Chapter 5, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Hang Ye segera berhenti berteriak kesakitan, pinggangnya ditegakkan dan bersikap didepan Hu Luohong layaknya siswa yang baik sambil berkata serius, "Guru, kau sudah bekerja keras, selamat tinggal!"

Hu Luohong mengangkat kaki untuk menendang pinggangnya namun Hang Ye dengan cekatan melompat ke depan, dengan mudah menghindari, dia berpindah ke sisi Yu Erlan, dan segera merangkul bahunya untuk pergi keluar sambil tersenyum.

Yu Erlan tidak berbicara. Dia melihat tangan kanan Hang Ye yang terluka dan memegang kantong obat yang ada di tangannya. Dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Apa itu menyakitkan?"

Hang Ye asal-asalan. "Aku baru saja menipu Lao Hu, jangan menganggapnya serius!"

Yu Erlan menggigit bibirnya dan tidak mengatakan apa-apa.

Jiao Ling dan Gong Hao mengejar mereka dari belakang. Gong Hao bergegas bertanya, "Kakak Ye, apa tubuhmu sakit semua?"

Hang Ye mengibas tangannya, "Tidak apa, kalian tidak usah heboh."

Jiao Ling merasa tidak tenang, "Apa kakak Ye tidak pergi ke rumah sakit? Bocah itu cukup licik dengan menargetkan tubuh untuk cidera internal. Jelas kita tidak memukulnya, tapi sepertinya dia berdarah parah di kepala sementara kita berdua merasa organ dalam sakit dimana-mana!"

Wajah Gong Hao langsung menghitam. "Benarkah? Kalian sebaiknya pergi ke rumah sakit dengan cepat! Jika organ dalam cedera, itu akan menjadi masalah besar."

Yu Erlan yang mendengar ini, segera berbalik untuk melihat Hang Ye, matanya sangat fokus, menulis kata 'khawatir'.

Hang Ye tidak memperhatikannya, dia menoleh dan tertawa pada Jiao Ling, "Aku baik-baik saja, Jiao Ling kau sebaiknya memeriksanya."

Dia tiba-tiba teringat sesuatu, lalu menoleh pada Yu Erlan, "Bukankah orang itu juga meninju perutmu? Apa masih sakit? Kau mau pergi dengan Jiao Ling?"

Yu Erlan menggelengkan kepalanya dan berbisik, "Tidak perlu."

Jiao Ling segera berteriak, "Aku juga tidak perlu pergi, aku punya obat, aku akan mengolesi nanti saat pulang!"

“Siapa yang memberimu obat?” Hang Ye bertanya kepadanya.

Jiao Ling dengan malu menunjuk Yu Erlan. "Dia."

Hang Ye mengerutkan kening, dia menepuk tangan Jiao Ling, "Dia punya nama!"

“Teman sekelas Yu Erlan!” Jiao Ling buru-buru meralat.

Hang Ye mengangguk puas dan memandang Yu Erlan, "Terima kasih."

Yu Erlan berkata dengan dingin, "Bukan apa-apa."

Mereka sudah mencapai depan asrama laki-laki saat ini. Yu Erlan tahu bahwa ketiga orang itu tinggal di sekolah jadi segera melepas diri dari lengan Hang Ye dan berkata, "Aku pulang dulu."

Melihatnya yang sudah berjalan pergi, Hang Ye bergumam. "Aku punya beberapa luka di punggung, aku tidak bisa menjangkaunya!"

Jiao Ling segera menyahut. "Kakak Ye, aku akan membantumu!"

Hang Ye menatapnya, "Kau mau membantuku? Lalu lukaku akan berlipat ganda! Kau tidak berbakat."

Jiao Ling menggaruk kepalanya, "Gong Hao, Gong Hao bisa!"

Hang Ye melihat Gong Hao, dan Gong Hao dengan cepat mengambil langkah mundur dan memilih tidak berbicara.

Hang Ye tersenyum puas, berteriak pada Yu Erlan yang sudah lumayan jauh. "Xiao Bai, kau tinggal di asramaku malam ini, bantu aku dengan obat!"

Langkah Yu Erlan berhenti. Dia berbalik dan berkata acuh tak acuh pada Hang Ye, "Kakek sedang menungguku, aku harus kembali."

Hang Ye segera mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan padanya. "Telepon saja bilang ada sesuatu malam ini, jadi kau harus tinggal bersama teman sekelasmu."

Ketika kata-kata itu keluar, Jiao Ling segera mendekat ke sisi Gong Hao dan terkekeh tengil.

Gong Hao dengan canggung mendorongnya lalu bergegas pada Hang Ye, "Kakak Ye, aku akan kembali duluan ke asrama dengan orang ini!"

Jiao Ling masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi sudah diseret oleh Gong Hao.

Hang Ye melihat kepergian mereka lalu berbalik dan mengangkat alisnya, "Kau lihat, tidak ada yang peduli padaku sekarang."

Dia sedikit membungkuk, menempel ke telinga Yu Erlan, suaranya rendah dan konyol, "Hari ini aku berkelahi untukmu, kau tidak ingin bertanggung jawab um?"

Yu Erlan terdiam selama beberapa detik, mengambil ponsel Hang Ye dan menekan nomor.

Setelah beberapa saat, itu terhubung. Yu Erlan mendengarkan suara kakeknya dan berbisik pelan, "Kakek, ini aku."

"Erlan, kenapa kau belum kembali? Apa yang terjadi?" Suara kakek cemas.

Yu Erlan menenangkannya. "Tidak ada ... Hanya ada sedikit hal di sekolah. Aku mungkin harus tinggal disini bersama teman sekelasku malam ini, jadi aku tidak bisa kembali."

Hang Ye yang mendengarkannya, tidak bisa menahan diri untuk diam-diam tersenyum. Saat Yu Erlan melihatnya, dia dengan cepat merubah ekspresi lalu menatap ke langit.

Kakek Yu tidak terlalu memikirkannya. Dia sangat lega. "Baiklah, kalau begitu perhatikan keselamatanmu!"

“Ya.” Yu Erlan mematikan panggilan dan mengembalikan ponsel ke Hang Ye.

Dia berbalik dan melihat gedung asrama pria, berbisik, "Apa penjaga gerbang bisa membiarkanku yang hanya orang luar untuk masuk?"

Hang Ye memikul tas ke bahunya dan merespon dengan gaya malas. "Bangunan ini atas nama Hang."

Yu Erlan tidak lagi mengatakan apa-apa.

Dia mengikuti Hang Ye ke asrama. Tentu saja, kakek yang duduk di ruang jaga mendengar suara dan melihatnya. Dia melihat Hang Ye dan diam-diam mengalihkan pandangannya.

Hang Ye membawanya ke lantai lima dan memasuki kamar paling ujung.

Dia mengambil kunci dan membuka pintu. Dia berjalan masuk setelah menekan kontak saklar lampu di dekat pintu lalu melemparkan tas punggung dan tas obat di atas meja. Dia berkata kepada Yu Erlan di belakangnya, "Masuk. Aku akan mengambil kasur untukmu ..."

Yu Erlan berjalan masuk dan melihat isi kamar. Tampaknya keluarga Hang telah banyak berinvestasi. Bangunan ini tidak hanya bergaya, tetapi juga memiliki struktur internal yang besar. Setelah dua set tempat tidur gabungan, masih ada banyak ruang di dalamnya, dan dapat melakukan beberapa latihan kebugaran.  Kamar ini juga dilengkapi dengan kamar mandi independen, dan terlihat sangat nyaman.

Kamar Hang Ye bersih dan rapi, tidak setegistrasi asrama "laki-laki".  Ada laptop di mejanya, dan itu terlihat seperti laptop game mahal. Di ambang jendela ada deretan pot bunga kecil, yang semuanya jenis sukulen. Melihat tampilan yang subur, pemiliknya jelas sangat peduli.

Yu Erlan kembali memalingkan matanya pada Hang Ye. Laki-laki itu ada di ujung ruangan saat ini, menginjak bangku dan mencari sesuatu di kabinet paling atas.

Yu Erlan berjalan dan berkata, "Aku datang kesini sudah merepotkanmu."

Setelah mengatakan itu, Hangy
Ye menjatuhkan satu set kasur lipat. Dia membanggakan diri. "Tenang saja, aku ahli dalam hal ini!"

Yu Erlan mengambil kasur itu. Hang Ye berkata lagi. "Ini semua baru, aku tidak pernah menggunakannya, kau dapat menggunakannya dengan nyaman. Tempat tidur selalu kosong, aku belum meletakkan apa pun di atasnya. Kau tidur di sana."

Yu Erlan tidak menanggapi, berbalik dan meletakkan kasur di tempat tidur.

Saat berbalik, dia melihat Hang Ye melepas jaketnya dengan satu tangan, memperlihatkan bagian atas tubuhnya.

Laki-laki itu jelas sporty, tampak ramping saat memakai pakaiannya, saat topless, terlihat berotot, dan menggoda, menjadikannya contoh sosok terbaik seorang pria.

Yu Erlan sekilas melihat adegan ini merasa sedikit malu, jadi dia segera menunduk.

Hang Ye menatapnya dan tidak bisa menahan senyum, "Kenapa? Malu?"

Yu Erlan tidak menanggapi, dia berbalik untuk menyusun tempat tidur.

Hang Ye menjilat mulutnya dan menatap punggung Yu Erlan, "Kalau begitu aku pergi mandi dulu!"

Yu Erlan menoleh dan mengerutkan kening padanya. Dia ragu-ragu, "Kau seperti ini sekarang ..."

Kepala Hang Ye menyapu tubuhnya, dari dada dan perut memang memiliki banyak tanda biru-ungu, yang tampak sedikit menakutkan.

Hang Ye mendongak dengan acuh tak acuh, tersenyum dengan mengangkat dagunya, "Kau merasa khawatir? Takut aku tidak bisa mandi? Bagaimana kalau menemaniku mandi?”


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments