Chapter 25, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Dokter melihat Hang Ye dan bergumam pelan, "Kenapa siswa ini begitu galak? Apa mungkin kau Hang Ye?"

Hang Ye bahagia, bersandar di meja dokter, condong ke samping, dan tersenyum, "Ya, aku Hang Ye. Sudah pernah mendengar tentangku?"

Dokter menulis surat izin dengan pulpen dan berkata, "Sudah dengar. Kau sering berkelahi, dan tidak pernah datang ke rumah sakit. Satu sekolah, siapa yang tidak tahu kau?"

Hang Ye mengangkat tangannya dan tidak peduli. "Itu hanya luka ringan! Tidak perlu mencarimu. Sejak SMP, cedera adalah hal biasa. Sering terluka membuat pasien menjadi dokter! Luka ringan begitu aku bisa mengatasinya sendiri!"

Dokter bergumam dan memberikan surat izin yang sudah selesai ditulis kepadanya: "Oke, surat izin untuk tiga hari, isikan namanya. Apakah itu untuk Anda?"

“Tidak perlu. Apa aku pernah menggunakan surat izin ketika cuti?” Hang Ye memeriksa tanggal di kertas dengan saksama, dan menuliskan nama Yu Erlan.

Dokter berdiri dan berkata, "Kalau begitu kau awasi dia di sini, aku akan pergi ke sebelah untuk mengambil sesuatu. Kalau obatnya habis atau ada yang lain, panggil aku."

“Pergilah.” Hang Ye melambaikan mengusirnya, seperti seorang bos.

Sudut mulut dokter berkedut, dia berjalan ke Yu Erlan, memastikan bahwa tidak ada masalah, lalu pergi keluar.

Hang Ye berjalan ke Yu Erlan dengan surat izin ditangannya dan berkata. "Setelah kelas, aku akan meminta Jiao Ling mengambil surat izin ini dan menyerahkan langsung kepada guru."

Yu Erlan mengerjap, suaranya bergumam pelan. "Setelah diinfus hari ini, demamku akan sembuh, tidak perlu istirahat tiga hari ..."

"Aku bilang tiga hari, tiga hari! Bocah tidak taat, dan kreditku terlalu tinggi di sini! Kali ini kau tidak cukup baik, tidak boleh kembali ke kelas!" Hang Ye menyipitkan matanya sedikit, mengancam, membungkuk agar bisa setara dengan mata Yu Erlan.

Yu Erlan ketika sakit, wajahnya menjadi lebih putih, dan matanya menjadi lebih besar. Penampilannya terlihat berbeda dari siswa yang baik yang terlihat seperti biasanya, ketika menatap mata Hang Ye, menunjukkan penampilan yang agak kekanak-kanakan.

Dia hanya memandangi Hang Ye seperti ini, untuk waktu yang lama, tiba-tiba cemberut dengan bergumam pelan, "Kau galak sekali ..."

Napas Hang Ye lamban.

Ini membunuhnya, orang ini ...

Biasanya, tidak peduli seberapa memalukan Yu Erlan, wajahnya selalu tenang. Bahkan jika dia tidak bisa menyembunyikan wajahnya dan memerah, dia tidak menguarkan aura yang dingin dan acuh tak acuh.

Hang Ye juga bisa melihat telinganya yang memerah dan rasa ingin mencubitnya.

Dia tidak berpikir suatu hari, Xiaobaik yang sakit ini berubah menjadi seorang bocah yang childish, tiba-tiba itu seperti menahan hatinya.

Suara Hang Ye bergetar. "Aku tidak galak padamu ... Aku, aku khawatir! Kau tidak pernah tahu bagaimana merawat dirimu sendiri! Mengenakan pakaian tipis di musim dingin, pintu dan jendela kelas kita harus ditutup untukmu. Kau tidak bisa tidur nyenyak di malam hari, kekebalanmu rendah ... Yu Xiaobai, Yu Xiaobai kau murid yang baik tetapi bagaimana tidak bisa mengatur dirimu sendiri?"

Mata Yu Erlan turun, suaranya sedih. "Kau masih menyalahkanku ..."

Baiklah, baiklah. Menyerah. Yu Erlan, yang sakit, tidak bisa bernalar, dan harus membujuk.

Hang Ye segera tutup mulut, duduk di sebelahnya, dan dengan hati-hati melihat jarum di tangannya.

Dia sudah lama tidak pernah di infus, dan tidak tahu bagaimana rasanya. Dia tidak tahu bagaimana merawat, jadi dia bertanya pada Yu Erlan. "Bagaimana perasaanmu? Apa kau merasa tidak nyaman? Jika tidak nyaman, katakan padaku."

Yu Erlan berkedip, menatapnya, dan berbisik, "Dingin"

Hang Ye tertegun sejenak, "Ah?"

Yu Erlan mengangkat dagunya dan menunjuk ke tangan yang diinfus. "Cairan obat memasuki pembuluh darah, rasanya dingin dan tidak nyaman."

Hang Ye ragu-ragu sejenak, dan dengan lembut menutupi punggung tangan Yu Erlan dengan telapak tangannya, sangat berhati-hati untuk tidak menyentuh jarum.

Dia bertanya pada Yu Erlan. "Apakah ini terasa lebih baik?"

Yu Erlan mengangguk. Dia memandang tangan Hang Ye, dan tiba-tiba tersenyum, menatapnya. "Hang Ye, suhu tubuhmu benar-benar nyaman."

Bulu mata Hang Ye bergetar.

Dia hampir tidak bisa berkata-kata, "Kau, kau nyaman ..."

Sial, tidak pernah merasa hati berdebar selama bertahun-tahun! Salting! Hang Ye merutuk di dalam hatinya.

Dia mempertahankan posisi ini untuk waktu yang lama.

Sebenarnya, ini sangat tidak nyaman, karena lengannya ditopang, dan kekuatannya harus dikontrol cukup untuk menempel pada tangan Yu Erlan tanpa menyentuh jarumnya.

Ketika dokter datang untuk mengganti obat Yu Erlan, dia speechless memandang Hang Ye. Apa ini berandal sosial dalam rumor itu? Mengapa begitu baik pada teman sekelasnya?

Hang Ye menatapnya dan bergumam sedikit, terlalu malas untuk menjelaskan.

Tidak ada yang perlu dijelaskan.

Begitu Yu Erlan hendak menyelesaikan infus, Hang Ye merasa tangannya kaku.

Kepalanya dibahu Hang Ye, entah sejak kapan dia tertidur, rambutnya menggosok leher Hang Ye, rasa gatal yang membuat Hang Ye sudah terbiasa.

Hang Ye mendapati bahwa dia benar-benar tidak biasa pada Yu Erlan.

Dia luar biasa hati-hati, luar biasa lembut dan penuh pertimbangan, ketekunan yang luar biasa, dan kesabaran dan toleransi yang luar biasa.

Dia menyebarkan tanduk dan paku ke seluruh dunia, dan mencibir acuh tak acuh. Tapi hanya pada Yu Erlan, bahkan dengan semua kelembutannya, dia semakin menjadi lebih lembut.

“Kau ... bagaimana kau akan membalas aku di masa depan?” Hang Ye tidak bisa menahan untuk bergumam pelan.

Yu Erlan, yang sedang beristirahat di lehernya, bergerak.

Hang Ye seketika terdiam, sedikit gugup, bahkan sedikit khawatir bahwa Yu Erlan mendengar apa yang dia katakan.

Yu Erlan perlahan membuka matanya.

Dia tidak tidur nyenyak semalam, dan entah bagaimana dia tidur dengan tenang di samping Hang Ye.

Dia bisa merasakan bahwa suhunya turun banyak dan kekuatannya pulih.

Juga rasionalitas dan sikap pendiamnya.

Yu Erlan duduk tegak. Hang Ye berbalik dan bertanya kepadanya, "Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?"

"Sangat baik, terima kasih," bisik Yu Erlan.

Hang Ye mendengar nada ini dan tahu bahwa Yu Erlan yang biasanya telah kembali.

Dia menyangkan untuk sesaat.

Yu Erlan yang childish sangat imut!  Meskipun semuanya sama saja seperti kelinci putih kecil, kelinci putih kecil yang ini menyentuh secara proaktif sangat menyenangkan.

Hangym Ye menoleh untuk melihat Yu Erlan, berpikir dalam hatinya bagaimana agar bisa melihat lebih banyak sisi dari Yu Erlan yang semacam itu.

Yu Erlan sedikit tidak nyaman dengan pandangan itu, dan merasa dia terlalu ambigu dengan Hang Ye hari ini. Dia segera mengalihkan matanya dari Hang Ye, dan berkata dengan lembut, "apa kita bisa kembali setelah selesai infus?"

Hang Ye menatap telinga Yu Erlan yang mulai memerah. Ini juga oke, Xiaobai yang ini juga sangat menyenangkan.

Dia mengangkat tangannya secara tidak sadar, memegang daun telinga Yu Erlan, dan menjawab, "Ya. Tapi kau tidak harus pergi ke kelas minggu ini. Datang ke rumah sakit besok untuk infus lagi!"

Yu Erlan menjauhkan wajahnya, menggeser daun telinganya dari tangan Hang Ye, dan berbisik, "Baiklah ... tapi aku merasa lebih baik, kau tidak perlu tinggal bersamaku besok atau lusa."

Hang Ye menghela nafas panjang, "Yu Xiaobai! Kau adalah orang yang tidak mengenali siapa pun ketika setelah memakai celana!"

*Tidak bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan dan tidak diakui sesudahnya.

Yu Erlan, "..."

Hang Ye, "..."

..."Ahem. Itu, bahasaku tidak bagus, kau tahu."

Yu Erlan berubah pikiran, "Besok... Kalau kau mau bersamaku, datang saja."

Hang Ye mengerjap pada Yu Erlan.

Kalimat ini ... Bagaimana rasanya seperti 'Enggan dimulut tapi tubuh jujur?'


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments