Chapter 17, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Yu Erlan mengangkat tangannya dan mendorong Hang Ye menjauh dari wajahnya, berkata dengan acuh tak acuh, "Apa pun namanya, sebut saja sesukamu."

Hang Ye bersiul dan menatapnya sambil tersenyum. Dia punya pemikiran yang tidak bisa dikatakan, dia merasa bahwa Yu Erlan sangat mirip dengan tipe tsundere. Reaksi tubuh kontras dengan ucapannya.

Yu Erlan tidak tahu apa yang dipikirkannya, tetapi ketika melihat senyum aneh Hang Ye, dia tahu bahwa tidak ada yang baik dalam pikirannya.

Dia memejamkan mata dan berbalik dengan Xiaohei di tangannya. "Bukankah kau mau pergi ke rumah sakit? Ayo pergi."

Hang Ye menyusulnya, "kau tidak harus pergi, Xiaobai. Aku tidak tahu berapa lama disana dan akan menghambatmu membuat PR."

Dia kemudian tersenyum, "Tetapi jika kau ingin pergi denganku, ayo."

Hang Ye mengatakan itu dengan penekanan, rasanya seperti segelas anggur yang kuat tiba-tiba memasuki tenggorokan, dan saat melewati telinga cukup mengasyikkan.

Yu Erlan menundukkan kepala dan mengabaikannya, tetapi tidak mengubah arahnya, memegangi anak kucing menuju gerbang sekolah.

Hang Ye tersenyum ringan, bersenandung dengan irama cepat di mulutnya, dan mengikuti Yu Erlan.

Mereka pergi ke rumah sakit hewan peliharaan terdekat dari sekolah. Yu Erlan memegang anak kucing dan mendaftar di meja depan. Nona Perawat bertanya, "Siapa namanya?"

Yu Erlan tertegun sejenak. Hang Ye bersuara dari belakangnya dan berkata, "Hang Xiaohei."

Setelah mengatakan itu, dia menyipitkan matanya ke Yu Lan, menyeringai. "Ikuti margaku kan? Aku akan mengambil satu untukmu lain kali, dan ikut margamu."

Setelah mendengarkan ini, Nona perawat menatap mereka, dan senyum ambigu muncul di wajahnya.

Ekspresi Yu Erlan merosot, berbisik, "Kucing ini kau yang ambil, tentu saja menggunakan namamu."

Setelah mengatakan itu, dia meletakkan anak kucing itu ke dalam pelukan Hang Ye, dan berkata, "Aku akan pergi dan melihat persediaan kucing di sana. Karena kau berencana untuk membesarkannya, kau harus menjaganya dengan baik."

Lima jari ramping Hang Ye mengangkat anak kucing itu, menggelitik dagunya dengan ujung jari, dan tersenyum, "Lihat, ayahmu yang kedua sangat menyayangimu."

Yu Erlan berbalik untuk meliriknya.

Hang Ye dengan polos mengangkat tangannya untuk meminta pengampunan. "Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mendefinisikan gelar ini... Dia ikut margaku tentu saja dia adalah anakku, dan menyebutmu paman ... Itu aneh! Selain itu, kau memiliki setengah hubungan adopsi dengannya. Jadi kau juga ayah! Atau ... menyebutmu ayah kecil? Ayah angkat?"

Yu Erlan takut semakin banyak gelar magis disebutkan, dia melambaikan tangannya dengan cepat, memutar kepalanya dan pergi. "Terserah kau saja."

Hang Ye tersenyum pada Yu Erlan yang sudah pergi, lalu berbalik dan melihat Nona Perawat di meja depan tersenyum lebar. Hang Ye tersenyum padanya dan berkata, "Hanya bercanda dengan teman sekelasku. Dia sangat malu ketika digoda."

Kakak perawat mengangguk lagi dan lagi. "Betapa imutnya!"

Hang Ye menunduk, bermain dengan anak kucing itu, setengah bergumam pada dirinya sendiri, "Tepat sekali, sangat imut."
.
.

Pemeriksaan ke Hang Xiaohei berjalan dengan lancar. Dokter menyimpulkan bahwa ini adalah kucing jantan berusia dua bulan yang dalam kondisi sehat. Lebih tepatnya, hiperaktif.  Ketika diperiksa di rumah sakit, ia mencakar jas putih dokter dengan kakinya, memukul bagian atas kepalanya tiga atau dua kali, dan merusak rambut klimis si dokter. Hang Ye sekarang yakin bahwa anak kucing ini naik sendiri ke pohon terjebak, kemudian dia tidak bisa turun, dia hanya bisa mengeong memanggil ibunya.

Ibunya tidak datang, dia mendapat dua ayah.

Sekarang, dua ayah ini berjalan ini berjalan ke pulang ke rumah dengan Xiaohei didalam kandang, makanan kucing, cemilan kaleng, dan berbagai mainan kucing.

Hang Ye memegang kandang Hang Xiaohei di depannya, menatapnya dari waktu ke waktu, dan tersenyum, "Xiao Bai, menurutmu, bukankah ibu kucing sangat bahagia sekarang? Anak nakalnya telah menemukan pengasuh untuk hidup, dia juga bisa lepas tangan dari anak yang tidak patuh ini, dan semuanya senang!"

Yu Erlan melirik Hang Ye dan berbisik, "Mungkin, siapa yang tahu?"

Nada suaranya gelap, seperti angin malam yang menyelinap ke dalam malam, dingin dan menyegarkan. "Mungkin bagi beberapa ibu, selama anak dibesarkan oleh seseorang, ia sudah berjasa pada anak ini."

Hang Ye tertegun.

Dia mendengar kata-kata Yu Erlan sedikit emosional, seolah-olah dia tidak berbicara tentang anak kucing itu, tetapi ... dirinya sendiri.

Keduanya diam selama sisa perjalanan.

Mereka berjalan berdampingan, lampu-lampu di kedua sisi jalan membentang panjang bayangan mereka berdua, dan secara bertahap tumpang tindih bersama.

Begitu sampai di asrama, Hang Ye tiba-tiba berkata kepada Yu Erlan, "Xiaobai."

Yu Erlan berbalik dan menatapnya.

Hang Ye memandangnya dan berkata dengan serius, "Xiao Bai, kau tahu tidak? Nama itu adalah gelar, simbol, dan sejenis kepemilikan. Nama itu mewakili komitmen, belenggu, dan harapan. Aku berikan dia nama, dan dia milikku ... Dia adalah tanggung jawab hidupku, dan aku percaya dia akan membawaku lebih banyak kehangatan, sukacita, dan kebahagiaan."

Dia kemudian mendekat, menatap mata Yu Erlan dengan sungguh-sungguh berkata, "Aku akan melindungi hidupnya, dan aku juga berterima kasih padanya karena memberiku kesempatan untuk menyelesaikan penjagaanku. Xiaobai, tidak peduli apa pun yang kau lewati untuk dapat bertemu, itu cukup baik untuk bertemu, karena itu berarti mulai sekarang, dia akan memilikiku di masa depannya."

Yu Erlan menatap Hang Ye. Sungguh aneh bahwa di era pencemaran cahaya yang parah, ada bintang yang muncul di malam hari pada malam musim dingin itu.

Mata Hang Ye memantulkan jenis cahaya bintang, sehingga mata itu begitu gelap dan murni sehingga tampaknya tidak ada mata seperti itu yang bisa ditemukan di dunia ini.

Yu Erlan menggulung tenggorokannya.  Emosi menembus hatinya, meregangkan tubuhnya, dan menyebar ke sudut-sudut mata dan bibirnya.

Tiba-tiba, sudut-sudut matanya agak hangat.

Dia menundukkan kepalanya, berjongkok, memandangi anak kucing di kandang yang diangkut oleh Hang Ye, dan berbisik, "Kau sangat beruntung. Kau harus berterima kasih kepada Tuhan karena membiarkanmu bertemu dengan Hang Ye."

Lalu dia berdiri, tersenyum pada Hang Ye, dan berbisik, "Ini sudah larut, ayo kembali."

Hang Ye mengangguk. Tapi dia tidak segera berjalan. Dia menatap punggung Yu Erlan, dan berbisik pelan, "Xiaobai ah Xiaobai... aku juga memberimu nama ini."


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments