Chapter 4, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Ketika Jiao Ling baru saja berhenti, dia melihat Yu Erlan langsung berlari melewatinya dengan cepat.

Jiao Ling seketika mengumpat marah, "Sialan bocah ini! Kakak Ye telah berdarah untuknya, dia melihat situasinya tidak baik dan lari duluan?"

Hang Ye memandang punggung Yu Erlan yang menjauh, matanya agak gelap, dia kemudian mendorong Jiao Ling. "Kau dan Gong Hao juga cepat pergi."

Gong Hao menyusul dan menarik Jiao Ling,  berkata, "Ayo kita susul dia."

"Tunggu kakak Ye, aku akan menangkap anak itu kembali!” Jiao Ling menggulung lengan bajunya lalu mereka pun berlari mengejar Yu Erlan.

Hang Ye menundukkan kepalanya dan tidak berbicara, dia mengguncang pergelangan tangannya yang terluka, darah masih mengalir. Meskipun tidak terluka parah, Hang Ye telah menderita banyak cedera, dan mungkin ada banyak memar di lengan dan kakinya. Alisnya yang tergores masih berdarah.

Situasi ini membuat Hang Ye terlihat seperti Asura yang berlumuran darah.

/ roh jahat dalam mitologi India /

Pada saat ini, Asura yang ditinggal sendiri bersandar di dinding dengan satu tangan merogoh saku dan menatap langit pada sudut empat puluh lima derajat. Sangat melankolis dan relung.

Sekelompok penjaga keamanan sekolah bergegas menghampiri Hang Ye dan laki-laki yang tergeletak tak sadarkan diri di tanah, bertanya dengan serius, "Apa yang terjadi?"

Hang Ye masih mendongak dan berkata, "Tidak ada. Oh, siapa diantara kalian yang punya tisu? Sepertinya aku mimisan."

"..."
.
.

Di kejauhan, Jiao Ling dan Gong Hao, yang telah berlari untuk waktu yang lama, kehilangan Yu Erlan.

Mereka menyaksikan Yu Erlan belok kiri di ujung jalan. Ketika mereka menyusul, Yu Erlan telah menghilang.

Jiao Ling sangat marah sehingga dia menendang dinding. "Apa ini? Aku pikir kakak Ye keluar dari gerbang sekolah sepulang sekolah akan bertemu teman di luar. Aku sangat senang pergi keluar untuk melihat kakak ipar, ternyata membantu anak itu untuk berkelahi tanpa tahu niat terselubung anak itu!"

/ dalam geng, pacar ketuanya dipanggil kakak ipar. /

Gong Hao menghitamkan wajahnya dan berbisik, "Hm, jangan katakan hal yang belum tentu, kita dapat menemukannya besok. Dia pasti datang ke sekolah besok. Sekarang kita harus kembali dan melihat situasi kakak Ye."

Jiao Ling dengan marah membentur lagi kakinya ke dinding dengan penuh kekuatan, hasilnya dia meringis kesakitan sambil melompat, mulutnya masih tidak bisa menerima. "Aku tidak layak untuk kakak Ye! Kakak Ye sudah lama tidak mengalami cedera berat seperti itu, tetapi karena melindungi anak itu, kakak Ye jadi terluka."

Gong Hao mengerutkan kening, membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tetapi sekilas dia melihat sosok yang tidak jauh depan, lalu memegang Jiao Ling. Dia berkata, "Kau lihat, bukankah itu Yu Erlan?"

Mendengar itu, Jiao Ling berbalik, itu memang Yu Erlan.

Dia keluar dari apotek diseberang jalan dengan tas kresek di tangannya. Tidak heran mereka tidak menemukannya untuk sementara waktu. Ternyata dia pergi ke apotek.

"Anak ini ... berlari begitu cepat, apakah untuk membeli obat?" Gong Hao mengerutkan kening.

Jiao Ling membuka mulutnya dan tidak berkata apa-apa, menyaksikan Yu Erlan bergegas ke arah mereka dan bertanya padanya, "Hang Ye?"

Jiao Ling menjawab tanpa sadar. "Para penjaga keamanan membawanya pergi ... Pasti dikirim ke harimau ganas."

“Harimau ganas?” Yu Erlan mengulang dengan bingung.

Gong Hao dengan cepat menjelaskan, "Itu adalah kepala pengajaran kami Hu Luohong yang sangat ganas, jadi kami memanggilnya harimau ganas ..."

Yu Erlan mengangguk, dengan tas kresek ditangannya bergegas pergi ke sekolah.

Namun baru dua langkah, dia tiba-tiba berbalik dan mengeluarkan sekotak obat merah dan perban dari tas dan melemparkannya ke Jiao Ling, "Obat untukmu."

Jiao Ling menerimanya dengan bodoh dan melihat bagian belakang Yu Erlan yang sudah lanjut berjalan. Dia bergumam, "Hatinya cukup baik ..."

Gong Hao mengejeknya, "Apa kali ini tidak marah lagi?"

Wajah Jiao Ling pucat, dan dengan marah mendorongnya, "Bukan urusanmu!"

Yu Erlan tidak peduli dengan dua orang di belakangnya. Dia bergegas kembali ke jalan setapak. Daerah di mana pertarungan pecah, masih ada darah di tanah, dan beberapa jejak berantakan, tetapi tidak ada seorang pun di sana.

Yu Erlan tidak berhenti, dan berlari kembali ke sekolah dengan tas kreseknya. Ketika dia pergi menemui kepala sekolah kemarin, dia melewati kantor kepala pengajaran, jadi dia tahu di mana itu.

Saat ini waktu belajar mandiri di malam hari. Tidak ada orang di sekolah, sangat tenang. Para staff di gedung administrasi juga pulang kerja.

Yu Erlan memasuki gedung dan mendengar suara dari arah kantor kepala pengajaran. Ada beberapa dialog yang tajam.

"Hang Ye, kau tidak bisa diam lebih dari tiga hari? Ayo kita bicara, kenapa kau berkelahi kali ini?"

"Apa aku perlu alasan untuk berkelahi?"

"Ya, benar. Kalau begitu katakan padaku, kenapa kau terlalu kasar kali ini? Kau melukai kepala orang..."

"Aku tidak tahu, dia sudah seperti itu sebelum aku menyentuhnya."

"Itu saja kemampuanmu?"

"Aku rata-rata. Hari ini tidak terlalu bagus."

"Terus bekerja keras lain kali?"

"Ya."

"Dasar kau kepala besar!"

Ketika Yu Erlan membuka pintu, dia melihat Hang Ye memasukkan tangan di sakunya dan bersandar di meja kantor.

Pria paruh baya yang berdiri di depannya dengan potongan rambut Mediterania sedang menimpuk file dokumen ke wajah Hang Ye.

Hang Ye acuh, sudut matanya melihat Yu Erlan.

Yu Erlan merasa mata Hang Ye seperti berbinar.

Dia menunduk dan berteriak, "Lapor!"

/ semacam salam gitu kalo masuk kelas atau kantor. /

Hu Luohong yang memegang file dokumen berbalik dan memandangnya selama tiga detik. Dia tersenyum dan berkata, "Kau siswa baru itu kan? Apa benar Yu Erlan?"

“Ya, guru.” Yu Erlan mengangguk dan memandang Hu Luohong dengan serius.

Hu Luohong mengangguk padanya dan kembali menatap Hang Ye. Hang Ye yang tadinya menatap Yu Erlan menyadari garis pandang Hu Luohong telah berbalik. Dia segera memasang pandangan pemberontak.

Hu Luohong mencibir dan berkata, "Alasan yang tampaknya menjadi masalah hari ini ditemukan."

Yu Erlan menggigit bibirnya.

Dia belum mengatakan apa-apa, Hang Ye cemas, "Apa alasannya? Laohu, kau berbicara dengan bukti! Jangan asal tebak!"

Hu Luohong mencibir lagi.

Pada saat ini, Jiao Ling dan Gong Hao tiba, berdiri di pintu dan berteriak, "Lapor!"

Hu Luohong mengangkat alisnya dan mengambil cangkir enamelnya yang besar dari samping. Dia menyesap air dan berkata, "Hm, kau tidak bilang, aku akan bertanya pada yang lain."

Hang Ye tersenyum mengejek. "Aku tidak bilang, apa kau pikir mereka akan bicara?"

Hu Luohong menoleh.

Jiao Ling segera membuang pandangan sambil bersenandung lagu populer dan Gong Hao segera berbalik dan memutar matanya.

Hang Ye lanjut berkata menohok. "Lao Hu, jangan sia-siakan usahamu. Lagi pula, kau tidak perlu menemukan siapa yang bertanggung jawab! Aku sudah cukup. Bukankah anak itu sudah dibawa ke dokter? Pengeluaran medis aku yang tanggung. Jika keluarganya bertanya, kau katakan saja."

Hu Luohong sangat marah sehingga dia membanting cangkir enamelnya kembali di meja dan merutuk. "Hang Ye! Apa sekolah itu dimaksudkan untuk mengelak dari tanggung jawab? Aku ingin mengetahui alasannya! Ini juga untuk kebaikanmu ..."

Hang Ye mendengus dan menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku sudah terbiasa. Aku memang pemberontak."

Mulut Hu Luohong berkedut.

Dalam kekacauan, Yu Erlan tiba-tiba berbicara, sangat tenang. "Lapor guru, aku punya permintaan."

Hu Luohong menoleh dengan sengit, "Katakan!"

Yu Erlan dengan tenang berkata, "Tangan kanan Hang Ye terluka, masih berdarah. Jika dia tidak menghentikan pendarahan tepat waktu, itu akan tidak baik."

"..." - Hu Luohong.

"!" - Hang Ye.

Yu Erlan melanjutkan, "Jika guru masih mengajar, aku akan membalutnya terlebih dulu."

"..." - Hu Luohong.

"!!!" - Hang Ye.

Setelah Yu Erlan selesai berbicara, tanpa menunggu pernyataan Hu Luohong, dia berjalan mendekat dengan tas kreseknya.

Dia meletakkan barang-barang di atas meja di mana Hang Ye bersandar. Hang Ye segera berdiri tegak.

Yu Erlan mengeluarkan kain kasa dan salep dari tas dan berbalik untuk menarik tangan Hang Ye.

Hang Ye segera mengambil inisiatif untuk mengulurkan tangannya ke depan Yu Erlan.

Hu Luohong memandangi Hang Ye dengan terkejut. Anak ini baru saja menampakkan sikap pemberontaknya, bagaimana sekarang begitu patuh?

Hang Ye tidak peduli, dia fokus melihat Yu Erlan mengatasi lukanya.

Yu Erlan tidak melihat Hang Ye. Dia dengan hati-hati mengoleskan obat, membungkus daerah yang terluka dengan kain kasa, dan kemudian berbisik pelan, "Jangan menyentuh air dalam dua hari."

Hang Ye segera menjawab, "Um."

Nada suaranya sangat halus.

"???" - Hu Luohong.

"???" - Jiao Ling & Gong Hao.

Setelah selesai membalutnya, Yu Erlan mendorong kantong obat ke depan Hang Ye. Dia berkata, "Kau harus mengolesi memar di tubuhmu. Tidak nyaman di sini. Kau bawa obat itu kembali."

Yu Erlan kemudian mengangguk pada Hu Luohong, "Guru, jika kau memiliki sesuatu untuk ditanyakan padaku, kau bisa bertanya."

Hu Luohong bersiap membuka mulutnya.

Hang Ye segera memotong, "Aduh!"

Dia berteriak dengan sangat berlebihan, "Aduh! Aku sakit punggung! Aku sakit kepala! Aku sakit di mana-mana! Lao Hu, apa aku akan mati? Kau temukan seseorang untuk mengirimku ke rumah sakit!"

"..." - Hu Luohong.

"......" - Jiao Ling & Gong Hao.

" . " - Yu Erlan.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments