[15] Musuh bebuyutan akhirnya berubah dari musuh menjadi gay?

Xu Xingwen merasa bahwa dia mungkin jatuh sakit.


Karena isi pesan Lu Zhizhou, dia tidak bisa fokus selama kelas.


Tidak heran jika guru SMA melarang siswa berkencan, cinta membuat daya belajar terganggu.


Dia berpikir bahwa Lu Zhizhou, pria ini, pasti hanya membuat lelucon ringan jadi jangan menganggapnya serius.


Bel kelas berdering, tapi dia masih perlahan merapikan buku-buku, seakan begitu kesusahan hanya untuk mengemasnya.


Teman sekamar Lu Zhizhou berteriak dari deret depan. "Kakak Zhou, apa kau mau bermain bola? Kelompok klinis hari ini tidak harus belajar di malam hari, ayo bermain bersama mereka."


Lu Zhizhou melambaikan tangannya, "Tidak, aku ada urusan lain."


Teman sekamar Lu Zhizhou tiba-tiba menunjukkan ekspresi 'aku mengerti' dan diam-diam memberi isyarat bersorak kepada Lu Zhizhou.


"...... Idiot, tidak heran tidak punya girlfriend."


Lu Zhizhou berbaring dimeja. Satu tangan diluruskan, tangan lain ditekuk dan wajahnya dikubur ke sikunya.


Xu Xingwen akhirnya selesai berkemas. Dia jelas keluar dari lorong di bawah jendela, tetapi dia mendorong pergelangan tangan Zhizhou dan berbisik, "Kau memblokirku."


Sebagai gantinya, Lu Zhizhou meregangkan lengannya lebih lurus, dan suara itu datang dari siku. Itu pengap, "Berikan sesuatu yang manis!"


Sudah lima menit sejak kelas selesai. Masih ada beberapa orang di kelas yang mengemasi tas mereka. Telinga Xu Xingwen berwarna merah, dan jari telunjuknya menggaruk di tangan telapak tangan Lu Zhizhou. "Jangan membuat masalah."


Api Lu Zhizhou yang baru saja mereda tiba-tiba tergores olehnya. Orang-orang di kelas akhirnya keluar dari kelas. Dia mendongak dan berkata tanpa ragu. "Sayang, cium~"


Dia memonyongkan bibirnya.


Xu Xingwen tidak tahan dengan panggilan sayangnya. Hatinya berdegup liar. Untuk menutupi rasa malu berada dalam posisi yang lemah, dia meninggikan volume suaramya, terdengar marah. "Cepat minggir."


Lu Zhizhou mendengus dan mengambil tasnya.


Ketika berjalan di lorong, dia tiba-tiba menarik tirai, dan potongan kain hijau muda perlahan-lahan menyebar untuk menutupi kamera.


Dia memegang tali bahu tasnya dengan satu tangan, sedikit menundukkan kepalanya, dan langsung mencium Xu Xingwen.


Ketika tirai terbuka, dia tersenyum dan berkata. "Pergi."


Xu Xingwen seketika memerah.


Dari gedung pengajaran, matahari masih tinggi di langit, udaranya kering dan panas.


Lu Zhizhou menatap Xu Xingwen membuka kunci sepedanya, matanya dingin dan tidak bisa mencegah untuk berkata. "Apa kau bisa mencabut kunci sepedamu?"


Alis Xu Xingwen berkerut, menatapnya dengan bodoh.


Lu Zhizhou mengalihkan pandangan lalu menepuk-nepuk sepedanya, nadanya acuh tak acuh, seakan hal biasa. "Dengan begini, kau bisa duduk dibelakangku."


Mulut Xu Xingwen berkedut tidak bisa menahan diri untuk mengumpat. "Idiot."


Tubuh itu cukup jujur ​​dan duduk di kursi belakang sepeda Lu Zhizhou.


Dengan wajah merona yang belum memudar, Xu Xingwen berkata dengan datar. "Hati-hati, jangan jatuhkan aku."


Lu Zhizhou segera membuka senyum mirip rubah di bibirnya. Dia menginjak pedal dan sepeda mulai melaju. "Baik, sayang."


Pada hari itu, Lu Zhizhou seperti jarum jam, membawa Xu Xingwen untuk berkeliling di sekitar lingkungan medis, dari area pengajaran ke kompleks sekitar. Setiap kali melewati ke suatu tempat, dia berbalik dan berkata kepada Xu Xingwen. "Sayang, aku ingin menciummu di sini sekali."


"Disini juga, ada banyak bunga matahari."


"Tidak buruk di sini, sayang, kau bisa membantuku mengingatnya."


Xu Xingwen terlalu memalukan dan rasanya ingin melompat.


Sepeda itu melaju melewati Danau Wynn, dan pohon-pohon willow di danau itu bergoyang tertiup angin. Xu Xingwen takut Lu Zhizhou akan datang mengoceh disini juga, jadi dia buru-buru langsung mencegah. "Diam!"


Seseorang ditepi danau mendongak, dan terkejut melihat Lu Zhizhou membonceng Xu Xingwen.


Xu Xingwen yang putus asa buru-buru berkata. "Dia melempar kunci sepedaku."


Lu Zhizhou, ?  ?  ?


Malam itu, kampus BBS muncul pos seperti ini.


[ Lu Zhizhou yang legendaris: dia membuang kunci sepeda Xu Xingwen agar bisa memboncengnya. Pasangan musuh bebuyutan dari departemen oral akhirnya berubah dari musuh menjadi gay? ]




Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments