96. Salah

Suaranya terlalu lembut, seperti bulu menyentuh telinganya, dan membuatnya tenggelam.

Guo Zhi mengangguk. “Sakit, hanya sakit, sekarang tidak begitu sakit.”

Guo Yunyong dan Zhou Hui terkejut dengan kehadiran Shi Xi. “Bagaimana kau?”

“Apa itu sangat tidak terduga?” Jawab Shi Xi. Guo Yunyong tertawa dingin. “Ternyata kau, aku buta dan berpikir kau baik. Aku tidak menyangka kau juga melakukan sesuatu yang tidak jelas ini, kau tidak malu?”

“Kurasa tidak.”

“Memangnya tidak ada wanita di dunia ini atau apa, sampai kau ingin melakukan hal semacam ini, apa kau datang untuk berlutut dan memohon meminta persetujuanku? Aku katakan dengan jelas, itu tidak akan terjadi!” Guo Yunyong menghentak telapak tangannya di atas meja membuat suara yang menakutkan.

“Aku tidak akan berlutut, aku tahu itu tidak akan membuatmu tergerak, dan tidak akan mengubah apa pun. Kenapa aku harus melakukan sesuatu yang sia-sia seperti itu.”

“Kalau begitu kenapa kau berani datang kesini, apa yang ingin kau lakukan?”

“Aku belum memikirkan apa yang harus dilakukan, aku sudah ada disini.” Shi Xi menjawab dengan samar, sikapnya yang santai membuat Guo Yunyong terkejut dan pada saat yang sama merasa kesal. “Jangan berpikir aku tidak berani memukulmu.”

“Benarkah?”Jemari Shi Xi memprovokasi ujung rotan dan menaruhnya pada dirinya sendiri. “Jika kau merasa memukulku akan menyelesaikan segalanya, silakan lakukan! Tapi paman, aku mengingatkanmu, sama seperti jika aku berlutut tidak akan mengubah pikiranmu, kau memukulku juga tidak bisa mengubah pikiranku. Aku tidak punya masalah dengan kau yang ingin melakukan sesuatu yang sia-sia.”

“Nada bicara yang besar, kau pikir aku ingin kau mengajariku apa yang harus aku lakukan dan apa yang tidak boleh aku lakukan?”

“Aku bilang itu sebagai pengingat, bukan mengajarimu.”

“Jangan bicara padaku tentang hal itu.”

“Apa yang kau ingin aku katakan? Mohon setuju dengan kami, tolong serahkan dia padaku, tolong berkati kami? Jika kau bisa setuju dengan kata-kata konyol ini, aku mungkin akan mencoba.”

“Jangan mengkhayal, kau benar-benar bermaksud mengatakan itu, apa kau tidak punya martabat? Pasti tidak karena kau masih menyukai pria.” Kata-katanya penuh ironi jahat, Guo Zhi mengepalkan tangannya, ia bisa menanggung apa yang ayahnya katakan. Tetapi hatinya sesak ketika Shi Xi dihina. Shi Xi sangat baik, dia adalah yang terbaik, tidak ada yang bisa menghancurkannya, bahkan ayah juga tidak bisa melakukannya, karena malaikat selalu dicintai.

“Apa ayah harus mengatakan itu padanya?” Guo Zhi baru saja membuka suara, Guo Yunyong langsung merutuknya, “Kau berlutut!”

“Seperti yang dikatakannya, aku tidak terlalu peduli dengan martabat seperti ini.” Shi Xi menatap rotan di tubuhnya. “Kau tidak ingin memukulku?”

“Memukulmu? Aku bukan orang tuamu. Tidak perlu membuang waktuku. Melihatmu seperti ini, kau pasti kurang disiplin. Terus terang saja, kau seperti Guo Zhi, hanya akan mempermalukan orang tuamu.”

“Paman, kau benar, orang tuaku benar-benar tidak mengajariku.” Shi Xi tidak berekspresi, tapi itu menyakitkan, Guo Zhi tahu suasana hati seperti apa yang dia tahan. Shi Xi mengambil rotan, memegangnya di ujung masing-masing, mengangkat lutut, dan mematahkan rotan itu lalu melemparnya ke lantai mewakili peringatan dan rasa sakit. Guo Yunyong mengangkat sudut mulutnya, tersenyum remeh, “Apa kau pikir ini akan menghentikanku?”

“Tidak, tiba-tiba teringat, berjanji pada seseorang untuk menyingkirkan rotan ini.”

“Aku tidak menyambutmu di sini, kau harus sadar diri, cepat pergi!” Guo Yunyong akhirnya tidak tahan.

“Aku bisa saja pergi, tetapi aku juga harus membawa Guo Zhi.”

“Jangan pernah berpikir tentang itu! Aku tidak akan pernah setuju denganmu, hal seperti apa, melakukan sesuatu yang kau anggap benar di usia muda, Guo Zhi adalah anakku, hanya aku yang tahu yang terbaik untuknya, kau hanya akan menghancurkannya, dan juga perasaan, Bah! perasaan apa, dia belajar untuk menjadi seperti ini, tes bahasa Inggris saja tidak lulus, mau bicara tentang perasaan.”

Guo Zhi meremas tangannya, ada sesuatu di tubuhnya yang tergesa untuk keluar. Ia menjerit dengan suara serak. “Aku sudah belajar keras. Aku hanya tidak lulus tes bahasa Inggris sekali. Aku pasti akan lulus tahun ini. Aku selalu mendengarkan ayah yang menegurku, mengajariku, aku akan selalu bilang baik, aku akan bekerja keras, aku jelas bekerja keras, aku ingin membuat ayah bahagia, tapi sudah berapa kali aku membuatmu benar-benar bahagia, ayah masih tidak puas denganku, aku sudah diterima di sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan universitas seperti yang ayah mau, tetapi ayah selalu memilih yang buruk. Apa yang ayah ingin kan? Aku harus bagaimana? Sebenarnya, aku selalu memikirkan ini…” Guo Zhi dengan wajah sedih memandang Guo Yunyong, air matanya, ekspresinya, kata-katanya penuh dengan rasa sakit. “Ayah, sejak usia 13 tahun saat kau tahu aku suka laki-laki, apa kalian mulai membenci dan menolakku?”

“Kami tidak berpikir begitu, Guo Zhi, kau adalah anak kami, bagaimana kami bisa membencimu?” Kata Zhou Hui.

“Apa benar begitu?” Guo Zhi tersenyum pahit. “Tapi aku selalu merasakannya, apa yang ada di hatimu: kenapa anakku seorang homoseksual, kenapa bukan keluarga lain, kenapa harus keluargaku.”

“Anakku sendiri seorang menyimpang, bisakah kami berpura-pura tidak terjadi sesuatu?” ​​Guo Yunyong mengatakannya sedang amarah yang meluap, matanya yang tajam menatap Shi Xi. “Bagaimana dia berubah belakangan ini sampai berani menentangku, aku paham sekarang, ini semua karena kau yang menghasutnya!”

“Tidak.” Guo Zhi ingin membela Shi Xi, namun Guo Yunyong membentaknya. “Kau diam saja!”

“Begitulah.” Shi Xi mengatakan dengan acuh, Zhou Hui memandangi Shi Xi dengan berlinangan air mata, “Keluarga kami dan kau tidak memiliki permusuhan, kenapa kau ingin melukai keluarga kami?”

Bukan seperti ini. Guo Zhi sendiri yang mengubah dirinya. Ia sendiri yang pertama kali menyukai Shi Xi. Jangan mendorong semua kebencian pada Shi Xi. Dia hanya ingin berbicara, namun dihentikan Shi Xi. “Tidak ada alasan.” Dia akhirnya menerima semua kebencian untuk Guo Zhi, dan melanjutkan, “Dia menolak, dan menolak, aku menyeretnya ke jalan ini lagi. Aku yang mengubahnya, aku yang mengajarkannya kebohongan.”

Air mata Guo Zhi menetes dan jatuh di jemarinya, dia ingin melepaskan tangannya tetapi dia dibelenggu olehnya, jangan katakan, Shi Xi tolong jangan katakan itu. Tidak seperti ini, jangan bohong, jangan menanggung semuanya, berikan padaku, aku bisa, aku akan kuat, dan aku juga bisa melindungimu.

“Apa kau ingin merusak hidup dan masa depanmu? Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini, bagaimana kau bisa, itu semua salahmu, itu semua salahmu, kembalikan Guo Zhi padaku!” Zhou Hui dipenuhi dengan kebencian, dia berteriak pada Shi Xi, dan Guo Zhi menggelengkan kepalanya dengan putus asa, mulutnya merintih. Jangan bicara seperti itu pada Shi Xi, jangan melihatnya dengan ekspresi itu.

Salah, semuanya salah. Ia seharusnya menutup pintu dan tidak membiarkan Shi Xi masuk.

Maka dia tidak akan meninggalkan sidik jari di telapak tangannya, sehingga dia tidak akan menanggung semua kebencian di tempatkan padanya.

Menjadi seperti ini, lebih baik ia dipukul, berapa kali, berapa banyak pukulan itu tidak masalah. Hatinya bisa kurang menyakitkan.



Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments