Namun, mahasiswa non-medis dalam siaran langsung tidak melihat ada yang salah dengan data, sehingga perhatian mereka terfokus pada tempat lain.


[ Siswa Nomor 13, Siswa Nomor 14! ]


[ Nomor Xing Xing 13! Nomor kakak adalah 14! ]


[ Aku memikirkan nama kapal kita, 1314! ]



Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments