37. Jangan sentuh

Setelah mengatakan itu, Zhou You segera menekan kepala Tong Tong.

Dia tahu bahwa dia harus dipukuli, jadi dia mulai duluan.

*先下手為強 : menyerang terlebih dahulu dan mendapatkan keunggulan (idiom, istilah seni bela diri); Membuat langkah pertama adalah keuntungan.

Namun, Tong Tong sangat tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan dan tidak bergerak sama sekali.

Menunggu sebentar, Zhou You perlahan melepaskan tangannya dengan ragu.

Tong Tong menegakkan badan, melihat sekeliling dan berjalan ke arah kotak penyimpanan peralatan.

Zhou You menatapnya waspada, dan melambaikan tangannya, "Baiklah! Aku sangat bodoh!"

Tong Tong mengeluarkan lembing.

Zhou You, "………………"

Detik berikutnya, Zhou You berbalik, berlari cepat, berteriak. "Gila! Kau ingin membunuhku!"

Setelah berlari kurang dari 50 meter, dia dihantam benda keras di bahu kanannya.

Zhou You terkejut, berpikir bahwa dia dihantam lembing dan jatuh ke tanah kesakitan.

“Idiot.” Tong Tong berjalan perlahan, sambil terus melemparnya denganbbenda yang sama satu per satu.

Zhou You silau oleh matahari dan tidak bisa membuka matanya. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh benda-benda yang jatuh ke tanah.

Itu adalah karung pasir.

Pada saat ini, ponsel di saku Zhou Yoy berdering, dia bangkit dari tanah dan menjawab telepon. "Hei, ibu."

“Ayahmu ada di sini malam ini, jemput di bandara.” Yan Qing berterus terang.

Zhou You memandang Tong Tong yang memerah wajah dan mata yang memerah karena emosi, dan mengarahkan jarinya ke ponsel di telinganya.

Dia bangkit dan berjalan ke samping, lalu berkata, "Tidak malam ini, aku sudah--"

“Zhou You, kau susah berjanji padaku.” Suara Yan Qing menjadi serius, “Patuhi janjimu, aku mengajarimu.”

Zhou You diam untuk sementara waktu, dan menjawab, "aku akan menjemputnya, tetapi jika dia datang untuk memperkenalkanku pada masa depan yang suram, aku akan segera pergi."

"Aku memberi kalian berdua kesempatan untuk bertemu, untuk membiarkanmu memecahkan masalah sebanyak mungkin, bukan untuk membuat masalahmu lebih buruk."

"Bukan aku yang membuat masalah lebih buruk." Zhou You mengerutkan kening. "Itu karena dia tidak menyukaiku."

"Zhou You," Yan Qing menghela nafas, "Ini bukan masalahnya sendiri, dan aku juga memiliki tanggung jawab. Tentu saja, kau harus mengakui kalau kau memiliki sesuatu yang salah."

"Aku mengerti." Zhou You berkata, "Tutup telepon."

Tong Tong melemparkan sisa karung pasir di tangannya dan menyipitkan mata, duduk di tepi lapangan dan berjemur di bawah sinar matahari.

Zhuang Qian disisi seberang sambil melompati karet gelang, melambaikan tangan untuk bantu menggoyangkan tali karet.

Tong Tong balas melambai, menolak.

Pada saat ini, Zhou You kembali dan duduk di sebelahnya.

“Selesai?” Tong Tong meliriknya, “Kau masih membawa ponselmu di sekolah.”

"Aku harus melakukan sesuatu setelah belajar sendiri malam ini. Aku tidak bisa ikut menjual barbekyu." Kata Zhou You.

Tong Tong tidak berharap bahwa dia akan tiba-tiba mengatakan ini, ragu-ragu sejenak, dan mengangguk, "Tidak masalah, aku yang akan memanggang."

"Apakah kau mau hari ini ..." Zhou You mengatakan setengah dari itu, jeda sejenak, menepuk punggung Tpng Tong sambil tersenyum, "Semangat! Panggang baik-baik!"

Tong Tong melihat senyum di wajah Zhou You dan merasa ada sesuatu yang salah.

Senyum Zhou You berbeda dari biasanya. Tidak begitu bahagia.

Delapan gigi yang selalu menyilaukan tidak semuanya tersenyum.

Keduanya makan siang bersama.

Namun, Zhou You meminta cuti langsung di sore hari dan meninggalkan sekolah.

Tong Tong tidak tahu mengapa dia tiba-tiba meminta cuti, dan Zhou You tidak memberitahunya mengapa. Hanya mengatakan satu hal.

Dia tidak datang untuk belajar di malam hari.

Tong Tong melihat waktu dijam tangannta dan mengemasi tas sekolah sepuluh menit sebelumnya. Dengan langkah kaki ditekan, dia berjalan keluar dari pintu belakang kelas.

Gang di sebelah sekolah ramai saat ini.

Tong Tong mempercepat langkahnya dan berjalan ke stan.

Dorong keluar pemanggang barbekyu dari kios orang tua Chen Chunyu dan cabut catu daya. Bawa kotak-kotak dari freezer ke dalam.

Tong Tong mahir dan cepat, dan dia telah berhasil menirukan si ahli pemanggang, Zhou You.

Hanya saja, karena dia sangat sibuk seorang diri, harus memanggang, menangani makanan, memindahkan barang, dan mengumpulkan uang.

Meskipun cuaca perlahan berubah dingin, setelah beberapa saat, punggung Tong Tong basah, dan terus menyeka keringat di dahinya.

Pei Yun pulang kerja lebih awal hari ini, dan anak-anak yang dia ajar sudah dijemput keluarga mereka.

Dia melihat waktu yang bertepatan dengan jam belajar mandiri malam, berpikir bahwa dia sudah tidak pernah Tong Tong keluar dari sekolah untuk waktu yang lama.

Setelah tiba di ruang kelas, dia tidak melihat Tong Tong, dia mengikuti arahan teman-teman sekelasnya dan pergi ke gang ramai di sebelah sekolah.

Begitu berjalan kurang dari dua puluh meter.

Dia melihat Tong Tong.

Bagian belakangnya lurus dan goyah, dan kaos putihnya basah kuyup. Dahi juga basah.

Sebuah masker besar digantung di wajahnya, dan tanpa ekspresi, dia menghadapi pria yang berdiri di depannya yang tengah merutuk.

"Kenapa kau memberiku paha ayam! Siapa yang mau makan paha ayam, sialan! Dan apakah ini makanan manusia, kau tidak bisa melihat dagingnya gosong!"

Tong Tong melirik pahan ayam yang tepat dipanggang di tangan pria itu dan tidak gosong, Dia juga tahu dia sama sekali tidak salah.

Ingatannya tidak buruk, masih bisa membedakan paha dan sayap ayam.

Apa yang diinginkan pria ini adalah paha ayam.

Pria itu masih memarahi.

Tong Tong melepas maskernya. "Maaf, aku akan segera menggantinya."

"Apa yang harus ganti! Tidak usah! Tunggu lama! Biarkan aku terus menunggu!" Pria itu melemparkan paha ayam ke tanah.

Tong Tong membeku selama lebih dari satu detik, menarik t-shirt, menyeka keringat dari dahinya, dan membungkuk untuk mengambil paha ayam di tanah dan buang ke tempat sampah di sebelahnya.

Lalu terus memanggang pesanan orang lain.

"Ini sayap panggang, kan? Dua gadis itu memesan." Suara wanita yang akrab terdengar di telinganya.

Tong Tong membuka matanya lebar-lebar, dan bahkan tidak berani berbalik.

"... Bu." Tong Tong membeku.

“Ini sayap panggang, bukan?” Pei Yun memegang dua sayap panggang yang diambilnya dari kotak di sebelahnya, memegang dan bertanya, “Kedua gadis itu berkata mereka tidak membutuhkan bubuk cabe. Bagaimana ini bisa dipanggang? Tinggal menaruhnya saja kan?"

Pei Yun berdiri di depan pemanggang barbekyu, dan meletakkan sayap panggang di atasnya.

Tong Tong bereaksi, mendorong ibunya pergi, dan meletakkan daftar harga ke dalam pelukan ibunya, "Bu, kau yang kumpulkan uang."

Dengan hidung yang sakit, Pei Yun mengangguk kuat, tersenyum dan menyapa orang untuk membayar uang.

Ibu dan anak itu sibuk sampai dini hari sebelum berkemas dan kembali ke rumah.

Tong Tong memandangi Pei Yun yang pergi ke dapur untuk minum air dan pergi ke kamarnya mengambil tas sekolah.

“Apa yang kau lakukan dengan tas sekolahmu?” Pei Yun keluar dengan terkejut.

“Bu, ini untukmu,” Tong Tong tersenyum dan menyerahkan tas sekolah ke pelukan ibunya.

"Apa?" Pei Yun bingung, lalu tertegun ketika melihat isi didalam tas, "Begitu banyak uang ..."

"Ya, aku mengumpulkannya." Tong Tong meletakkan kakinya di atas meja kopi dengan bangga, "Apakah itu cukup bagiku untuk memesan? Besok aku ingin makan iga babi."

“Turunkan kakimu!” Pei Yun menepuk kakinya.

Tong Tong cemberut, tidak bangga sama sekali.

"... Tong Tong." Pei Yun duduk di sebelahnya, matanya perlahan memerah, jeda beberapa saat, lalu berkata dengan suara serak, "Kau benar-benar telah banyak berubah."

Tong Tong melihat kesedihan di wajah Pei Yun, dan dia tidak memahaminya, bertanya-tanya, "Apakah itu buruk? ..."

“Itu tidak buruk, tapi ibu lebih suka kau menjadi seperti sebelumnya.” Pei Yun mencengkeram tas sekolah dengan erat, perlahan-lahan berbicara kata demi kata, mengatakan itu sangat lambat, seolah-olah mengingat.

"Tong Tong yang tidak bijaksana, Tong Tong yang tidak patuh, Tong Tong yang impulsif, ibu sangat enggan pada Tong Tong di masa lalu. Sekarang Tong Tong seperti ini membuat ibu bahagia dan juga sedih."

"Bu ..." Tong Tong mengerutkan kening, menyaksikan Pei Yun sangat tidak nyaman.

“Ayahmu benar, kau harus belajar tumbuh.” Pei Yun memotongnya, seolah-olah dia merasa lega, “Faktanya, kau seperti ayahmu, tulang-tulangnya keras.”

"Aku merasakan hal yang sama." Tong Tong tersenyum, "Aku terlihat seperti ayahku."

"Ya, tapi kalian berdua sedikit berbeda. Kau keras kepala, tetapi berhati lembut. Ayahmu selalu senyum dan tampaj selalu terlihat seperti dia bisa mengatakan apa-apa, tapi dia tidak bisa mengubah apa pun yang ditentukannya." Pei Yun menghela nafas, "Ayahmu tidak terlihat baik baru-baru ini. Aku sudah berkali-kali memberitahunya. Dia harus beristirahat dengan baik. Dia berjanji secara pribadi dan berbalik untuk mengerjakan proyeknya."

Tong Tong tahu karakter ayahnya, tetapi juga tahu dia tidak bisa menghentikannya.

Tong Jingshen bukan hanya untuk perusahaan yang bangkrut, Tong Jingshen adalah untuk Tong Tong dan Pei Yun.

"Bicaralah dengan ayahmu," kata Pei Yun.

Tong Tong mengangguk.

Pei Yun pasti lelah. Ketika dia kembali ke kamar, dia segera tertidur, tetapi alisnya terus mengerut.

Sepertinya tidur sangat gelisah.

Tong Tong mematikan lampu di kamar ibunya, mengeluarkan ponsel dan meliriknya.

Dia mengirim pesan kepada Zhou You saat membuka kios tadi.

Dia bertanya di mana bumbu untuk ikan asin, tetapi sampai sekarang, Zhou You belum memberi balasan.

Keduanya tidak banyak bermain ponsel, dan tidak saling mengirim pesan sama sekali. Dan biasanya mereka pada dasarnya selalu bersama, bahkan jika mereka tidak bersama, jika ingin mengatakan sesuatu, cukup mengetuk pintu.

Pesan yang ia kirimkan hanya ada satu disana dikotak pesan, tampak menyedihkan.

Tong Tong keluar dari rumah dan mengetuk pintu rumah Zhou You.

Tentu saja tidak ada orang.

Koridor itu sangat gelap, Tong Tong menoleh dan melihat ke luar jendela koridor.

Samar-samar melihat bulan setengah tertutup oleh gedung-gedung tinggi di kejauhan.

Dia mengambil dua langkah ke depan, berdiri di depan jendela, dan membuka jendela yang berdebu.

Tong Tong menundukkan kepalanya dan melihat seseorang di gang di lantai bawah.

Dia sangat tinggi, dengan tangan di sakunya berjalan ke depan, dengan potongan rambut khasnya.

Itu Zhou You.

Sepertinya Zhou You sedang dalam suasana hati yang buruk, dia menendang kaleng di sisi jalan dan menendang ke tempat sampah hijau besar di kejauhan.

Kemudian Zhou You berdiri diam, menghadap ke tong sampah hijau besar, dan tidak bergerak lagi.

Tong Tong menopang dagunya, menghitung waktu.

Zhou You berdiri selama sepuluh menit di bawah.

Tong Tong mengganti tangan yang lain untuk menopang dagunya.

Setelahnya, Zhou You berbelok ke koridor.

Tong Tong menatap tong sampah hijau dengan lamat-lamat setelah Zhou You pergi.

Dia tidak melihat sesuatu yang istimewa, tetapi hanya satu boneka anjing besar gemuk yang dibuang.

Apakah Zhou You ingin mengambilnya?

Tong Tong memikirkan, berbalik, dan bersandar ke dinding untuk menatap tangga.

Langkah kaki Zhou You terdengar.

Kepala Zhou You pertama kali muncul di hadapannya, kemudian matanya yang lebih rendah dan hidung lurus.

Tong Tong batuk.

Zhou You berhenti tiba-tiba, mendongak untuk melihat bahwa itu adalah dia, dan dengan cepat berbalik dan kembali berjalan menuruni tangga.

Tong Tong menunggu selama dua menit, tetapi tidak melihatnya muncul lagi, ikut turun.

Zhou You tampak tidak benar.

Tong Tong menuruni tangga dan melihat lelaki itu berdiri di dinding di luar koridor.

Zhou You terkejut melihat dia keluar, dan mengambil langkah mundur, "Bagaimana kau turun?"

“Kenapa kau turun?” Tong Tong bertanya.

“Aku ingat air di rumah sudah habis jadi aku mau membeli.” Zhou You menyamar.

Tong Tong tidak mengatakan apa-apa, dia melihat Zhou You yang berbicara tanpa menoleh padanya, dan mengambil langkah ke depan.

Zhou You terus menghindar.

Tong Tong mengerutkan kening, mengulurkan tangannya secara langsung, menangkap dagunya, dan memutar wajahnya.

Ada dua tanda merah di sisi kiri wajah Zhou You, yang ditarik sampai ke leher. Jejak di leher bahkan memancarkan darah.

“Siapa yang melakukannya?” Tanya Tong Tong.

“Apa kau mau membantuku membalas?” Zhou You bertanya sambil tersenyum.

Tong Tong mengangguk.

Zhou You tidak menyangka dia mengangguk begitu cepat, dia tertegun sejenak, dan senyum di wajahnya perlahan menghilang. Desahan dan kesedihan yang tersembunyi di alis mulai muncul.

"Pria jangkung yang diganggu." Tong Tong memandangnya, dan kemudian memandang lukanya dengan hati-hati, "Tidak perlu malu."

Zhou You dengan enggan menarik sudut mulutnya dan tersenyum, mengangkat bahu tanpa daya.

Tong Tong melihat senyumnya, dan hatinya terasa tidak nyaman.

Dia mengambil langkah ke depan, mengangkat tangannya, memeluk Zhou You.

Dia tidak tahu mengapa dia melakukan tindakan seperti itu, dia hanya merasa tanpa sadar bahwa Zhou You mungkin perlu pelukannya.

Sama seperti terakhir kali, dia mengucapkan selamat tinggal pada biolanya, dan Zhou You juga melakukan itu.

Zhou You sangat terkejut sehingga takut untuk bergerak. Butuh waktu lama untuk merespon.

Dia menundukkan kepalanya dan menatap rambut Tong Tong di dadanya. Lukanya sepertinya tidak menyakitkan.

Dia perlahan membuka tangannya, ragu-ragu meletakkan tangannya di punggung Tong Tong.

Di bawah lampu jalan yang redup dan hangat, dua orang dengan ketinggian dan kepribadian yang berbeda saling berpelukan erat.

Mereka tidak menghibur satu sama lain, hanya mengatakannya melalui pelukan ini.

Setelah tiga menit, wajah Tong Tong menjadi semakin gelap.

"Zhou You." Nada suara Tong Tong sedikit dingin.

“Hm?” Zhou You menutup matanya.

"... Jangan menyentuh pantatku," Tong Tong memperingatkan.

"Ma-maafkan aku." Zhou You malu.

"... Tidak masalah," Tong Tong acuh tak acuh.

Mata Zhou You menjadi cerah, "Bisakah aku melakukannya lagi?"


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments