98. Hancur

Guo Yunyong tidak berpikir Guo Zhi akan membuat pilihan seperti itu. Dia harusnya menangis untuk mengakui kesalahannya. Dia harusnya menjamin tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi, tetapi dia berdiri di samping bocah itu dan menggenggam tangannya, menolak untuk melepaskannya. Dia adalah ayahnya, mengasuhnya sampai sebesar ini, malah lebih memilih seorang pria, frustrasi membuatnya tidak dapat menghentikan kemarahan. “Apakah kau gila? Apa yang kau pikirkan! Tidak ada otak!”

“Tegur saja, sebanyak apapun teguran ayah tidak akan mengubah apa-apa. Aku benar-benar tidak ingin kembali ke masa lalu, mempertanyakan perasaanku, membenci diriku sendiri, menipu diriku dan menipumu. Aku sama sekali tidak akan pernah menyesalinya. Aku, aku benar-benar menyukai diriku yang sekarang, aku tidak istimewa, aku seperti orang biasa. “

“Kau pergi keluar dan biarkan orang-orang mendengarkan, apa kau masih seperti orang biasa? Kau memegang tangan seorang pria, kau jatuh cinta pada seorang pria, dan kau dengan tenangnya menganggap dirimu seperti orang biasa? Aku akan membunuhmu, dasar tidak tahu berterima kasih!” Guo Yunyong tidak bisa menahan diri dan bergegas maju, mencoba untuk memukul Guo Zhi, memukulnya sampai dia bangun.

Shi Xi menyeret Guo Zhi ke balik punggungnya, “Aku tidak akan pernah membiarkanmu memukulnya.”

“Dia anakku, bagaimana aku akan memukulnya dan memarahinya, itu semua urusanku!” Mata Guo Yunyong berkilat dingin seperti serigala, menatap lurus pada Shi Xi, sementara Shi Xi sama sekali tidak punya emosi apalagi merasa takut. “Tapi dia juga kekasihku, bagaimana aku ingin melindunginya, membantunya, itu juga urusanku.”

“Ini konyol! Kau anak kecil, apa yang bisa kau lakukan? Katakan saja siapa yang tidak mau!”

“Lalu berapa banyak yang bisa orang dewasa sepertimu lakukan lebih dari anak kecil? Bisa memilih pekerjaan yang kau suka? Bisa hidup seperti yang kau inginkan? Yang kalian lakukan hanya mengejek anak kecil di usiamu. Kami tidak tahu apa-apa. Seberapa banyak yang bisa kalian lakukan?” Shi Xi berkata dengan ringan. Semua sama, orang dewasa dan anak-anak, dibandingkan dengan komunitas, sama kecilnya.

“Omong kosong, aku sudah lebih banyak mengecap kehidupan daripada kau dan kau malah datang untuk berbicara padaku tentang hal itu. Kalau begitu apa kau mampu mengubah pandangan dunia tentangmu? Kau biarkan seluruh dunia mengakuimu, aku akan mengakuimu.”

“Aku tidak bisa melakukannya.”

“Kalau begitu jangan main-main di sini.”

“Tapi, paman, bisakah kau melakukannya sehingga seluruh dunia tidak mengakui kami?” Dia tidak memiliki emosi saat menatap Guo Yunyong. “Paman, ketika kau sampai pada langkah ini, kau tidak bisa melihatnya dengan jelas, kau tidak bisa lagi mengubah Guo Zhi. Menolak itu mudah, tetapi seberapa sulit bagimu untuk menerimanya?”

“Terima? Itu tidak mungkin terjadi!”

Zhou Hui membuka tangan mereka, memegang Guo Zhi, “Kami memarahimu untuk mengajarimu, karena kau telah melakukan sesuatu yang salah, orang tua ingin membantumu memperbaiki diri, itu baik untukmu, ilusi yang diberikan orang lain padamu hanya untuk membohongimu, itu merusakmu.”

“Aku tahu kalian melakukan itu demi kebaikanku, aku tidak pernah membenci kalian. Tetapi yang ingin kalian perbaiki dariku adalah aku yang asli.” Guo Zhi menatap Zhou Hui, mereka memasuki kondisi yang panjang dan menemui jalan buntu, dan tidak ada yang bisa membujuk siapa pun, merasa kesakitan satu sama lain, udara terasa berat.

“Tidak, ini bukan kau. Sebelumnya kau sudah memperbaiki dirimu. Sekarang ini kau hanya sedang kebingungan.”

“Ibu, kebohongan pertamaku dalam hidup adalah aku tidak akan pernah menyukai laki-laki lagi. Aku tidak pernah memperbaiki apa pun, karena aku bersembunyi dengan susah payah, aku pikir kau bahagia, aku akan bahagia, aku selalu merasa begitu, selalu ingin membuatmu bahagia, tetapi aku tidak pernah benar-benar bahagia.”

Ketika mendengar itu, Guo Yunyong merasa pusing dan terduduk di sofa sambil memegang dahinya. “Jika kau berani keluar dari rumah ini, jangan berpikir aku akan memaafkanmu. Aku ingin kau memikirkannya.”

“Aku tidak perlu berpikir lagi.” Jawab Guo Zhi, Guo Yunyong tertawa, “Yah, baiklah, kau sangat menyukai pria, aku tidak akan menghentikanmu. Tapi jangan biarkan aku melihatmu lagi, jangan katakan kau adalah anakku, kau ingin bersamanya, pergilah, kita memutuskan hubungan. Selesai.”

“Ayah!”

“Jangan panggil aku, ayah! Aku tidak punya anak laki-laki sepertimu. Aku tidak mampu mengalahkan orang ini. Jangan berpikir aku akan membiayaimu sepeser pun. Kau diluar sana urus dirimu sendiri. Tidak ada ruang dirumah ini untuk orang sepertimu!” Dia menggigit giginya dan berkata dengan tegas, Zhou Hui mendengar itu, tidak menginginkannya, “Apa yang kau bicarakan, anakku hanya bingung sesaat, kau tidak menginginkannya, aku ingin.”

“Pria macam apa yang melakukan ini!”

Guo Zhi sudah memikirkan hasil ini. Ketika ia benar-benar menghadapinya sekarang, rasa sakit itu lebih menyakitkan. Ia melihat pada orang tua yang telah terluka didepannya. Terlalu sulit untuk merasa tidak punya perasaan. Tidak pernah terpikir, kebahagiaan akan menjadi beban berat, tetapi ia tidak bisa menjadi seperti yang mereka inginkan untuk tetap tinggal, pada akhirnya siapa yang tersiksa?

“Apa yang kau lakukan di sana, berkemas dan pergi dari sini. Enyahlah! Keluar dari akal dan pikiran¹.”

¹apa yang tidak dilihat mata, hati tidak bersedih (idiom) ~ Ketika sesuatu tidak ada di dekatnya, itu dilupakan.

Guo Zhi sudah berhenti menangis. Dia berjalan ke kamar. Zhou Hui bergegas ke kamar dan meraih tangannya, “Guo Zhi, kau sangat baik, jangan membuat ayahmu marah, dengarkan aku, ibu akan membawamu untuk penyembuhan, tidak peduli berapa banyak uang yang ibu habiskan, ibu akan menyembuhkanmu, kemudian kau bisa menyukai perempuan, percayalah, Guo Zhi, ibu akan menyembuhkanmu.” Zhou Hui terisak dan memegangmya erat, tidak ingin melepaskan.

“Bu, aku tidak sakit. Aku minta maaf telah melukaimu. Aku benar-benar minta maaf. Aku bilang tidak akan membiarkanmu menangis lagi tetapi aku masih membuatmu menangis. Bukan masalah aku mau atau tidak. Aku tidak punya pilihan. Ini bukan masalah menyukai perempuan dan laki-laki lagi, aku hanya suka Shi Xi.”

Zhou Hui terus memukul dada Guo Zhi. “Kenapa kau begitu tidak taat, apa yang kau ingin ibumu lakukan?” Tangisannya memecah Guo Zhi, ia tidak berani mengatakan telah menang dalam perang, jiwanya hancur, tubuhnya penuh lubang, sangat sedih dan sangat bersyukur. Guo Zhi mengepalkan giginya dan terus mengepak barang-barangnya. Tidak lama kemudian, dia mengambil koper dan berjalan mendekati Shi Xi dipintu. Dia berbalik, “Meskipun aku bukan putra yang kalian inginkan, tetapi kalian selalu menjadi orang tua yang aku inginkan, aku pergi.” Mereka pergi, dan Guo Yunyong masih terus berteriak. “Keluar! Kau sialan menghilanglah, dasar tak tahu malu! Enyahlah!”

Guo Zhi menarik pintu, bibirnya bergetar dan tidak dapat berbicara, roda koper dan langkah kaki menciptakan suara ditangga yang sunyi. Keduanya diam.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments