8. If I were an Ordinary Student...

"Apakah jatuh dijalan?" Wang Xuzhi mengencangkan alisnya, ekspresinya menjadi lebih menyedihkan, membeku untuk waktu yang lama, dan berkata, "Fck! Pria memiliki emas di bawah lututnya! Aku meminta bos untuk memberiku kredit!"

* pria yang berlutut sama berharganya dengan emas, jadi mereka tidak boleh berlutut dengan santai :: pria harus memiliki martabat dan tidak boleh sujud.

"Oh Tuhan… terlalu tragis!" Wang Xuzhi memeluk kepalanya beberapa saat lalu mengangkat wajahnya, "Tidak! Itu hebat! Beri orang tua itu lebih banyak masalah dan lihat apakah dia masih punya waktu untuk berkencan!"

Memikirkan hal ini, Wang Xuzhi merasa jauh lebih baik. Dia kemudian berlari ke arah sekolah dengan cepat. Bel berbunyi sedetik setelah memasuki kelas.

Wang Xuzhi mengibaskan tinjunya dengan bersemangat, "YES!"

Dia duduk dengan gembira di bangkunya, kemudian mendengar sebuah suara, "Bagaimana mungkin anak berandal bisa begitu tepat waktu?!"

Dia menggaruk bagian belakang kepalanya dengan kesal, Cheng Yueming sedang duduk di belakang, menatap punggungnya dengan menopang dagunya, dua anting diam-diam ditempatkan di kotak alat tulis.

Di kelas, Wang Xuzhi tertidur di atas meja, dan setelah mendapat teguran berulang-ulang, dia ditendang ke luar kelas dan tidur di dinding.

Setelah kelas, Cheng Yueming pergi ke toilet dan melihat Wang Xuzhi terbaring di lantai, menyusutkan tubuhnya di dinding, teridur nyenyak. Siswa di sekitarnya berjalan bolak-balik, tetapi tidak banyak orang memperhatikan.

Cheng Yueming berjongkok di sebelahnya, mengawasi dengan tenang, tertegun lama, ketika dia bereaksi, bel berdering. Orang yang dilantai mulai membuka membuka mata. Setelah melihat Cheng Yueming, dia segera menjadi sadar, dan ekspresi wajahnya berubah. Dia berkata dengan sengit, "Apa yang kau lakukan?"

“Aku berjongkok dan mengikatkan tali sepatu.” Cheng Yueming meregangkan wajahnya, dengan sikap meyakinkan.

Dia berdiri dan duduk kembali di ruang kelas, tiba-tiba ada rasa sakit di perutnya dan sudut mulutnya sedikit berkedut.

Sial, dia lupa pergi ke toilet …

Wang Xuzhi kembali ke tempat duduknya, lengannya mati rasa karena dijadikan bantal.

Tiba-tiba, seseorang menepuk pantatnya dan mencubitnya, "Cepat jalan ~" meletakkan tangannya di bahu Wang Xu dan mendorongnya dengan ringan.

Wang Xuzhi tersenyum, balik menampar pantat pria itu, "Sialan! Li Qiyu, kau mencari kematian ah! Kenapa tidak datang lagi tahun depan?"

Li Qiyu adalah anak nakal yang terkenal di sekolah, karena Wang Xuzhi ingin menjadi anak nakal, itu adalah pilihan terbaik untuk mengikutinya.

Hanya saja orang ini memiliki kebiasaan buruk menepuk pantat orang lain. Lagi pula, mereka semua laki-laki, menepuk pantat bukan hal besar.

Wang Xuzhi kembali ke kursinya. Li Qiyu membawa tas sekolahnya dan berjalan ke kursi yang sama sambil tersenyum, "Teman sekelas, ubah posisi denganku?"

Teman semeja Wang Xuzhi adalah gadis manis, dia suka dan takut pada bocah tampan ini, mengangguk dengan tergesa-gesa, dan pergi setelah berkemas.

"Kau ingin duduk satu meja denganku?" Wang Xu menatap Li Qiyu dengan kaget, begitu dekat.

Bukankah akan lebih nyaman untuk bertanya nanti?

Li Qiyu melemparkan tas sekolahnya di atas meja, guru tiba dan naik ke podium. "Kelas dimulai!"

Semua orang berdiri.

Li Qiyu menarik Wang Xuzhi untuk berdiri, dan mengucapkan beberapa kata, "Halo guru~~".

Mata Wang Xuzhi perlahan melebar. Cheng Yueming memperhatikan dengan tenang dari belakang, otot-ototnya mulai meledak, dan suasana hati yang tak terlukiskan bergejolak. Jauhi dia …

Wang Xuzhi sangat tidak nyaman akhir-akhir ini, dan selalu merasa bahwa mata orang-orang di belakangnya sangat panas. Sebagai orang sosial, Wang Xuzhi memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara sosial. “Hei, Cheng Yueming, tunggu aku setelah pulang sekolah!” Wang Xuzhi berkata dengan sengit.

Cheng Yueming meliriknya dan mengangguk. Dia bangkit dan pergi ke kamar mandi, tepat setelah meninggalkan ruang kelas, sebuah buku jatuh dari laci mejanya.

Pada saat ini, tidak ada seorang pun di ruang kelas, dan Wang Xuzhi merasa penasaran. Melihat sekeliling dengan waspada, dia mengambil buku itu dan memandangi sampul itu dengan saksama. "Jatuh cinta dengan meja depan???" Wang Xu terkejut. "Ini untukku …" dia segera berjongkok, membalik halaman dan mulai membaca.

Pandangannya semakin halus, setelah beberapa saat, sebuah kata keluar dari mulutnya, "WTF …"

Pulang sekolah, Cheng Yueming menunggu sampai gelap namun Wang Xuzhi muncul. Dia sudah muak lagi dan lagi!

Di pagi hari berikutnya, Wang Xuzhi dipanggil oleh Cheng Yueming. Wang Xuzhi memerah dan berubah menjadi putih pucat juga berubah menjadi hijau. Dia sama sekali tidak mau keluar. Akhirnya, Cheng Yueming menarik kerahnya dan pergi keluar.

Sebelum pergi, siswa yang dikenal taat itu melirik para teman sekelas yang tertegun, "apa yang dikatakan, kalian semua mengerti."

Wang Xuzhi diblokir oleh Cheng Yueming di sudut dinding, menggigil, ekspresinya seperti wanita yang rela mati demi kehormatannya, pantang menyerah, "Kau jangan melakukan apa pun padaku!"

Cheng Yueming membeku, antara menangis dan tertawa, "Apa kau mandi tadi malam?"

"Mandi, kenapa kau bertanya ini?” Wang Xuzhi menyilangkan tangannya di dada. Karena dia menemukan Cheng Yueming diam-diam membaca cerita rate H yang karakter utamanya adalah mereka berdua, dia mulai panik.

Bukan karena perasaan Cheng Yueming untuknya, tapi karena gairah padanya???

Wow... Daya tariknya begitu kuat!!!

Jika Cheng Yueming tidak menyukainya, bukankah itu akan aneh?

“Tidak heran air mandi masuk ke otakmu." Cheng Yueming memandang ke atas dan ke bawah dengan tenang, sementara pihak lain yang batinnya menjungkirbalikkan laut dan sungai (idiom): dalam kekacauan yang spektakuler, speechless.

*konyol



Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments