Chapter 1, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Judul: 我不是你想的那种校草
Penulis: 金鱼白兔
Length: 59 Chap ( Tamat )
Genre: Sweet, School life, Danmei
Bahasa asli: China
Translated by Chocosalty


***

Yu Erlan mendapat peringkat pertama dalam ujian terpadu pusat. Ketika dia pindah ke sekolah baru, dia memasuki kelas terburuk.

Katanya siswa dikelas itu semuanya iblis yang menjelma jadi manusia ( anak nakal ) dan yang bernama Hang Ye adalah siswa yang selalu mengulang kelas. Setiap orang harus berjalan di sekelilingnya.

Yu Erlan secara tidak sengaja duduk di meja yang sama dengannya, dan pada hari pertama kelas dia digertak dengan kerah bajunya ditarik.

Semua orang berpikir bahwa Yu Erlan hanya akan betah duduk disebelah Hang Ye selama tiga hari.

Kemudian, suatu malam, saat belajar mandiri, seseorang sedang berjalan keluar kelas dan melewati lapangan, tanpa sengaja melihat Hang Ye memegang wajah Yu Erlan yang putih bersih dan imut lalu menciumnya, "Hidup adalah milikmu, apa kau pergi untuk menginginkan aku mati?"

Theater kecil:
Hang Ye memberikan Yu Erlan kartu kredit dan menyuruhnya manfaatkan dengan santai.

"Sebenarnya, aku adalah putra dari keluarga Yu konglomerat terkenal di dunia, yang akhirnya menemukanku dua hari lalu, dan membiarkanku kembali untuk mewarisi bisnis keluarga."

"Memberimu uang untuk dibelanjakan! Darimana kau membuat begitu banyak cerita bualan seperti itu."

"..."

Suatu hari, Hang Ye bertemu Yu Erlan di seratus ribu yuan kelas pelatihan etiket kaum elit.

"Kau menggunakan kartuku, kenapa bank tidak mengirimiku pesan?"

"... Aku tidak gunakan, ayahku yang mendaftarkanku."

****

Gong: 'Serigala' galak dan setia. Berandal dari keluarga elit.

Shou: 'Kelinci kecil' bermuka dua. Siswa top, first love face ( school beauty ).


Menginjak usia 18 dan lebih, keduanya belum pernah merasakan cinta remaja.

🌼🌼🌼

CHAPTER 1

"Yu Erlan benar-benar luar biasa. Setiap kali ujian selalu peringkat pertama di kota. Musim panas lalu juga berpartisipasi di kemah musim panas Universitas Pingshi. Tapi SMA 17 punya aturan, dia pindah ke sekolah pada pertengahan semester. Sama dengan tanpa nilai, aku tidak bisa mengaturnya langsung masuk ke kelas atas. Ini adalah kelas 30 teratas, setiap kali ujian akan diperingkat dan disesuaikan kembali. Sekarang, kau ingin aku menempatkannya kesana uh?"


Suara itu terdengar enggan, dia adalah kepala sekolah di SMA 17 Yanshi, duduk dibalik meja kayu merah, merentangkan tangannya dan memberi isyarat tak berdaya pada kakek tua dan remaja laki-laki di depannya.

Kakek tua di depannya jelas tidak berpikir begitu. Wajah yang termakan usia, alisnya berkerut, memandang pria setengah baya di depannya, matanya tulus dan hati-hati, berkata dengan suara goyah, "Kepala sekolah, kau orang baik, orang baik. Kau tahu, Erlan kami tidak bersalah! Anak ini sangat cerdas, bagaimana mungkin dia berkelahi dan mencelakai anak orang? Ujian masuk perguruan tinggi hanya seratus hari lagi. Pada saat yang paling kritis, SMA 6 memaksa cucuku untuk keluar ..."

"Orangtua, aku mengerti." Kepala sekolah mengangkat tangannya dan pidato seorang pemimpin, menyela permohonan kakek itu, "Karena itu aku membiarkannya masuk ke sekolah kami! Dia bisa langsung pergi ke kelas hari ini, dan tidak ada penundaan dalam satu hari."

Kakek tua itu mengangguk kemudian dia menghela nafas dan berkata, "Tapi, kepala sekolah, kau ingin cucuku masuk ke... Kelas internasional, bukankah itu untuk anak-anak yang membuang waktu? Aku dengar itu kelas iblis. Itu tidak layak... Bagaimana Erlan kami bisa giat belajar, lingkungannya terlalu buruk."

"Hei!" Kepala sekolah pura-pura mengerikan, "Kau tidak bisa mengatakan itu. Murid yang baik tidak akan terpengaruh oleh lingkungan, tumbuh dari lumpur tanpa noda!"

/ untuk berprinsip dan tidak fana. /

"Kau juga tahu itu lumpur ...," Gumam si kakek pelan.

Kepala sekolah mendengar kalimatnya, wajahnya gelap dan gelap, dan jenis kebaikan yang telah ditempatkan sebelumnya menghilang seketika.

Dia mendengus dan nadanya agak pahit, "Aku katakan, kalian harus punya sedikit kesadaran. Siswa di kelas internasional kami dari keluarga terpandang! Ada orang tua siswa yang mendonasikan tiga bangunan ke sekolah kami! Kau pikir sembarang siswa bisa masuk ke kelas ini? Kalian yang tidak menghabiskan banyak uang beruntung bukan? Jika benar-benar tidak mau, maka dia tidak ada tempat untuk menjadi bagian dari SMA 17..."

"Tidak apa-apa."

Tiba-tiba sebuah suara dingin mengganggu kepala sekolah. Remaja yang berdiri di samping dan diam untuk waktu yang lama tiba-tiba mendongak dan menatap lurus ke mata kepala sekolah, dengan tenang berkata, "Aku akan masuk ke kelas ini, terima kasih kepala sekolah."

Kepala sekolah menghela nafas lega dan memandangi remaja itu. Pandangannya sedikit berubah. Lalu dia buru-buru mengangguk dan berkata, "Tidak masalah kan? Tepat sekali, aku sudah memanggil Fang Xiaomeng, guru bahasa Inggris dari kelas internasional untuk datang. Dia pasti sudah dekat, kau akan mengikutinya ke kelas.”

Detik berikutnya, pintu ruang kepala sekolah berderit.

Seorang guru wanita muda yang sepertinya baru saja keluar dari kelas, masuk dengan kelelahan dan tekanan pada alisnya.

Dia tersenyum standar, "Kepala sekolah, apa kau mencariku?"

Kepala sekolah menunjuk ke remaja yang berdiri itu dan berkata, "Guru Fang, ini adalah siswa baru bernama Yu Erlan yang akan ditempatkan ke kelas internasional. Kau bawa dia."

Yu Erlan tersenyum sopan dan berbisik, "Halo, Guru Fang."

Fang Xiaomeng menatapnya. Remaja itu tampak seperti tipe kutu buku dan sama sekali berbeda dari kelompok anak laki-laki di kelasnya. Siswa seperti itu masuk ke kelas internasional ...?

Dia menghela nafas, dan mengangguk merespon sapaan Yu Erlan. Dia menoleh ke kepala sekolah dan berkata, "Kepala sekolah, jika tidak ada yang lain, aku akan pergi ke kelas bersama siswa Yu ..."

"Pergilah." Kepala sekolah dengan tidak sabar melambai mengusirnya dan sedikit tersenyum pada kakek Yu, "Aku punya banyak pekerjaan di sini, aku tidak bisa mengirimimu pergi orangtua..."

"Kau sibuk, kau sibuk ..." Kakek Yu dengan dukungan Yu Erlan, berjalan tergopoh keluar ruangan.

Begitu keluar, kakek Yu menghela nafas.  Dia memandang guru Fang dan berkata lagi dan lagi, "Guru Fang, Yu Erlan kami benar-benar anak yang baik, tidak seperti anak nakal di kelasmu. Dia sangat pandai berbahasa Inggris, setiap pagi mendengarkan entah apa namanya ABC ... atau BBC, dia sangat rajin belajar!"

Fang Xiaomeng mendengar itu, sedikit terkejut dan melirik Yu Erlan. "Berapa level listening-mu sampai bisa langsung mendengarkan materi bahasa asing asli?"

“Aku hampir bisa memahami level delapan atau sembilan puluh persen,” Yu Erlan berbisik.

Fang Xiaomeng menatapnya dan berkata, "Kau bisa mengerti banyak, level itu sangat bagus."

Lanjutnya menghela nafas, "Sayang sekali kau masuk di kelas kami ... Masih ada satu bulan untuk ujian berikutnya, kau harus mendapat nilai bagus dan keluar dari kelas ini."

Guru kelas mengatakan demikian, tampaknya kelas internasional ini benar-benar bukan tempat yang baik.

Wajah kakek Yu berubah pahit, alisnya berkerut lebih dalam. Dia menghela nafas dan meraih tangan Yu Erlan, "Erlan, salahkan kakek yang tidak memiliki kemampuan, kau jadi tidak bisa pergi ke kelas yang bagus ..."

Yu Erlan berbisik, "Ini karena kesalahanku, tidak ada hubungannya denganmu, bagaimana aku bisa menyalahkanmu?"

Tanpa menunggu kakek Yu bicara, dia lanjut berkata, "Kakek pulang saja, aku akan pergi ke kelas bersama guru, tidak apa-apa."

Kakek Yu mengangguk tanpa daya, menepuk punggung tangan Yu Erlan dan dengan tergopoh berjalan menuju gerbang sekolah.

Masih menandangi kepergian kakek Yu, Fang Xiaomeng merasa agak aneh dan bertanya, "Pindah sekolah adalah hal penting, kenapa orangtuamu tidak datang? Tidak ada waktu?"

Kelopak mata Yu Erlan turun, tanpa ekspresi dan berkata dengan dingin, "Aku tidak punya orang tua."

Fang Xiaomeng tiba-tiba kehilangan suaranya. Dia tertegun sejenak dan dengan cepat mengalihkan topik. "Ayo pergi ke kelas."

Yu Erlan mengangguk dan dalam diam mengekori Fang Xiaomeng.

Dalam perjalanan, Fang Xiaomeng memperkenalkan situasi SMA 17. "Gedung kelas tahun ketiga terpisah dengan tahun pertama dan kedua untuk memastikan bahwa siswa senior memiliki lingkungan studi yang baik ..."

Mengatakan ini, dia ingat situasi di kelas internasional dan mendengus. Lingkungan belajar seperti apa yang bisa dijamin di kelas ini?

Yu Erlan tidak menanggapi. Fang Xiaomeng menoleh kebelakang dan melihat bahwa remaja itu menggantung kepalanya, wajahnya dingin, matanya kosong, seolah-olah dia tidak memperhatikan segalanya.

Fang Xiaomeng berpikir bocah ini seperti sebuah misteri. Dia yang pada dasarnya peduli dengan para siswa, terus mencoba dan berbicara dengan Yu Erlan, "Lihat sisi kiri kita, itu asrama pria. Tepat di belakang, ada sebuah gedung penelitian ilmiah, ada banyak instrumen canggih yang dapat mendukung banyak siswa untuk studi eksperimental dari subjek fisik dan kimia. Disebelah kanan, bangunan dengan teras luas adalah perpustakaan, dan koleksinya cukup banyak ..."

Yu Erlan yang selalu diam, tiba-tiba bertanya, "Apa bangunan ini disumbangkan oleh orang tua dari kelas internasional?"

"Ya." Fang Xiaomeng berkata, "Dan ketiganya disumbangkan oleh orangtua seorang siswa."

Dia kemudian berhenti, berbalik dan lanjut berkata serius. "Siswa ini bernama Hang Ye. Kau ingat untuk menjauh darinya. Siswa kelas internasional kami adalah anak-anak kaya yang tidak perlu khawatir tentang masa depan. Mereka ke sekolah hanya untuk membuang waktu. Tapi Hang Ye ini berbeda, dia sudah berada di SMA selama enam tahun dan cuti setahun sekali setiap ujian kenaikan kelas. Rumor diantara para guru menyebut dia terjun berbaur dengan lingkungan luar. Setiap kali dia kembali ke sekolah, keluarganya akan menyumbangkan sebuah bangunan untuk sekolah, jadi dia tetap memiliki status siswa."

Yu Erlan tidak berbicara. Dia mengerti maksud Fang Xiaomeng.

Hang Ye ini, latar belakangnya tidak biasa, orangnya juga tidak biasa. Dia sudah berbaur dengan lingkungan luar begitu lama, jelas saja dari guru ke siswa, tidak ada yang berani memprovokasinya.

Yu Erlan paham, tetapi dia tidak ambil hati.

Itu tidak penting.

Tetapi di depan Fang Xiaomeng, dia mengangguk mengiyakan sarannya.

Fang Xiaomeng membawa Yu Erlan dan pergi ke lantai paling atas. Kelas internasional berada di ujung paling dalam dari tingkat ini. Yu Erlan sudah dapat mendengar suara ribut dari kejauhan.

Begitu masuk, semua siswa di kelas itu sama sekali tidak melihat, mereka sibuk bermain game, mengobrol, dan siswa perempuan merias wajah dengan cermin kecil. Terlihat begitu serius, jelas, guru kelas sama sekali diabaikan.

Fang Xiaomeng sangat terbiasa dengan situasi ini. Dia pergi ke podium dan berdeham. Tidak peduli apakah ada yang mendengarkan atau tidak, dia berkata dengan keras, "Kita kedatangan siswa baru, namanya Yu Erlan. Harapan untuk masa depan, mari kita rukun ..."

Ini juga pepatah putih, tentu saja tidak ada yang peduli padanya.

Fang Xiaomeng tidak punya pilihan selain melihat Yu Erlan.

Yu Erlan mengangguk padanya, tidak melakukan apa pun untuk memperkenalkan dirinya, dan langsung menuju ke dua kursi kosong di baris terakhir.

Perhatian para siswa yang sibuk satu sama lain tiba-tiba teralihkan melihat siswa baru ini.

Seorang siswa laki-laki yang duduk didekat pintu belakang dan bermain game menatap Yu Erlan berjalan ke arah dua kursi kosong, segera berteriak, "Hei! Baru! Kau tahu siapa pemilik bangku itu?"

Yu Erlan hanya meliriknya sekilas, seolah-olah dia tidak mendengarnya, terus bergerak maju. Dia memilih meja di dalam dekat jendela, dan meletakkan tas sekolahnya.

Siswa yang berteriak tadi tidak bisa menahannya lagi. Dia bersiap berdiri dan berniat menarik kerah Yu Erlan keluar dari bangku itu. 

Belum sempat berjalan, dia diseret oleh seorang siswa laki-laki yang mengenakan kacamata di barisan depan. Siswa berkacamata itu melirik Yu Erlan dan berkata, "Jiao Ling, jangan girang. Kita belum tahu asal usul orang ini. Kau bergegas mengurusnya, hati-hati membuat Ye Ge bermasalah."

Jiao Ling mendengus dan menolak untuk menerima, "Anak itu terlihat lemah seperti perempuan, apa yang bisa dia lakukan? Gong Hao kau bersikap pengecut ..."

Gong Hao menatapnya dingin, berkata, "Siapa yang beberapa hari yang lalu memprovokasi gangster jalanan? Akhirnya, Ye Ge yang membantumu keluar tetapi juga berkelahi dengan mereka. Ini bukan masalah pengecut atau tidak. Anak itu terlihat lemah seperti murid baik. Tetapi bagaimana bisa murid baik datang ke kelas kita saat ini? Dia berbeda dari iblis disini, berhati-hatilah untuk tidak membuat masalah."

"Itu iblis ..." Jiao Ling memandang Yu Erlan bergumam, "Anak ini terlihat lebih baik daripada perempuan. Bunga sekolah tidak ada yang sebagus dia. Ini benar-benar iblis!"

Mulut Gong Hao berkedut sedikit, mengangkat tangannya dan menekan bahu Jiao Ling untuk kembali duduk. "Mainkan permainanmu!"

Suara ribut di kelas tampak tidak berubah.

Yu Erlan tidak peduli dengan semua ini. Dia menaruh tasnya diatas meja, tidak mengeluarkan buku, hanya berbaring seperti akan tidur.

Tapi wajahnya menghadap ke samping, matanya terjaga, menatap dingin ke depan, pandangannya kosong.

Entah sudah berapa lama. Diatas podium, Fang Xiaomeng bertahan menerangkan materi tanpa ada yang mendengarkan di lingkungan yang bising ini. Dia lebih bersemangat untuk menyelesaikan kelas daripada siswa.

Bel kelas belum berdering, tetapi pintu belakang berderit terbuka.

Seorang siswa laki-laki membanting pintu dan tidak melihat ke arah podium.

Duduk didekat pintu, Jiao Ling sedang bermain game dan mengenakan earphone sehingga tidak mendengar suara pintu terbuka.

Bocah itu tidak menganggapnya serius, dengan senyum malas di wajahnya, berdiri di belakang Jiao Ling dan menendang kursinya.

Permainan Jiao Ling sangat terganggu, amarah tiba-tiba muncul, dia membuka earphone, berbalik bersiap untuk mengumpat.

Namun ketika melihat siswa itu, dia tiba-tiba tersenyum, "Ye Ge, kau sudah kembali?"

"Hm," kata Hangye dengan malas, "Sialan, kau baru saja mau mengumpat? Kau tidak bisa melihat orang yang mengerjaimu?"

"Hei! Ye Ge benar-benar sulit dihadapi!" Mata Jiao Ling terbuka lebar, "Jadi kau baru saja bertemu orang yang membuat janji, menang mantap, kan?"

Nada bicara Hang Ye sangat biasa. "Kalahkan mereka, aku pilih empat orang yang menggertak."

Setelahnya dia berbalik dan pergi ke tempat duduknya.

Pada saat ini, Hang Ye melihat disebelah tempat duduknya ada siswa laki-laki.

Laki-laki itu terbaring di atas meja, tidak bisa melihat wajahnya, tetapi dia langsing, tubuhnya proporsional, dan entah bagaimana menyebutnya, itu tampak unik.

Hang Ye tertegun, dan wajahnya perlahan menunjukkan senyum malas.

Melihatnya senyum, banyak orang yang sibuk dengan hal masing-masing, melirik kearahnya.

Hang Ye tahu dia sedang menjadi pusat perhatian, tetapi dia tidak peduli, dia berjalan perlahan ke kursinya, mengangkat tangannya dan mendorong bahu laki-laki itu, berkata, "Teman sekelas, apa posisi ini milikmu, kenapa kau duduk disini?"

Laki-laki itu tidak memperhatikannya.

Hang Ye sedikit bersenang-senang.

Dia mengangkat tangannya dan menyentuh kerah belakang laki-laki itu, jari-jarinya terhubung, seolah-olah dia ingin mengangkatnya.

Tindakan ini sangat provokatif, laki-laki itu tidak tahan.

Tetapi dia tidak menanggapi.

Hang Ye meremas keras bajunya dan tetap diam.

Orang ini menarik ... pikir Hang Ye.

Dia membungkuk dan ingin melihat seperti apa laki-laki yang seperti batu itu.

Laki-laki itu tiba-tiba menoleh dan menatap Hang Ye.

Hang Ye melihatnya, dia memang benar-benar batu. Lebih tepatnya batu giok putih lemak domba berkualitas bagus yang hanya bisa dibuat pengrajin yang terampil dengan penuh upaya membuat ukiran yang indah.

Manusia giok ini tanpa ekspresi, menatap Hangye, berbisik, "Kau menghalangiku mendengarkan materi."

Hang Ye tertegun, secara tidak sadar mengarahkan pandangan ke arah podium.

Laki-laki itu tidak menatapnya lagi, kembali memalingkan kepala ke posisi semula.

Hang Ye menatap bagian belakang kepalanya dan tiba-tiba menyadari sesuatu...

Apanya yang mendengarkan?! Bagaimana kau mendengarkan dengan wajah menghadap keluar jendela seperti itu? Memangnya aku bisa terbang untuk menghalangimu mendengar materi?

🌼🌼🌼


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments