Chapter 15, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Hang Ye tertegun mendengarkan kata-kata Yu Erlan.

Dia tanpa sadar berkata, "Benarkah? Tapi orang sepertimu ... begitu menarik perhatian... Dimana pun kau berada pasti menjadi populer dan banyak yang ingin menjadikanmu teman."

Yu Erlan mendongak, bagian belakang kepalanya menabrak dinding, dia tersenyum pada Hang Ye. Senyum dingin yang samar, perasaan tidak peduli pada dunia.

Dia berbisik. "Hang Ye, aku bukan tipe teman bermain yang bisa bermain game bersama, atau teman sekelas yang belajar bersama,  bukan tipe kenalan yang bisa berbicara tentang topik tertentu. Ini salahku, aku tidak pandai berbaur dan membosankan. Jadi aku tidak punya teman."

Dia berkata, ada banyak harapan dalam senyum itu. "Hang Ye, kau adalah tipe orang yang membuat orang lain sepertu ngengat jatuh ke dalam api.”

Ekspresinya kesepian, senyum itu seperti kelopak bunga tertiup angin, tergenang pada hamparan air musim semi yang jernih, menimbulkan riak kecil dan ringan.

Apakah angin itu baik, bunganya bagus, air musim semi bagus, semua hiruk pikuknya tersembunyi di dunia yang jauh, tidak ada yang tahu.

Hang Ye menatap Yu Erlan. Tidak tahu mengapa, Yu Erlan yang seperti ini membuat Hang Ye merasa kehilangan kendali. Dia tidak bisa membantu tetapi ingin meletakkan Yu Erlan ke dalam pelukannya dan ingin mencabik-cabiknya dan memakannya.

Dua emosi kuat ini bertabrakan dengan hebat, merobek, membaur di tubuhnya, menguar mars yang ganas, membobol darahnya, saraf, tulang, membiarkan darahnya membara, membiarkan jantungnya meledak, membiarkan dirinya hanya bisa pasrah pada dominasi kedua emosi ini.

Tetapi Hang Ye tidak dapat melakukan apa pun.

Dia mengambil semua kontrol diri, membungkuk dan berbisik di telinga Yu Erlan. "Xiaobai, menurut standarmu, berarti aku juga tidak punya teman. Jadi ... Kau bukan ngengat, aku bukan api. Kau tidak perlu datang padaku, aku akan mengambil inisiatif untuk mendekatimu, kemudian berada di sisimu, dan tidak akan pergi."

Yu Erlan menunduk dan bergumam pelan.

Hang Ye tidak bisa melihat wajahnya. Dia hanya melihat leher belakang Yu Erlan yang putih keluar dari garis seragam sekolah yang lebar.

Tubuhnya kurus, dan seragamnya yang dikenakan di tubuhnya selalu tampak besar, yang membuatnya tanpak lemah dan ramping.

Yu Erlan tentu saja bukan orang yang lemah, tetapi Hang Ye menatapnya seperti ini. Dia merasa seperti sekarang, itu bagus untuk menjaga dia di antara tubuhnya sendiri dan dijaga ketat.

Hang Ye perlahan tersenyum, nadanya lebih ringan, melanjutkan, "Tapi Xiaobai, kau tenang saja jika kau tidak punya 'teman' , tetapi teman bermain, teman sekelas dan kenalan pasti ada banyak.  Kau baru disini, perlahan kau akan akrab dengan teman sekelas. Ada Jiao Ling dan Gong Hao yang bisa rukun denganmu."

Yu Erlan kembali merespon dengan bergumam patuh. Ini benar-benar agak seperti kelinci putih kecil, pikir Hang Ye.

Dia melanjutkan, "Tapi, orang tadi ... Xiaobai, aku benar-benar tidak mengganggu kemauanmu, tapi aku benar-benar tidak bisa melihat orang seperti itu! Bermuka dua. Bicara buruk fi belakang, aku membenci orang seperti ini! Xiaobai, aku tidak menyarankanmu memiliki teman seperti itu. Aku tidak suka dia!"

Kata terakhir, nada Hang Ye tiba-tiba menjadi agak masam, dan ada semacam kekanak-kanakan seakan 'Jika kau bermain dengannya, aku tidak mau berteman denganmu'.

Yu Erlan mendengar perubahan nada Hang Ye.  Dia menatap Hangye dan berkata, "Yah, aku juga tidak suka."

Hang Ye seketika bersemangat, "benar kan? Aku tahu Xiaobai, penglihatanmu tidak buruk!"

Yu Erlan memandangnya dan tersenyum dengan dangkal. Dia berkata, "Bisakah kau melepasku? Kau sudah mengurungku di sini untuk waktu yang lama. Aku harus kembali berlari."

"Tidak." Kata Hang Ye serius. "Tanganku masam, aku tidak bisa bergerak."

Yu Erlan dengan tidak berdaya memegang pergelangan tangan Hangye, dengan hati-hati menurunkannya dan berkata, "Kalau begitu aku akan menemanimu kembali istirahat di kelas."

Hang Ye bergumam, tidak ada pendapat.

Ketika tiba dikelas, bel kelas berdering.

Tangan kiri Hang Ye begitu diseret oleh Yu Erlan untuk sementara waktu, dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Kali ini, tidak sakit dan masam, dia mengeluarkan ponsel.

Beralih ke WeChat. Hang Ye membuka gruo tiga orang, dia, Gong Hao dan Jiao ling.

Jiao Ling mengirim pesan.

Dia mengklik dan melihat sederet kata dan sederet tanda tanya:

[ Kakak Ye, foto apa ini?  ?  ?  ? ]

Diijuti tautan gambar. Itu adalah foto seragam sekolah Hang Ye yang menghalangi Yu Erlan dan mengurungnya di dinding.  Sudut ini jelas merupakan foto yang diambil diam-diam, siluetnya sangat samar, dan kedua orang itu tampak saling berdekatan.

Xiaobai terlihat sangat kecil. Hang Ye menoleh ke arah Yu Erlan yang tengah mendengarkan kelas dengan cermat.

Kemudian dia perlahan kembali ke grup dan menonton beberapa pesan dari Jiao Ling:

[ Kakak Ye! Sekarang di beranda Weiboku ada yang mengatakan kau bersama seorang gadis ketika berlari tadi! ]

[ Juga katanya kau mencium! ]

[ Lebih dari sepuluh menit! ]

[ Kakak Ye, kapan kau punya pacar? Tidak ceritakan pada brother! ]

[ Banyak yang tertarik padamu, tapi kau bilang tidak tertarik, tidak ingin berkencan, juga mengatakan kau ingin menjadi jomblo bahagia seumur hidup! ]

[ Jadi gadis macam apa yang membuat kakak Ye tergerak? ]

[ Kakak Ye tidak mau perkenalkan kakak ipar? ]

Kecepatan tangan Jiao Ling begitu cepat, mengirimkan rentetan pesan dengan penuh semangat. Gong Hao menanggapi dan dengan cepat mengirim pesan untuk menghentikannya.

[ Jangan bicara tidak jelas. Kakak Ye tidak mengatakan apa-apa, kau jangan mengarang cerita, oke? ]

Menatap obrolan grup, Hang Ye menyeringai, dan perlahan mengetik kalimat dengan satu tangan dan mengirimkannya.

[ Bukan seorang gadis. ]

Jiao Ling seketika bodoh, mengirim sederet tanda tanya hitam.

Gong Hao tidak peduli dengan ini, dia mengirim pesan ke Hang Ye.

[ Kakak Ye, situasi apa ini? Bisakah jelaskan pada adik lebih dulu? Aku akan katakan pada Jiao Ling. ]

Hang Ye kesulitan mengetik dengan satu tangan, terlalu malas untuk dijelaskan, cukup mengetuk dua kata, [ Dengarkan kelas. ]

Setelahnya menyimpan kembali ponsel di sakunya, biarkan Jiao Ling dan Gong Hao menampakkan wajah bodoh.

Senyum di wajahnya agak jelas, Yu Erlan melihat itu dan menoleh dengan aneh.

Hang Ye mendekat dan berbisik, "Xiaobai, apa kau memiliki Weibo?"

"Tidak."

"Kau tidak menggunakan ponsel? Tidak pernah melihatmu mengeluarkannya,"

Yu Erlan mengangguk, "Tidak perlu."

"Ternyata begitu," gumam Hang Ye pada dirinya sendiri.

Yu Erlan merasa sedikit aneh. "Apa yang terjadi? Tiba-tiba tanyakan ini."

"Tidak ada." Hang Ye menyeringai.

Yu Erlan merasa semakin aneh.

Dia ingin bertanya kepada Hang Ye, tetapi melihat ekspresi bangga dari Hang Ye, diam merasa lebih baik menggantung pertanyaannya.

Dia duduk lebih tegak, menatap ke depan dan mendengarkan kelas dengan seksama.

Hang Ye benar-benar mampu bertahan, dia tidak mengatakan sepatah kata pun tentang hal itu.

Yu Erlan tidak tahu mengapa tidak bisa melupakan hal ini, dia sedikit terganggu.

Gangguan ini tidak terlalu baik, masih ada pelajaran, Yu Erlan memutuskan untuk mencuci wajahnya saat jeda kelas, memulihkan konsentrasi.

Dia pergi ke kamar mandi. Ada beberapa teman sekelas internasional di depannya. Suara obrolan itu cukup keras. Yu Erlan mendengar beberapa kalimat.

"Aku dengar Hang Ye berciuman dengan seorang gadis selama lebih dari sepuluh menit ..."

"Begitu intens? Jelas, Hang Ye ah!"

"Gadis yang mana? Apa siswi tahun pertama? Aku dengar dia menyatakan cinta pada Hang Ye ..."

Langkah Yu Erlan berhenti.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments