Chapter 18, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Yu Erlan kembali ke asrama dalam diam, dan meletakkan barang bawaannya.

Dia meletakkan sarang kucing dan makanan kucing di tempatnya, dan berbalik untuk melihat Hang Ye memasuki pintu, bersiap untuk melepaskan Hang Xiaohei.

Yu Erlan berpikir sejenak, dan berkata, "Apakah kamarnya bersih? Mungkin si kecil akan tiba-tiba merasa takut ketika dia datang ke lingkungan yang asing ini. Dia bersembunyi di sudut dan mengotori dirinya sendiri. Dia terlalu muda untuk mandi."

"Xiaobai, aku sebenarnya orang yang cukup menjaga kebersihan. Aku tidak memiliki tangan yang baik saat ini, jadi kau belum bisa melihatnya. Padahal aku biasanya selalu bersih-bersih seminggu sekali, dan aku juga harus membersihkan sudut-sudutnya."

Yu Erlan memandang Hang Ye dan bertanya, "kau cukup menjaga kebersihan?"

Hang Ye meliriknya, "Ya!"

Yu Erlan mengerutkan kening. "Lalu kenapa kau minum bekas susu kedelaiku?"

Hang Ye segera memalingkan kepalanya untuk tidak memandangnya. "Benarkah? Aku lupa ... ah, sudah jaman kapan itu Xiaobai, kenapa kau membuka lagi? Kembali ke jaman sekarang!"

Yu Erlan menatap punggung Hang Ye dan berpikir.

Hang Ye sangat aneh.

Dia sepertinya tidak suka hidup dengan orang lain, dan mengatakan bahwa dia cukup menjaga kebersihan, tetapi tidak masalah melakukan kontak dengannya.

Apakah Hang Ye mematahkan prinsip demi dirinya ...?

Hati Yu Erlan bergerak sedikit, dan mata memandang Hang Ye juga sedikit bergetar.

Lalu dia melihat Hang Ye tiba-tiba melompat, dengan suara bermunculan di mulutnya, "WTF! Kabur!"

Setelah ini, Yu Erlan melihat Xiaohei dengan cepat berjalan ke sudut. Hang Ye mengejarnya, membungkuk dan bersandar di lengannya, dan mengambil tembakan tegas untuk mencegatnya.

Hang Xiaohei layak diberi marga Hang, jalannya sangat gesit. Hang Ye jelas tidak bisa menangkapnya. Bahkan setelah beberapa penangkapan, Hang Xiaohe berhasil lolos.  Pada satu titik, ia bahkan mencakar punggung tangan Hang Ye lalu melarikan diri.

Yu Erlan memperhatikan Hang Ye dan Xiaohei berlarian dalam ruangan, membuat sudut bibirnya berkedut. Hang Ye ini ... tampan kurang dari tiga detik.

*Memiliki kesan yang baik dimata orang lain dan seketika menghancurkannya.

Sudut bibirnya tanpa sadar menggantung senyum, meraih bagian depan rute Hang Xiaohe yang sedang bergerak, menunggu si kecil itu menabrak dirinya.

Dia terkejut ketika Hang Xiaohei melihatnya, dia bahkan tidak berlari, mengeong lalu berbaring di depannya, dan membuka perutnya.

Yu Erlan tersenyum dan membungkuk, menggaruk perut anak kucing itu.

Hang Ye mengejarnya dan tidak bisa tidak mengeluh. "Anak ini terlalu energik! Jika dia berkeliaran di luar, dalam tiga bulan, dia akan menjadi tukang bully kucing di lingkungan tujuh belas."

Dia kemudian melihat Hang Xiaohei menekuk kepalanya, menempel di telapak tangan Yu Erlan, lengket centil. Suara Hang Ye berbalik, dan melanjutkan, "... dan kemudian, karena kemampuannya untuk menjual kelucuan, ia ditangkap bibi kantin dan memasukkannya ke dalam sebuah silinder."

Yu Erlan menundukkan kepalanya untuk menggoda anak kucing itu, dan dengan santai menghubungkan kata-kata Hang Ye, "Bukankah dia sepertimu?"

Hang Ye merenung sejenak. "Sepertinya begitu! Ini memang kucing dari keluarga Hang! Tapi bibi di kafetaria tidak begitu menyukaiku. Ketika memberi daging untukmu belakangan ini, porsi di sendok lebih banyak!"

Yu Erlan tersenyum, tidak berbicara.

Hang Xiaohei masih belum puas memegang telapak tangannya, dua cakar depannya yang kecil terentang ke depan, memegang jari-jari Yu Erlan, dan membuka mulutnya untuk mengisap.

Hang Ye segera mengambil so centil Hang Xiaohei, memegang perutnya dan mengangkatnya ke depan, berkata dengan sungguh-sungguh, "Jangan membuat masalah lagi! Dia siswa yang baik, dan siap untuk mengerjakan PR!"

Kemudian, dia berbalik untuk melihat Yu Erlan yang berdiri lagi, sedikit penasaran. "Tapi aneh, Xiao Bai, kenapa Xiaohei sangat menyukaimu? Apa ada sesuatu di tubuhmu yang menariknya?"

Dia mengatakan dengan senyum lebar, mendekat ke leher Yu Erlan, dan mengendus dengan hati-hati.

Deru napas dileher membuat Yu Erlan merasa panas dan gatal.

Dia mendorong Hang Ye pergi, berkata, "Aku harus mengerjakan PR."

"Oh, pergilah!" kata Hang Ye.

Yu Erlan berbalik dan berjalan ke kursinya, dan kemudian mendengar Hang Ye bergumam, "Xiaohei, tidak heran kau begitu lengket padanya, dia memang memiliki aroma yang baik, aku juga suka menciumnya. Menurutmu aromanya seperti apa?"

Mendengar itu, Wajah Yu Erlan agak panas.  Dia diam-diam mengangkat lengannya dan mengendus-endus, itu tidak berbau. Dia memutar kepalanya dan mengendus leher dari samping ... sedikit mint.

Tenggorokan Yu Erlan tergelincir,  tidak bisa menahan diri untuk tidak berbisik, "Pasti bau sampo."

Hang Ye bergumam 'um' di belakangnya dengan ragu.

Yu Erlan dengan sengaja tidak menoleh ke arahnya, duduk tegak di kursinya, dan dengan nada lebih santai. "Maksudku bau di tubuhku ... aroma sampo mint. Sampo itu ada di kamar mandi, kau bisa coba."

Hang Ye menjawab, "Baiklah, coba lain kali."

Yu Erlan tidak berbicara lagi, meletakkan tas sekolahnya, mengambil pekerjaan rumahnya, dan tampak seperti murid yang baik duduk dengan penuh fokus.

Tapi faktanya, pikirannya sudah kabur, telinganya seperti telinga kelinci, dan ia terus-menerus memonitor pergerakan kucing di belakangnya.

Dia mendengar Hang Ye berbisik kepada Hang Xiaohei tetapi apa yang dikatakan secara khusus, Yu Erlan tidak bisa mendengar.

Untuk pertama kalinya, Yu Erlan mengerti apa yang disebut rumput tumbuh di hati.

*Tidak bisa berkonsentrasi terhadap sesuatu, tidak fokus.

Dia menekan karakternya untuk menyelesaikan PR dengan cepat, menatap jam alarm, jam sebelas tiga puluh, sudah waktunya untuk lampu dipadamkan.

Begitu berbalik, dia melihat Hang Ye duduk sambil menatap anak kucing dilengannya.  Di mata Yu Erlan, sisi wajah Hang Ye terlihat lembut. Hang Xiaohei berbaring di pelukannya, tampak sangat bergantung dan memercayai Hang Ye.

Gambar seperti ini, seperti yang sering Yu Erlan dibayangkan, memiliki kehangatan rumah.

Hatinya tergerak.

Pada saat ini, Hang Ye sepertinya merasakan tatapan Yu Erlan, mengangkat wajahnya dan berkata, "Sudah selesai? Pergi dan mandi! Aku sudah selesai mandi, seharian ini melelahkan. Kau harus istirahat lebih awal."

Yu Erlan merespons dan pergi mandi.

Ketika dia keluar, dia mengiraHang Ye sudah pergi tidur, ternyata belum tidur. Hang Ye duduk di sana dengan kaki bersilang, memegangi anak kucing dan tisu basah di tangannya, dengan hati-hati mengelap cakar anak kucing itu.

Mulutnya ikut bergumam, "Kamar belum dibersihkan sepenuhnya, cakarmu harus dibersihkan jika ingin tidur. OK, ini sudah dibersihkan, berikan yang satu lagi padaku ... bagus!"

Hang Xiaohei tidak mengerti kata-kata ayahnya, tapi setidaknya dia sangat patuh.  Setelah Hang Ye menghapus satu cakar, dia mengambil inisiatif untuk mengirim cakar lainnya. Tampak tidak seperti bom barusan.

Yu Erlan berdiri di sana, mengagumi gambar 'ayah dan anak adopsi' yang harmonis dan menyentuh. Hang Ye menyadari pandangannya, mendongak, dan bergumam, "Apa yang kau lakukan?"

"Hang Ye," Yu Erlan berkata dengan sungguh-sungguh, "Aku pikir kau terlihat seperti ayah yang baik sekarang."

Hang Ye membeku sejenak, lalu mengangkat seringai, sedikit mencondongkan tubuh, memandang Yu Erlan, dan berbisik, "kenapa? Apa menurutmu aku orang yang tepat untuk menjadi suami?"


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments