13. If I were an Ordinary Student... [ extra ]


Wang Xuzhi menunggu setengah liburan musim panas untuk transkrip, dan lebih dari setengah liburan musim panas untuk pemberitahuan penerimaan. Dia berguling-guling di tempat tidur, kepalanya penuh dengan wajah Cheng Yueming.


Dia ingin memberi tahu Cheng Yueming tentang ini!


Berlari sampai ke rumah Cheng Yueming, pria itu sudah berdiri di pintu menunggunya, Wang Xuzhi berlari dan tiba-tiba melambat, setelah pihak lain melihat dirinya, dia berbalik dan melarikan diri.


Jantung Cheng Yueming melonjak, apa reaksi ini dia tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi? Cheng Yuemin dengan panik mengerjarnya, "Wang Xuzhi, kenapa kau berlari, berhenti!!!"


Wang Xuzhi berlari ke bendungan di desa, wajah Cheng Yueming pucat, dan suara teriakannya hampir pecah, "Apa yang kau lakukan?! Jika kau tidak lolos, masih ada satu tahun lagi, jangan terlalu dipikirkan!"


Wang Xuzhi menggerakkan jarinya pada Cheng Yueming yang kemudian berjalan mendekat dengan bingung, "Lihat! Apa ini?" Wang Xuzhi mengeluarkan
pemberitahuan penerimaan dan tersenyum bangga.


Cheng Yueming tidak melihat itu, tetapi langsung memeluk Wang Xuzhi dengan erat, "Terima kasih."


“Terima kasih, jika bukan karena kau, aku tidak akan bisa lulus ujian masuk universitas.” Wang Xuzhi menepuk punggung Cheng Yueming dengan nyaman, tetapi hatinya masam dan dia tidak tahan untuk menangis.


Wang Xuzhi berpikir bahwa ini menangis dengan gembira.


“Kau menangis?” Tanya Cheng Yueming.

"Tidak."


"Kau baru saja menangis!"


"Tidak!"


"Aku melihat air mata di wajahmu!"


*Hapus hapus* berdalih, "Hah, aku tidak menangis kan?"


*Kecupan sayang*


"Aku menciummu, apa kau terhibur?"


"Apa kau ingin melakukan hal lain? Kita sudah dewasa!" Wang Xuzhi menggosok wajahnya yang merah, dan mengangkat alisnya nakal.


"Apa kau bajingan?"

.

.


Setelah memasuki universitas, Cheng Yueming dan Wang Xuzhi memutuskan untuk pindah.


Semua barang yang dibeli untuk tinggal bersama, harganya secara alami dibayar oleh Cheng Yueming.


Awalnya, dia berniat menghasilkan uang sendiri, tetapi ayahnya mengirimkan sejumlah besar uang kepadanya, mengatakan bahwa itu adalah investasi, dan Cheng Yueming tidak menolak. Wang Xuzhi tahu bahwa ini adalah cara alternatif untuk ayah dan anak tetap rukun.


Setelah melihat uang 2.000-nya, Wang Xuzhi memutuskan untuk terus memegang paha.


*bergantung pada orang lain


Rumah itu penuh sesak selama dua bulan, dan pada bulan terakhir liburan musim panas, keduanya akhirnya memindahkan semuanya.


Rumah dibeli di dekat universitas, dikelilingi oleh pasar malam, dan lebih jauh lagi adalah supermarket besar dan pusat perbelanjaan, yang sangat nyaman.


Pada malam hari, Wang Xuzhi memegang selimut yang telah dijemur sepanjang hari dan menghirup dalam-dalam, "Ah … ini bau matahari ~"


"Apa kau suka? Itulah bau serangga yang mati di selimut." Cheng Yueming menutup komputer, melepas pakaian dan masuk ke dalam selimut, memeluk pinggang Wang Xuzhi.


*bau protein spesifik yang dipancarkan oleh mayat tungau. Ini dihasilkan oleh pembusukan mayat setelah tungau dibunuh oleh sinar ultraviolet. Karena itu, bau ini juga disebut bau matahari.  Biasanya muncul pada kain yang dikenakan atau disentuh oleh manusia.


Wang Xuzhi, "???"



Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments