17. Kenapa? Dia bisa memegangmu, tapi aku tidak bisa?

Jing Ji berada di posisi terakhir seangkatan, setelah memasuki ruang kelas, Ying Jiao bahkan tidak perlu melihat peta lokasi di papan tulis, dia pergi ke meja terakhir di barisan utara, dimana nama dan nomor siswa Jing Ji tertera disana.

Ying Jiao meletakkan tas sekolah Jing Ji di atas meja, mengawasinya mengeluarkan perlengkapan alat tulis dan berkata, "Aku ada diruang 21. Kau bisa memanggilku jika perlu sesuatu."

Jing Ji berterima kasih atas kebaikannya dan mengangguk setuju.

Melihatnya duduk tegak, Ying Jiao tersenyum kecil. Dia menarik kursi dan duduk di sebelah Jing Ji. Meskipun dia tahu Jing Ji tidak takut, dia masih menegaskan, "Jangan khawatir tentang Li Shi, fokus dengan ujian, jangan pikirkan itu."

Jing Ji untuk pertama kalinya, tersenyum padanya. "Aku tidak akan."

"Itu bagus." Ying Jiao menekuk bibirnya, dia dalam suasana hati yang baik. "Teman sekelas kecil, semangat, Lao Liu mengandalkanmu untuk bisa mengharumkan kelas kita!"

Ruang kelas 7 telah diejek di forum belakangan ini, dan semua orang berharap Jing Ji akan membantu mereka untuk bisa menaikkan reputasi kelas.

Kemarin, Ying Jiao bahkan melihat si bodoh Zheng Que memegang giok yang dikenakan di lehernya dan berdoa untuk Jing Ji.

Hal yang sama berlaku untuk siswa lain di kelas 7. Jika tidak dihentikan oleh Ying Jiao, mereka akan mengirimkan kaus kaki merah ganda ke Jing Ji.

Meskipun Ying Jiao tidak tahu hasil spesifik dari kelainan kecil ini, menurut pengamatan akhir-akhir ini, tiga ratus teratas seharusnya mudah.

Mengemban tugas berat untuk memperjuangkan kehormatan kelas tujuh, Jing Ji mengangguk-angguk, "Aku akan bekerja keras."

Jing Ji sangat menyukai grup kecil kelas 7 ini.

Meskipun para siswa di kelas tujuh suka bermain dan tidak suka belajar, bahkan setiap kelas belajar mandiri selalu bebas. Tetapi mereka tahu aturan, dan tidak bergantung pada kekuatan keluarga untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan di sekolah. Halnya, itu memberi Guru Liu masalah yang tidak berbahaya.

Tidak hanya itu, Kelas 7 adalah kelas paling solid yang pernah dilihat Jing Ji.

Kelasnya yang sebelumnya adalah kelas unggulan. Hubungan antara para siswa sangat lemah. Yang dilakukan mereka hanua belajar sepanjang hari, mementingkan diri sendiri.

Tidak seperti kelas tujuh, ada rasa hormat kolektif yang kuat.

Setelah posting di forum diedarkan, ketika kelas belajar mandiri, sebuah zona vakum muncul di sekitar Jing Ji.

Mereka yang awalnya suka bermain poker, kini berhenti bermain, dan yang suka mengobrol, kini tutup mulut. Semua orang secara spontan tidak mengganggunya, memberi lingkungan belajar untuk Jing Ji.

“Oke, jangan di bawah tekanan.” Ying Jiao berdiri dan terkekeh, “kau lakukan semampumu. Aku pergi.”

Jing Ji mengangguk dan mengawasinya pergi. Dia menundukkan kepalanya dan mulai melafalkan materi dalam hati.

Ujian pertama adalah bahasa Mandarin, dan pengawas ruang ujian terakhir adalah Zhang Jing.

Menunggu para siswa di ruang ujian tiba, Zhang Jing memegang setumpuk kertas ujian, melangkah dengan sepatu hak tinggi berjalan bersama guru laki-laki lain.

Dia berdiri di podium, melirik siswa dibawah, memberikan pengenalan diri. "aku guru kelas dari ruang kelas 1, kali ini aku akan menjadi pengawas kalian."

Ekspresinya berubah serius, "Aku tidak seperti guru lain, aku membuka dan menutup satu mata pada siswa lemah. Di ruang ujian, selama aku menemukan kecurangan, aku pasti tidak akan memberi keringanan!"

Dia mengulurkan dua jari ke lidah dan menghitung kertas, dan dengan tegas berkata, "Mendapat hasil dari kecurangan adalah palsu. Karakter buruk! Kalian bisa mencontek sekarang, apa kalian pikir masih bisa mencontek saat Ujian Masuk Perguruan Tinggi?”

"Bersihkan segala sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan ujian, jangan mendapatkan nilai buruk dan moral buruk!"

Setelah berbicara, dia melirik jam dinding dan mengirimkan kertas yang dihitung satu per satu.

"Brengsek." Zheng Que yang duduk didepan Jing Ji, mengutuk sambil menyerahkan kertas terakhir, "Penyihir tua berani mengatakan kita memiliki karakter yang buruk? Siapa yang mencontek? Bitch!"

Telinga Zhang Jing begitu baik sehingga ketika dia mendengar gerakan itu, dia tiba-tiba melihat mereka.

Jing Ji menghela nafas pada Zheng Zheng, memohon padanya untuk tidak berbicara, dan mengikuti ujian dengan tenang.

Bibir Zheng Que bergerak, tapi dia masih menahan diri.

Setelah mendapatkan kertas ujian, Jing Ji menelusuri terlebih dahulu.

Pengetahuan dasar sangat sederhana, tidak sulit untuk membaca pertanyaan, dan komposisi akhir adalah komposisi material.

Dia mengambil pena, sambil mengisi pertanyaan dasar dengan cepat, pada saat yang sama membayangkan komposisi dalam pikirannya.

Baru saja selesai menulis pengucapan yang benar di depan, dan suara sepatu hak tinggi datang dari jauh dan dekat.

Kemudian kertas Jing Ji tiba-tiba ditarik dengan satu tangan, untungnya, dia merespons dengan cepat dan berhenti menulis tepat waktu, jika tidak setengah dari kertas itu akan tersobek.

Jing Ji mengerutkan kening dan mengangkat kepalanya.

Zhang Jing melirik nama di mejanya, mengulurkan tangannya, dan mengeluarkan draft di bawah kertas ujian, dengan hati-hati mencari halaman demi halaman, karena takut dengan apa yang ditulisnya di dalamnya.

Jing Ji sedikit menggerakkan bibirnya dan berkata dengan ringan, "Guru, tolong kembalikan kertas ujianku."

Gerakan tangan Zhang Jing terhenti dan menatapnya.

“Aku masih harus mengisi soal,” Jing Ji menatapnya tanpa ragu, “Jika guru curiga ada sesuatu, guru bisa bawa pergi bukuku, dan ambil juga buku catatan tambahan yang lain.”

Semua siswa di kelas menatapnya, mata mereka menyala dengan cahaya yang hidup.

Zhang Jing mencibir, dan melemparkan kertas itu kembali ke mejanya. Melirik ringan ke Jing Ji, dia berbalik dan pergi.

Dia adalah Mara, terlalu terpengaruh oleh posting itu di forum.

Siswa seperti Jing Ji meskipun membuka buku saat ujian, dia pasti tidak dapat menemukan jawabannya.

Mendapat tatapan meremehkan dari Zhang Jing, Jing Jing tidak marah dan tidak merasa diremehkan.

Dia mengambil pena lagi, dengan tenang meletakkan kembali draft itu, dan terus menjawab pertanyaan.

Tidak perlu memikirkan itu, biar nilainya yang nanti berbicara.

Suasana hati Jing Ji tidak terpengaruh sama sekali. Empat puluh lima menit sebelum ujian berakhir, ia sudah selesai. Setelah memeriksanya lagi, ia merasa tidak ada masalah dan meninggalkan ruang ujian.

Dia langsung pergi ke kafetaria, karena dia keluar lebih awal, dan tidak ada orang di kafetaria.

Setelah mengambil makanan, dia berpapasan dengan Li Zhou yang baru saja datang.

Ketika Li Zhou melihatnya, dia hampir menjatuhkan makanan di tangannya. Dia mencengkeram bahu Jing Ji dengan ngeri dan berkata dengan gugup, "Mengapa kau keluar begitu cepat? Kertasnya robek, atau apa kau bertemu Li Shi?"

Jing Ji tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis (idiom): antara merasa lucu dan sangat memalukan, berusaha melepas  tangan Li Zhou dari bahunya dan memberi isyarat untuk mengambil makanan terlebih dahulu.

Li Zhou mengambil beberapa hidangan secara acak, dan duduk berhadapan dengan Jing Ji, "Apa yang salah? Kau tidak bilang aku tidak nyaman."

"Tidak ada," Jing Ji menatapnya dengan geli, dan menyuap nasi ke mulut, "Setelah menyelesaikan jawabannya, aku langsung kumpul."

Li Zhou tidak percaya: "Selesai? Semua pertanyaan kosong?"

Semakin dia memikirkannya, semakin dia merasa tidak percaya, "Kau tidak meninggalkan satupun jawaban kosong kali ini?"

"Tidak," Jing Ji menelan nasi di mulutnya dan menaruh sendok ke tangan Li Zhou, "Cepat makan, aku sudah menjawab semua pertanyaan. Aku pasti akan berada di atas 300."

Li Zhou merasa lega, "Kau membuatku hampir mati ketakutan."

Setelah makan, keduanya langsung kembali ke ruang kelas.

Karena ujian, mereka di kelas 7 ditarik terpisah satu sama lain, bahkan jika mereka berada di meja yang sama, jarak antara mereka cukup jauh.

Begitu Jing Ji memasuki kelas, para siswa langsung mengerumuni bangkunya seperti burung yang pulang ke kandang

Anggota komite pembelajaran adalah seorang gadis yang suka meledak, dia sangat cantik dan dipanggil Chen Miaomiao. Dia mendorong semua orang terpisah dengan kekuatan sembilan sapi dan dua harimau, merebut posisi yang paling menguntungkan di sekitar meja Jing Ji, dan bertanya dengan penuh semangat, "Bagaimana ujiannya? Bagaimana?"

Chen Miaomiao biasanya sangat antusias belajar, tetapi belum menemukan metode yang tepat, dan nilainya tidak selalu dapat disebutkan.

Pada saat ini, dia datang ke Jing Ji dan mengajukan banyak pertanyaan, dan dia telah berhasil berubah menjadi gadis penggemar Jing Ji.

Jing Ji mengingat kertas ujian dan tersenyum, "bagus, tidak ada masalah masuk tiga ratus teratas."

"Ah ah ah!" Chen Miaomiao dengan bersemangat memegang tangan Jing Ji dan mengguncangnya, "Jing Ji! Kelas tujuh mengandalkanmu! Semangat!"

Ketika Ying Jiao memasuki pintu dan melihat pemandangan itu, senyum di sudut mulutnya turun.

He Yu dan Zheng Que dibelakangnya saling memandang, jantung mereka membanting.

Ying Jiao biasanya memiliki temperamen yang baik dan biasanya tidak mudah marah. Tetapi begitu api meletus, itu disebut langit pecah, dan tidak ada yang bisa menahannya.

He Yu menelan ludah, dan tidak menemukan suaranya, mencoba mengalihkan perhatian Ying Jiao, "Jadi ... Kakak Jiao, ke mana kita pergi pada akhir bulan?"

Dia meraih lengan Yingjiao dengan gemetar, hampir tidak bisa mengeluarkan senyum, "Bagaimana kalau ke 1982? Ulang tahun Lao Zheng hampir tiba, jadi rayakan lebih awal."

Ying Jiao memperhatikan tangan Jing Ji dipegang Chen Miaomiao sejenak, mencibir, mendorong He Yu, dan berjalan lurus.

Begitu dia datang, teman-teman sekelas yang ada di sekitar Jing Ji segera diam.  Detik berikutnya menyebar, seperti burung dan hewan berserakan kembali ke tempat duduk mereka.

Hanya Chen Miaomiao yang terlalu bersemangat, tidak sadar situasi, masih memegang tangan Jing Jing dengan bodoh.

Ying Jiao menatapnya dengan tenang, berkata acuh, "Kau sangat bersemangat, ujian matematika sore ini sepertinya kau bisa lulus kali ini."

Pikiran Ying Jiao kejam dan dia mencolek titik sakit orang lain.

Matematika Chen Miaomiao adalah masalah besar dan tidak pernah lulus. Tidak peduli berapa banyak guru yang diundang untuk membuat pelajaran, itu tidak berguna.

Senyum Chen Miaomiao menghilang seketika, dia menatap Ying Jiao dengan ganas, melepaskan Jing Ji, dan berlari pergi.

Mulai sekarang, Jing Ji adalah satu-satunya dewa pria!

Pria berhati jahat ini telah dihapus dari daftar dewa prianya!

Setelah gadis itu pergi, Ying Jiao kemudian menoleh ke Jing Ji, memegang pergelangan tangannya, dan menariknya ke arahnya dengan wajah dingin.

“Apa yang kau lakukan?” Jing Ji belum menanggapi, berjuang tanpa sadar, "lepaskan aku."

Ying Jiao mencemooh, "tersenyum manis ... sangat senang dipegang oleh seorang gadis?"

Pipi Jing Ji kemerahan, mengangkat matanya untuk membantah, "Aku tidak, jangan bicara omong kosong."

Ying Jiao mengabaikannya.

Dia memegang tangan Jing Ji yang telah dipegang oleh Chen Miaomiao. Menatap tepat dimata, perlahan dan sangat keras, meremas jari-jari Jing Ji di antara jari-jarinya satu per satu, saling bertautan satu sama lain.

"Kau ..." Jing Ji mengguncang tangan keduanya yang tergenggam erat, malu dan marah, "lepaskan ..."

Ying Jiao mencibir dingin, dan melirik sekilas ada Chen Miaomiao dengan marah, "Kenapa? Dia bisa memegangmu, tapi aku tidak bisa?"

Jing Ji panik, "Tidak ..."

“Jadi, kenapa kau menghindar?” Ying Jiao mengangkat satu kakinya yang panjang, menggeser satu bangku mendekat dan duduk di sebelah Jing Ji, menatapnya, “Jujur!”


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

  1. Makin posesif aja ni πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.....



    Semoga cepat up ch selanjutnya KK.
    D tunggu
    'semangat

    ReplyDelete

Post a Comment