Chapter 12, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Kata-kata ini membuat Jiao Ling mematung, matanya seperti bel, dan tidak bisa mendapatkan kata untuk waktu yang lama.

Sementara Yu Erlan melirik Hang Ye.

Hang Ye dengan cepat menyimpan ponselnya, lalu mengambil tas dari laci meja, mendorongnya ke Yu Erlan. "Xiaobai, kau mau makan jeruk?"

Yu Erlan menggelengkan kepalanya.

Hang Ye berkata lagi, "Aku ingin makan, tapi aku hanya punya satu tangan."

Tidak baik menggunakan rutinitas lagi untuk kedua kalinya.

Yu Erlan seolah tidak mendengar, dia bangkit dan berkata, "Aku akan mengambil air minum."

Hang Ye tidak terus mendesaknya.

Jiao Ling berinisiatif untuk membantu Hang Ye mengupas jeruk. Hang Ye melemparkan beberapa padanya dan berkata, "Kau bisa memakannya sendiri, tidak perlu mengupasnya untukku."

Setelahnya dia membawa tas itu kembali ke laci meja, wajahnya tampak agak kesepian, seolah dia kecewa.

Yu Erlan yang belum pergi jauh, mendegar itu dan berbalik untuk melihat adegan ini. Tiba-tiba dia merasa tidak punya pilihan dan terkesan lucu.

Dia baru saja menertawakan rutin Hang Ye tanpa ide baru, sekarang dia melihatnya mengubah gaya. Kali ini, itu tidak kasar dan itu tampak lunak dimata Yu Erlan.

Bukankah itu hanya memakan jeruk?  Bagaimana itu bisa membuat Hang Ye si kakak besar melihat keluar jendela dengan begitu melankolis?

Yu Erlan menghela nafas.

Dia dalam diam berbalik ke Hang Ye dan mengambil tas jeruk.

Hang Ye menoleh untuk menatapnya, matanya dipenuhi sukacita, dan sedikit berpuas diri.

Yu Erlan menatapnya dan dengan cepat mengupas jeruk.

Dia membuka kulit jeruk yang tersebar dan menyerahkan isi jeruk ke depan Hang Ye.

Hang Ye meliriknya dan berkata, "Aku tidak tahu apakah ini manis atau tidak, kau mencobanya."

Yu Erlan menatap sudut mulut Hang Ye yang berkedut. Akhirnya, tidak ada yang bisa dikatakan. Dia mengambil sepotong jeruk dan melemparkannya ke mulutnya.

Sangat manis, rasanya ada di lidah, membuat orang merasa sangat nyaman.

Melihat itu, rasa berpuas diri Hang Ye semakin jelas.

Yu Erlan memahaminya sedikit, Hang Ye menipu dia untuk makan jeruk.

Mencapai titik ini, Yu Erlan melakukan timbal balik.

Dia merobek jeruk lain dan menyerahkannya langsung ke mulut Hang Ye.

Hang Ye tertegun sejenak, tidak berharap bahwa Yu Erlan begitu tinggi saat ini. Setelah sedetik, dia bereaksi dan segera membuka mulutnya untuk memakan jeruk.

Aksi ini, bibir Hang Ye mau tak mau bertemu dengan ujung jari Yu Erlan.

Merasa sentuhan hangat dan lembut diujung jarinya, Yu Erlan tiba-tiba berdegup.

Belum sempat bereaksi, ada suara lelaki setengah baya yang menggoda di belakangnya. "Hei? Apa yang kalian lakukan?"

Yu Erlan berbalik dan melihat direktur pengajaran Hu Luohong melipat tangannya dan menatap mereka berdua, matanya tajam.

Yu Erlan menarik tangannya dan dengan tenang berkata, "Bantu yang tua, yang lemah, yang sakit, dan tidak bisa melakukan sesuatu."

Jiao Ling yang sedang makan jeruk di sebelah, mendengarkan ini seketika tersedak dan batuk-batuk.

Hang Ye tertegun, menahan diri untuk tidak menyentuh kepala Yu Erlan.

Dia hanya bisa melihat Hu Luohong dengan wajah hitam dan mencemooh. "Hei? Laohu tidak sibuk di tempat kerja? Kau masih bisa datang ke kelas kami?"

Hu Luohong menepuk meja, mendengus, "Bukankah aku juga harus memperhatikan kau bocah yang terluka? Aku takut kau tidak nyaman bergerak jadi pribadi datang untuk mengambil essai pertobatan."

"Oh," Hang Ye mengeluarkan ponselnya, dan perlahan berkata, "Kau tunggu aku memberimu salinan Baidu."

Hu Luohong, "..."

Dia mengangkat cakarnya dan mengetuk meja Hang Ye, marah. "Hang Ye, lihat nanti! Jika kau berani memberi masalah padaku senin depan, kau tahu konsekuensinya!"

Selesai mengamuk, dia pun pergi.

Orang-orang di kelas internasional terganggu oleh tindakan ini, dan mereka mengangkat mata untuk melihat bagian belakang Hu Luohong dan diam-diam menyelinap ke Hang Ye.

Hang Ye tampak tenang menerima semua pandangan dan dengan malas bersandar di belakang kursi.

Yu Erlan memandangnya dan ingin berbicara. Hang Ye pertama kali membuka mulutnya. "Xiaobai, kau tidak perlu berurusan dengan masalah ini lagi. Aku punya pikiran. Apa kau tidak mengambil air? Pergilah, kelas akan segera dimulai."

Yu Erlan dengan hati-hati memandangi Hang Ye selama tiga detik dan berbalik pergi.

Karena Hang Ye tidak membiarkannya mengatur, dia tidak akan peduli. Yu Erlan sadar diri.

Antara dia dan Hangym Ye, masih terlalu banyak hal yang belum dinyatakan. Sama seperti dua orang yang tersandung kabut tebal, sentuhan tak sengaja tidak bisa menghilangkan kabut itu sendiri.

Namun, bahkan jika dia hanya bisa melakukan itu, berdiri di tengah kabut, entah seberapa jauh dari Hang Ye, tidak ada yang bisa dibedakan...

Dia juga mau percaya semua yang dikatakan Hang Ye.
.
.

Setelah beberapa hari, para siswa kembali pulang ke rumah pada akhir pekan, tibalah hari senin.

Siswa di tahun pertama dan tahun kedua melaporkan pendaftaran pada hari Jumat, dan diberi tahu bahwa akan dilaksanakan upacara pengibaran bendera nasional pada hari senin, dan dilarang terlambat.

Tapi tidak ada yang tahu bahwa ada adegan "acara utama" di upacara pengibaran bendera.

Setelah kelengkapan bendera dan pidato kepala sekolah, seharusnya itu adalah sesi pidato siswa, dan direktur pengajar Hu Luohong berada di atas podium.

Dia berkata lewat mikrofon dengan serius. "Aku akan memberi tahu kalian tentang hal-hal berikut. Siswa Hang Ye dari tahun ketiga kelas Internasional telah mengalami konflik fisik dengan personel di luar sekolah minggu lalu, menyebabkan konsekuensi serius dan efek buruk. Dia dididik serius dan dikritik oleh pihak sekolah untuk tindakannya. Siswa Hang Ye juga akan berbicara tentang pertobatannya sendiri."

Setelahnya, dia memandangi Hang Ye yang datang perlahan ke atas podium lalu mendorong mikrofon ke samping, dan mengernyitkan alisnya dan berbisik. "Kau bocah, mengerti apa yang harus dikatakan dan tidak boleh dikatakan kan?"

Hang Ye memandangnya dan tersenyum. Itu tampak seperti pandangan yang tak terduga. "Tenang saja, guru, aku benar-benar sudah menyiapkan pertobatan serius hari ini!"

Hati Hu Luohong naik turun, tetapi dia hanya bisa melihat Hang Ye mengambil alih mikrofon dan berdeham.

Para siswa tujuhbelas yang pada awalnya bengong, mengobrol dan berpikir untuk kabur selama upacara pengibaran bendera, kini perhatian mereka terkonsentrasi di podium.

Hang Ye, orang ini, siapa yang tidak tahu?  Begitu siswa baru terdaftar di sekolah, hal pertama yang mereka terima adalah pelatihan militer, dan gosip tentang si kakak besar Hang Ye.

Oleh karena itu, para siswa dari sesi sebelumnya dan selanjutnya semua tahu bahwa Hang Ye tipe yang suka meledak, suka berkelahi, tidak suka diatur, dan tidak suka diprovokasi.

Namun, si iblis ini, berdiri di podium hari ini, sangat jarang memakai seragam sekolah, dan itu terlihat sangat formal.  Mungkinkah dia benar-benar mengubah karakter menjadi lunak didepan guru sekolah untuk mengakui kesalahan?

Melihat sosok Hang Ye di podium, para siswa lainnya seketika menciptakan suara gemuruh karena berbisik satu sama lain, bahkan teguran guru kelas tidak dapat mengimbangi.

Pada saat ini, Hang Ye membuka mulutnya perlahan. "Guru, teman-teman, aku Hang Ye. Hari ini aku berdiri di sini, itu untuk mengakui kesalahan."

Penonton gempar.

Hang Ye mengabaikan reaksi penonton dan melanjutkan. "Kesalahanku adalah: aku tidak bisa mencegah gangster kecil itu membully teman kita sebelumnya, membiarkan teman kita sebagai korban, dan berulang kali menderita penganiayaan dan ancaman."

Hiruk-pikuk penonton tampaknya meledak, dan beberapa guru berteriak keras untuk menenangkan, tapi tidak berhasil.

Hang Ye tiba-tiba memalingkan matanya.

Matanya tertuju pada barisan kelas internasional di sisi kiri podium.

Yu Erlan berdiri di barisan depan dan menatap Hang Ye dengan kilatan cahaya di matanya.

Terlalu jauh, dia dan Hang Ye tidak bisa benar-benar melihat ekspresi satu sama lain, tetapi mereka tampaknya dapat melihat kilatan di mata masing-masing.

Kemudian Hang Ye lanjut bicara.

Namun, pada saat ini, Yu Erlan melihat Hu Luohong dengan kesal bergegas ke bawah podium dan mencabut kabel mikrofon.

Apa kata Hang Ye, Yu Erlan terlalu jauh untuk mendengar.

Dibawa segala macam hasutan di kerumunan, semua orang bertanya kepada orang-orang di sekitar apakah mereka mendengar apa yang dikatakan Hang Ye.

Segera, para siswa di barisan terdepan dekat podium yang mendengar kata-kata Hang Ye mulau menyebarkannya ke siswa lain, dengan segala macam argumen dan kejutan:

"Hang Ye bilang dia meminta maaf pada temannya. Maaf karena tidak bertemu dengannya lebih awal, dia sangat bersalah."

"Hei? Siapa yang Hang Ye bicarakan?"

"Aku tidak tahu. Apakah itu laki-laki dan perempuan? Adakah yang tahu?"

"Siapa yang tahu, aku tidak tahu apa yang terjadi ..."

"Hang Ye berbicara lagi! Dia bilang tidak ada jaminan lain kali! Dia percaya bahwa kali ini cukup untuk mengajar anak itu! Jika geng kecil berani datang membuat masalah lagi, dia berjanji untuk memberi pelajaran lebih kuat!"

"Menakjubkan!"

"Aku merasa gangster kecil pasti terluka parah ... Tidak heran si Lu harimau itu mencoba membuat Hang Ye mengakui kesalahan didepan semua siswa."

"Orang yang dilindungi oleh Hang Ye pasti sangat bahagia! Ada lelaki seperti ini yang siaga melindunginya!"

"Bagaimana kedengarannya seperti pacar? Apa Hang Ye sedang berkencan?"

Yu Erlan diam-diam mendengarkan suara kacau di sekitarnya, dan lekat-lekat menatap Hang Ye di podium.

Dia merasa bahwa sekelilingnya sangat sunyi dan seperti benar-benar mendengar Hang Ye berkata, "Maaf, aku tidak bertemu denganmu sebelumnya, dan membiarkanmu dianiaya. Tidak ada yang bisa menyakitimu lagi lain kali."


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments