Chapter 7, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Suara itu meluncur keluar berbaur dengan lagu pengantar tidur. Hang Ye mengerakkan bibirnya dengan lembut, seolah mengatakan, "Ssh."

Yu Erlan menatapnya. Cahaya layar ponsel ditengah kegelapan menerpa wajahnya membuat fitur wajah lelaki itu semakin jelas.

Dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya. "Kenapa kau begitu baik padaku? Terus terang, kita hanya orang asing yang belum genap dua hari bertemu."

Setelah mendengarkan ini, Hang Ye mematikan lagu diponselnya.

Dia mendongak dan menatap Yu Erlan sambil tersenyum, "Apa kau masih perlu alasan untuk menyelamatkan orang?"

Yu Erlan diam menatapnya.

Hang Ye dengan tenang melanjutkan. "Jangankan sebagai teman sekelas, jika kita tidak saling mengenal dan aku melihatmu ingin melompat ke sungai, aku juga harus berusaha menyelamatkanmu kan?"

Berbicara tentang apa yang dia pikirkan, Hang Ye berkata serius. "Oh ya, aku tidak bisa berenang, jadi sebaiknya kau jangan melompat ke sungai, kalau tidak, bukannya menyelamatkanmu, kita berdua malah akan tenggelam bersama ke dasar."

Yu Erlan tertegun. Dia menarik pandangannya, mengubah posisi berbaring menghadap langit-langit, berbisik. "Hm, jangan melompat ke sungai."

Hang Ye lanjut berkata. "Juga jangan melompat dari gedung. Meskipun lenganku kuat, aku agak takut ketinggian. Aku khawatir akan pusing saat berusaha menarikmu ke atas."

Yu Erlan berkedip dan berkata. "Hm, jangan melompat dari gedung."

"Jika kau gantung diri, beritahu aku... Ah dimana pisau tentara Swiss milikku? Aku mencarinya dulu."

Dia benar-benar berlari ke arah mejanya, menarik laci dan mencari-cari.

Sepertinya dia benar-benar berniat melakukan ini, siap menyelamatkan Yu Erlan yang ingin bunuh diri.

Yu Erlan menatap langit-langit yang gelap. Dia tiba-tiba merasakan kehangatan di dadanya dan berdenyut seperti meluap.

Dia tidak menyangka suatu hari akan menceritakan tentang keinginannya bunuh diri pada siswa berandal yang tidak bisa diprovokasi, begitu serius dan tanpa tujuan.

Dia tidak menyangka benar-benar memikirkan kata-kata Hang Ye. Dia tidak bisa melompat di sungai, tidak bisa melompat dari gedung. Jika gantung diri, beri tahu Hang Ye ...

Suasana hati Yu Erlan seperti kantong sampah hitam, bagian kehidupan yang paling gelap tersembunyi di dalamnya, tertimbun dan semakin bengkak.

Dia terdiam, dan bahkan menunggu kantong sampah itu tiba-tiba meledak, meninggalkan segalanya yang tidak dapat diperbaiki.

Sekarang kata-kata di Hang Ye dengan santai membuat lubang di kantong sampah emosionalnya. Isi hatinya bisa melihat cahaya dan berserakan.

Yu Erlan tidak berbicara lagi. Dia mendengarkan kata-kata Hang Ye yang patah dan merasa suaranya semakin rendah. Suara laki-laki itu sangat bagus, dengan sedikit pesona dari subwoofer legendaris, sangat khas, dengan malas yang seksi.

Yu Erlan merasa bahwa suara Hang Ye lebih efektif daripada "Lullaby". Dia seketika jatuh tertidur.

Dalam tidurnya, Yu Erlan merasa rambutnya dibelai dengan lembut, sangat nyaman.
.
.

Saat bangun pagi, Yu Erlan bangkit dari tempat tidur dan merasa bahwa tubuh dan rohnya lebih ringan dari sebelumnya.  Perasaan ini sudah lama hilang.

Dia menunduk, melihat sekeliling seluruh ruangan. Hang Ye tidak ada di sana, tempat tidurnya telah rapi, entah kapan dia sudah bangun.

Yu Erlan turun dari tempat tidur, melihat jam alarm di meja Hang Ye, jam enam pagi.

Ada kertas yang ditimpa dibawah jam, dilihat dari bentuknya, seperti bekas diremas jadi gulungan kertas.

Yu Erlan merasa bahwa kertas itu agak akrab, dia ragu-ragu sejenak sebelum menariknya keluar. Benar saja, ini adalah cakaran yang dia tulis dua hari pertamanya dengan linglung. Dia biasa mencoba menyelamatkan dirinya ketika suasana hatinya runtuh, dengan menuliskan pikirannya sendiri dan kemudian membuangnya.

Bola kertas ini seharusnya sudah dibuang, entah bagaimana Hang Ye menemukannya.

Hang Ye seharusnya mulai meragukan hal ini, dan kemudian menebaknya. Pikir Yu Erlan.

Dia merobek kertas itu dan melemparkannya ke tempat sampah.

Saat cuci muka di kamar mandi, Yu Erlan mendengar suara datang dari pintu. Seseorang membuka dan menutup pintu.

Dia keluar dari kamar mandi dan melihat Hang Ye datang membawa beberapa tas plastik dengan kabut uap. Tangan kanannya yang diperban memegang satu set pakaian, itu seragam sekolah SMA 17.

Hang Ye melihat Yu Erlann berdiri di sana dan langsung menyapanya. "Sudah bangun? Aku baru saja membeli sarapan, ayo makan."

Dia berjalan ke mejanya dan menaruh semua bawaannya.

Yu Erlan mengikuti dan memperhatikan Hang Ye membuka tas satu per satu. "Aku membeli cahkwe, susu kedelai, roti dan susu. Kau ingin makan sarapan cina atau sarapan barat, kita memilikinya! Hebat kan!"

Hang Ye berkata sambil berbalik mengangkat dagunya penuh bangga dengan semangat tinggi.

Wajah Yu Erlan tanpa ekspresi, berkata tanpa ragu. "Kau hebat."

Hang Ye tidak puas, "Sedikit lebih emosional, teman sekelas Xiaobai!"

Yu Erlan bertepuk tangan untuknya.

Hang Ye masih tidak puas. "Bukankah kau sudah diatur di sekolah dasar, memberi ucapan 'Selamat datang para pemimpin xx datang ke sekolah kami untuk survei'? Kau terlalu kaku, akan dikritik guru. Teman sekelas Xiaobai!"

"..."

Hanya untuk sarapan, apa harus diberi kultivasi diri aktor Stanislavsky?

Dia menatap Hangye dengan ekspresi kosong, dan tiba-tiba berbisik, "Terima kasih."

Hang Ye tersenyum sedikit bahagia. Dia melambaikan tangannya. "Kau pilih dulu, aku tidak pilih-pilih makanan."

Yu Erlan dengan acak meraih roti dan susu kedelai.

"... kau luar biasa."

Hang Ye mengerutkan alis melihat cahkwe dan susu, bergumam, "Bagaimana aku makan ini? Cahkwe dengan susu sapi kombinasi yang aneh ..."

Yu Erlan menggigit roti dan menyesap susu kedelai dengan nikmat.

Hang Ye bersikeras untuk mencoba menikmati cahkwe dengan susu, dan itu sangat sulit.

Dia kesulitan untuk menelan, "Xiaobai, beri aku susu kedelai sedikit, aku akan mati."

Yu Erlan tertegun. Susu kedelai ini diminum dengan sedotan. Jika Hang Ye ingin meminumnya, dia harus mencari gelas dan menuangkannya.

Namun, Hang Ye sudah menunduk dan menyesap beberapa teguk susu kedelai langsung dari sedotannya.

Lalu dia membuka mulutnya dengan gembira dan berkata, "Tentu saja, cahkwe dengan susu kedelai memang kombinasi yang pas!"

Melihat ekspresi Yu Erlan, dia dengan cepat berkata. "Oh, aku sedang terburu-buru jadi memakai sedotanmu! Kalau begitu aku akan menemukan gelas untukmu, tuangkan susu kedelai ke dalamnya, biarkan aku yang memakai sedotan."

Hang Ye mengambil gelas, menuangkan susu kedelai ke dalamnya lalu mendorong kembali ke tangan Yu Erlan sambil tersenyum hangat dengan sedikit licik.

Yu Erlan merasa agak salah. Seakan dia merasa seperti dimanfaatkan.

Namun, Hang Ye sangat masuk akal dan percaya diri sehingga Yu Erlan tidak mengatakan apa-apa. Dia mengambil gelas itu dan lanjut minum susu kedelainya dengan ekspresi kosong.

Hang Ye tidak lagi minum susu sapi dan hanya memakan cahkwe, sambil berkata. "Ngomong-ngomong Xiaobai, ada sesuatu yang ingin aku diskusikan denganmu."

Yu Erlan mengangguk, "Katakan."

"Apa kau mau tinggal di asrama denganku?"

Yu Erlan menatapnya.

Hang Ye dengan tenang berkata. "Bangunan ini didanai oleh keluargaku. Sekolah menyita biaya akomodasiku. Kau tidak harus memberiku uang. Tapi aku tidak akan membiarkanmu tinggal dengan gratis. Aku sedang cedera tangan. Ini tidak nyaman. Kau belikan sarapan, bersih-bersih, susun tempat tidur, siram tanaman, dan merawat merpati di ambang jendela, hal-hal ini diserahkan padamu!"

Saat berbicara, Hang Ye menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sedikit seruan, "Aku benar-benar jenius, mengambil begitu banyak keuntungan darimu!"

Yu Erlan diam.

SMA 17 adalah sekolah swasta dengan sedikit sifat aristokrat dan standar akomodasi yang jauh lebih tinggi daripada sekolah menengah biasa. Ketika Yu Erlan pindah ke sekolah, dia diberitahu akomodasi di sini berharga empat ribu yuan setahun, dan dua ribu yuan dalam satu semester.

Uang ini jelas tidak mampu ditanggungnya.

Hang Ye memberinya tempat gratis dan tidak ingin melukai harga dirinya, jadi dia mengatakan bahwa dia mengambil banyak keuntungan darinya.

Kelemahlembutan laki-laki ini terlalu detail, seperti sinar matahari, udara dan air, tidak mudah dideteksi tetapi penting.

Mata Yu Erlan menatap lantai. Dia tiba-tiba tersenyum dan berbisik, "Ya."

Hang Ye telah melakukan langkah ini, dan dia tidak punya alasan untuk menolak.

Hang Ye mendengarkan jawabannya, dan suasana hatinya tampak sangat baik. Dia mengunyah cahkwe sambil membuat nada kecil.

Dia tidak bisa diam. Setelah berbicara satu hal, dia lanjut membahas hal lain. "Xiaobai, kau terlihat sangat kecil ... Hei, kau tidak melompat kelas kan? Apa usiamu masih empat belas tahun?"

Yu Erlan dengan tenang berkata. "Menurut tanggal pada kartu ID, aku akan berusia 18 tahun dalam 16 hari."

Hang Ye agak aneh. "Kenapa tanggal pada kartu ID?"

Yu Erlan tidak menjawab.

Hang Ye tidak bertanya lagi, tetapi beralih berkata. "Kau sangat kecil, dua atau tiga tahun lebih muda dariku."

Dia lanjut berkata sambil bersiul, senyum hippie. "Coba panggil aku 'Ge' (kakak), aku ingin dengar."

Yu Erlan dengan tenang memasukkan gigitan terakhir dari roti ke mulutnya dan meminum sisa susu kedelai, mengabaikannya.

Hang Ye menelan cahkwe yang masih tiga gigitan lagi sekaligus, menyeka mulut, dan mencondongkan tubuh menatap Yu Erlan, masih tidak menyerah. "Aku tidak mengambil keuntungan darimu, aku jauh lebih tua darimu. Jiao Ling dan Gong Hao juga memanggilku kakak Ye. Xiao Bai, kau sangat cerdas, kau harus belajar untuk menghormati yang tua!"

Yu Erlan menatapnya, berkedip.

Hang Ye segera memasang telinganya.

Yu Erlan mendekat dan perlahan bersuara.

"Ge."

/ 嗝 - Ge ( bersendawa, cegukan ) /


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments