30. Bukankah ini terlihat seperti anak kita?

Aku belum cukup melihat, Ji Lang tiba-tiba berbalik dan menarik lengan bajuku, "ayo kembali dan beri makan anak anjing kita."

"..." Ini terdengar canggung.

Anak anjing itu mengintipku dibalik topi mantel Ji Lang. Pengintip lucu!

Aku melihat topi Ji Lang hampir jatuh ke tenggorokannya dan berkata, "Betapa tidak nyamannya anak anjing itu di dalam, aku keluarkan, ya?"

Ji Lang mengangkat alisnya, "kau ingin memegangnya? Sangat imut, ambil saja."

"Baiklah."

Ji Lang menekuk lututnya agar aku bisa mengambil anjing itu. Posturnya membuatku merasa malu, aku jelas tidak terlalu pendek dan masih bisa mencapainya.

Tubuh anak anjing ini lembut dan hangat, aku tidak tahu menempatkan postur yang baik. Mulut anak anjing ini menjerit, dan lidah kecil yang hangat itu menjilat tanganku.

“Kapan kau membawanya kesini?” Tanyaku.

Ji Lang meletakkan tangannya di lenganku dan menyentuh kepala anjing itu, "Dia dikirim ke gerbang sekolah pada waktu belajar mandiri malam."

Orang ini pasti tidak belajar mandiri.

“Jadi kau tidak masuk kelas?” Tanyaku padanya.

Ji Lang membeku, lalu mengangguk dengan canggung.

Aku tahu ini waktu yang buruk untuk membicarakannya. Dan mencoba untuk bertindak seolah-olah itu bukan salahnya sendiri. "kau tidak dapat membuang pendidikan hanya karena bermain dengan anjing. Bibi berpikir bahwa jika kau tinggal denganku, itu akan baik bagimu untuk belajar. Jika kau tidak ingin membuatku merasa bersalah, cobalah untuk belajar, setidaknya jangan menolak untuk saat ini ..."

Bukankah permintaan ini cukup rendah?

Ji Lang tersenyum kecil dan berkata setelah beberapa saat, "Tenang, aku tidak akan melewatkan kelas di masa depan, dan aku tidak akan membuatmu kehilangan muka."

Setelah sampai di loteng, aku bertanya pada Ji Lang, "Siapa namanya?"

“Anak anjing lokal ah.” Ji Lang berkeliling rumah mencari kotak kardus untuk membuat sarang untuk anak anjing itu.

"Tidak ... Bukankah seharusnya ..." Nama panggilan yang akrab kan?

Ji Lang menggaruk kepalanya, "Aku tidak tahu. Aku tidak suka memberi nama, kau saja."

Aku memikirkannya untuk waktu yang lama, dan merasa bahwa anak anjing itu mungkin tumbuh sebodoh Ji Lang, dan berkompromi, "Gou Zi."

*anak anjing 😂

Ji Lang mengangguk dengan gembira, "Nama yang bagus!"

Aku mulai curiga bahwa dia sejak awal memang ingin memberi nama anjing ini Gou Zi.

Anak anjing mengeluh di lenganku, dan kepalanya melengkung. Aku sedikit canggung. Apakah dia mencari susu?

"Ji Lang, apa Gou Zi lapar?"

"Seharusnya," Ji Lang menemukan sebuah kotak kardus yang berisi pressure cooker dari dapur. "Aku membeli susu bubuk hewan peliharaan dan botol susu. Kau bisa membuat susu kan?"

"Ya," aku pernah memberi makan Samoyed-ku dirumahku dulu.

Ji Lang kadang-kadang bodoh dan ceroboh, tetapi ketika dia bertemu dengan favoritnya, seperti anjing ini, dia bisa melakukan yang terbaik, seperti membeli tumpukan makanan anjing dan susu bubuk di atas meja, dan juga botol susu merah muda... semuanya tersedia, seperti dia menjadi ayah.

Letakkan anak anjing di dalam kotak kecil dengan bantal, lalu keluarkan ketika susu bubuk siap. Ji Lang memegang tubuhnya dan aku mengarahkan botol susu untuk Gou Zi minum.

Suara mendengungnya mengisap dot tampak begitu lezat sehingga melayang, matanya menyipit, dan beberapa noda susu putih keluar dari sudut mulutnya.
"Gou Zi benar-benar lapar," kataku.

Ji Lang mengangguk, lalu menatapku, "Hm, bukankah ini terlihat seperti anak kita?"

"..."

Anak kita ... Aku tahu dia sedang dalam mood baik menjadi ayah, tetapi dia menggunakan kata-kata dengan tidak tepat.

Aku memandangnya dan tidak tahu harus berkata apa. Ji Lang tahu bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang salah, dan kemudian dengan cepat menundukkan kepalanya, "Aku salah, aku salah ..."

"..."

Gou Zi baru saja mendapat pemilik baru, dan dia tidak malu dengan orang asing. Setelah minum susu dan bermain di dalam kotak sebentar, dia tertidur.

Aku mengambil sepanci air panas dan sebentar mandi, lalu Ji Lang masuk untuk mencuci.

Tiba-tiba merasa seperti keluarga tiga orang, aku pasti gila.

Sisa hari ini berakhir, karena Ji Lang mendapat hukuman, aku sangat takut dia akan dikeluarkan karena bolos kelas atau semacamnya.

Libur dua minggu, banyak pekerjaan rumah yang diberikan. Ketika kami kembali ke loteng dari sekolah dengan setumpuk buku, aku tidak bisa membantu tetapi menggumamkan situasi belajar Ji Lang.

Ji Lang tersenyum dan berkata, "Kau terlalu banyak berpikir, bahkan jika sekolah ingin memecatku, keluargaku pasti senang."

"Sepertinya sekolah itu milikmu."

"Tidak, aku tidak mungkin dipecat jika aku tidak mau."

“Kau lupa kalau kau diusir dari asrama?” Dia bahkan tidak bisa tinggal di asrama dan malah bicara omong kosong.

Ji Lang sangat bangga, "Apa kau pikir aku benar-benar diusir oleh sekolah? Ibuku yang merasa aku telah berulang kali mengganggu sekolah, menjatuhkan reputasi sekolah, dan menawariku untuk pindah. Kemudian menjual perasaan pribadi dengan alasan bahwa sekolah menolak untuk menerima orang-orang yang keras kepala yang tinggal di asrama."

"..." Pria yang berjalan melewati pintu belakang itu cukup bangga. Dia hampir tidak bisa menyewa rumah.

*mendapatkan pengaruh lewat orang dalam.

Gou Zi tumbuh setiap hari, hanya dua minggu, tubuhnya gemuk, dan sangat pandai. Kemampuan belajar Ji Lang tidak ada kemajuan, tetapi bisa mengajari Gou Zi. Anjing itu akan berkeliling di bawah kaki kami ketika lapar dan meminta makan. Jika dia ingin buang air, dia akan ke teras dan mengeluarkannya di koran.

Tentu saja, Ji Lang adalah pemiliknya, dia yang bertanggung jawab untuk mengurus kotoran Gou Zi, aku bertanggung jawab untuk memberi makan.

Ruan Xuehai mendengar bahwa kami memiliki seekor anjing dan datang menemuiku, aku pikir dia ingin melihat anjing itu atau dia ingin melihatku dan Ji Lang berkelahi lagi.

Aku berkata di telepon, "Ji Lang akan pulang kerumahnya. Tidak ada yang bisa kau lihat."

"Aku benar-benar pergi menemui anjing itu. Anjing adikku, apa aku tidak layak untuk melihatnya?" Ruan Xuehai dibesar-besarkan.

Ji Lang yang sedang bermain dengan Gou Zi, bertanya, "Aku akan pulang kerumah?"

"Apa kau tidak pulang sore ini? Sekolah akan dimulai besok malam," aku bertanya padanya.

Ji Lang meletakkan Gou Zi di atas meja, memegang kakinya dan bertanya, "Apa kau ingin ayahmu pulang?"

Gou Zi, "Woo ..."

“Dengar, dia tidak ingin aku pergi,” Ji Lang menatapku.

"..." I don't give a fck, "kau akan pulang atau tidak?"

“Apa Ruan Xuehai akan datang?” Ji Lang bertanya padaku.

Ruan Xuehai mendengar di telepon, "Hao Yu, aku bertaruh, Ji Lang tidak akan pulang."

"Siapa yang mempertaruhkan ini denganmu? Pain in the ass. Aku masih harus mengerjakan PR. Tutup telepon."

Ruan Xuehai berteriak di telepon sebelum menutup telepon, "Hao Yu tunggu aku! Aku akan menjadi ayah angkat anjingmu!"

Ji Lang mengangkat alisnya, "Hao Yu, aku pikir Gou Zi malu dengan orang asing. ayah angkat, dan sebagainya. Dia tidak bisa mengenali itu."

Aku penuh dengan garis hitam, "kau tidak perlu peduli, Ruan Xuehai hanya bercanda."

Aku juga ingin menjadi ayah Gou Zi, tetapi Ji Lang sudah mengambilnya terlebih dahulu, jadi aku hanya bisa menjadi orang tua Gou Zi tanpa nama, moodku tidak bahagia.

Ayah angkat, aku belum mengambilnya, Ruan Xuehai sudah mengambil keuntungan.

Ji Lang menelepon ibunya, "Halo, um, baik-baik saja."

Aku kira ibunya bertanya tentang studinya.

Ji Lang mengangguk dengan penuh semangat, "Ya, aku tidak akan kembali. Nah, pekerjaan rumahku jauh lebih banyak."

"Tentu saja, Hao Yu sangat baik."

"Kenapa aku tidak bisa meningkat? Sungguh, aku akan meningkat setidaknya sepuluh peringkat."

*真是的: zhēnshide (Interj. Dari jengkel atau frustrasi) ---- kalo di korea biasanya, Jinjja! 😁

Aku sangat berharap bahwa Ji Lang dapat berbicara ketika ia bertanggung jawab bagiku, kemajuan sepuluh posisi benar-benar sulit, oke?

"Hm, jangan khawatir, tidak perlu mengirim makanan. Ibu Chen Haokong sering memasaknya. Ibu bisa mengundang bibi makan. Hm, tidak gemuk atau kurus ... Sangat senang dengan Hao Yu."

Aku, "..." Dia berbicara dengan ibunya, bagaimana menyebut namaku?

Ji Lang menutup telepon dan aku bertanya kepadanya, "Apa ibumu tahu kau punya anjing?"

"Bukankah kita membesarkannya? Aku ayahnya¹, dan kau papanya²," jawab Ji Lang tidak menjawab pertanyaanku.

*爹: Die¹, dialek utara -- 爸: Ba², mandarin / artinya sama saja sih.

"Ya, jika kau tidak pulang sore ini, apa kau ingin memvaksinasi Gou Zi?"

Vaksin anjing itu mahal, aku tidak punya uang, sungguh tercela.

Ji Lang kembali memegangi Gou Zi, "Bukankah Ruan Xuehai akan datang, mari kita pergi bersama ketika dia pergi."

"Oh."

Ruan Xuehai ada di sini, setelah Ji Lang dan aku makan siang.

Gou Zi berjalan ke balkon untuk bermain, Ruan Xuehai masuk dan melihat Ji Lang di tempat tidur dengan kaki menyilang bermain ponsel, aku juga.

"Ya, sepertinya rukun." Ruan Xuehai pura-pura terkejut.

"Anjing itu ada di balkon, cari sana!" kataku.

Ruan Xuehai mengambil Gou Zi dari luar, bermain dengannya sebentar, dan meletakkan anjing itu di atas meja.

Gou Zi tidak bisa turun, hanya berputar-putar, Ruan Xuehai juga tidak peduli.

Dia duduk di sampingku dan menepuk perutku, "Ya, kapan kau akan kembali ke rumah kakekmu? Apa di liburan musim panas? Pergi dua hari sebelumnya."

Aku secara sadar berbalik dan memintanya untuk menggosok bahuku, "Ada apa?"

"Aku pikir kita pergi bermain selama liburan musim panas. Aku baru mendapat SIM. Rute sudah direncanakan. Perjalanan kembali sekitar 20 hari. Sangat menyenangkan." Ruan Xuehai, bocah ini sangat menikmati hidup dan tidak takut mati.

Mataku terlalu malas untuk diangkat, "Kau tidak lebih dari delapan belas tahun, apa kau mau mengantarku ke sungai?"

"Tidak masalah jika kau tidak percaya padaku, dan sepupuku, dia adalah pengemudi lama. Ayo kita pergi bersama. Aku sedang berpikir untuk pergi berlibur sekarang! Impian!" Ruan Xuehai mendambakan.

Di musim panas, ketika masuk sekolah lagi, itu akan naik tahun ketiga, walaupun aku tidak terpaksa dalam mengambil tempat pertama atau semacamnya, namun itu adalah kebiasaan untuk menjadi sangat baik. Ketika aku telah mencapai tingkat ini, aku tidak ingin jatuh lagi. Aku berkata, "Aku harus pergi bimbingan belajar..."

"Kentut!" Ruan Xuehai merasa marah pada ketidakadilan, "Tahun ketiga penuhdengan ulasan, belajar dan terus belajar, dan kau masih belajar selama liburan? Apa kau tidak bosan?"

"Tidak, aku harus pergi ke rumahku." Aku harus mendapatkan uang!

Ruan Xuehai meningkatkan pijatannya. "Hao Yu, kau semakin membosankan. Kau bilang ketika lulus akan pergi berkelana denganku. Aku tidak tahu jika kau tidak mencintaiku karena anjing lain, aku benar-benar sedih."

Dua anjing di ranjang seberang dan diatas meja menatapku bersamaan, aku memaksakan diri berkata, "Kalau begitu kau bermain dengan kakakmu. Kau tahu aku suka bertengkar dengannya. Begitu kembali dari liburan bersama, bentuk kami hanya akan berubah cacat."

"Tidak mungkin, kakakku telah berubah sekarang."

"Aku belum berubah," aku mendorong Ruan Xuehai pergi. "aku tidak pergi. Aku akan kembali ke rumahku selama dua hari di liburan musim panas. Kau tidak tahu seberapa tinggi target kampus tujuanku. Aku harus bekerja keras."

Ruan Xuehai akhirnya pergi dengan marah, dan diam-diam mengaduk-aduk lemari obatku sebelum pergi, dan dia kecewa menemukan bahwa isinya tidak ada yang berkurang.

“Hao Yu, aku tidak pergi liburan musim panas, apa kau mau aku menemanimu?" Ji Lang bertanya tiba-tiba setelah dia pergi.

Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tidak membutuhkan seseorang untuk menemaniku. Aku belum punya waktu untuk membicarakannya, Ji Lang lanjut berkata, "Aku juga ingin pergi ke kampus tujuanku. Aku ingin ikut bimbingan belajar denganmu."


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

Post a Comment