Chapter 19, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Mendengar itu, Yu Erlan masih tenang. "Menurut standar yang sering dibahas di Internet, kau ... harus dipertimbangkan."

"Bukannya kau tidak menggunakan Weibo, Xiaobai? Bagaimana kau tahu top search di Internet yang membahas topik semacam ini?" Hang Ye membungkuk dari ranjang atas, menatap langsung pada Yu Erlan, bertanya.

Yu Erlan menunduk dan menghindari pandangannya. "Aku tidak kudet ..."

*kurang update

Mata Hang Ye terpaku erat pada Yu Erlan, dan dia perlahan membangkitkan senyuman, "Baiklah, mari kita diskusikan. Orang macam apa yang menurutmu bisa menjadi kekasih yang baik?"

Yu Erlan berbalik dan menguap, "Aku sedikit mengantuk ... Lain kali saja nembahasnya lagi."

Hang Ye tidak mencegatnya, dia kembali duduk tegak, memegang anak kucing dan terus menyeka cakarnya.

Yu Erlan naik ke tempat tidur dan langsung berbaring, untuk menghindari Hang Ye melanjutkan topik barusan.

Dia terbiasa tidur miring. Sekarang tata letak asrama ini, ketika Yu Erlan tidur menyamping, dia hanya bisa melihat tempat tidur Hang Ye.

Ada lampu dinding di sisi tempat tidur Hang Ye yang masih menyala saat ini. Yu Erlan jelas melihat bahwa Hang Ye selesai menyeka cakar Hang Xiaohei, membawanya ke tempat tidur, dan berbaring.

Yu Erlan memejamkan matanya, tetapi belum sepenuhnya terlelap. Dia mendengarkan Hang Ye bergumam dengan anak kucing.

"Kau jangan merangkak, cakarmu sangat dingin."

"Ah, hei! Jangan menginjak dadaku! Kau cukup berat ..."

"Kamlu benar-benar menikmatinya! Aduh! Perutku lembut dan hangat, jadi kamlu naik, kan?"

"... Ahhh! Tidak! Kau tidak bisa pergi ke sana! Jangan menyentuhnya! Itu bukan tongkat mainan!"

Topik tersebut tampaknya secara bertahap meluncur ke suatu tempat yang halus dan ambil ... Hmm ...

Yu Erlan tanpa sadar menerawang maksud kalimat Hang Ye, Kemudian dia merasakan mulutnya kering, seolah ada sesuatu di tenggorokannya yang terbakar, dan wajahnya panas.

Dia diam-diam menarik ujung selimut, memeluknya dengan menutupi setengah wajahnya.

Namun tak lama  Yu Erlan tiba-tiba mendengar kutukan rendah Hang Ye, diikuti olehnya suara sesuatu yang berat jatuh di kaki tempat tidurnya.

Yu Erlan membuka ujung selimut, dan melihat Hang Xiaohei mengangkat ekornya dan berlari ke arahnya dengan ceria.

"Dasar monyet! Kau bisa melompati jarak yang begitu jauh!" Hang Ye merutuk dengan suara keras,  dia berbalik dari tempat tidurnya, bergegas ke tempat tidur Yu Erlan dengan sendal tidur.

Yu Erlan berbalik untuk menatapnya dan melihat bahwa Hang Ye tersenyum tak berdaya, dan berkata, "Maaf, Xiaobai, aku tidak menyangka Xiaohei menjadi begitu nakal, dan dia melarikan diri dengan gesit. Aku mengganggu tidurmu, aku akan bawa dia kembali. "

Dia kemudian mengetuk tempat tidur Yu Erlan. "Kemarilah!"

Ekor Xiaohei bergoyang dan dengan sengaja berjalan di sekitar sisi dalam Yu Erlan. Dia menginjak anak tangga yang kecil, berjalan ke tepi leher Yu Erlan, dan berhenti.

Hang Ye menatapnya dari bawah. "Mengapa kau begitu nakal! Tidak seperti aku ayahmu! Aku sangat pengertian!"

Yu Erlan tidak bisa menahan tawa.

Hang Ye melirik senyum padanya, tidak yakin, "Xiaobai, kau bisa membawanya ke sini, aku akan menyingkirkannya."

Yu Erlan merespons dan mengangkat tangannya untuk memegang Xiaohei.

Kucing itu mungkin telah diam-diam diuji, dan dia benar-benar mengerti arti dari tindakan Yu Erlan.

Saat Yu Erlan mengangkat tangannya, Hang Xiaohei bergerak dengan cepat, dan naik ke selimut Yu Erlan.

Yu Erlan mengenakan piyama katun dengan garis leher lebar. Hang Xiaohei membuat keributan dan menendang selimut Yu Erlan menjadi berantakan, memperlihatkan seluruh bahu Yu Erlan dan tulang selangka yang terbuka.

Dia biasanya menarik ritsleting seragam sekolah sampai ke leher. Hang Ye belum pernah melihat tulang selangka Yu Erlan.  Pada pandangan pertama, Hang Ye mendengar detak jantungnya berdetak kencang, dan kemudian dia diam!

Mungkin karena tulang selangka Yu Erlan agak terlalu bagus. Garis dari fossa leher ke tulang selangka sefleksibel gunung yang terbangun pada awal musim semi, dan ada pesona yang mulia dan romantis di mana-mana. Tingkat sensualitas yang agak tinggi.

Meskipun anak kucing ini tidak mewarisi 'pengertian welas asih' ayahnya, ia jelas mewarisi 'estetika elegan' ayahnya. Dia dengan nyaman memasukkan tubuh kecilnya ke leher Yu Erlan, wajahnya menempel di tulang selangka Yu Erlan, dan dia menyipitkan mata dan melihat pada Hang Ye, ekornya bergoyang, seperti sebuah demonstrasi: apa kau bisa menangkapku?

Hang Ye terhenyak.

Dia mengangkat tangannya dan mengetuk ranjang Yu Erlan dengan serius, menyipitkan matanya dan mengancam Hang Xiaohei. "Kalau kau tidak kesini, aku akan mengetuk kepalamu lain kali!"

Hang Xiaohei mengeong, mengayunkan ekornya, dan berdiri.

Hang Ye pikir anak ini akhirnya patuh, namun dia meliha kepala Hang Xiaohei tiba-tiba rendah dan melengkung ke leher piyama besar Yu Erlan.

Yu Erlan, "..."

Hang Ye, "..."

Yu Erlan batuk pelan, dan berkata, "Kalau tidak, biarkan dia tidur denganku hari ini?"

"Tidak," kata Hang Ye, "anak ini terlalu berisik dan akan membuatmu tidur tidak nyenyak."

Dia kemudian berkata, "Jadi itu, Xiao Bai, maaf, aku harus sedikit mengangkat selimutmu ... Aku akan pergi setelah menangkap Hang Xiaohei!"

Yu Erlan diam saja. Apa yang dia katakan tidak berguna, bukan? Tangan Hang Ye sudah mulai mencubit selimutnya.

Yu Erlan dengan kooperatif sedikit mengangkat selimut di tubuhnya. Sebuah gumpalan kecil menggembung di piamanya, dan telah mencapai dada.

Hang Ye menyodok Hang Xiaohei di pakaiannya, "Keluar!"

Hang Xiaohei pindah. Dia perlahan pindah ke pinggang Yu Erlan.

Saat piyama Yu Erlan mengikuti gerakannya, sudut pakaiannya didorong ke atas, memperlihatkan bagian pinggang putih. Dia kurus dan pinggangnya lebih kecil. Pada saat ini berbaring rata, lingkar pinggang agak cekung, dan lengkungan itu terlalu menggoda, yang membuat orang merasa ingin menyentuhnya dengan tangan.

Hang Ye menatap pinggang Yu Erlan, dan tenggorokannya tergelincir tanpa sadar.

Kemudian dia segera mengangkat tangannya untuk memancing keluar Hang Xiaohei dari pakaian Yu Erlan.

Bisakah ini dilanjutkan??

Harus kemana?!!

Wajah Hang Ye memerah, tapi tidak tahu apakah itu karena marah atau karena alasan lain.

Yu Erlan merasa bahwa tangan Hang Ye menempel. Suhu tubuh Hang Ye sudah terlalu panas. Meskipun tidak menyentuh langsung kulitnya, posisi di mana dia mendekat adalah area paling sensitif Yu Erlan.

Yu Erlan segera mengangkat tangannya dan menahan pergelangan tangan Hang Ye.

Hang Ye menoleh karena terkejut, dan melihat bahwa wajah Yu Erlan setengah tertutup di balik selimut, dan kulit yang terpapar berwarna merah.

Hang Ye curiga bahwa memerahnya telah mencapai tulang selangka kali ini.

Kemudian dia merasa Yu Erlan dengan lembut mengeluarkan tangannya dari tempat tidur dan meletakkannya. Lalu dengan cepat menutupi selimutnya.

Setelah menyelesaikan serangkaian tindakan, Yu Erlan tampak tenang.

Dia berbisik pelan, "Tidak apa-apa Hang Ye, biarkan Xiaohei tidur denganku hari ini."

Setelah mengatakan itu, dia tiba-tiba mengangkat tangannya dan dengan lembut menyentuh rambut Hang Ye. "Kau juga tidurlah."


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments