Chapter 24, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Yu Erlan menduga wajahnya pasti memerah.

Dia menurunkan matanya dan tidak berani menatap Hang Ye, bulu matanya bergetar hebat, kepalanya sedikit menoleh ke samping, berusaha menghindari Hang Ye.

Namun, Hang Ye menahan belakang kepalanya, dan sangat kuat, menekan Yu Erlan agar tidak membiarkannya bergerak.

Yu Erlan tidak berdaya. Dia hanya bisa membuka mulutnya, suaranya tipis dan lembut. "Tunggu, lepaskan aku ..."

Dia mengangkat tangannya untuk mendorong Hang Ye menjauh, tapi dia lemah, telapak tangannya hanya bisa menempel lembut di dada Hang Ye.

Tempat di mana mereka berada saat ini adalah jalan dari gedung pengajaran ke lapangan. Banyak siswa ingin pergi ke lapangan untuk pendidikan jasmani, ketika lewat, mereka sangat terkejut, berkumpul tiga meter jauhnya, memperhatikan sambil berbisik.

Tapi Yu Erlan tidak bisa melihat semua ini, hanya ada Hang Ye di depannya. Dia tidak bisa mendengar suara lain, hanya mendengar detak jantungnya yang gelisah di dekat telinganya.

Ekspresi Hang Ye aneh, wajahnya tampak ternoda oleh lapisan tipis kemarahan.

Alisnya menegang, matanya menatap lurus ke mata Yu Erlan, suaranya rendah dan pengap. "Dahimu begitu panas, apa yang ingin kau lakukan? Kenapa tidak pergi ke rumah sakit?"

"Aku akan cuti ..." Yu Erlan menjelaskan dengan suara rendah.

Dia merasa kakinya mulai terasa lemah, dan sudah lama berdiri di sini, tampaknya secara fisik lemah.

Hang Ye mendengar jawabannya, dan sepertinya lebih marah.

Ada sedikit kemarahan dalam suaranya. "Yu Erlan! Apa kau masih harus meminta cuti saat ini? Apakah kau tubuhmu terbakar sambil menjadi bodoh baru memberi tahu orang lain? Tidak bisa menunda lagi! Karena kau bisa tidak pergi ke rumah sakit sendiri, aku akan membawamu!"

Tangannya yang menekan belakang kepala Yu Erlan tiba-tiba tergelincir ke bawah, dan meraih pinggangnya.

Yu Erlan dengan cepat mencegah tangan Hang Ye namun tidak memiliki banyak kekuatan pada saat ini, dia hanya bisa dengan lembut menggantung di pergelangan tangan Hang Ye, dan suaranya tanpa sadar membawa sedikit ketenangan lembut. "Jangan lakukan ini, Hang Ye, begitu banyak orang yang melihat, tidak baik  ... Aku mendengarkanmu dan akan pergi ke rumah sakit sekarang... Kau bisa lepaskan aku sekarang?"

Gerakan Hang Ye berhenti sejenak, lalu mengangkat tangannya, menggenggam erat bahu Yu Erlan, dan membawanya ke pelukannya.

Dia berbalik untuk melihat siswa yang sedang menonton, wajahnya berat, suaranya naik, dengan sedikit kemarahan yang tak terkendali. "Ayo menyebar! Beri jalan! Aku ingin membawa seseorang ke rumah sakit!"

Kerumunan menyebar seperti ikan kecil terkejut oleh hiu.

Jiao Ling dan Gong Hao akhirnya keluar dari kerumunan dan bergegas.

Gong Hao lebih dulu mendekat, bertanya kepada Hang Ye. "Kakak Ye, apa yang harus kami lakukan?"

“Pergi dan minta cuti dari guru untuk kami berdua.” Hang Ye buru-buru berkata, “Keadaan Xiaobai seperti ini harus ada yang menjaganya. Aku akan bersamanya.”

"Oke." Gong Hao mengangguk.

Jiao Ling bertanya dengan sukarela. "Kakak Ye, apa aku harus ikut denganmu?"

“Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu.” Hang Ye memegang Yu Erlan lebih erat di tangannya, membiarkannya bersandar pada dirinya dengan lebih nyaman.

Yu Erlan pada saat ini, mungkin karena kepercayaannya, dia tiba-tiba merasa bahwa tubuh dan pikirannya lega.

Perasaan bisa mengandalkan seseorang tanpa rasa takut itu luar biasa ...

Klinik sekolah tidak jauh dari lapangan. Tidak butuh waktu lama, Hang Ye tiba disana.

Dokter kaget melihat Hang Ye menabrak pintu kamar medis dengan menggendong seseorang, dia dengan cepat datang dan bertanya, "Ada apa?"

“Demam.” Hang Ye membantu Yu Erlan duduk di tempat dan memberi tahu dokter tentang kondisinya. “Dia mandi air dingin kemarin, dan pakaiannya selalu sangat tipis. Aku hanya mencobanya dengan dahiku. Untuk sesaat, dahinya terlalu panas dari milikku, dan itu terbakar sangat parah."

"Kalau begitu, ukur dulu suhunya, kalau terlalu, dia harus diinfus." Kata dokter, kembali ke meja untuk menemukan termometer.

Duduk di tempat tidur, Yu Erlan bersandar di dinding, tapi dia sangat lemah sehingga rentan meluncur ke bawah.

Hang Ye melihat itu, dia kemudian duduk di samping, mengambil bahu Yu Erlan untuk membiarkan Yu Erlan bersandar pada dirinya.

Kepala Yu Erlan berbaring di pundak Hang Ye, tidak sengaja menggosok lehernya. Dia kemudian lembut. "Apa kau ... tadi membandingkan suhu tubuhmu denganku?"

"Ya." Hang Ye berkata, "Tanganku berkeringat setelah bermain basket, tidak bisa merasakannya dengan akurat. Lebih intuitif dengan dahiku."

Yu Erlan bergumam sebagai respon, menutup matanya untuk istirahat.

Dia tidak tahu apakah itu karena efek demam, wajah Hang Ye yang menempel di depannya selalu muncul.

Terlalu dekat ...

Yu Erlan menggosok kepalanya.

Disisi lain, leher Hang Ye merasa gatal karena rambut lembut Yu Erlan.

Dia benar-benar geli, jadi tersengat untuk sementara waktu, dia tidak bisa menahan, hatinya kering, ada dorongan untuk menekan Yu Erlan di kakinya, dan kemudian ...

Pada saat ini, dokter kembali dan menyerahkan termometer. "Gigit ini."

Yu Erlan membuka matanya sedikit, pandangannya kabur. Dia membuka mulut dengan patuh dan menggigit termometer.

Dokter memandang wajahnya, menghela naps dan berkata, "Wajahmu terbakar, sangat memerah."

Yu Erlan merasa panas. Tapi berapa banyak panasnya karena demam, dan berapa banyak karena Hang Ye disebelahnya.

Dia menggigit termometer untuk sementara waktu, dokter melepasnya dan melihat, mendengus, "Kau ini benar-benar! Ini lebih dari 40 derajat! Kau akan terbakar menjadi bodoh sebentar lagi!"

“Aku bilang dia bodoh!” Hang Ye marah. “Siswa baik macam apa, pikiran tidak harus berada di tempat yang tepat setiap hari! Sudah terbakar seperti ini, dan dia baru akan melapor ke guru untuk cuti!"

Yu Erlan menahan pergelangan tangannya dan berbisik, "Aku sudah mendengarkanmu."

Ucapan Hang Ye berhenti. Dia bergumam setelah beberapa saat. "Kau juga harus patuh dimasa depan!"

Dia kemudian menoleh dan berbisik di telinga Yu Erlan, "Tapi kau sudah patuh, memang sangat ..."

Belum selesai bicara, dokter datang dengan suntikan, dan berkata, "Bocah itu! Kemarilah dan bantu aku mendorong rak suntikan! Dia harus mendapat tiga kantong besar obat hari ini!"

Sudut bibir Hang Ye berkedut, tanpa daya mengangkat Yu Erlan dan membiarkannya duduk bersandar di dinding, dan pergi membantu dokter.

Setelah akhirnya menggantungkan infus.  Dokter duduk di meja dan menulis catatan kepada Yu Erlan. "Berapa umurmu? Aku sarankan kau istirahat selama dua atau tiga hari, yang berarti kau tidak harus pergi ke kelas minggu ini. Tetapi jika kau adalah senior kelas tiga ..."

“Dia tidak akan masuk kelas minggu ini!” Hang Ye menyela dokter.

Dokter meliriknya, "Kau siapanya ah? Apa kau akan membantunya?"

Hang Ye menoleh dan menatap Yu Erlan, matanya menyala.

Kemudian dia menoleh dan berkata dengan percaya diri pada dokter. "Tidak usah peduli aku siapanya, toh, apa yang aku katakan adalah mutlak! Dia harus mendengarkanku! Jika tidak mendengarkan aku, ada cara untuk membuatnya patuh! Sudah sepakat, istirahat selama tiga hari. Buatkan surat izinnya!"

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments