97. Ini, itu

Di hadapan tuduhan tajam Zhou Hui, reaksi Shi Xi sangat tenang, jari-jari yang basah oleh air mata yang sudah agak dingin, Guo Zhi menatapnya dengan mata berkaca-kaca, ia melonggarkan tangan yang menutupi mulutnya, ingin menjelaskan, namun Shi Xi sudah mendahului, “Aku mengembalikannya padamu, lalu apa yang ingin kalian lakukan, memintanya memohon belas kasihan atau membungkamnya sampai dia mengaku salah?”

“Apa yang ingin kami lakukan dikeluarga kami sendiri, bukan urusanmu.”

“Bukan urusanku, berarti apa yang ingin aku lakukan juga bukan urusan kalian. Aku tidak ingin mengembalikannya.”

“Kau bocah!” Guo Yunyong melangkah maju untuk meraih kerah Shi Xi dan mengepalkan tinjunya, “Jika kau tidak pergi, jangan salahkan aku karena menemukan orang tuamu, biarkan mereka tahu apa yang sudah anak mereka lakukan!” Shi Xi menyingkirkan tangan Guo Yunyong. “Apa kau pikir aku akan peduli? Paman, jangan memperlakukanku seperti anak kecil.”

“Omong kosong, kau bukan anak kecil lalu apa?!”

“Lalu apa perilakumu itu yang seharusnya orang dewasa lakukan?”

“Sudah berapa tahun kau hidup! Apa yang kau ketahui tentang sesuatu yang kau sebut perasaan? Apa menyakiti orang tuamu itu yang kau sebut perasaan?” Guo Yunyong menyeret Guo Zhi ke sisi jendela. “Kau tunjukkan padaku dengan jelas, dunia luar, mana ada dua pria yang berjalan sambil bergandengan tangan, semua orang tahu itu hal yang memalukan. Kau buta, kau berbeda dari yang lain. Kau harus membuat dirimu sangat malu, ah? Ayah bertanya padamu!”

“Aku melihatnya, apa yang aku lihat dan yang tidak aku mengerti adalah ayah. Ayahlah yang tidak bisa melihat. Aku tidak harus berbeda dari yang lain. Aku berbeda dari yang lain.”

“Kau masih bisa mengatakan ini, kau ingin membuat ayah marah.” Jemari Guo Yunyong meremas lukanya, menggaruk rasa sakit, ekspresi Guo Zhi mati rasa masih melihat ke luar, bergumam. “Aku membuatmu marah, aku membuatmu sedih, tetapi ayah, kau tidak pernah memikirkan perasaanku, kau selalu merutukku menyimpang, mengataiku menjijikkan, apa ayah peduli dengan ketidaknyamananku? Aku adalah anakmu.” Meskipun ucapannya untuk membantah, tetapi hatinya hancur. Zhou Hui menghiburnya. “Ayahmu marah, karena kau adalah putra kami, bagaimana kami bisa tidak peduli padamu, membiarkanmu terus dijalan yang salah, dengarkan ibu, anakku yang baik, kau selalu menjadi anak yang baik bagi ibu, kau tidak boleh rusak dijalan ini, kau masih muda, kehidupanmu masih panjang!”

Guo Zhi berbalik, telinganya mendengar kemarahan ayah dan tangisan ibunya, disisi berlawanan, beberapa langkah darinya Shi Xi ada disana, dia berdiri di tempat yang tidak terpantul cahaya, tidak bisa melihat ekspresinya dengan jelas, bahkan jika ia melihatnya, ia tidak tahu apa yang Shi Xi pikirkan.

Apakah jarak antara mereka benar-benar sangat jauh? Jelas hanya ada beberapa langkah, tetapi kaki Guo Zhi terikat erat oleh beban yang tak terlihat. Dia tahu Shi Xi sedang menatapnya. Selain ucapannya ketika baru datang, dia tidak pernah mengatakan apa pun pada Guo Zhi. Dia tidak mengatakan pada Guo Zhi untuk tetap bersamanya, tidak mengatakan sesuatu yang menyemangati dirinya, dia bahkan tidak berusaha membuat Guo Zhi mengerti apa yang benar, sama seperti orang tuanya, dia sedang menunggu keputusannya.

Pada akhirnya, sisi mana yang benar, Guo Zhi tidak dapat menghakimi, dan ia tidak ingin menghakiminya. Dia takut jika dia goyah sebentar, Shi Xi akan meninggalkannya. Dia takut dia tidak akan goyah, ia tidak bisa meninggalkan Shi Xi. Ibunya benar, kehidupannya masih panjang, dengan begitu dia tidak bisa meninggalkan Shi Xi selama sisa hidupnya.

Betapa aku mencintaimu, Shi Xi.

Guo Zhi melangkahkan kakinya ke arah Shi Xi namun ditangkap oleh Zhou Hui. “Ibu tahu itu bukan kesalahanmu. Dia yang membuatmu seperti ini. Ibu tidak akan menyalahkanmu. Selama kau meninggalkannya, kami akan menganggap semua ini tidak terjadi, benarkan?” Dia memandang Guo Yunyong, berharap dia juga akan mengatakan sesuatu.

“Sekarang setelah kau memutuskan hubungan dengannya, aku tidak akan memaksamu dan memukulmu lagi, tetapi kau harus memastikan tidak akan membuat kesalahan bodoh ini lagi. Kau pilih!”

“Apa kau yakin akan membiarkannya memilih?” Tanya Shi Xi.

“Ya, apa lagi yang harus dilakukan? Dia memiliki kemampuan sendiri untuk menilai. Dia ingin keluarganya atau memiliki perasaan menjijikan itu. Siapa yang lebih penting harus dia bedakan dengan jelas!” Guo Yunyong tampaknya yakin dan bisa menebak jawaban Guo Zhi. Di matanya, tidak peduli berapa banyak Guo Zhi berubah, dia adalah anak yang menangis dan meminta belas kasihan pada usia 13 tahun.

Shi Xi sedikit mengalihkan perhatiannya, tenang dan acuh tak acuh. “Nah, Guo Zhi, aku tidak bisa membantumu memutuskan, jadi apa yang akan kau lakukan?”

Pilih? Pilihan berat ini datang cepat atau lambat, ia tidak ingin memilih, tetapi ia harus memilih. Ya, hidup tidak bisa mendapatkan terlalu banyak. Dia memandang orang tuanya dan kemudian memandang Shi Xi. Ketika dia dan Shi Xi putus, dia akan kembali ke masa lalu dan tidak akan melihat air mata ibunya, kemarahan ayahnya, tidak akan ditolak oleh orang lain, dan pengkhianatan teman-temannya. Tidak lagi takut dengan apa yang harus ia hadapi di masa depan. Jalan itu jauh lebih rata dari yang ini, dan terlalu menyilaukan.

Dia berbalik membelakangi Shi Xi, menghadap orang tuanya, dia meraih tangan Zhou Hui. “Maaf mengecewakan ibu, aku ingin menjadi anakmu yang baik, aku benar-benar ingin. Tapi anak yang baik di matamu, sepertinya aku tidak bisa melakukannya. Aku minta maaf.”

Faktanya, hatinya telah lama memilih, benar-benar egois, ia ingin hidup untuk perasaannya sendiri sekali, dia berbalik dan mendekati Shi Xi, jemarinya menangkap jemari Shi Xi, kuat, kencang.

Jalan itu, tidak ada Shi Xi, betapa rata dan mulus, begitu sepi berjalan seorang diri.

Jalan ini, bersama Shi Xi, betapa terjal dan berbatu, begitu hangat melewatinya bersama.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments