34. Karena kau bodoh

Tong Tong mendayung dengan susah payah, sambil mengutuk Zhou You, kemudian mempertanyakan dirinya sendiri.

Zhou You memang sudah bodoh, itu wajar, ia tidak bisa mengubahnya.

Lagipula kenapa dia berpikir tentang pergi ke universitas yang sama dengan orang bodoh?

Tong Tong mencapai kesimpulan setelah satu menit. Kebodohan Zhou You menular.

Sisi perahu bergoyang, Zhou You memanjat naik, tersenyum lebar dan merona malu seperti gadis perawan.

Tong Tong memandangi giginya yang menyilaukan, menutup matanya, dan melemparkan dayung ke kakinya, "Bisakah kita membahas sesuatu?"

“Kau bicara.” Zhou You menekankan senyum di wajahnya dengan serius, tetapi gagal, kedelapan giginya masih bersinar.

Tong Tong, "............"

Dia rasanya ingin terjun ke danau.

“Bisakah kau tersenyum dengan normal?” Tong Tong berpikir sejenak, "tidak usah perlihatkan gigimu."

Zhou You merapatkan bibirnya mencoba tersenyum, namun mulutnya berkedut sehingga dia tertawa seperti orang cabul.

Tong Tong melotot, "Kau masih tertawa."

Zhou You menetralkan wajahnya, dan duduk di sebelah Tong Tong dengan malu-malu.

"... Ada rumput di kepalamu." Tong Tong bergerak secara tidak wajar ke samping.

Zhou You membungkuk, dan mengangkat tangan untuk mengusap kepalanya.

Itu tampak seperti sedang mencari rumput, tetapi sebenarnya menghindari kontak mata, berkata dengan pelan, "Sebelum aku jatuh ke air, apa yang kau katakan itu, benarkah?"

Tong Tong membeku dan mengangguk.  Berpikir bahwa Zhou You tidak bisa melihatnya saat ini, dan bersiap bicara.

“Aku tidak peduli apakah itu benar atau tidak, tetapi kau mungkin tidak tahu.” Zhou You tiba-tiba menyela, mengambil keberanian, mengangkat kepalanya, dan menatap lurus ke arah Tong Tong. “Aku selalu ingin memberitahumu sesuatu, aku malu, dan sedikit khawatir, tapi aku pikir sekarang waktu yang tepat."

"... Aku tahu apa yang akan kau katakan." Tong Tong dengan tidak nyaman, berdiri, "Kau tidak perlu mengatakan apa-apa."

“Apa yang kau tahu?” Zhou You terkejut, “Aku tidak menyalin PR bahasamu minggu ini.”

“Kau menyukaiku hanya untuk menyalin PR-ku?” Tong Tong juga terkejut.

Fokus keduanya sangat miring, tetapi untungnya, Zhou You dengan cepat menarik kembali dari jalur yang menyimpang.

“Bagaimana kau bisa tahu kalau aku menyukaimu?!” Zhou You terkejut.

“Aku sudah tahu kau menyukaiku dari awal,” Tong Tong mengerutkan kening.

"Kau tahu dari... awal?" Zhou You membeku sejenak, "Kapan kau tahu?"

“Ketika kau pindah di hari ketiga,” Tong Tong meliriknya.

“Apa saat itu aku sudah menyukaimu?” Zhou You bertanya-tanya.

“Apa kau tidak menyukaiku?” Tong Tong bertanya.

"Aku suka!" Zhou You berdiri dan menekankan, "Aku sangat menyukaimu!"

"Tunggu ..." Tong Tong mengerutkan kening dan menatap kakinya yang basah, "Apa perahu ini bocor?"

Zhou You yang disela ucapannya, tertegun untuk sesaat, lalu melihat ke bawah, "Tidak ah."

Tong Tong membungkuk dan telapak tangannya meraba lantai perahu.

Ada genangan air masuk kedalam.

"Benar-benar bocor?" Zhou You terkejut.

Danau ini tidak dalam, tetapi cukup luas.

Tong Tong melirik rembesan di perahu dan melihat ke pesisir yang masih jauh. Panik.

“Tidak apa-apa, tancapkan saja.” Zhou You membungkuk dan menginjak lubang dengan satu kaki, “Lihat, itu saja."

Satu menit berlalu.

Tong Tong semakin panik karena air yang tampaknya makin naik, "Memblokir tidak berguna, pasti ada lubang lain."

"Kalau begitu aku akan mencarinya."

"Apa yang harus dicari, ayo kembali." Tong Tong mengambil dayung, "Aku tidak bisa berenang."

Zhou You juga memegang dayung, "Aku bisa berenang, jangan takut."

Tong Tong menghela nafas lega.

Jika dia benar-benar tenggelam, dia bisa naik ke punggung Zhou You untuk membawanya kembali ke pesisir.

Setelah hening sesaat, Zhou You menambahkan, "Aku akan mati bersamamu."

Tong Tong, "............"

Zhou You dengan malu-malu duduk di sebelah Tong Tong, "Ini sangat romantis."

Tong Tong, "............"

Bacot, sialan!

Melihat air semakin banyak, Tong Tong melirik Zhou You yang mendayung perlahan-lahan, benar-benar tidak mengerti, "Mengapa kau lambat sekali?"

"Santai saja, bukankah perahu ini sudah bocor? Ada apa?"

Tong Tong tidak tahu bagaimana, tiba-tiba dia mengagumi mentalitas Zhou You.

Ini sangat stabil.

"Tunggu ..." Wajah Zhou You tiba-tiba berubah, dia mengangkat buku soal ujian Huanggang di tangannya, "Bagaimana dengan buku yang kau berikan padaku!"

Tong Tong melihat wajah cemas Zhou You, ingin membuka mulutnya, tetapi tertahan.

Zhou You semakin cemas, "Sial! Sial! Bagaimana ini?! Aku belum mulai menulis!"

Tong Tong yang tengah berjuang untuk mendayung, "............"

Apa itu fokusnya sekarang? Mereka hampir tenggelam dan Zhou You masih mencemaskan bukunya.

Zhou You membuat keputusan, dengan sungguh-sungguh berkata, "begini saja! Aku akan berenang dengan satu tangan, membawa buku ini ke tepi dan kembali untuk menjemputmu!"

Tong Tong, "?????"

Tong Tong sangat marah sehingga dia menjatuhkan dayungnya, "Brengsek!"

“Lihat emosimu itu.” Zhou You terkekeh, “Apa kau bodoh?”

Tong Tong memelototinya, belum bereaksi.

“Bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendirian di tengah danau.” Zhou You tertawa dan menariknya untuk duduk, “Aku sudah menemukan jawabannya, sesuai dengan laju rembesan air saat ini, dan kecepatan yang kita lewati. Masih ada waktu satu jam lagi.”

...“Bukankah kau suka dengan pemandangan ini?” Zhou You berkata, “Lihat.”

Tong Tong berkedip, kepalanya kosong.

Dia menoleh pada Zhou You.

Zhou You mendayung perahu menuju tempat yang lebih padat dari cahaya biru di danau, dengan sungguh-sungguh dan penuh kesungguhan.

Angin di malam hari masih agak dingin, dan mendayung melintasi air, menyebabkan suara seperti potongan sutra.

“Ada papan horizontal." Zhou You mengeluarkan papan kayu besar dari haluan dan meletakkannya di kabin. "Kau membungkuk dan coba."

Tong Tong mencoba bersandar padanya, yang sangat nyaman.

Dari perspektif ini, dia bisa melihat cahaya lebat gedung-gedung tinggi di kejauhan, dan cahaya bintang danau.

Tong Tong mendongak dan menatap langit.

Tidak ada bulan dan tidak ada bintang hari ini. Seluruh langit gelap.

"Lihat kebawah." Zhou You juga bersandar di sampingnya, sambil tersenyum, "Aku menangkap bintang-bintang di danau."

Tong Tong mengakui bahwa saat Zhou You dalam mode yang normal, ia adalah orang yang menyenangkan.

Dia melihat ke bawah di sepanjang alis yang tajam dan dalam dari Zhou You, otot-otot dada dan perut terlalu mencolok.

Jaket Zhou You sudah terendam di kabin, dan sekarang dia telanjang dada.

Tong Tong menarik ritsleting mantelnya, melepas mantelnya, dan menyerahkannya.

"Aku tidak kedinginan," kata Zhou You, "kau pakai saja."

“Aku kepanasan,” Tong Tong dengan tidak sabar melemparkan pakaian itu.

Zhou You mengambilnya dan tersenyum tak berdaya, mengangkat tangan untuk mengenakannya.

Meskipun Tong Tong tidak pendek, dia sedikit berbeda dengannya.

Apalagi Tong Tong lebih kurus.

Setelah mengenakan pakaian itu, dengan susah payah Zhou You menarik ritsleting dan membungkusnya dengan erat di tubuhnya, otot-otot dadanya terlihat jelas.

Tong Tong meliriknya dan tidak bisa menahan tawa. Dia juga takut bahwa dia akan melepas pakaiannya dan memaksakan diri untuk menatap air untuk mempelajari apa yang bersinar.

“... Aku tidak menyangka kau menyukaiku.” Suara Zhou You datang dari kiri, sangat rendah.

Tong Tong merasa malu dan mengabaikannya ketika dia mendengar pertanyaan seperti itu.

...  Memalingkan kepalanya dan menatap pantulan sinar. Tidak ada sesuatu di bawah air.

"Kenapa kau menyukaiku?” Zhou You bertanya tiba-tiba.

"Karena kau bodoh,” Tong Tong berpura-pura acuh.

“Kurasa kau sudah salah menilai.” Zhou You memegang dadanya dengan bangga, “Aku sebenarnya—”

"Kalau begitu aku tidak suka," kata Tong Tong.

“Jangan ah! Ulangi lagi!” Zhou You terbatuk dan bertanya, “Kenapa kau menyukaiku?”

"Karena kau bodoh,” kata Tong Tong bekerja sama.

"Kau sangat akurat!” Zhou You tertawa lebar menampilkan gigi putih menyilaukannya.

Tong Tong, "………………"

Dia seketika mengiggil melihat sikap tidak tahu malu lelaki itu.

Dia ingin putus hubungan sekarang.

"Dingin?" Zhou You melihatnya gemetaran, "Ah! Aku hampir lupa."

Tong Tong menatapnya bingung.

Zhou You tiba-tiba berbalik dan entah dari mana, mengeluarkan kantong plastik hitam besar, dan menyerahkannya. "Tepat sekali, ini ... ini adalah hadiah ulang tahun untukmu."

“Apa ini?” Tong Tong mengambil alih.

“Mantel bulu.” Zhou You mengulurkan tangan dan dengan hati-hati membuka kantong plastik untuknya.

Tong Tong, "............"

Dia berpikir bahwa dia salah dengar, "Hah?"

"Ini sangat nyaman, sangat hangat dan indah." Zhou You berkomentar, "coba kenakan dan lihat apakah itu cocok."

Tong Tong mengibaskan tumpukan besar benda berbulu hitam yang berkilau dan panjang itu. Dia perkirakan panjangnya selutut.

"Cobalah," kata Zhou You.

Tong Tong melihat ekspresi mengantisipasi lelaki itu, mengertakkan gigi, dan mulai mengenakannya.

Zhou You tertegun, matanya bersinar.

Tong Tong, yang mengenakan mantel bulu, seperti anjing lucu.

Itu membuat orang ingin mengusap kepalanya.

"Ini ..." Tong Tong mengelus bulu dilengan mantelnya, "Sangat nyaman."

"Boleh aku memegang tanganmu," kata Zhou You tiba-tiba.

Tong Tong membeku sesaat, dan ada bunyi koslet di kepalanya. Sepertinya ada sesuatu yang rusak.

Suasana hatinya seketika berubah.

Kalimat ini sepenuhnya membuatnya menyadari apa yang terjadi padanya dan Zhou You hanya dalam satu jam.

Wajah Tong Tong menjadi panas dan merah dalam sekejap.

Zhou You tidak berbicara lagi, mengepal erat tangannya dan ujung telinganya menjadi merah.

Suasana tenang dan canggung menyebar.

"Lihatlah bulan ..." Tong Tong menatap langit dengan wajah memerah.

"... Bulan hari ini benar-benar gelap," Zhou You menjawab dengan malu.

"... Ya ... Ya." Tong Tong mengangguk.

Yang satu tidak berani berpegangan tangan, yang lain tidak berani menatap lawan bicara.

Kedua sejoli itu menatap ke bulan selama satu jam seperti ini.

Setelah satu jam.

“Kau masih ingin melihatnya,” Zhou You bertanya, masih mendongak.

“... Aku tidak mau lihat lagi.” Tong Tong juga masih mendongak.

“Aku juga.” Zhou You menghisap hidungnya.

Setelah dua menit.

"... Aku tidak bisa menggerakkan leherku ..." Suara Zhou You bergetar.

“... Aku juga.” Tong Tong terdengar menyedihkan.

Kedua lelaki memiringkan kepala dengan keras, mendayung perahu, dan kembali mendarat.

Berjalan perlahan dan canggung di trotoar.

Seekor anjing berjalan di depan tiba-tiba melirik ke arah mereka, tetapi untuk sesaat, anjing itu langsung melarikan diri dengan ketakutan.

Kenapa? Keduanya saling memandang.

Zhou You memakai pakaian olahraga yang ketat, seperti orang cabul yang terpapar.

Sementara Tong Tong mengenakan mantel bulu besar yang mencapai lutut seperti di musim panas.

Kepala kedua pria itu satunya miring ke kiri dan yang satunya ke kanan, dan tidak bisa ditegakkan. Seperti dua pasien kronis cerebral palsy.

“Aaah,” Kakek pemilik anjing itu melompat kaget menatap mereka. Dia menggelengkan kepalanya prihatin setelah mengamati sejenak.

"Benar-benar dua bocah bodoh! Aku tidak tahu apakah kalian bisa mengerti ucapanku, tapi percayalah besok akan lebih baik! Berjuanglah menghadapi kerasnya kehidupan!"


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

Post a Comment